NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.24 Perjalanan bisnis

 Tok..

"Masuk."

Pintu terbuka.

Tuan Hartono melangkah masuk ke dalam. Pria paruh baya itu terlihat begitu gugup.

"Duduklah."Ujar Will.

"Terimah kasih tuan Will."

Eldrick menoleh.

"Apa kamu tahu alasan aku memanggil mu?"

Tuan Hartono menggelengkan kepalanya dengan takut.

"Tidak tuan."

"Aku ingin kamu bersikap adil. Aku tahu apa yang kamu lakukan dengan Ana."Ujar Eldrick.

Kaki tuan Hartono terasa lemas. Tampaknya atasannya itu tahu semuanya.

"Saya mengerti tuan. Saya tidak akan membantu Ana lagi."

"Kerja bagus. Keluarlah."

"Baik tuan."

"Jika hal ini terulang kembali maka kamu siap-siap angkat kaki."

"Tidak akan tuan."

 Tuan Hartono meninggalkan ruangan Eldrick segera.

 Ke esokan paginya...

Lily dan Grace sudah berdiri di depan perusahaan.

"Kamu baik-baik saja?"

Lily menoleh kepada Grace yang terlihat begitu gugup.

"Aku baik-baik saja. Ini adalah perjalanan bisnis pertama ku Lily."

"Aku juga."

"Kira-kira kita akan belajar apa dalam perjalanan kali ini." Grace menoleh kepada Lily.

"Kita akan lihat nanti."

Tidak berselang lama kemudian. Sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka.

"Nona Lily dan nona Grace?"

Lily dan Grace tersenyum kecil.

"Iya tuan. Itu kami."Jawab Lily.

"Masuklah ke dalam mobil. Tuan Eldrick sudah menunggu di bandara."

"Baik tuan."Jawab Lily dan Grace bersamaan.

Kedua wanita itu melangkah masuk ke dalam mobil. Dari kejauhan, Ana yang baru saja tiba. Melihat mereka berdua masuk ke dalam mobil.

Ana memegang erat kemudi karena kesal.

"Sialan. Awas saja kamu Lily. Aku pasti akan mengalahkan mu suatu saat nanti. "Gumam Ana membanting pintu saat turun dari mobil.

Bahkan wanita itu meminta security memarkir mobilnya. Tapi dia tidak terlihat seperti meminta tolong tapi lebih tepatnya dia sedang memberi perintah.

Tidak ada yang berani menolaknya. Semua orang tahu jika dia adalah wanita yang akan menikah dengan atasan mereka.

Di sisi lain, mobil yang membawa Lily dan Grace kini berhenti di depan bandara.

"Kita sudah sampai nona. Silahkan ikut saya."

Lily menghentikan langkahnya.

"Tidak perlu. Biar aku pergi bersama dengan Grace mencari keberadaan tuan Eldrick."

"Baik nona. Semoga perjalanannya di lancarkan."

Lily dan Grace membalasnya dengan senyuman. Kedua wanita itu melangkah masuk ke dalam bandara.

Lily menghirup udara sebanyak-banyaknya. Selama menikah, ini adalah penerbangan pertamanya dengan sang suami. Meski ini adalah perjalan bisnis. Lily tetap merasa senang.

"Lily."

Grace menghentikan langkahnya.

Lily menatap sahabatnya.

"Tidak apa-apa. Wajar jika kamu gugup. Aku juga merasakan hal yang sama. Dalam perjalanan ini kita ini sama saja Grace. Tidak ada yang istimewa."Ujar Lily berusaha menenangkan Grace.

"Kita sama-sama melakukan perjalanan bisnis. "Ujar Lily kembali menepuk pundak sahabatnya.

"Kalian di sini?"

Lily dan Grace menoleh.

Will sedang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Maaf pak. Apa kami membuat anda menunggu?"Tanya Lily yang membuat Will sedikit canggung.

"Jangan terlalu formal nyonya."Ujar Will menunduk hormat.

Wajah Lily memerah ketika Will memanggilnya dengan sebutan nyonya. Grace sendiri hanya menahan ketawanya.

"Mari nyonya. Tuan sudah menunggu anda."Lagi-lagi Will begitu hormat kepada Lily.

"Jangan lakukan hal itu Will. Aku baik-baik saja. Ada Grace bersama ku. Perlakukan aku sama saja."

"Baik nyonya."

"Sayang." Wajah Lily semakin memerah begitu Eldrick memanggilnya sayang di hadapan Grace.

