NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Anne langsung tersadar dari lamunannya, ia membungkuk dan meminta maaf setelah membuat semua orang terkejut.

Kini ia memunguti pecahan gelas kaca yang terjatuh, pecahan itu tanpa sengaja menyayat jarinya.

"Aw, ini sakit."

Dari sudut ruangan, Kris terlihat panik setelah melihat Anne. Pria itu menghampirinya, meninggalkan Aurora di sana.

"Wow Kris, kau tinggalkan aku di sini, sedangkan kau di sana, lebih memilih menolongnya. Ini hebat sekali, aku jadi curiga. Kalian sebenarnya sudah punya hubungan sejak lama." Ucapnya dalam hati.

Kris menolong Anne, pria itu membantunya membereskan pecahan gelas kaca itu. "Anne, kau baik-baik saja?"

Anne hanya mengangguk, ia lalu mengambil pecahan gelas dari tangan Kris dan pergi untuk membuangnya.

Aurora sudah mendapatkan jawabannya, kini ia memilih masuk ke ruangannya. Kris yang mulai sadar akan Aurora, kini menoleh, menatap pojok ruangan, tempatnya bekerja. Dan benar saja, pacarnya sudah menghilang. Ia lalu menatap sekitar, dan benar tebakannya, wanita itu sudah berada di kantor.

Tanpa pikir panjang, Kris pun menghampirinya. Ia pergi ke ruangan Aurora. Semua staf tampak kebingungan, termasuk dengan Sabrina dan Diana.

"Ada yang aneh dengan mereka, kau merasakan hal yang sama kan kak?" Tanya Diana dengan rasa kepo yang luar biasa, kepada Sabrina yang berada tepat di sampingnya.

"Dari pada kau kepo, lebih baik kau selesaikan tugasmu, inces ini sudah pusing Diana, jangan kau tambah ikke pusing lagi, haduh bisa lelah otak ini." Diana yang mendengar itu, seketika langsung memasang wajah datar.

"Sial, aku berbicara dengan orang yang salah, manusia satu ini memang agak lain." Ucap Diana dalam hati.

***

Di ruangan kantor minimalis, dengan nuansa interior moderen. Aurora kini tengah duduk di kursi kerjanya, mencoba melihat beberapa lembar proposal yang sempat di berikan oleh anak buahnya untuk kembali di koreksi.

Kris masuk begitu saja, ia langsung duduk di kursi panjang, yang tak jauh meja Aurora bekerja.

"Lain kali ketuk pintu, bisakan!?" Ucapan wanita itu terdengar dingin dan sedikit nada ketus.

"Kau cemburu?" Pertanyaan Kris saat ini, benar-benar seperti tengah mengejek pacarnya.

"Tidak..."

"Ayolah, aku tahu itu. Kau tahu, aku baru pertama kali ini melihatmu seperti tadi. Teruslah panggil aku sayang, aku ingin mendengarnya lagi."

Aurora memalingkan muka, ia benar-benar merasa sangat mual harus berhadapan dengan Kris.

"Sial, sekarang dia malah ke gr ran, ya Tuhan, salah bicara aku tadi. Tapi, jika tidak di teruskan, mungkin dia malah akan curiga bukan." Batinnya.

Aurora kembali menatap Kris, ia kembali menunjukkan senyuman riang, "Hemmm sayang, kau tahu sendiri aku ini pencemburu, meskipun dia sahabatku, aku sangat cemburu melihatmu." Melihat Aurora yang manja kepadanya, membuat Kris yang terlihat sangat senang itu menghampirinya.

***

Di sisi lain, Anne tengah berada di toilet, ia membersihkan blus nya, setelah tadi sempat terkena kopi, saat membersihkannya.

Anne menatap dirinya di kaca, "Aku cantik, tapi mengapa selalu dia, Aurora. Kenapa harus selalu kau?"

"Kau selalu mendapatkan semua yang kau inginkan, namun aku. Kau benar-benar menyebalkan."

Hanya ada Anne seorang diri di sana, tak ada orang lain lagi di dalam toilet itu selain dirinya.

Beberapa menit kemudian, wanita itu terlihat keluar dari toilet, ia kemudian berjalan di koridor

Dua orang pria, kini juga tengah berjalan melewati koridor kantor. Arah mereka berlawanan.

"Alex? Bagaimana catatannya, apa dia aman? Ada tindak kriminal atau berbahaya?" Tanya Pria itu kepada Alex.

"Semua aman, tenang saja, Aku sudah memastikan semuanya aman Jordan." Ujar Alex, yang tengah mengecek riwayat keluarga Darren.

Kedua pria itu adalah Alex dan Jordan, mereka baru saja sampai dan berniat untuk pergi menemui Direktur Grub Darren.

"Tumben sekali kau mau memanggilku dengan formal."

Alex yang mendengar itu langsung menatapnya tajam, "Ayolah Jordan anggaplah aku sebagai sekretaris lah atau asisten penggantilah."

