NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya menghilang

Hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan bagi cahaya, di labrak senior, di khianati sahabat sendiri, Bu indah yang aneh, setelah ini ada apalagi ? Kenapa Allah selalu memberikan ujian yang begitu berat padaku? Saat ini yang di butuhkan cahaya adalah ketenangan, setelah mata kuliah habis cahaya langsung pergi meninggalkan ruang kelas, Widya yang dari tadi memanggilnya tidak di hiraukan nya.

di depan gerbang kampus cahaya langsung menaiki angkot yang menuju rumah nya.

" kalau aku pulang kerumah dalam keadaan seperti ini ibu pasti khawatir" pikir cahaya.

cahaya pun turun dari angkot, di sebuah taman di dekat rumah nya. Cahaya menyusuri taman yang di sekeliling nya banyak pohon pohon besar, di sisi sisi Taman banyak tempat duduk yang di sediakan, dan ada kolam berisi pancuran air di tengah taman, ada beberapa pasangan yang sedang berpacaran duduk di bangku taman. Cahaya memilih duduk di sudut taman. cahaya menarik panjang nafasnya. Dan meletakkan tas kuliah nya di bangku taman itu. Rasa tidak percaya di khianati oleh sahabat nya membuat cahaya tidak ingin mempercayai siapapun lagi.

Cahaya tidak ingin menangis saat ini, terlalu berharga air mata ku untuk manusia seperti itu pikirnya.

Disaat cahaya sedang menyendiri di taman, Widya sedang gelisah mencari cahaya, begitu sampai di rumah cahaya tidak ada, Widya pun mencari cahaya ke warung Bu Siti, ternyata cahaya juga tidak ada, melihat sikap Widya, Bu Siti menjadi curiga.

" kenapa Wid?? Kok kamu bisa gak tau kemana cahaya?" tanya Bu Siti

" iya Bu, tadi cahaya keluar duluan" jawab Widya mencari alasan.

" sudah kamu telepon handphone nya?" tanya Bu Siti

" tidak aktif Bu" jawab Widya

" aduh, anak ini kemana sih buat orangtua cemas aja." jawab Bu Siti.

" Widya pulang ke rumah dulu ya Bu, biar Widya hubungi teman teman kampus, siapa tau lagi bersama cahaya " jawab Widya mencari alasan agar Bu Siti tidak khawatir.

" iya, nanti kamu kabari ibu ya kalau sudah tau dimana cahaya. Ibu jadi gak tenang" jawab Bu Siti.

" iya Bu, assalamualaikum" ucap Widya

" waalaikumsalam" jawab Bu Siti

Di rumah Widya menghubungi semua teman teman nya tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan cahaya.

Widya ingat bahwa cahaya pernah menghubungi putra menggunakan handphone nya.

Widya pun langsung menghubungi putra, panggilan pun terhubung, putra langsung menjawab panggilan tersebut.

" halo" Jawab putra

" iya halo putra, ini aku Widya teman nya cahaya" ucap Widya

" iya Wid, no kamu aku save kok. Ada apa ya?" tanya putra

" hmmmm, gini cahaya ada ngubungin kamu gak??" tanya Widya dengan hati hati

" terakhir kali kami teleponan kemarin malam, hari ini belum ada karena aku lagi tugas dari pagi. Kenapa ya Wid??" jawab putra, dan perasaan putra mulai tidak enak.

" owh, nggak apa apa koq put, aku kira kamu tau dimana cahaya." jawab Widya

" memang nya kenapa?? Koq bisa kamu nyariin cahaya? Tanya putra

" itu, tadi cahaya pulang duluan tapi belum sampai rumah, handphone nya juga gak aktif. tapi kamu gak usah khawatir, mungkin cahaya pergi ke supermarket atau pergi belanja dan hp nya lobet." jawab Widya untuk menenangkan putra.

" yaudah nanti kamu kabari aku ya, kalau dalam 1 jam belum ada kabar dari cahaya kamu kabari aku " jawab putra.

" baik put, udah dulu ya assalamualaikum" jawab Widya

" waalaikumsalam" jawab putra.

setelah menenangkan diri, cahaya hendak pulang ke rumah. Cahaya berencana berjalan kaki dari taman ke rumah karena jarak rumah yang tidak begitu jauh, cahaya mencari handphone nya lalu dilihatnya handphone nya dalam kondisi mati.

Cahaya menyusuri jalan di trotoar, lalu tiba tiba ada motor berhenti di Deket trotoar tempat cahaya berjalan. Cahaya terkejut dan menghentikan langkah nya. Pria dengan memakai seragam polisi itu langsung turun dari motor nya setelah memastikan bahwa wanita yang berjalan itu cahaya. cahaya kaget karena pria itu turun dari motornya dan langsung memeluk cahaya.

Cahaya, heran dan hendak marah kepada polisi tersebut. Lalu polisi tersebut membuka penutup helmnya.

" kamu kemana aja?? Kamu tau semua orang nyariin kamu? Kenapa handphone kamu matikan?? Kamu gak tau aku khawatir cahaya." ucap putra.

