NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Saat matahari belum menampakkan dirinya, seorang gadis cantik terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi memetik daun teh. Ya gadis cantik itu bernama Arumi.

" Rum, cepat "

" Iya Ran"

Arumi dan sahabatnya berjalan kaki menuju kebun teh. Jarak kebun teh dari rumah Arumi lumayan jauh. Jadi sekalian berolahraga. Dan lagi Arumi juga tidak bisa mengendarai motor.

Sepanjang perjalanan menuju kebun teh, mata mereka berdua disuguhi pemandangan yang sangat indah. Kiri kanan mereka terlihat kebun sayur.

Selain penghasil teh terbanyak, desa mereka juga penghasil sayuran terbaik. Walaupun hasil teh dan juga sayur yang berlimpah, tetap saja kehidupan warganya masih sulit. Karena kebanyakan kebun disini dimiliki sama orang-orang kaya.

Hanya butuh waktu sepuluh menit, Arumi dan sahabatnya sampai di perkebunan teh. Ternyata sudah banyak ibu-ibu yang datang. Bukan cuma ibu-ibu, ada juga anak gadis seusia mereka.

Ya beginilah pekerjaan yang bisa mereka lakukan di desa. Apalagi kebanyakan dari anak-anak muda di sana hanya bisa menamatkan sekolah sampai SMP. Jadi mencari pekerjaan yang lain pun sangat susah.

Seperti biasa sebelum memulai pekerjaannya, Arumi dan para pekerja lainnya sarapan dulu. Inilah untungnya bekerja di kebun teh milik tuan Kusuma, mereka diberi makan sebelum bekerja.

" Rumi "

Mendengar namanya dipanggil, Arumi pun menoleh kebelakang.

" Iya Buk"

" Kamu masih menjahit?" tanya istri mandor kebun.

" Masih, kenapa Buk?

" Bisa tolong jahitkan baju kondangan untuk ibuk"

" Bisa Buk "

" Kain dasarnya nanti ibuk antarkan ke rumah kamu"

" Baik Buk "

Beberapa warga memang suka meminta Arumi untuk menjahitkan baju untuk mereka. Entah itu baju untuk pesta ataupun acara penting lainnya. Karena hasil jahitan Arumi sangat rapi dan juga bagus.

Arumi belum bisa menerima pesanan banyak. Karena ia tidak punya karyawan. Dan lagi dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah.

" Kenapa kamu nggak buka butik aja Rum"

" Pengen sih Ran, tapi kamu kan tau biaya untuk membuatnya sangat besar "

" Iya sih. Kenapa kamu nggak coba pinjam ke bank aja?"

" Kalau pinjam di bank kan harus ada jaminan. Kamu kan tau bagaimana ibuku "

Rani tau bagaimana kondisi sahabatnya itu. Walaupun sahabatnya terlahir sebagai anak bungsu, tapi dia tidak pernah dimanja sama orang tuanya. Berbanding terbalik dengan kakak pertamanya yang selalu dimanja sama orang tuanya.

" Uang simpananku juga habis sama ibuk"

" Yang sabar ya Rum"

" Iya Ran "

Terkadang Arumi ingin melarikan diri dengan pergi ke kota. Tapi dia tidak berani untuk melakukannya. Dan lagi dia tidak punya sanak saudara di kota.

" Oh iya, kamu udah dengar informasi belum?"

" Informasi apa Ran"

" Nanti malam ada layar tancep "

" Beneran Ran?"

" Bener, kan rame tu di balai desa. Bagaimana kalau kita coba jualan"

" Boleh, tapi mau jualan apa?"

" Gorengan sama minuman. Tenang nanti aku yang modalin"

" Wih banyak duit nih "

" Nggak juga, tapi untuk modal jualan nanti malam ada lha sedikit. Nanti siang kita belanja bahan-bahannya"

" Ok siap "

Arumi beruntung mempunyai sahabat seperti Rani. Hanya dengan Rani lha ia bisa bertukar cerita. Dan sahabatnya itu juga mengerti keadaan dan kondisi dirinya.