Jordan kini merotasikan matanya malas, "bilang saja kau malas mengurus proyek di LN. Makanya kau menyuruh Roy dan malah bertukar peran dengannya."

Tebakan Jordan sangat tepat, dan Alex kini hanya meringis. Padahal jabatannya adalah manager, tapi Roy jauh lebih berguna darinya.

"Sudahlah, lagian aku ke sini ikut kau juga sedang bekerjakan?"

"Terserah kau sajalah, dan baguslah jika tidak ada catatan kriminal, jujur aku malas berurusan dengan orang seperti itu." Ujar Jordan.

"Terserah kau sajalah Jo." Batin Alex.

Anne berjalan tanpa melihat jalan, ia terus menunduk lantaran noda di blusnya yang masih tertempel dan tak mau hilang.

"Bagaimana cara menghilangkannya, astaga, padahal ini hadiah mahal dari Aurora tapi sekarang malah rusak. Cih, jika tahu seperti ini, seharusnya aku pakai blus biasa saja dan ku jual blus ini." Gumamnya.

Anne berjalan tanpa melihat ke arah depan, ia malah menatap blusnya. Jordan yang masih berbincang dengan Alex pun juga sama, ia juga tak fokus pada jalan.

Hingga pada akhirnya.

BRUUUUUKKKKK!

Anne tanpa sengaja menabrak Jordan, membuatnya keduanya terjatuh.

Jordan langsung bangkit, ia kemudian menolong Anne untuk berdiri. "Nona, maaf, aku tak sengaja."

Anne yang semula menunduk, kini mendongak. "Oh my mine." Ucap wanita itu dalam hati.

"Kenapa dia tampan sekali?" Anne keceplosan berkata seperti itu. Sedangkan Alex yang melihatnya, justru malah girang, karena ia sempat kasihan dengan Jordan yang terus saja jomblo.

"Hah, kau bilang apa?"

Anne seketika langsung sadar, "Ah, tidak Pak, sa-saya harus pergi. Maaf ya, saya tidak bermaksud tadi." Anne pun pergi begitu saja meninggalkan Jordan.

"Cantik-cantik tapi kalau di tanya ngalor ngidul." Ucap Jordan.

***

Kris mendekati Aurora, dan wanita itu tak menghindar sama sekali. "Kau tahu sayang, aku sangat merindukanmu." Ujar Kris dan di jawab anggukan oleh Aurora.

"Aku juga sangat merindukanmu pacarku." Aurora mengalungkan tangannya di leher pria itu.

"Kau tahu sayang, hari ini kau sangat-sangat berbeda."

"Jadi, bagaimana menurutmu aku? Hem, Pak Kris?" Di dalam hati Aurora, dia sudah sangat muak dan ingin sekali muntah, namun kembali lagi. Ia harus menyempurnakan aktingnya.

"Warna bibirmu tampak berbeda hari ini, membuatmu terlihat sangat cantik." Mendengar rayuan dari Kris itu, membuat Aurora semakin tersenyum lebar.

"Sialan kau Kris, ingin sekali aku menimpuk kepalamu dengan batu." Ucap Aurora dalam hati.

"Aku jadi ingin merasakannya..." Ucap Kris dan Aurora pun mengangguk.

"Tunggu, jangan cium aku di sini. Banyak orang yang akan melihat kita." Kris tertawa, ia lalu menunjukkan kaca di belakangnya yang redup.

"Sialan, tapi, boleh juga. Lebih baik lagi, jika nanti Anne melihat dengan mata kepalanya sendiri." Batin Aurora.

Wanita itu menekan tombol remot, seketika kaca itu pun berubah menjadi bening. Semua staf, kini dapat melihat mereka walau dari dalam ruangan.

"Apa yang, mereka lakukan?" Tanya Anne kepada dirinya sendiri.

Anne baru saja kembali, ia bahkan saja membuka pintu dan sudah mendapati pemandangan itu, dan semua staf yang tengah melihat mereka.

"Astaga, ini menyebalkan"

"Ya ampun, padahal aku sudah senang soal rumor itu"

"Kenapa kau harus jomblo?" Ucap beberapa staf yang melihat kejadian itu.

Aurora menahan bahu Kris, pria itu manyun, dan memejamkan matanya. Sedangkan Aurora, dia terlihat sangat jijik melihat hal itu.

"Dasar orang gila..." Lagi dan lagi, Aurora berucap dalam hatinya.

Aurora memiringkan kepalanya, ia melihat Anne yang tengah berdiri menatap mereka. Wanita itu tampak terdiam membatu di tempat, raut wajahnya tampak kecewa.

"Ternyata benar, kau telah lama menghianatinya Kris, Aurora Aurora, harusnya kau mencari pria yang sederajat denganmu, bukannya malah remahan rengginang seperti ini yang kau pungut." Batin Aurora.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!