NovelToon NovelToon
Sengketa Pernikahan Ningrat

Sengketa Pernikahan Ningrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Janitra Widari Pramudya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, ia tinggal di luar negeri selama lima tahun karena melanjutkan kuliah. Orang tuanya telah meninggal dunia sejak enam tahun yang lalu karena kecelakaan.

Janitra akhirnya menerima perjodohan dari Keluarga Syailendra sesuai wasiat mendiang kakeknya. Janitra baru mengetahui ternyata dirinya dijodohkan dengan Kresna Maharaja Syailendra sejak lama. Bagi Janitra, Kresna adalah cinta pertamanya.

Aku mencintainya sederas hujan. Namun, dia memilih untuk membangun tembok setinggi langit~Janitra.

Jangan pernah melangkah jauh menembus batasan yang sudah aku terapkan karena itu percuma saja. Kita menikah bukan karena cinta. Hanya sebatas utang budi keluarga. Aku harap kamu tidak pikun~Kresna.

Simak kisah mereka.💋💋
Mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Sarapan Bersama

"Ah, enggak Bu. Ini cuma kecapekan acara kemarin yang seharian," kilah Kresna.

Tak mungkin ia jujur di depan Bu Ayu bahwa semalam suntuk putra mahkota yang terkenal parasnya tampan itu ternyata tak bisa tidur karena perkara racikan rendaman dan wedang yang berbeda.

"Oh, begitu. Terus, kenapa kamu tanya perkara rendaman dan wedang?"

"Aku cuma ngerasa beda aja. Aku pikir itu buatan Pak Tikno atau abdi dalem yang lain. Ternyata racikan Janitra yang disuruh oleh ibu," jawab Kresna yang masih gengsi mengakui bahwa racikan istrinya itu sungguh cocok dan pas untuk tubuhnya.

"Ya sudah, Ngger. Ibu mau siap-siap sarapan. Udah masuk waktunya makan pagi. Kamu su_sulin Janitra ke kamarnya buat bareng-bareng (sama-sama) ke sana," tutur Bu Ayu.

"Baik, Bu." Kresna memilih tak membantah perintah ibunya.

Saat baru dua langkah pergi, Kresna mendadak memanggil Bu Ayu.

"Bu, tunggu!" seru Kresna berjalan menuju ke tempat Bu Ayu berada.

"Opo maning, Ngger (ada apa lagi, Nak)?"

"Ehm, tolong racikan rendaman dan wedangnya ibu berikan ke Pak Tikno. Dalem pengin nanti berendam dengan racikan itu sekalian wedangnya," pinta Kresna.

"Kamu bisa minta langsung Janitra untuk membuatkannya,"

"Gak perlu dia, Bu. Cukup resep racikan rendaman dan wedangnya ibu berikan saja ke Pak Tikno,"

"Ibu gak tau resepnya, Ngger."

"Loh kata Pak Tikno, beberapa hari terakhir ini yang mengurus itu semua ibu. Berarti ibu kan udah tau resepnya dari Janitra. Kenapa sekarang nyuruh Dalem (aku) buat minta Janitra?"

Bu Ayu akhirnya menjelaskan pada Kresna bahwa setiap hari Mbok Siti yang mengambil racikan rendaman mandi sekaligus wedang kayu manis buatan Janitra di rumah peninggalan Keluarga Pramudya yang memang berjarak tak jauh dari Kasepuhan.

Lalu, Bu Ayu dan Mbok Siti yang menata semua hal tersebut di dalam kamar pribadi Kresna yang ada di pavilun utama karena saat itu putra mahkota belum resmi menikah dengan Janitra sehingga tak boleh calon istri masuk ke dalam kamar calon suaminya. Terlebih kala itu Janitra sedang dipingit dan tak boleh keluar rumah sampai hari H pernikahan.

Kresna bersungut kesal di hatinya. Bu Ayu yang melihat wajah putranya ditekuk masam, akhirnya melangkah datang mendekat.

