NovelToon NovelToon
Istri Kecil Tuan Devano

Istri Kecil Tuan Devano

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: adawiya

Alana Wijaya tidak pernah menduga hidupnya akan berubah menjadi neraka dalam semalam. Demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang diambang kehancuran, ia dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Devano Adhitama—seorang CEO arogan yang dikenal sebagai monster berdarah dingin dan harus duduk di kursi roda akibat kecelakaan misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adawiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amplop Hitam di Atas Meja

Pagi hari di ruang kerja utama lantai lima puluh gedung Adhitama Group dimulai dengan ketegangan yang sunyi. Sinar matahari yang menembus dinding kaca raksasa tidak mampu menghangatkan atmosfer ruangan yang terasa kaku dan formal.

Alana berdiri di dekat meja oak besar, merapikan tumpukan berkas laporan harian dengan jemari yang masih terasa dingin. Kehadirannya di ruangan ini bukan lagi sekadar pajangan, melainkan sebagai asisten pribadi yang harus siap menghadapi setiap perubahan emosi sang tirani.

Di balik meja, Devano duduk tegak di kursi roda elektriknya, menatap layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan saham pasca kejatuhan Keluarga Wijaya. Kemeja putih bersih yang digulung hingga siku memperlihatkan urat-urat menonjol di lengan kekarnya, menandakan bahwa pikirannya sedang bekerja dengan intensitas tinggi.

Monolog batin Alana didera kecemasan yang konstan sejak pesan misteri dari Rendy Surya masuk semalam. Ia tahu, ketenangan Devano saat ini hanyalah lapisan es tipis di atas permukaan danau vulkanik yang siap meledak kapan saja.

Rahasia apa yang sebenarnya dibawa Rendy setelah lima tahun menghilang? Kenapa dia begitu berani mengusik pria yang memegang kendali atas hidup dan mati silsilah keluargaku? pikir Alana dengan dada yang berongga nyeri.

Klek.

Pintu ganda ruang kerja terbuka tanpa suara, memutus pusaran pikiran gelisah Alana. Jefri melangkah masuk dengan langkah kaki yang cepat namun teratur, membawa sebuah nampan perak kecil di tangannya.

Di atas nampan tersebut, terletak sebuah objek yang langsung memutus fokus Devano dari layar monitor: sebuah amplop hitam tebal berlapis lilin segel merah tua tanpa nama pengirim.

"Tuan Besar, kurir khusus dari pelabuhan lama baru saja mengantarkan ini ke meja resepsionis depan," lapor Jefri, meletakkan amplop tersebut tepat di tengah meja kerja Devano. "Mereka memastikan bahwa surat ini harus sampai langsung ke tangan Anda sebelum jam makan siang."

Devano tidak langsung menyentuh amplop itu. Ia menyipitkan sepasang netra obsidiannya, memancarkan kilat intimidasi yang membuat Jefri refeks menundukkan kepalanya lebih dalam.

"Pelabuhan lama," desis Devano, suaranya berat dan sangat lambat, mengandung getaran rendah yang sanggup membekukan aliran darah di dalam ruangan. "Tikus dari Keluarga Surya itu benar-benar menepati janjinya untuk mengirimkan hadiah pagi ini."

Devano mengulurkan tangan kanannya, meraih amplop hitam tersebut. Dengan satu gerakan lambat yang penuh penekanan, ia memecahkan lilin segel merah itu, mengeluarkan selembar kertas dokumen kuno yang tepiannya sudah sedikit menguning.

Alana yang berdiri di sisi meja refeks memajukan langkahnya, matanya bergerak gelisah mencoba membaca baris kalimat yang tertera di sana. Namun, sebelum matanya sempat menangkap kata pertama, Devano sudah melipat kembali kertas tersebut dengan sentakan kasar.

Wajah tampan Devano mengalami pembekuan ekspresi yang sangat drastis, rahangnya mengeras sempurna hingga gurat otot di lehernya menonjol kaku. Aura dominasi yang pekat meluap dari tubuh kekarnya, menciptakan tekanan psikologis yang membuat pasokan oksigen di sekitar Alana mendadak menipis.

"Jefri, keluar. Kosongkan seluruh lantai ini dari semua staf hingga pertemuan sore nanti," perintah Devano dengan nada suara yang sangat datar namun sarat akan perintah mutlak yang tak terbantahkan.

Jefri menunduk patuh, segera mundur selangkah dan keluar dari ruangan, mengunci pintu ganda dari luar hingga menyisakan kesunyian yang mencekam di antara suami istri tersebut.

