Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06. Pohon kembar
''Zora, kamu merasakan sendiri tentang rumah ini.'' Devano menatap sang istri yang duduk diam sendirian di halaman belakang.
''Tapi dukun bukan solusi yang tepat karena kita juga tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi.'' Zora masih tetap merasa ragu.
''Justru karena kita tidak tahu apa yang telah terjadi maka kita meminta bantuan kepada mereka, kalau kamu memang merasa tidak suka dengan dukun maka lebih baik kita bicara dengan ustad.'' Devano berusaha untuk membujuk.
''Kamu tahu sendiri kan Bahwa saat ini banyak sekali yang palsu, Bahkan mereka juga tak sungkan untuk mengaku sebagai ustad kondang.'' Zora ternyata cemas dengan hal itu.
''Biar aku yang menangani hal tersebut, kamu hanya perlu setuju saja dan aku yang akan mencari sampai dapat.'' desak Devano Karena dia sudah tidak sabar lagi.
''Tapi Apa memang benar kalau Ibu tidak tidur semalam full?'' Zora ingin memastikan hal itu terlebih dahulu.
''Ya, pandangan mata dia selalu saja ke atas seolah ada sesuatu di atas langit-langit kamar.'' ujar Devano.
Wanita cantik berambut pirang itu jadi tertegun karena dia membayangkan sendiri bagaimana orang yang tidak pernah tertidur selama sakit ini, apa mungkin memang ada yang mengganggu Bu Susi sehingga dia tidak bisa memejamkan mata walau hanya sekejap mata saja.
Bahkan Devano mengatakan meski sudah memakan obat namun tetap saja Bu Susi tidak bisa tertidur, itu menjadi pertanda bahwa obat sama sekali tidak mempan di dalam tubuh wanita tua tersebut sehingga mereka harus mencari jalan lain agar segera menemukan solusi untuk kesembuhan dari ibu Zora itu sendiri, sebab keadaan dia sudah sungguh di luar nalar.
Teringat kejadian tadi malam saja membuat Devano merasa merinding tidak karuan karena dia sama sekali tidak menduga bahwa ada kejadian seperti itu, membuat pria itu semakin yakin bahwa mereka memang membutuhkan sesuatu yang bersangkutan dengan dunia iblis sehingga dia meminta izin kepada sang istri untuk mencari Ustadz atau dukun.
Meski Zora sempat menolak karena menurutnya itu sama sekali tidak penting dan dia takut bila nanti malah bertemu dengan yang palsu, namun sekarang dia telah mengizinkan Devano untuk mencari Ustad itu agar mereka juga bisa mengetahui apakah memang ada yang tidak beres di dalam tubuh Bu Susi.
Devano hanya tinggal mencari di mana keberadaan ustad yang menurut desa ini begitu bisa di percaya, hari ini juga dia akan berkeliling mencari karena semakin cepat maka akan semakin bagus, keadaan sang mertua sudah tidak bisa untuk dia biarkan begitu saja dan menurut Tante Rika itu adalah penyakit yang akan hilang sebentar lagi.
''Kamu tidak perlu mengatakan kepada Tante Rika karena nanti justru akan menjadi perdebatan lagi.'' Devano menatap sang istri.
''Ya, aku akan diam saja dan semoga Ustadz itu nanti bisa datang saat Tante Rika sudah pergi.'' Zora setuju dengan hal itu.
''Tante Rika seperti orang yang masih menganut tradisi masa lalu namun dia tidak menyukai.'' Devano agak heran dengan hal tersebut.
''Bukan tidak percaya dukun kalau dia itu, tapi karena memang ada dukun sendiri yang dia percaya.'' bantah Zora.
''Ya sudah, kalau begitu aku pamit dulu karena mungkin agak memakan waktu juga mencari Ustad di daerah sini.'' Devano segera bangkit berdiri.
