NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Rasa khawatir

Di balik dinding kaca berdebu yang memisahkan ruangan komisaris dengan area kerja utama, Nathan, Reno, dan Niko berdiri memperhatikan.

​Niko memegang cangkir kopinya dengan tangan sedikit gemetar. "Kalian dengar tidak tadi? Suara bentakan dari telepon Pak Komisaris keras sekali. Siapa yang menelpon?"

​Reno yang menyandarkan badannya di meja melipat tangan di dada.

Raut wajahnya yang biasanya santai kini terlihat serius.

"Siapa lagi kalau bukan orang-orang berpangkat tinggi dari markas pusat kota. Direktur yang kita tangkap itu bukan orang sembarangan. Dia pasti punya banyak penyokong di atas sana."

​Nathan tetap diam, matanya memperhatikan Martin yang sedang menyesap rokok di dalam ruangan.

​Nathan tahu betul peta politik kepolisian kota ini dari kehidupannya yang lalu.

Martin adalah perwira yang sangat jujur dan berdedikasi tinggi.

Karena sifatnya yang tidak mau menerima suap dan selalu menolak menutup-nutupi kejahatan para petinggi, kariernya sengaja dihentikan dan ia 'dibuang' untuk memimpin Kantor Polisi Distrik 1—distrik kumuh yang penuh kejahatan dan minim anggaran.

"​Di kehidupan lalu, Pak Martin ditinggalkan tanpa bantuan saat konflik besar terjadi," batin Nathan.

"Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menjatuhkannya."

​Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Martin keluar sambil memegang beberapa lembar kertas.

Wajahnya kembali memasang ekspresi suram yang biasa.

​"Niko, Reno, Nathan," panggil Martin.

​Mereka bertiga segera berdiri tegap. "Siap, Pak."

​"Proses hukum harus berjalan cepat sebelum ada tangan-tangan panjang yang mencoba mengintervensi," tegas Martin dengan suara rendah namun mantap.

"Bawa tersangka utama ke ruang interogasi resmi sekarang. Lengkapi seluruh berita acara pemeriksaan. Buat salinan fisik dan salinan digital dari semua bukti percakapan di ponsel cadangan itu. Kirimkan salinannya langsung ke sistem kejaksaan malam ini juga."

​"Baik, Pak!" jawab Reno dan Niko serentak.

​Nathan melangkah maju sepatah kata. "Pak Komisaris, saya sudah membuat tiga salinan data dari ponsel tersebut dan menyimpannya di server terpisah yang tidak bisa diakses dari jaringan internal pusat."

​Martin menatap Nathan dengan pandangan tertahan. Ada rasa kagum yang mendalam di matanya.

Polisi muda di hadapannya ini berpikir jauh lebih cepat dan lebih matang daripada perwira senior mana pun yang pernah ia temui.

​"Bagus sekali, Nathan," ujar Martin sambil menepuk bahu Nathan pelan. "Lakukan pemeriksaan terakhir pada tersangka."

​Proses interogasi di ruang tertutup berlangsung sangat tegang.

​Sang Direktur duduk di kursi besi dengan tangan terborgol ke meja. Pakaian mahalnya kini kusut dan berdebu.

Di depannya, Nathan dan Reno duduk berhadapan, sementara Gavin berdiri di sudut ruangan memperhatikan dengan wajah tegang.

​"Kalian tidak tahu sedang berurusan dengan siapa!" gertak sang Direktur, mencoba menggunakan pengaruhnya.

"Satu telepon dari pengacaku besok pagi, dan kalian semua yang ada di ruangan ini akan dipecat secara tidak hormat! Lencana kalian akan dicabut!"

​Reno yang duduk di sebelah Nathan tampak agak terpengaruh oleh ancaman itu dan melirik ke arah Gavin.

Gavin sendiri mengepalkan tangannya, nampak ragu dan cemas jika kariernya terancam akibat kasus ini.

​Namun, Nathan hanya menatap dingin ke arah tersangka. Ia membanting bundel berkas bukti di atas meja.

​BRAK!

​"Nama Anda, Tuan Ardiansyah," ucap Nathan dengan suara datar tanpa intonasi gertakan, namun sangat menekan.

"Anda dituduh melanggar Pasal Pembunuhan Berencana dan Tindak Pidana Pencucian Uang. Rekaman percakapan Anda dengan pemilik bengkel mengenai perintah pembunuhan korban sudah ditranskrip secara sah."

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!