NovelToon NovelToon
MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:988
Nilai: 5
Nama Author: Katumbiri Lazuardi

Vanya yang mabuk parah dan ditinggal pacarnya malam itu, berjalan sendirian. Lalu didatangi oleh dia orang begal yang hendak memperkosanya, untungnya ada Reyhan soerang pengemudi ojol yang melihat mereka, Reyhan menolong vanya yang pingsan dari begal itu. Namun setelah Vanya sadar dan teriak warga memergokinya dan di fitnah berbuat mesum.

Vanya dan Reyhan dipaksa untuk dinikahkan, dan ayah Vanya yang merasa harga dirinya jatuh menyetujui pernikahan itu dan kemudian memberi syarat kontrak satu tahun kepada Reyhan yang memberatkan Reyhan.
Vanya menganggap bahwa Reyhan bagian dari begal itu, sehingga Vanya membencinya.
namun karena kebaikan Reyhan dan kekonyolannya Vanya akhirnya vanya merasa salah dengan prasangkanya, setelah bukti-bukti terkuak.
Setelah habis kontrak satu tahun itu Reyhan pergi, dan Vanya menyesal dan kehilangannya lalu mencarinya sampai seperti orang gila...

bagaimana kisah mereka, dan bagaimana akhir mereka??

kisah CHICK-LIT ROMANCE

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katumbiri Lazuardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: PERMAINAN API DI BALIK JERUJI

​Malam di Jakarta terasa lebih pekat dari biasanya, seolah menyembunyikan rahasia-rahasia kotor yang tengah dimainkan manusia-manusia di dalamnya. Di sebuah kantor polisi yang masih sibuk dengan hiruk-pikuk laporan warga, Derian melangkah dengan penuh percaya diri. Di sampingnya, Clarissa berjalan dengan gaya angkuh, sesekali merapikan rambutnya yang tertata sempurna. Berkat koneksi Clarissa di kepolisian, mereka berhasil mendapatkan izin khusus untuk bertemu dengan satu-satunya pelaku pembegalan yang berhasil ditangkap dalam insiden malam itu.

​Di dalam ruang interogasi yang temaram, di mana lampu neon berkedip-kedip memberi kesan muram, seorang pria dengan baju tahanan berwarna oranye duduk tertunduk. Wajahnya penuh lebam, sisa dari amukan warga dan perlawanan kasar saat ia diciduk.

​"Bang... kamu yang begal wanita di dekat restoran tempo hari, kan?" tanya Derian tanpa basa-basi, suaranya dingin seperti es.

​Pria itu mendongak, matanya yang cekung menatap Derian dengan penuh kecurigaan. "I... iya, Pak. Itu saya."

​Derian menyandarkan punggungnya, seringai licik tersungging di bibir tipisnya. "Kamu mau aku bebaskan dari sini? Atau setidaknya, masa tahananmu dipangkas habis sampai kamu bisa menghirup udara bebas besok pagi?"

​Mata sang tahanan langsung berbinar penuh harap, sebuah nyala kecil di tengah keputusasaan. "Maksud Bapak? Bagaimana caranya? Saya sudah pasrah bakal membusuk di sini."

​Derian merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah foto yang ia ambil secara diam-diam—foto Reyhan saat masih mengenakan kemeja kurir yang tampak lusuh namun tetap terlihat mencolok. "Kamu... kenal orang ini?"

​Tahanan itu mengernyitkan dahi, menatap foto itu lama. Tiba-tiba, tubuhnya sedikit gemetar. "Di... dia..."

​"Kamu kenal, kan?!" desak Derian, nadanya menekan, penuh ancaman.

​"Iya! Dia orangnya! Dia yang menghantam saya dan teman saya sampai babak belur waktu kami mau narik tas wanita itu. Dia yang bikin teman saya kabur ketakutan!"

