Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 26
Matahari bahkan belum sepenuhnya meninggi ketika pintu kamar Ghani dibuka perlahan.
Ceklek.
Seorang gadis dengan rambut masih sedikit berantakan masuk sambil mengendap-endap di dalam kamar yang masih terlihat temaram, hanya penerangan lampu kuning kecil yang menerangi ruangan itu.
Tak lama kemudian...
Bruk!
" Astaga!"
Ghani yang masih tertidur langsung tersentak ketika sebuah tubuh menghempaskan diri di atasnya.
" Ghina!"
" Pergi, jangan ganggu aku "
" Bangun pangeran kodok "
" Aku masih ngantuk Ghina "
" Tidak mau tahu, cepat bangun dan berikan semua informasi tentang Pak Bastian "
" Aku nggak memiliki informasi apapun tentang pria itu, kodok "
" Bohong, aku yakin kamu dan Daddy sudah mencari tahu semuanya "
Ghani mendorong tubuh Ghina dari atas tubuhnya.
" Minggir " gumam Ghani sambil mengumpulkan nyawanya.
" Aku tahu Daddy pasti sudah tahu semuanya, Katakan informasi apa yang kamu dapatkan lagi "
" nggak ada kodok "
" pergi sana, aku masih ngantuk beneran kak , Ini jam berapa sih ?!"
"Jam untuk mencari kebenaran "
Ghani memejamkan mata.
Lalu menarik selimut menutupi kepalanya.
Namun Ghina tidak menyerah.
Ia menarik selimut itu.
"Ghani."
Diam.
"Ghani."
Masih diam.
Ghina tersenyum tipis dan tak Lama ia langsung berdiri di atas kasur dan terus melompat-lompat, sehingga Ghani langsung membuka selimutnya kembali, dan menatap kesal wajah kembarannya itu.
" Katakan maumu."
Ghina langsung tersenyum lebar.
"Aku mau semua informasi tentang Pak Bastian."
Ghani langsung duduk.
"Tidak."
"Ayolah."
"Tidak ada kakakku yang paling cantik "
" Tidak mungkin, Kamu pasti menyelidikinya lebih dalam."
Ghani tahu ini tak akan membuat Ghina menyerah.
" Tanyakan sendiri pada Daddy, semua informasi ada di tangan Daddy "
Ghina terdiam sesaat dan tak lama...
Ghina langsung mengguncang tubuh saudara kembarnya.
"Ghani... Ghani... Ghani....dasar pengkhianatan, kenapa kamu lakukan itu padaku "
"Ghina berhenti, kepalaku pusing "
"Tidak, sebelum kamu memberikan informasi itu padaku"
Ghani menghela napas panjang.
Kadang-kadang ia bertanya-tanya bagaimana mereka bisa lahir di hari yang sama tetapi memiliki sifat yang sangat berbeda.
Ghani Akhirnya ia menyerah.
" Baiklah"
Mata Ghina langsung berbinar.
" Tapi pergilah dulu, aku mau tidur kak, serius aku ngantuk, nanti aku kasih informasinya setelah kakak pulang kerja " kata Ghani.
" Kamu janji "
" Hemm.."
" Baiklah Kalau begitu, sekarang kamu bisa tidur lagi adikku yang paling ganteng "
Ghina langsung menata bantal Ghani, dan menarik Ghani akan kembali tidur, Ghina menata selimut Ghani.
" Tidurlah yang nyenyak adikku yang tampan " kata Ghina sambil menepuk-nepuk selimut Ghani.
Ghina tersenyum licik saat melihat adiknya.
Ghina berdiri di samping kepala Ghani.
" Ghani .."
" Hemm.."
Ghani langsung menoleh ke samping ke arah Ghina berdiri dan tiba-tiba tubuh Ghina berbalik dan...
Bruuttt...
" Ghina si kodok jorok !!! "
Teriak Ghani saat Ghina mengeluarkan gas perutnya dengan keras di depan wajah Ghani, setelah itu Ghina tertawa lepas dan lari dari kamar Ghani.
******
Hari itu di kantor.
Ghina sama sekali tidak bisa fokus bekerja.
Pikirannya dipenuhi satu nama.
Bastian.
Akhirnya saat waktu istirahat tiba, ia langsung menuju ruangan Gio.
Tok... tok...
" Masuk "
Gio yang sedang membaca laporan mengangkat kepalanya.
" Oh, Ghina."
" Ada apa ?" tanya Gio sambil meletakkan berkas dan bolpoinnya ke atas meja.
" Boleh bicara sebentar pak ? "
" Tentu, silahkan duduk "
Ghina duduk di hadapan pria itu.
Lalu menatap Gio beberapa detik.
Membuat Gio mengernyit.
" Ada apa , apa ada kendala dengan proyek barumu, atau ada kendalan dengan investor baru kita "
Ghina menggeleng .
" Tidak Pak, semuanya aman dan terkendali "
" Lantas apa yang kamu ingin bicarakan? "
" Pak Gio..."
" Hm?"
" Boleh tanya sesuatu?"
" Tergantung pertanyaannya."
Ghina menarik napas panjang.