Devano perlahan menggerakkan kursi roda elektriknya, memotong sisa jarak di antara mereka hingga tubuh besarnya mengurung ruang gerak Alana di sudut meja kerja.

Ia tidak menggunakan bentakan atau ciuman kasar untuk meluapkan amarahnya. Tangan kirinya yang besar tiba-tiba bergerak naik, mencengkeram pergelangan tangan Alana dengan tekanan dominan yang kuat, memaksa wanita itu untuk melepaskan remasan pada gaunnya.

Tangan kanan Devano yang memegang dokumen hangat itu bergerak menyusup ke balik tengkuk Alana, mencengkeram helai rambut panjangnya dengan tekanan yang pas, memaksa wajah cantik Alana mendongak mutlak menatap langsung ke dalam manik mata obsidiannya.

Sentuhan kekuasaan (power-play touch) itu begitu intens, mengalirkan sensasi panas yang kontras dengan dinginnya AC ruangan, membuat Alana menarik napas pendek berulang kali akibat debar jantung yang berpacu brutal.

"Kau tahu apa yang ditulis oleh Rendy Surya di dalam dokumen ini, Alana?" bisik Devano dengan suara serak yang sangat rendah dan seksi, tepat di depan bibir mungil Alana yang bergetar hebat.

"Dia mengirimkan salinan sertifikat medis dari rumah sakit pusat dua puluh empat tahun lalu. Dokumen yang menyatakan dengan jelas siapa ibu kandungmu yang sebenarnya," lanjut Devano, kilat obsesi yang gelap di matanya kian memekat, mengunci seluruh kesadaran wanita di bawah kuasanya.

Alana menggelengkan kepalanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, merasakan dilema psikologis yang rumit—ia ketakutan setengah mati oleh tatapan membunuh pria ini, namun entah mengapa, dekapannya yang mengunci tubuhnya terasa seperti satu-satunya pelindung yang ia miliki di dunia yang kejam ini.

"Saya tidak tahu, Tuan Devano... Saya bersumpah, Ibu saya sudah meninggal sejak saya kecil, dan Ayah tidak pernah menceritakan apa pun tentang masa lalu Ibu," cicit Alana, setetes air mata kelelahan akhirnya lolos membasahi pipinya yang mulus.

Devano menggunakan ibu jari tangannya yang bebas untuk menyeka air mata di pipi Alana dengan gerakan lambat yang sarat akan klaim kepemilikan yang absolut, sebelum akhirnya menempelkan dahi luasnya pada kening Alana yang dingin.

"Ibumu bernama Sarah, Alana. Wanita yang lima puluh tahun lalu menjadi alasan mengapa ayahku mengabaikan ibuku hingga menciptakan neraka di dalam kediaman Adhitama," desis Devano dengan rahang yang mengeras sempurna.

"Keluarga Surya tahu tentang rahasia ini. Mereka sengaja membiarkan Herman Wijaya mengadopsimu agar suatu hari nanti, garis keturunan yang paling diharamkan oleh silsilah Adhitama ini masuk ke dalam ranjangku dan menghancurkan kewarasanku," lanjut Devano dengan nada suara yang dipenuhi gairah gelap dan kemarahan yang tertahan.

Alana terbelalak sempurna, seluruh persendiannya mendadak lemas tak berdaya mendengar fakta melodrama yang baru saja meledak di hadapannya. Ia bukan sekadar menantu pengganti; ia adalah bom waktu yang sengaja ditanam oleh musuh lama untuk menghancurkan hidup Devano Adhitama.

Devano mempererat cengkeramannya di pinggang ramping Alana, menarik tubuh wanita itu hingga melekat tanpa jarak pada dada bidangnya yang keras, membiarkan keheningan ruang kerja menjadi saksi dari takdir mereka yang kian terikat rumit tanpa celah untuk mundur lagi.

Namun, sebelum Alana sempat mencerna seluruh kenyataan pahit itu, sebuah suara dentingan lift privat di sudut ruangan berbunyi nyaring, menandai kedatangan seseorang yang berhasil menembus blokade keamanan Jefri.

Ting!

Pintu lift terbuka, memperlihatkan sosok Rendy Surya yang berdiri tegap dengan setelan jas hitam elegan, memegang sebuah pemantik api perak di tangannya dengan senyuman provokatif yang sangat licik.

"Lama tidak berjumpa, Devano. Bagaimana rasanya mengetahui bahwa wanita yang kau sentuh setiap malam... adalah adik satu ayah yang paling kau benci seumur hidupmu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!