NovelToon NovelToon
Melody Cinta Yang Salah

Melody Cinta Yang Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jjamiyuu09

Jolina Zaneva, siswi SMA, diam-diam mencintai gitaris band idolanya—sosok yang hanya ia kenal lewat lagu dan layar. Meski dilarang ibunya, ia nekat datang ke konser, berharap mimpinya menjadi nyata.
Namun malam itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Jolina melihat idolanya memperlakukan seorang gadis dengan kasar. Amarah mengalahkan kekaguman—dan sebuah tamparan mengakhiri rasa cinta yang ia simpan diam-diam.
Sejak saat itu, Jolina membenci lelaki yang pernah ia puja. Hingga takdir kembali mempertemukan mereka dalam hubungan yang jauh lebih rumit. Perlahan, Jolina mulai meragukan apa yang ia lihat malam itu.
Saat rahasia terungkap, Jolina harus memilih: bertahan pada kebencian, atau berani mendengarkan kebenaran di balik melodi yang pernah ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jjamiyuu09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Sore itu, Jolina berdiri terpaku di depan jemuran. Matanya menatap satu titik.

Jaket Rama.

Atau… setidaknya, sesuatu yang pernah menjadi jaket Rama.

“……hah?”

Jolina mendekat perlahan, jantungnya berdegup tidak karuan. Jaket berwarna gelap yang semalam ia cuci dengan hati-hati itu kini berubah menyedihkan. Ada semburat warna aneh di beberapa bagian. Abu-abu bercampur keunguan. Hitamnya tidak lagi pekat—seperti tercoreng noda yang tidak jelas asalnya.

“Ini… kenapa bisa gini?”

Tangannya gemetar saat memegang kain jaket itu. Jolina membaliknya, memastikan itu bukan salah lihat.

Tapi tidak.

Warnanya benar-benar tercampur. Padahal tadi pagi—saat ia memasukkannya ke mesin cuci—jaket itu baik-baik saja.

“Enggak… enggak mungkin…”

Panik mulai merayap naik ke kepalanya.

Jolina mengingat-ingat kembali. Ia mencuci jaket itu sendirian. Tidak dicampur pakaian lain. Tidak ada baju warna terang. Tidak ada yang aneh. Ia bahkan sempat mengecek deterjennya.

“Gue yakin banget… gue nggak campur apa-apa…”

Tangannya mencengkeram rambutnya sendiri.

“Ya Tuhan… kenapa jadi begini sih?”

Bayangan Rama muncul di kepalanya. Cara dia dengan santai meminjamkan jaket. Cara dia bilang, pake aja.

Dan satu fakta yang membuat dada Jolina semakin sesak— Rama itu anak orang kaya.

Ia tahu betul, jaket itu bukan jaket murahan. Bahannya bagus. Jahitannya rapi. Modelnya mahal.

Itu jaket bermerek…

Jolina memukul pelan kepalanya sendiri.

“Bodoh… bodoh… kenapa sih harus gue yang megang?”

Ia menurunkan jaket itu, lalu duduk jongkok di depan jemuran. Tangannya menutup wajah.

“Gimana kalau dia marah?”

“Gimana kalau dia mikir gue ceroboh?”

“Gimana kalau gue harus ganti…?”

Pikirannya semakin kacau.

Padahal ia yakin—sangat yakin—ia tidak salah mencuci. Tidak ada yang ia campur. Tidak ada yang ia lakukan ceroboh. Namun kenyataannya tetap sama.

Jaket itu rusak.

Dan untuk pertama kalinya sejak lama, Jolina merasa ketakutan—bukan karena Jeremy, bukan karena sekolah… tapi karena kebaikan seseorang yang kini terasa terlalu mahal untuk ia rusak begitu saja.

Jolina segera menarik jaket itu dari jemuran.

Tanpa peduli masih lembap dan dingin, ia membawanya sambil berlari kecil menuju kamar. Pintu ditutup rapat, tak lupa ia menguncinya.

Klik.

Ia bersandar di pintu, napasnya terengah.

“Tenang… tenang… mikir dulu,” gumamnya sambil menurunkan jaket itu ke atas tempat tidur.

Tangannya gemetar saat mengambil ponsel.

Apa gue hubungi Rama sekarang?

Jarinya hampir menyentuh nama itu—lalu berhenti.