" Seberapa dekat hubungan Pak Gio dengan Pak Bastian?"
Gio tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan Ghina.
" Kami sahabat."
Jawaban itu membuat mata Ghina berbinar.
" Seperti apa persahabatan Bapak dan Pak Bastian "
Gio semakin mengeryitkan dahinya.
" Kenapa kamu tanya seperti itu?"
" Jangan bilang kamu ingin di comblangin dengan Bastian "
kata Gio yang tahu ketertarikan Ghina pada Bastian.
" Kalau Bapak tidak keberatan "
Gio nampak terkejut, ia tak menyangka akan Jawaban Ghina yang to the poin.
" Kamu mau jadi pelakor?"
Ghina tersenyum tipis.
" Jika itu di perlukan "
" Maksudmu "
" Apa pak Gio sangat dekat dengan Pak Bastian "
Gio mengangguk.
Gina tersenyum tipis, Berarti ia datang ke orang yang tepat.
Gio menyipitkan mata.
" Kamu sangat mencurigakan Ghina, ada apa sebenarnya, kenapa kamu berani sekali kesini dan berkata ingin menjadi pelakor padaku "
Ghina hanya diam, Sebagai jawabannya...
Ghina mengeluarkan ponselnya.
Kemudian membuka sebuah video pendek yang sempat direkamnya di restoran dan di area parkir bawah tanah PT Cakra Buana.
Video itu memperlihatkan Marion dan Sophia yang sedang bersama .
Beberapa menit kemudian.
Ruangan mendadak sunyi.
Gio membeku.
Tatapannya masih tertuju pada layar ponsel.
Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ia sampai kehilangan kata-kata.
" Ini..."
" Dari mana kamu dapat video ini ? " kata Gio sambil menatap ke arah Ghina.
" Aku mendapatkannya tanpa sengaja saat aku pergi ke kota Y "
Gio bersandar di kursinya.
Wajahnya berubah.
Syok.
Marah.
Dan kecewa.
Selama ini ia memang tahu kehidupan Bastian di keluarga Tan tidak bahagia.
Ia tahu sahabatnya hanya dimanfaatkan.
Bastian terus bekerja keras.
Terus menyelesaikan masalah keluarga Tan.
Terus menahan semua perlakuan mereka.
Namun...
Ia sama sekali tidak menyangka.
Bahwa Sophia...
Istri Bastian...
Berselingkuh.
Dan lebih mengejutkan lagi...
Dengan Marion.
Teman mereka semasa kuliah.
"Ya Tuhan..."
" Bagaimana bisa mereka menjalin hubungan seperti itu, kapan Marion mengenal Shopia? "
gumam Gio pelan.
Ia benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Setahunya, Marion sudah lama tinggal di luar negeri dan sangat jarang pulang ke Indonesia.
Siapa sangka...
Sekembalinya ke Indonesia, justru membawa rahasia sebesar ini.
Gio menatap Ghina.
" Kamu yakin, itu video asli ?"
Ghina mengangguk.
" Saya melihat sendiri dan saya yang mengambilnya sendiri "
" Dan saya juga mendengar pembicaraan mereka."
Wajah Gio mengeras.
Untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa sangat marah.
Bukan kepada Marion.
Bukan juga kepada Sophia.
Melainkan kepada keadaan.
Kenapa nasib sahabatnya setragis ini.
Terlalu banyak mengalah.Terlalu banyak mengorbankan dirinya.
Dan sekarang...
Ia bahkan dikhianati oleh orang yang sangat di cintai dan seseorang yang seharusnya menjadi tempatnya pulang.
Beberapa saat kemudian.
Gio mengembuskan napas panjang.
Lalu menatap Ghina.
" Kamu melakukan semua ini karena peduli pada Pak Bastian?"
Ghina terdiam sejenak.
Lalu mengangguk pelan.
" Saya tidak ingin melihat orang baik terus disakiti."
Jawaban sederhana itu membuat Gio tersenyum tipis.
Untuk pertama kalinya, ia benar-benar memahami kenapa gadis ini begitu memperhatikan Bastian.
Bukan karena rasa kagum semata.
Melainkan karena ia memiliki hati yang tulus.
Gio lalu bersandar.
Tatapannya menjadi serius.
" Kalau begitu aku akan membantumu menjadi pelakor "
kata Gio sambil tersenyum tipis.
Mata Ghina langsung membulat.
"Benarkah?"
Gio mengangguk.
" Bastian sudah terlalu lama hidup di lingkungan yang salah."
" Terlalu lama berada di keluarga yang toxic."
Gio tersenyum kecil dan matanya menatap Ghina.
" Sudah saatnya seseorang membuka matanya."
Senyum di wajah Ghina perlahan kembali muncul.
Karena kini...
Ia tidak sendirian lagi.
Ia memiliki sekutu.
Ghina mengulurkan tangannya.
" Kita sepakat " kata Ghina.
" Apa kamu benar-benar mencintai Bastian Ghina " kata Gio sambil membalas uluran tangan Ghina.
Ghina tersenyum tipis dan mengangguk.
#####
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
menyesal tiada guna ...