NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Mobil taksi perlahan melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di tepi Jalan Kusuma.

Suasana gang perumahan sederhana itu tampak tenang di pagi hari, diselimuti udara segar yang menyegarkan paru-paru.

Aira keluar dari taksi setelah membayar ongkosnya.

Sopir taksi dengan ramah membantu menurunkan koper besar dari bagasi.

Setelah taksi itu berlalu, Aira menghembuskan napas panjang, memantapkan hatinya seraya menarik gagang koper menyusuri deretan rumah di sepanjang jalan tersebut.

Langkahnya terhenti di depan sebuah rumah berpagar hijau dengan tulisan 'Dikontrakkan' yang tertempel di tiang depan.

Ia melangkah mendekati rumah tetangga di sebelahnya untuk bertanya.

Tok! Tok!

Aira mengetuk pintu kayu rumah tersebut secara perlahan.

Tak berapa lama, seorang wanita setengah baya berpakaian daster sederhana membuka pintu dengan senyum ramah.

"Permisi, Bu. Apa benar rumah di sebelah ini dikontrakkan?" tanya Aira sopan.

"Iya, Mbak. Benar sekali," jawab ibu pemilik kontrakan itu hangat.

"Silakan kalau mau lihat-lihat dulu ke dalam. Kebetulan kuncinya ada di Ibu."

"Terima kasih, Bu," balas Aira seraya menganggukkan kepalanya.

Wanita setengah baya itu meraih kunci dan mengajak Aira melangkah masuk ke dalam bangunan rumah sederhana tersebut.

Rumah itu bersih dan terawat dengan baik. Di dalamnya terdapat dua kamar tidur yang berukuran pas, satu kamar mandi di bagian belakang, serta area dapur yang terasa cukup luas dan terang.

Melihat kondisi rumah yang sangat layak dan tenang, Aira merasa cocok.

Tempat ini sempurna bagi dirinya yang ingin menyendiri dan menata kembali garis hidupnya yang sempat runtuh.

"Bagaimana, Mbak? Apakah Mbak suka dengan rumahnya" tanya ibu kontrakan.

"Saya suka rumahnya, Bu. Baik, saya ambil langsung untuk tiga bulan ke depan," jawab Aira mantap.

Mereka berdua kemudian menyelesaikan urusan administrasi.

Aira menandatangani lembar surat perjanjian kontrak dan menyerahkan pembayaran tunai dari uang simpanannya.

Setelah menyerahkan setangkai kunci rumah, ibu kontrakan pamit kembali ke rumahnya, meninggalkan Aira sendirian di dalam rumah baru tersebut.

Sunyi seketika melingkupi ruangan. Aira mengunci pintu depan, lalu menyandarkan tubuhnya pada dinding ruang tamu.

Ia menatap telapak tangannya sendiri yang terasa masih dingin.

Di tengah keheningan itu, ingatan Aira mendadak melayang kembali pada bayangan pria bertato yang ditinggalkannya beberapa jam lalu di kamar hotel.

Wajah tegas dengan brewok tipis, tatapan matanya yang membara akibat pengaruh obat, serta pelukan hangatnya tiba-tiba berputar jelas di ingatan.

"Apa dia sudah bangun, ya?" gumam Aira pelan pada dirinya sendiri.

Aira menggelengkan kepala cepat-cepat, membuang jauh pikiran itu.

Baginya, pria itu hanyalah penolong yang tak sengaja bersinggungan takdir dengannya di malam yang kelam.

Kini saatnya ia fokus membersihkan rumah dan mulai mencari pekerjaan untuk melanjutkan hidup.

Sementara itu, di kamar hotel berbintang yang terbungkus tirai tebal, sinar matahari pagi samar-samar menembus celah kain, menimpa tempat tidur berukuran king-size.

Lucas perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sedikit berat, efek sisa dari obat perangsang dosis tinggi yang dicekokkan musuh bisnisnya semalam.

Pria itu menggeram pelan, lalu memijat pelipisnya seraya mendudukkan tubuhnya yang dipenuhi tato artistik.

Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang sunyi.

Sisi tempat tidur di sampingnya sudah dingin dan kosong.

Seprai putih yang kusut serta aroma harum yang tertinggal menjadi satu-satunya bukti bahwa pergulatan panas semalam bukanlah sekadar ilusi atau mimpi.

Lucas memejamkan mata sejenak, mencoba merangkai kembali ingatan yang sempat kacau.

Ia ingat bagaimana musuhnya menyergap dan mengobatinya secara licik.

Ia ingat momen ketika ia berhasil lolos dengan mobilnya, lalu menghentikan tiga preman yang mencoba melecehkan seorang wanita bergaun merah muda di pinggir jalan yang sepi.

Pria itu juga mengingat jelas betapa pasrahnya wanita itu dalam pelukannya, dengan mata sembab yang menyimpan duka mendalam.

Jemari Lucas meraba permukaan sprei yang ditinggalkan. Wanita itu pergi tanpa jejak, tanpa meninggalkan pesan satu kata pun.

"Dimana dia?" gumam Lucas dengan suara serak khas bangun tidur.

Pria itu menyisir rambut hitamnya ke belakang dengan jemari tangan, menatap sudut kamar tempat koper wanita itu berada semalam.