“Enggak… enggak bisa,” bisiknya panik. “Gimana jelasinnya?”

Ia menelan ludah, lalu membuka aplikasi toko online. Dengan cepat, ia mengetik ciri-ciri jaket itu: warna, model, brand kecil yang terjahit di bagian dalam. Beberapa detik kemudian, wajah Jolina memucat.

“HAH…?!”

Matanya membesar menatap layar.

Harga jaket itu… jutaan rupiah.

“Ya Tuhan…” suaranya nyaris tidak keluar.

Ia menutup mulutnya dengan tangan. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai telinganya berdengung.

“Uang jajan gue aja nggak nyampe segitu…”

Ia tertawa kecil—tawa panik yang hampir berubah jadi tangis. “Ini harus nabung berapa lama, sih?”

Pikirannya langsung kacau.

Minta mama?

Tidak mungkin. Mama pasti marah. Mama pasti bilang dia ceroboh. Tidak amanah. Tidak bisa dipercaya.

Minta papa?

Mama pasti tidak mengizinkan. Dan ini salahnya sendiri. Jolina menjatuhkan diri ke tepi tempat tidur.

“Astaga… gue sendirian,” gumamnya lirih.

Ia menunduk, memandangi jaket itu dengan perasaan campur aduk—takut, bersalah, dan menyesal.

Tiba-tiba—

Klik.

Pintu kamar terbuka. Jolina terkejut setengah mati.

“HAH?!”

Di ambang pintu, Jeremy berdiri dengan tangan masih memegang gagang pintu. Pandangannya mengarah lurus ke dalam kamar.

Refleks—

PLUK!

Sebuah bantal melayang ke arahnya.

“DUK!”

Bantal itu mendarat tepat di wajah Jeremy.

Jeremy terdiam satu detik. Lalu menurunkan bantal itu perlahan.

“…Wow,” katanya datar.

“Kok Lo bisa buka pintu kamar gue sih?!” bentak Jolina panik.

Tangannya refleks menyembunyikan jaket itu di belakang tubuhnya.

“Ga sopan banget ya Lo!”

Jeremy mengangkat bahu santai. “Gue pikir Lo pingsan di dalam"

"Gila ya, pemikiran Lo aneh"

"Gue cuma disuruh mama manggil Lo buat makan malam.”

“Yaudah iya!” Jolina menjawab cepat. “Gue nanti nyusul.”

"Ga mesti kali Lo buka pintu kamar gue, dasar penguntit!! Dasar mesum!!!

Jeremy tidak langsung pergi. Matanya menyipit sedikit, memperhatikan Jolina dari atas sampai bawah. Lalu… jaket di belakang punggungnya.

“Lo ngapain?” tanyanya pelan.

“Ap—apa urusannya sama Lo?” Jolina membalas ketus.

Jeremy tersenyum. Bukan senyum biasa.

Senyum yang bikin Jolina makin gugup.

“Kenapa Lo senyum-senyum gitu?” tanya Jolina curiga.

Jeremy menyandarkan bahunya ke kusen pintu.

“Pengen aja,” jawabnya ringan.

Jolina menelan ludah.

Matanya menyipit balik. “Lo ya pelakunya?”

Jeremy mengangkat alis.

“Pelaku apa, Kakak?” tanyanya santai—tapi tatapannya tajam, seolah tahu ada sesuatu yang sedang Jolina sembunyikan.

1
Sasya
Ditunggu crazy up nyaa thooooorrrr 😍😍
Sasya
Bisa langsung 5 part sekaligus ga Thor?? 🤣🤣
Chuyoung56
Lanjut author 💪💪💪
Parkhanayaa
lanjut min cepetan
Parkhanayaa
Jeremy tuh pelakunya, yakin gue
Cewenya Sunghoon
Wkwk makin kacauu ini masalah merek, dari gitar yg belum kelar, ini jaket orang juga jadi korban
Choiwonhee
Ini si Jeremy balas dendam nya, malah jaket orang yg di rusakin
Choiwonhee
Ada udang di balik batu, Jeremy pura-pura ga tauuuu
Rossa
Wkwk ga seruuu Thor kalau mereka berantem kek gini🤭
Rossa
Hahah kayaknya aku tau, siapa pelakunya 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!