NovelToon NovelToon
KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"sebuah kontrak yang menyelamatkan namun siksaan dari profesor untuk mahasiswinya..."

Akankah yang awalnya siksaan itu menjadi sebuah kenikmatan atau kebahagiaan, bisa jadi penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Gaun Hitam dan Tatapan Lapar

BAB 15: Gaun Hitam dan Tatapan Lapar

​Restoran bergaya klasik modern di kawasan Jakarta Selatan itu sengaja dikosongkan pada bagian lantai paling atas. Adrian telah memesan seluruh area VIP private yang menghadap langsung ke arah kerlip lampu gedung pencakar langit ibu kota. Hanya ada alunan musik jazz instrumental yang mengalun lambat, menambah kesan intim nan eksklusif malam ini.

​Di dalam toilet restoran yang bernuansa marmer emas, Kiara berdiri menatap pantulan dirinya di cermin besar. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran jantungnya yang tak karuan.

​Malam ini, ia terpaksa menuruti perintah Adrian untuk memakai gaun malam sutra hitam pemberian pria itu. Gaun itu melekat sempurna di tubuh ramping Kiara, potongan tanpa lengannya mengekspos bahu putih mulusnya dengan kontras yang menawan, sementara siluet ketatnya membungkus lekuk pinggang dan pinggul Kiara dengan sangat pas hingga jatuh sedikit di bawah lutut. Rambut panjangnya ditata sanggul modern yang kasual, menyisakan beberapa helai anak rambut yang membingkai leher jenjangnya yang kini sudah bersih dari tanda merah tempo hari.

​Kiara mengembuskan napas perlahan. "Ini cuma makan malam biasa, Kiara. Jangan goyah lagi," bisiknya memperingatkan hatinya sendiri sebelum melangkah keluar.

​Begitu pintu ruang VIP terbuka, sosok Adrian sudah menunggu di dekat meja kaca yang dihiasi lilin aromaterapi. Pria berumur dua puluh sembilan tahun itu tampak luar biasa tampan dengan setelan jas hitam tanpa dasi, dengan kancing kemeja atas yang sengaja dibuka.

​Saat mendengar suara langkah sepatu hak tinggi Kiara, Adrian mendongakkan kepalanya. Dan pada detik itu juga, gerakan Adrian mengunci sepenuhnya.

​Mata elang di balik kacamata tipis sang profesor tidak berkedip sedikit pun. Pandangannya menelusuri penampilan Kiara dari ujung rambut, turun ke bahu indahnya, lekuk gaun hitam yang pas, hingga kaki jenjangnya. Untuk pertama kalinya, Kiara melihat jakun Adrian naik-turun menelan ludah dengan susah payah. Tatapan dingin pria itu mendadak berubah menjadi tatapan lapar yang begitu pekat, intens, dan dipenuhi kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

​Kiara yang ditatap seperti itu mendadak merasa salah tingkah. Wajahnya merona merah muda. "K-kenapa melihatku seperti itu? Apa gaunnya aneh?" tanya Kiara canggung sembari berjalan mendekat.

​Bukannya menjawab, Adrian justru bangkit berdiri dari kursinya. Langkah kakinya yang tegap langsung memangkas jarak di antara mereka. Sebelum Kiara sempat bereaksi, tangan kekar Adrian sudah melingkar di pinggang ramping Kiara, menarik tubuh mungil itu masuk ke dalam kuasanya dalam satu sentakan lembut.

​"Adrian... pelayan bisa masuk kapan saja—"

​"Tirai sudah kututup dan pelayan tidak akan masuk sebelum kupanggil, Sayang," potong Adrian dengan suara bariton yang mendadak berubah menjadi sangat serak dan berat. Pria itu melepas kacamatanya, meletakkannya di meja dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menarik Kiara untuk duduk di atas pangkuannya di sofa kulit yang empuk.

​Kiara terkesiap, kedua telapak tangannya otomatis bertumpu pada dada bidang Adrian yang berdetak kencang di balik kemejanya.

​Adrian menatap lekat-lekat wajah Kiara di bawah temaram cahaya lilin. Jari-jari panjangnya yang hangat bergerak mengusap pipi Kiara yang merona, lalu turun mengusap bibir ranum gadis itu dengan sangat lembut. Tidak ada sisa kemarahan kasar seperti malam itu. Malam ini, ada gumpalan emosi lain yang tersirat di mata Adrian—sebuah penyesalan mendalam yang tak mampu diucapkan oleh egonya yang setinggi langit.

​"Kamu... luar biasa cantik malam ini, Kiara," bisik Adrian rendah, tatapannya begitu mengunci jiwa Kiara. "Sangat cantik hingga rasanya aku ingin menyembunyikanmu dari dunia agar tidak ada satu pria pun yang bisa melihat keindahan ini selain aku."

​Debaran di dada Kiara menggila. Sifat posesif tengil Adrian malam ini terasa berbeda—begitu tulus dan menjerat hatinya.

​Adrian menundukkan kepalanya perlahan, mengikis sisa jarak di antara mereka. Berbeda dengan ciuman kasar tempo hari, kali ini Adrian mendaratkan bibirnya di atas bibir Kiara dengan gerakan yang teramat lembut, lambat, dan penuh kehati-hatian. Pria itu melumat bibir bawah Kiara dengan ritme yang menyiksa, seolah sedang meminta maaf lewat setiap sesapan hangat yang ia berikan.

​"Mphhh..." Kiara melenguh pelan, matanya perlahan terpejam menikmati kelembutan yang tak terduga ini.

​Sentuhan Adrian terasa begitu membakar sekaligus menenangkan. Kedua tangan Kiara yang berada di dada Adrian perlahan kehilangan kekuatannya, merayap naik dan melingkar di leher kokoh pria itu, membalas lumatan lambat Adrian dengan sisa-sisa pertahanan batinnya yang runtuh sepenuhnya malam ini. Adrian memperdalam ciumannya, merapatkan tubuh mereka tanpa celah, menyalurkan rasa kepemilikan yang teramat pekat namun penuh kelembutan yang memabukkan di dalam keheningan ruangan VIP itu.

1
cynth
KIND OF NOVEL I'VE BEEN LOOKING FOR (ToT)! Ini jatuhnya kayak dark romance kah, Thor? Gragas banget si Adrian 😭
Yolan Manik: yasudah, semangat ya thor💪
total 4 replies
cynth
Serem 😭
gendiz: ayo kita ngumpet kak 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!