" Mba kamu belum juga dapat kerja "

" Belum Ran. Bagaimana dia mau dapat kerja kalau kerjaan cuma main dan jalan-jalan sama pacarnya "

" Mba mu itu cuma mau enak aja. Lihat orang-orang di luar sana, sudah lulus kuliah udah bekerja. Ini malah ngandelin adiknya terus"

" Aku udah sering bilang sama mbaku, tapi ujung-ujungnya aku yang dimarahi ibuk"

" Ibuk mu itu pilih kasih tau nggak sih. Giliran mba mu yang minta sesuatu, pasti diusahakan. Tapi giliran kamu yang minta, mereka tidak pernah mau mengusahakannya"

Arumi hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Tapi didalam hati, ia setuju dengan ucapan sahabatnya. Karena apa yang dikatakan sahabatnya memang benar adanya. Ibunnya memang pilih kasih. Rasa sayang ibunya lebih besar ke mbanya, dibanding sama dirinya.

Dari Arumi sekolah sampai sekarang ibunya belum pernah membelikan barang untuk dirinya. Bahkan ia harus berjualan dulu untuk bisa membeli sesuatu. Sedangkan untuk mba nya, semua akan ibunya berikan.

" Ayo, nanti kerjaan kita nggak selesai "

Rani segera menghabiskan sarapannya. Karena sebentar lagi mereka akan mulai bekerja. Memetik daun teh yang berkualitas.

Para pekerja sudah siap untuk menjemput rezeki mereka. Dengan membaca doa, mereka segera memulai pekerjaannya. Tak lupa mereka membawa peralatan untuk memetik daun teh. Seperti gunting petik dan juga keranjang.

Pemilihan waktu pemetikan teh juga mempengaruhi kualitas daun teh. Sebaiknya pemetikan dilakukan pada pukul 5-9 pagi dan 10-12 siang. Pada jam tersebut, kualitas udara masih baik dan belum terkontaminasi polusi zat lainnya.

Sepanjang mata memandang hanya kebun teh lha yang terlihat. Warna hijau yang sangat menyejukkan mata. Sungguh pemandangan yang sangat indah.

Dari hasil memetik teh, anak-anak seusia Arumi bisa mendapatkan upah yang cukup besar. Tapi Arumi belum pernah sekali pun mencicipi hasil kerja kerasnya itu. Semua uang gajinya habis untuk membeli kebutuhan rumah.

Sekarang Arumi lah yang menjadi tulang punggung keluarganya. Sang ayah sudah tidak bisa kerja seperti dulu karena sakit. Jadi dialah sekarang yang menggantikan tugas sang ayah.

Waktu terus berjalan, keranjang para pekerja sudah mulai penuh oleh pucuk teh. Setelah keranjang penuh, daun teh tersebut dibawa ke titik pengumpulan sementara yang ada di bawah pohon besar yang tidak jauh dari kebun.

Semua keranjang milik para pekerja ditimbang. Setelah ditimbang, hasil petikan daun teh segar dibawa ke pabrik untuk melalui proses pelayuan. Para pekerja bersiap-siap untuk pulang.

" Rum nanti aku jemput ya "

" Kita beli bahan-bahan untuk gorengan nanti agak siang aja ya Ran. Soalnya aku mau masak dulu"

" Siap, kita berangkat siap Zuhur"

Para pekerja sudah mulai meninggalkan kebun teh. Begitu juga dengan Arumi dan Rani. Kedua gadis itu berjalan bersama ibuk-ibuk yang lain.

...***...

Sampai di rumah Arumi segera membersihkan tubuhnya. Karena tubuhnya sudah berkeringat dan juga sangat gerah. Baru sampai pintu kamar mandi, Arumi sudah di panggil kakaknya.

" Rum "

" Iya Kak"

" Minta uang untuk beli parfum"

" Rumi udah nggak ada uang Kak"

" Pelit amat sih kamu. Aku kalau ada uang nggak akan minta sama kamu"

Arumi menghela nafasnya. Kenapa kakaknya ini selalu berpikir kalau dirinya banyak uang. Padahal uang gajinya habis juga karena dia.

" Bukannya pelit Kak, Rumi memang nggak ada pegang uang. Kalau ada Rumi kasih aja sama kakak"

" Alah!, bilang aja kamu nggak mau kasih aku uang"

" Terserah kakak aja deh, Rumi capek kak mau mandi dulu"

Arumi memilih untuk masuk ke kamar mandi. Nggak ada untungnya berdebat dengan kakaknya. Karena ujung-ujungnya dia juga nanti yang disalahkan sama ibunya.

Anita pergi dengan rasa kesal karena Arumi tidak memberikannya uang. Ia akan memberi tau ibunya kalau Arumi tidak mau memberikannya uang.

to be continued.

Hallo teman-teman, jumpa lagi di novel terbaru Feby. Mohon dukungannya untuk novel terbaru Feby ya... sayang kalian banyak-banyak💞💞

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!