" putra?? Kamu ngapain disini?" jawab cahaya

" karena handphone kamu gak aktif, aku kira kamu kenapa kenapa cahaya" ucap putra

" batre hp aku habis jadi lobet. Kamu kan gak libur?? Kenapa bisa keluar?" tanya cahaya

" Widya bingung cariin kamu, lalu Widya hubungin aku, aku takut kamu kenapa kenapa, aku gak mau kehilangan kamu seperti aku kehilangan Aryo" jawab putra

" aku tadi hanya nenangin diri di taman sana put, dan aku gak tau kalau batre hp nya habis. nanti kamu kena marah atasan kamu put, udah kamu balek lagi sana." ucap cahaya dengan khawatir.

" aku udah izin, gak papa kok. Kamu udah makan?" tanya putra

cahaya pun menggeleng

" yaudah ayok kita makan dulu, aku telepon ibu dan Widya dulu biar mereka gak khawatir." ucap putra

Cahaya mengangguk.

Putra tau cahaya pasti sedang ada masalah, makanya putra mengajak cahaya makan agar cahaya bisa bercerita. cahaya pun menaiki sepeda motor putra, mereka pergi menuju ke sebuah cafe di dekat rumah Cahaya.

Di cafe itu cahaya dan putra duduk di sudut cafe, setelah memesan makanan. Putra mulai bertanya ke cahaya.

" kenapa? Kamu ada masalah apa? " tanya putra

" gak ada, cuma lagi stres aja banyak tugas" jawab cahaya mencoba untuk menyembunyikan Maslah nya

" banyak tugas, sampe mata bengkak merah gitu?" tanya putra

" iya, aku kurang tidur " jawab cahaya

" Ya, aku udah lama kenal kamu, kamu gak akan begini kalau tentang masalah pelajaran, kamu anak terpintar di kampung kita, kamu gak akan begini kalau hanya masalah itu. Ada apa? Cerita sama aku." ucap putra meyakinkan cahaya.

cahaya mulai menitikkan air mata nya, rasanya tidak sanggul melihat ada orang yang begitu perhatian padanya, padahal cahaya sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi. Tapi mendengar perhatian putra membuat cahaya tersentuh dan berlinangan air mata.

Putra memeluk cahaya dan mencoba untuk menenangkan cahaya, di biarkan nya cahaya menangis. Setelah Cahaya tenang. Putra memegang tangan cahaya.

" udah tenang?"tanya putra

Cahaya mengangguk.

" udah siap cerita" tanya putra

cahaya pun mengangguk, dan menceritakan Masalah yang di hadapi nya beberapa hari ini. Mulai dari kedekatan nya dengan om Iwan, foto foto yang di sebarkan di kampus, di labrak senior nya, dan Rani. Putra mendengarkan seluruh cerita cahaya. Setelah cahaya selesai bercerita putra langsung bertanya ke cahaya.

" lalu dimana handphone yang di belikan om Iwan itu? Tanya putra

" masih di dalam lemari" jawab Cahaya

" kamu pulangkan handphone itu, kamu telepon Bu indah, kamu harus menghadapi resiko apapun itu, tidak tinggal di rumah itu lagi, atau apapun itu kamu harus menghadapinya, aku tau dan percaya kamu tidak ada niatan apapun ke om Iwan. Kalau Bu indah bijak, dia pasti akan mengerti."ucap putra

" tapi aku takut, aku harus cerita apa ke ibu?" ucap cahaya

" ibu memang harus tau, ini bukan masalah kecil Ya. kalau di biarkan masalah ini akan melebar kemana mana." ucap putra

" kalau Bu indah marah, terus kami di usir, kami mau tinggal dimana put??" ucap cahaya lagi, karena memikirkan uang mereka tidak akan cukup untuk mengontrak sebuah rumah di kota ini.

" kamu masih memiliki aku, walaupun aku gak bisa kasih kamu dan ibu tempat tinggal sebesar itu tapi aku akan upayakan kamu dan ibu tidak kehujanan dan kepanasan." jawab putra

" aku gak mau nyusahin kamu, aku gak mau jadi berutang Budi sama kamu seperti aku berutang Budi ke Bu indah. kayaknya aku akan berhenti kuliah aja, aku mau cari kerja" ucap cahaya

" hei.. Aku itu pacar kamu, kamu lupa?? Kenapa kamu jadi nyusahin aku? cita cita kamu itu dari dulu ingin kuliah ingin membanggakan ibumu, kalau kamu berhenti kuliah, bagaimana kamu bisa membanggakan ibu? " ucap putra

Air mata cahaya berlinang lagi, mendengarkan ucapan putra, cahaya tidak menyangka kalau pria di hadapan nya sudah sangat dewasa.

cahaya pun mengangguk.

" yaudah habisin makanan nya, udah dingin itu, mata kamu juga makin bengkak itu nangis melulu, nanti di sangka orang aku habis ngapa ngapain kamu lagi." ucap putra

Cahaya pun tersenyum mendengar ucapan putra.

Setelah makanan mereka habis dan putra membayar ke kasir. putra mengantarkan Cahaya pulang ke rumah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!