Tatapannya menajam, dipenuhi rasa penasaran yang mendalam terhadap sosok asing yang telah menyelamatkan malam tergelap dalam hidupnya.

"Siapa namamu, Nona?" bisik Lucas pelan.

Ada getaran tak biasa di dadanya dimana ada rasa penasaran dan dorongan kuat untuk menemukan kembali wanita bermata teduh namun penuh luka yang baru saja menghilang dari jangkauannya.

Lucas membuang napas kasar. Ia merogoh saku celana yang tergeletak di atas sofa, lalu mengambil ponsel miliknya.

Tanpa menunda, ia menekan satu nomor yang tersimpan di daftar panggilan cepat.

Hanya dalam dua kali nada dering, panggilan itu langsung terhubung.

"Halo, Tuan Lucas?" suara tegas dan sigap dari Randy, asisten pribadinya, terdengar di seberang telepon.

"Randy, datang ke hotel sekarang," perintah Lucas dengan suara berat dan tak ingin dibantah.

"Bawa pakaian ganti dan segera periksa kamera CCTV lobby hotel."

"Baik, Tuan. Saya meluncur sekarang," jawab Randy cepat.

Lucas mematikan sambungan telepon lalu melempar ponselnya ke atas tempat tidur.

Matanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan dingin dan tajam.

Tak butuh waktu lama, suara ketukan teratur terdengar dari balik pintu kamar.

Randy berdiri di sana membawa setelan jas rapi di tangannya.

Begitu pintu dibuka, Randy menyapu pandangan ke sekeliling kamar yang kacau sebelum akhirnya membungkuk hormat pada atasannya.

"Tuan Lucas, ini pakaian ganti Anda," ujar Randy seraya menyerahkan setelan jas bersih.

"Mengenai jebakan semalam di acara makan malam, orang-orang kita sudah mengamankan pelayan yang memasukkan obat ke dalam minuman Anda. Dalangnya adalah Tuan Herman dari Sanjaya Group."

Lucas menerima pakaian itu dengan wajah dingin tanpa ekspresi.

"Urus Herman dan perusahaannya sampai tak bersisa. Aku tidak mau mendengar namanya lagi di dunia bisnis mulai minggu depan."

"Baik, Tuan. Akan segera saya selesaikan," jawab Randy patuh.

Ia lalu ragu sejenak sebelum melanjutkan, "Lalu, mengenai rekaman CCTV hotel yang Anda minta."

Lucas menghentikan gerakannya yang hendak bangkit dari tempat tidur.

Matanya menatap tajam ke arah asistennya yang berdiri di hadapannya.

"Bagaimana rekaman cctv hotel?"

Randy menyodorkan sebuah tablet yang menampilkan potongan gambar jernih dari kamera pengawas area lobi.

"Wanita yang bersama Anda semalam keluar dari kamar pukul lima pagi. Dia mengambil kopernya di penitipan barang lobi lalu langsung menaiki taksi di depan hotel."

Lucas meraih tablet tersebut. Di layarnya, terlihat seorang wanita bergaun merah muda dengan wajah sembab dan tatanan rambut yang sedikit berantakan sedang berjalan terburu-buru.

Wajahnya yang tampak rapuh namun menyimpan keteguhan itu kini terlihat jelas di layar.

"Cari tahu identitasnya," perintah Lucas rendah namun penuh ketegasan.

"Lacak taksi yang dia tumpangi dan cari tahu ke mana dia pergi."

"Siap, Tuan. Saya akan menggerakkan tim pelacak sekarang juga," sahut Randy mantap.

Lucas menatap sosok wanita di layar tablet itu untuk beberapa saat sebelum mematikannya.

Siapa pun kamu, Nona. Aku akan menemukanmu, batin Lucas.

1
sunaryati jarum
Akhirnya semua mengakui kehebatan Aira dan menghormati kepemimpinannya.Sukses selalu Aira.
Ariany Sudjana
puji Tuhan, sehat selalu yah chef Aira dan bayinya

waduh... dapat orderan nih menu barunya 🤣🤣
sunaryati jarum
Wow semoga berhasil Aira, dan semua teman selanjutnya bekerja sama dengan kamu dengan baik
sunaryati jarum
Semoga diterima,emak akan baca tanpa melewati satu babpun
sunaryati jarum
Emak baru mampit.Semsngat Aira.Semoga keahlian memakmu membawa kesuksesan kamu.Emak mau memberi 5 bintang jika telah membaca bab yang isinya Radit dan keluarganya serta Mila dapat karma sedangkan Aira jadi sukses
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Ariany Sudjana
tetap waspada ya chef dan Lukas, karena si pelacur murahan itu ga terima kalau Aira hidup dengan baik
Ariany Sudjana
wah chef Aira ngidam ceri 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, yang ada kamu yang akan dikerjai sama preman itu dan kamu salah cari lawan
Iffanaya 😽
lanjut Thor 💪
Iffanaya 😽
kamu salah cari lawan Mila 😏 liat aja apa yg dilakukan Lucas kalo tau apa yg kamu lakukan ke aira
Dew666
💎
my name is pho: Terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu harus waspada, jangan biarkan si pelacur murahan dan Mak Lampir itu berbuat kerusuhan di hotel kamu, dan jangan sampai mereka membuat celaka ke Aira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!