​Hati Derian mencelos. Napasnya tertahan. Sial, berarti benar. Si gembel itu benar-benar pahlawannya. Kalau Vanya tahu yang sebenarnya, posisiku dalam bahaya besar. Dia pasti akan tergila-gila pada Reyhan, batinnya penuh dendam. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

​"Dengar," ucap Derian dengan suara rendah yang penuh penekanan, berbisik seolah sedang meracuni jiwa pria di depannya. "Aku bisa membantumu. Aku akan bawa pengacara hebat untuk membelamu di pengadilan. Syaratnya cuma satu: kamu harus bilang di depan polisi dan hakim bahwa orang di foto ini adalah otak pelaku pembegalannya. Kamu hanya suruhannya, dia yang merencanakan semuanya. Kamu jadi saksi kunci, dan aku pastikan kamu keluar lebih cepat dengan uang yang cukup untuk hidup tenang."

​Pria di depannya terdiam sejenak, menimbang-nimbang antara nurani atau kebebasan. Namun, melihat sorot mata Derian yang menjanjikan segalanya, ia mengangguk pelan. "Baik, Pak. Saya sepakat. Saya akan katakan apa saja yang Bapak mau."

​Clarissa yang berdiri di sudut ruangan hanya tersenyum tipis, sebuah senyum predator. "Licik juga kamu, Der. Tapi aku suka cara kerjamu."

​Kepulangan yang Tak Terduga

​Di kediaman Hutama, suasana pagi terasa sepi, hanya diselingi kicau burung yang tidak membantu suasana hati Bramantyo. Bram sedang duduk di teras sambil menikmati kopi pahitnya, merenungi kekacauan yang menimpa putri tunggalnya. Namun, lamunannya pecah saat gerbang besi rumah itu berderit terbuka.

​Seorang pria dengan kemeja putih yang sedikit kotor tampak berjalan tertatih. Kaki kanannya sedikit diseret, dibantu oleh sebilah tongkat kayu sederhana. Itu Reyhan.

​Bramantyo berdiri, matanya membelalak tak percaya. "Reyhan?! Ke mana saja kamu selama ini?!"

​Reyhan berhenti tepat di depan Bram, wajahnya tampak pucat pasi namun tatapan matanya tetap tenang dan tak terbaca. "Maaf, Tuan. Saya mengalami kecelakaan saat mencoba menolong seseorang. Saya harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari tanpa bisa memberi kabar."

​"Kecelakaan? Mengapa kamu tidak menghubungiku? Kamu menghilang begitu saja di saat Vanya sedang butuh perlindungan!" bentak Bram, meski ada nada lega yang ia sembunyikan di balik amarahnya.

​"Maaf, Tuan... saya tidak punya nomor ponsel Anda," jawab Reyhan datar.

​Bramantyo tertegun. Ia baru sadar, selama enam bulan ini ia memang tidak pernah menganggap Reyhan penting. Ia bahkan tidak pernah memberikan nomor teleponnya kepada "supir" itu. Ada rasa malu yang menusuk hatinya.

​"Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Bram, nadanya sedikit melunak saat melihat gips yang mengintip di balik celana panjang Reyhan.

​"Alhamdulillah, mulai membaik. Saya kembali untuk menyelesaikan kewajiban saya. Saya mohon izin ke kamar dulu, Tuan," ucap Reyhan sambil membungkuk hormat.

​"Silakan," gumam Bram sambil menatap punggung Reyhan yang menjauh. Ada sesuatu yang aneh. Pria itu tidak terlihat seperti orang kalah. Meski terluka, auranya tetap kuat, penuh wibawa yang tak seharusnya dimiliki seorang supir.

​Janji di Balik Dinding Gudang

​Di dalam kamar gudang yang sempit, Reyhan meletakkan tongkatnya. Ia duduk di pinggir kasur, lalu merogoh ponsel pintarnya yang selama ini ia sembunyikan di balik pakaian. Ada satu panggilan masuk. Ayahnya.

​"Reyhan Dirgantara," suara berat dari seberang telepon terdengar tegas dan penuh otoritas. "Kamu balik lagi ke rumah itu dengan kondisi kaki patah begitu? Untuk apa? Ayah sudah memaafkanmu. Pulanglah ke istana kita. Perusahaan membutuhkanmu segera."

​Reyhan menghela napas, menatap dinding gudang yang kusam. "Maaf, Ayah. Saya sudah punya komitmen. Sisa lima bulan lagi. Saya akan menyelesaikannya secara total di sini. Saya ingin memastikan semua 'tikus' di sekitar keluarga ini bersih sebelum saya pergi secara permanen."

