NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Happy reading

❄️❄️❄️

Tok...tok....tok...

Suara ketukan pintu berhasil mengusik Arkanza dari tidurnya. Pria itu lantas membuka matanya ketika mendengar ketukan pintu lagi. Hal pertama yang dia cari adalah jam yang berada di atas nakas.

"Setengah enam." Gumamnya, tapi tetap menegakkan tubuhnya untuk terduduk. Ia meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, setelah itu barulah dia melangkah turun dari tempat tidur.

"Anda..." Arkanza mengerutkan keningnya bingung saat melihat siapa yang datang pagi-pagi sekali ke kamarnya."Apa yang anda lakukan pagi-pagi sekali di kamar saya?"

"Bukannya anda yang menyuruh saya datang lebih awal kemarin. Dan ya, ini sesuai perjanjian kita." Azkia mengeluarkan kertas yang tadi malam Arkanza berikan. Setelah memikirkannya berkali-kali akhirnya gadis itu memutuskan untuk mengambil tawaran Arkanza. Itulah kenapa pagi-pagi sekali dia sudah mulai mengerjakan apa yang harus dikerjakan termasuk membantu pria itu bersiap-siap.

Arkanza menerima kertas itu. Dia agak terkejut tapi terkejutnya bisa di tahan hingga tidak terlihat biasa-biasa saja."Bagus, kita lihat sampai kapan anda akan bertahan nona, Azkia." Ucap Arkanza tersenyum mengejek.

Dugaannya ternyata salah kalau gadis itu akan menolak perjanjian ini, tapi gadis itu tetap berani mengambil tawarannya. Yang berarti gadis itu masih berani menentangnya.

"Sampai anda menyerah Menyudutkan saya tuan Arkanza. Saya akan membuktikan kalau saya tidak selemah itu." Jawab Azkia berani berhasil menarik kepalan tangan Arkanza."Aku hanya ingin membuktikan kalau saya mampu. Lihat saja nanti." Lanjutnya sebelum masuk kedalam kamar Arkanza tanpa permisi.

Arkanza sendiri tetap mematung di tempatnya. Wajahnya tenang tapi tidak dengan hatinya yang kesal dengan sikap dan ucapan Azkia barusan.

"Dia masih berani menentang ku ternyata. Kita lihat saja, bagaimana kamu menyerah menentang ku kali ini." Gumam Arkanza sambil melangkah masuk kedalam kamarnya.

"Air mandi sudah saya siapkan. Apa yang anda butuhkan selanjutnya?" Tanya Azkia setelah gadis itu keluar dari kamar mandi.

"Anda!"

"Apa? Saya? Hai tuan Arkanza, jangan lupa masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan. Saya akan menyiapkan pakaian Anda setelah itu saya akan membangunkan anak-anak."

"Bathe me." Ucap Arkanza santai berhasil mendapatkan pelototan dari gadis itu.

"Apa!! Apa anda gila!! Tidak tidak! saya tidak mau!!" Seru Azkia tidak terima tapi tetap diabaikan oleh pria itu. Arkanza masuk kedalam kamar mandi tanpa mendengar protesan dari Azkia.

"Arkanza sialan!!" Pekik Azkia tapi tetap diabaikan oleh pria itu.

🍂🍂🍂🍂🍂

Setelah membangunkan Arkanza dan membantu pria itu bersiap-siap kini Azkia bersiap membuat kopi' hitam. Beruntung sarapan sudah dia buat sebelumnya.

"Anda terlalu manis membuatnya nona Azkia." Ucap Arkanza dengan santainya."Buatkan ulang."

"Apa!"

“Menurut lah nona Azkia. Saya tidak mau mendengar penolakan jika anda tidak ingin beasiswa anda saya cabut lagi." Ancam Arkanza santai mendapatkan tatapan sinis dari gadis itu.”Anggap saja ini hukuman karena anda mengunci saya kemarin sore.”

"Baiklah, saya membuatnya ulang."

Setelah bolak-balik hampir dua kali, barulah kopi pesanan Arkanza selesai. Setelah itu barulah Azkia membangunkan anak-anak untuk mandi.

"Khilva, Vatha bangun yuk." Ajak Azkia lembut membangunkan kedua gadis kecil itu.

"Unda, Kifa macih nantut." Ucap Khilva enggan untuk membuka matanya. Berbeda sekali dengan Vatha yang sudah bangun.

"Ayo anak pinter, hari ini kita ke rumah Oma." Lanjutnya dengan sabar walaupun waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan.

Beberapa kali membujuk akhirnya Khilva menurut dan kini gadis itu memandikan ke-dua putrinya untuk mempersingkat waktunya. Setelah memandikan, gantian Azkia menyiapkan mereka dari memakaikan pakaian sampai mendandani gadis kecil itu. Setelah semuanya selesai barulah dia bersiap-siap. Tanpa dandanan, karena waktunya benar-benar mepet untuk mengantarkan Vatha sekolah.

"Ini kunci motor untuk anda, anda bisa menggunakannya untuk mengantarkan Vatha ke sekolah." Ucap sambil melemparkan kunci ke arah Azkia. Beruntung Azkia dengan sigap menangkapnya.

Arkanza berlalu begitu saja tanpa menawarkan mengantar Vatha padahal waktu mereka benar-benar mepet saat ini.

"Ayo kita berangkat sekolah!" Ucap Azkia berusaha untuk semangat walaupun sebenarnya dia sedang lelah saat ini."Bekal makan siang sudah diambil sayang?"

"Sudah bunda."

"Hari ini kita pakai motor ya, soalnya kalau pakai mobil takutnya Vatha telat nanti. Nggak apa-apa kan sayang?"

"Nggak apa-apa bunda. Vatha senang naik motor." Jawab Vatha membuat Azkia tersenyum mendengarnya.

🍁🍁🍁🍁🍁

Hampir lima belas menit dalam perjalanan akhirnya Vatha sampai di sekolah. Walaupun begitu Vatha telat lima menit. Hal itu membuat Azkia merasa bersalah."Sepertinya besok aku harus bangun lebih pagi lagi agar tidak terlambat seperti hari ini." Gumam Azkia.

"Unda, Kifa boleh cekolah?" Tanya Khilva yang saat ini duduk didepan. Azkia mengemudikan motornya ke arah rumah utama.

"Boleh, tapi setelah Kifa besar ya."

"Tapi Kifa maunya cetalan unda." rengek gadis itu membuat Azkia tersenyum."Kifa na cama cepelti kak Fata."

"Iya nanti sekolahnya sama bunda saja. Kifa mau?"

"Mau unda! Mau!" Serunya antusias membuat Azkia tersenyum.

"Nanti bunda belikan buku."

"Telima tacih unda!"

"Iya sama-sama sayang."

💧💧💧

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.

Salam manis dari author😉

1
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!