"Ada apa toh?" tanya Bu Ayu seraya mengelus lembut pundak Kresna.

Lalu, Kresna berpikir sejenak. Walaupun dalam hatinya ragu, tapi tidak salah bila ia mencoba mengutarakan pada Bu Ayu.

"Bu, apa dalem bisa minta tolong?"

"Minta tolong apa?"

"Dalem pengin mandi setiap hari dengan racikan Janitra dan minum wedangnya. Soalnya badanku suka pegel sepulang kerja apalagi kalau habis dari luar kota," ucap Kresna. "Apa bisa ibu saja yang minta racikan resepnya ke Janitra, tapi jangan bilang kalau disuruh sama dalem?"

"Oh begitu toh. Baiklah. Nanti ibu bilang ke Janitra," ucap Bu Ayu seraya tersenyum tipis.

"Tapi beneran loh, Bu. Jangan sampai Janitra tau aku yang minta dan nyuruh ibu begini begitu. Nanti dia makin besar kepala!" desis Kresna seraya terus memastikan bahwa nanti ibunya melakukan sesuai apa yang diinginkannya.

"Iyo, Ngger. Kamu tenang saja," ucap Bu Ayu. "Ya sudah, ibu mau pergi ke meja makan," sambungnya.

Kresna pun menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada ibunya yang akan berlalu pergi dari hadapannya saat ini.

☘️☘️

Waktunya sarapan tiba.

Rama Barata, Bu Ayu, Kresna, Janitra dan Kartika sudah berkumpul di meja makan.

Mereka semua makan dalam keheningan sesuai kebiasaan di dalam Kasepuhan Kota Mawar. Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu di atas piring mereka.

Saat menikmati hidangan penutup, Bu Ayu membuka obrolan.

"Gimana, Nduk? Apa semalam tidurmu nyenyak?" tanya Bu Ayu tertuju pada Janitra.

"Alhamdulillah nyenyak, Bu."

"Syukurlah kalau begitu," sahut Bu Ayu.

Sedangkan Kresna dalam hatinya bersungkut kesal mendengarnya.

"Dia bobo cantik. Aku puyeng awut-awutan (pusing berantakan). Huft !"

"Rambut Mas Kresna basah abis keramas ya," goda Kartika seraya tertawa kecil.

"Cah cilik ojok melu-melu (anak kecil dilarang ikut-ikut!" tegur Kresna pada adiknya yang masih duduk di bangku SMA tersebut.

"Loh, aku bukan cah cilik maning (lagi) loh Mas. Beberapa bulan lagi umurku udah 17 tahun dan punya KTP. Wleeek..." balas Kartika yang tak terima. Ia juga sengaja meledek Kresna dengan meju_lurkan lidahnya ke depan sang kakak.

"Kartika, gak boleh begitu sama Kangmas mu!" tegur Rama Barata.

"Inggih, Rama. Saya cuma menggoda pengantin baru. Mas Kresna keramas lah kok Mbak Janitra rambutnya mboten teles (tidak basah). Di luar prediksi BMKG gitu loh Rama," ucap Kartika dengan nada lemah lembut tapi kalimat yang dilontarkan seketika menohok terhadap Kresna.

"Mas Kresna mungkin lebih gerah dari saya, jadi pilih buat keramas. Cuaca beberapa hari terakhir ini memang cukup terik dari biasanya," tutur Janitra memberikan pembelaan untuk Kresna.

"Belajar sana yang bener di sekolah. Jangan main hp terus jadi pikiranmu suka ngawur!" tegur Kresna.

"Siap, Kangmas ku Kresna yang tampan tapi sedingin es di kulkas dua belas pintu. Aku pengin jadi dokter seperti Mbak Janitra. Jadi aku akan belajar serius demi cita-cita," ucap Kartika.

Setelah selesai sarapan, mereka kembali dengan kegiatan masing-masing.

Kresna dan Janitra berjalan hanya berdua di lorong Paviliun Teratai. Kresna sebelumnya telah memberi kode ke para abdi dalem karena ia ingin berbicara empat mata dengan istrinya itu.