​"Kamu keras kepala, persis seperti Ayah saat muda," ada nada bangga yang terselip dalam suara Tuan Dirgantara. "Baiklah, Ayah percaya padamu. Tapi jika terjadi sesuatu yang membahayakan nyawamu lagi, Ayah sendiri yang akan meratakan rumah itu dengan tanah."

​"Terima kasih, Ayah."

​CEKLEK!

​Pintu kamar tiba-tiba terbuka tanpa diketuk. Reyhan tersentak dan dengan kecepatan yang tidak wajar bagi seseorang yang cedera, ia menyembunyikan ponsel mewahnya di bawah bantal.

​Di ambang pintu, Vanya berdiri dengan mata sembab dan rambut yang sedikit berantakan. Ia menatap Reyhan dengan campuran rasa marah, rindu, dan curiga yang amat dalam.

​"Heh... Kecoa!" panggil Vanya, suaranya bergetar menahan tangis. "Kamu... kamu dari mana aja, hah?!"

​Reyhan terkejut melihat Vanya yang mendadak muncul. Ia mencoba berdiri, namun kakinya yang cedera membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan, membuat Vanya reflek ingin meraihnya namun ia urungkan.

​"Nona Vanya?"

​"Jangan panggil aku Nona!" bentak Vanya sambil melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan keras, seolah ingin mengunci semua keraguan di luar sana. "Kamu tahu betapa takutnya aku? Kamu tahu betapa bencinya aku saat tahu kamu pergi tanpa kata-kata? Semua orang bilang kamu kabur karena takut ditangkap polisi! Mereka bilang kamu itu begalnya!"

​Vanya kini berdiri tepat di depan Reyhan. Ia melihat kaki Reyhan yang dibalut gips, dan seketika pertahanannya runtuh.

​"Kenapa kakimu bisa begini?" suara Vanya mengecil, berubah menjadi isakan yang menyayat hati. "Benarkah kamu yang nolongin aku malam itu? Atau kamu cuma mau lari dari kesalahan?"

​Reyhan menatap mata Vanya yang basah. Ada keinginan besar di hatinya untuk menarik gadis itu ke dalam pelukannya, mengatakan bahwa dia adalah Reyhan Dirgantara, pria yang akan melindunginya dengan seluruh harta dan nyawanya. Namun, ia teringat janjinya. Jika ia membuka identitasnya sekarang, ia akan menghancurkan rencana besarnya.

​"Saya hanya suami kontakmu, Nona. Dan sebagai supirmu, saya tidak punya hak untuk lari dari tugas saya sebelum kontraknya habis. Saya minta maaf karena menghilang," ucap Reyhan dengan nada melankolis yang tenang dan dingin.

​Vanya meninju dada Reyhan pelan. "Bohong! Kamu nggak cuma supir! Kamu itu menyebalkan, angkuh, dan... dan aku benci karena aku terus-terusan mikirin kamu! Aku ingin tahu kebenarannya!"

​Reyhan menatap mata Vanya lekat. "Kalau kamu ingin tahu kebenarannya, Nona... coba cek CCTV di restoran itu. Kamu akan tahu siapa yang sebenarnya berada di sana saat itu."

​"Maksud kamu??.." tanya Vanya bingung.

​Namun, Reyhan malah melangkah masuk lebih dalam ke kamar, memunggungi Vanya. "Sudah larut. Sebaiknya kamu istirahat."

​Suasana di kamar gudang itu mendadak hening. Dilema menyelimuti mereka berdua—Vanya yang berperang dengan egonya, dan Reyhan yang terikat oleh janji kasta yang sengaja ia ciptakan sendiri. Di luar sana, permainan api baru saja dimulai.

1
Dhatu Lukita
halo thor ceritanya menarik berbau2 cio ala ala dracin. saya suka saya suka 🤭😍
Katumbiri Lazuardi: terima kasih...
dracin religi 😄😄😄.

🤭🤭...

sehat dan sukses ya kak
total 1 replies
Katumbiri Lazuardi
chikc-lit..
cerita drama seorang CEO dan gadis angkuh yang jatuh cinta padanya. dibalut dengan komedi biar tidak membosankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!