"Hentikan. Kita sedang melakukan pekerjaan."Ujar Lily sedikit cuek.

Wanita itu menarik tangan Grace dan melangkah masuk ke dalam pesawat. Mereka akan menaiki pesawat jet pribadi.

Melihat istrinya mengabaikan dirinya. Pria itu hanya mendengus kesal.

"Apa sebegitu malunya dia mengakui ku?"Gumam Eldrick yang terdengar jelas di telinga Will.

"Bukan begitu tuan. Tampaknya nyonya ingin menjaga perasaan Grace."

"Benarkah seperti itu. Grace sudah tahu semuanya. Kenapa kita harus berpura-pura?"

Eldrick menghembuskan nafas kasar.

"Silahkan masuk tuan."

Eldrick dan Will melangkah masuk ke dalam pesawat. Begitu masuk, sang istri bahkan memilih kursi yang berbeda dengannya.

Eldrick kembali menghela nafas. Tidak ada pilihan lain selain duduk berdampingan dengan Will. Sementara Lily dan Grace duduk berdampingan.

"Will, pastikan kami satu kamar."

"Baik tuan."

"Sebenarnya tuan mau melakukan perjalanan bisnis atau mau bulan madu."Batin Will menggelengkan kepalanya.

Dia sangat tahu kelemahan tuannya itu. Istrinya adalah kelemahan terbesarnya.

Beberapa menit kemudian. Pesawat akhirnya lepas landas.

Di perusahaan, Ana tidak bisa fokus. Wanita itu terus memikirkan apa yang akan terjadi dengan mereka.

"Ana, kamu baik-baik saja?"

Amber bertanya setelah melihat Ana melamun.

"Sepertinya aku harus izin dengan tuan Hartono. Aku tidak enak badan."Ujar Ana beranjak dari meja kerjanya.

"Lakukanlah. Semoga cepat sembuh."

Hari ini Ana pulang lebih awal. Wanita itu tidak kembali ke mansion. Tapi wanita itu pergi ke mall.

Ana menghilangkan stresnya dengan berbelanja. Begitu banyak barang-barang mewah yang dia beli.

Setelah puas, Ana meninggalkan pusat perbelanjaan. Kali ini wanita itu kembali ke mansion.

Baru saja tiba. Netranya melihat sosok yang membuatnya terkejut.

"Nyonya Morley. Apa yang dia lakukan di sini?" Gumam Ana.

Belanjaan yang ada di tangannya. Dia letakkan semuanya. Dia tidak boleh merusak citra baiknya.

Ana menyembunyikan barang belanjaannya di bawa kursi dan turun dari mobil. Bahkan Ana memasang wajah memelas seolah-olah dia benar-benar merasakan sakit.

"Kamu baik-baik saja sayang?"Nyonya Morley langsung bertanya dengan raut wajah panik.

"Nyonya di sini." Ana pura-pura kaget.

"Kenapa pulang lebih awal Ana?"Kali ini nyonya Colins yang bertanya kepada cucunya.

Kedua wanita tua itu menatap Ana dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Aku sedang tidak enak badan nek. Makanya aku kembali. Aku sudah minta izin dengan atasan ku." Ujar Ana dengan lembut.

"Kamu juga harus memanggil ku nenek."Ujar nyonya Morley.

"Baik nek."

"Seperti itu sayang. Sekarang kamu harus istirahat sayang."Ujar nyonya Morley.

Kedua wanita tua itu percaya dengan mudah apa yang di katakan oleh Ana.

"Kalau begitu aku masuk nek."

"Iya sayang. Nenek akan pergi bersama dengan nyonya Morley."Ujar nyonya Colins.

"Hati-hati nenek."Ana melambaikan tangannya dengan lemah.

Ana melangkah masuk ke dalam mansion. Baru saja melangkah beberapa langkah. Ana kembali menghentikan langkahnya.

"Apa yang kamu lakukan di sini Ana? Jika nenek mu tahu. Dia akan marah."Mamah Ana menatap putrinya dengan tatapan menelisik.

"Aku sakit mah."

"Jangan bohong Ana. Mamah tidak akan mudah di bohongi. Kamu pasti sedang malas bukan?"

Ana terkekeh kecil.

"Mamah adalah satu-satunya orang yang tidak bisa ku bohongi. Tenang saja mah. Nenek tentu saja percaya apa yang aku katakan." Ana tersenyum bahagia.

"Dasar anak nakal."

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!