"Kamu sudah tau jadwal pulangku jam berapa?" tanya Kresna dengan nada datar namun penuh ketegasan pada lawan bicaranya.

"Sampun (sudah), Gusti. Sebelum kita menikah, beberapa kebiasaan Gusti dan jadwal panjenengan sudah saya ketahui,"

"Bagus kalau begitu. Jangan sampai kamu mendapat hukuman kalau terlambat pulang,"

"Hari ini saya belum terlalu sibuk. Saya akan menyelesaikan beberapa berkas urusan Koas di Satya Medika. Jika tak ada aral melintang, minggu depan saya sudah bisa mulai koas," ucap Janitra.

"Aku tak peduli kapan kamu mulai koas! Kamu berangkat sendiri ke sana. Aku gak mau kamu numpang satu mobil denganku!"

"Iya, Gusti. Saya bisa naik apapun ke sana. Mobil pribadi saya juga sudah punya. Gusti tidak perlu khawatir kaliyan dalem (ke saya),"

"Jaga nama baik Syailendra dan kasepuhan di luar sana! Jangan kau rusak sedikitpun!"

"Sendiko dawuh (saya akan patuh), Gusti. Semoga Gusti juga," balas Janitra.

"Maksudmu opo ngajari aku (maksudmu apa nasehatin aku)? Aku iki bojomu sing luwih duwur teko awakmu (aku itu suamimu yang punya kuasa dan derajat tinggi lebih dari kamu)!" seru Kresna dengan nada suara yang mendadak naik delapan oktaf.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘳𝘦𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘮 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘭𝘰 𝘨𝘹 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘴𝘪𝘩𝘪𝘳 𝘮𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨😂
Nena Anwar
good job Kresna, beruntung kamu pulang tanpa pemberitahuan pada Panca atau Mayang, kamu terselamatkan dari jebakan jin dasim Mayang sangit
Tutik Karlos
pinter Gusti Kresna milih pulang daripada begadang....
gak bisa tidur karna belum berendam racikan rempah cinta ala janitra
Sastri Dalila
🤭🤭🤭🤭
Sugiharti Rusli
yang benar yah kamu samperin istti sah kamu dan kamu juga jangan gengsi kalo ternyata selama ini kamu sangat nyaman dengan ramuan yangdiracik langsung Janitra dan bisa kamu tidur lebih nyenyak
Sugiharti Rusli
apalagi kamu juga membiarkan minuman wedang juga teronggok di meja tanpa kamu sentuh sama sekali, dan si Mayang hanya bisa gigit jari😆😆😆
Sugiharti Rusli
keputusan yang tepat Kres, kamu nekat pulang sendiri malam" karena ga bisa tidur kala rendaman yang disajikan ga bisa bikin kamu rileks saat di hotel
Yensi Juniarti
Mayang oh mayang... kenapa engkau halu...🤣🤣🤣 kan ditinggal Gusti pulangkan ... lebih milih bini asli ketimbang jelatang yg bikin gatel 🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Nia nurhayati
akhirnya UV juga si teteh Fira
wahhh KY nya ada yang mau unboxing nihh😅😅😅
Wien Ibunya Fathur
ehem... ehem...
kresna butuh di ninabobokan sama janitra😄
sweet escape
Wkkw mbok yem tau banget kepengenan gustinya🤭
Nina💫
luar biasa
Sri Angga
wes dang di unboxing bjone Kresna Ben tambah cinta.
Aditya hp/ bunda Lia
kasian banget si kuyang rencananya Gatot 🤣
Citra Silvia
lanjut 🤭
dyah EkaPratiwi
jangan canggung janitra🤭
Nia nurhayati
teteh Fira knp belom uvv
Teh Euis Tea
teh fira jgn sampe si kunyang memperdaya di krisna ya ga rela aku🤭
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘪 𝘮𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘢𝘫𝘫 𝘬𝘳𝘦𝘴𝘯𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!