Zora mengangguk setuju dan membiarkan saja sang suami pergi dari rumah untuk berkeliling desa mencari apa saja yang ada di desa, dalam hati Zora tetap berharap bahwa keputusan ini sangat tepat agar bisa mengobati keadaan Bu Susi yang menurut dia semakin hari akan semakin bertambah parah saja.
''Ini Pohon apa yang berdiri di sini? rasanya dulu sama sekali tidak ada.'' Zora bangkit berdiri dan mendekati pohon yang terlihat begitu indah.
''Ada dua, lucu juga bila kembar seperti ini.'' Zora tersenyum kecil dan memegang daun berwarna hijau itu.
Wuuuuuss.
Wuuuussssh.
Angin kencang meniup dedaunan yang ada di halaman belakang dan juga tubuh seseorang sehingga rambut wanita itu cukup berantakan, dia menoleh ke belakang karena rasanya tadi ada orang yang berdiri di belakangnya ini namun ketika dia sudah memasukan sosok tersebut sama sekali tidak ada.
''Ini rumah ku namun aku sendiri merasa asing dengan rumah ini.'' Zora menatap sekeliling.
Bagian samping rumah yang juga terlihat sama sekali tidak ada keindahan karena menurutnya itu hanya ada hal seram saja, Entah kenapa perasaan wanita ini tidak pernah bisa tenang ketika sudah berada di rumah tersebut, seolah selalu ada saja yang mengintai agar dia ke dalam bahaya yang sangat mengerikan sekali.
''Apa ini?'' Zora berjongkok karena di tanah itu muncul sesuatu yang mengkilat.
''Oh kalung, astaga ini emas kok seperti nya.'' Zora kaget sendiri dengan penemuan yang telah dia dapat.
''Non, mari sarapan dulu.'' Mbak Paini memanggil Zora yang berjongkok di depan pohon kembar itu.
''Iya, sebentar lagi.'' Zora mengantongi kalung tersebut agar tidak diketahui oleh pembantu di rumah ini.
Rasa nya sekarang Zora sama sekali tidak percaya dengan semua orang yang ada di sini dan dia merasa bahwa mereka sengaja menyembunyikan semua masalah itu dari dia, mau tidak mau dia harus berjuang sendiri agar bisa mengungkap apa yang telah terjadi kepada rumah tersebut.
Bahkan pembantu rumah ini juga bisa bahwa dia yang juga menyembunyikan fakta demi fakta akan permasalahan yang ada, Zora sudah tidak memiliki rasa percaya lagi terhadap mereka semua dan dia akan hanya percaya kepada Devano, berharap bahwa firasat dari suami dia itu benar kalau rumah ini memang perlu seorang dukun atau ustad.
''Apa sebenarnya yang telah kalian sembunyikan di dalam rumah ini?'' Zora menatap dengan pandangan sangat bingung.
''Aku yang tidak tahu tentang rahasia itu namun aku juga yang harus menderita dengan penampakan tersebut, wanita berkerudung hitam itu seolah memiliki dendam yang begitu besar terhadap diriku.'' Zora berkata dengan penuh rasa heran.
''Di mana Devano?'' Tante Rika mendadak saja muncul di sebelah Zora.
''Ah, ini dia mengatakan perlu keluar untuk mencari udara segar.'' Zora memutuskan untuk berdusta.
''Saat kalian keluar atau sedang keliling Desa maka jangan pernah mencari nama Purnama.'' pesan Tante Rika kepada mereka.
''Purnama? siapa wanita itu Dan kenapa aku tidak boleh mencari dia?!'' Zora menjadi bertambah penasaran.
Tentu saja Tante Rika tidak mau menjawab tentang hal itu karena menurutnya Zora sama sekali tidak perlu tahu, bila nanti dia sampai tahu maka malah akan menjadi masalah yang semakin besar saja sehingga dia tadi sengaja berpesan agar Zora tidak mencari masalah.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.