KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

01

.

Tok tok tok!

Ketukan pelan terdengar di pintu ruangan, ketika Anindya Maheswari duduk tegak di kursi kerjanya dengan tumpukan berkas di hadapannya. Matanya meneliti setiap baris angka dan kalimat dalam berkas-berkas itu.

“Masuk,” serunya tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di tangannya.

Rosita, asistennya melangkah masuk dengan membawa sebuah amplop coklat tebal. “Maaf, Bu Anin. Ada paket untuk Anda, tapi tidak ada nama pengirimnya,” lapor Rosita sambil mengulurkan amplop tersebut.

Anindya mengernyitkan dahi, namun tangannya tetap terulur menerima benda itu. Jemarinya yang lentik membuka perekat amplop itu dengan tenang. Namun begitu amplop terbuka, ketenangan itu runtuh dalam sekejap.

Isi amplop itu membuat napasnya tercekat di tenggorokan. Beberapa lembar foto berwarna jatuh berserakan di atas meja kerjanya. Foto Raditya, Suaminya, bersama seorang wanita yang sedang memegang perutnya yang besar. Hamil.

Jantung Anindya berdetak jauh lebih kencang dari biasanya, seakan hendak meledak. Tangannya gemetar hebat saat ia membalik foto-foto berikutnya satu per satu.

Di foto itu, Raditya terlihat begitu hangat dan perhatian. Senyumnya lebar, matanya berbinar penuh kasih sayang. Sesuatu yang selama ini ia pikir hanya untuknya.

Ting!

Belum sempat ia berpikir lebih jauh, suara notifikasi ponselnya memecah keheningan. Anin membukanya dan terdapat sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

“Jika kau ingin melihat lebih jelas, datanglah ke Rumah Sakit Graha Medika sekarang.”

Anindya terdiam membeku selama beberapa detik. Dunia seakan berhenti berputar. Wajahnya pucat pasi, namun matanya perlahan berubah menjadi tajam.

“Apa jadwalku setelah ini?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel.

“Tidak ada, Bu. Sisa hari ini kosong,” jawab asistennya pelan.

“Baik. Siapkan mobil. Aku akan pergi sekarang.”

*

Beberapa saat kemudian, mobil sedan hitam yang dikendarai oleh Anin berhenti tepat di halaman Rumah Sakit Graha Medika. Anindya melangkah dengan hati yang terasa sangat berat. Dalam hatinya masih berharap, itu hanya pesan dari orang iseng.

Matanya menyapu setiap sudut lobi rumah sakit yang megah itu, hingga akhirnya, pandangannya tertuju pada satu titik.

Raditya. Suaminya. Pria yang telah ia dampingi, dan cintai selama dua puluhtahun, sedang berjalan pelan sambil menggandeng tangan seorang wanita yang perutnya sudah sangat besar. Di sisi lain, seorang anak laki-laki kecil berusia sekitar lima tahun memegang tangan pria itu dengan manja, sesekali menengadah meminta perhatian.

Hati Anindya hancur. Seolah-olah semua perjuangan, air mata, dan semua janji yang pernah mereka ucapkan tidak pernah ada.

*

dua puluhTahun Yang Lalu...

Anindya masih ingat jelas hari itu. Hari ketika mereka memutuskan untuk menikah. Mereka tidak punya apa-apa saat itu. Tidak ada harta apalagi rumah mewah. Yang ada hanya sebuah kamar kontrakan sempit dan keyakinan bahwa cinta bisa mengatasi segalanya.

“Sayang, terima kasih sudah mau menemani aku berjuang,” ucap Raditya kala itu, suaranya terdengar lelah sambil memijat pundak Anindya yang terasa pegal setelah seharian bekerja. “Kamu pasti capek sekali.”

Anindya tersenyum kecil, menggeleng pelan. “Kenapa berterima kasih? Kita sama-sama berjuang.”

“Ini salahku. Aku yang belum bisa membahagiakanmu,” lanjut Raditya dengan suara parau.

“Jangan bicara seperti itu,” sahut Anindya sambil memegang pipi suaminya. “Kita memang tidak lahir dari keluarga kaya. Tapi aku percaya suatu hari nanti kita bisa jadi orang sukses.”

Raditya menatapnya lama. “Kamu benar-benar wanita yang baik sekali,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun, kalimat yang terlontar kemudian tanpa Anin sadari akan menjadi awal dari sebuah lubang besar dalam pernikahan mereka.

“Usaha kita masih belum berhasil. Hidup kita masih serba sulit. Daripada nanti anak kita ikut menderita, bagaimana kalau kita tunda dulu? Kita fokus membangun masa depan dulu.”

Anindya terdiam. Ada rasa perih yang menusuk hatinya saat itu. Namun, karena rasa cinta dan kepercayaannya yang buta, ia pun mengangguk.

“Baiklah kalau itu memang keputusan terbaik untuk kita.”

Kembali ke saat ini

Setelah dua puluh tahun, semua kerja keras itu terbayar lunas. Perusahaan mereka kini berdiri megah, nama mereka harum di mana-mana, harta berlimpah ruah. Kesuksesan yang dulu hanya angan-angan, kini menjadi nyata.

Namun ternyata, kesuksesan itu juga yang merenggut segalanya.

Anindya menatap pemandangan menyakitkan di depannya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Mengapa... setelah semua perjuangan kita…” suaranya bergetar lirih, hampir tak terdengar. “Yang kudapatkan bukan kebahagiaan. Melainkan pengkhianatan?"

Anindya mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya menancap ke dalam telapak tangan.

*

Anindya berjalan gontai keluar dari rumah sakit. Air matanya masih mengalir dan sesekali ia seka dengan punggung tangan. Masuk ke dalam mobilnya dan mengambil nafas untuk menenangkan diri. Setelah merasa keadaannya lebih baik, Anindya mulai menjalankan mobilnya, tapi ia tidak kembali ke perusahaan, tidak juga pulang ke rumah megah yang selama ini ia tempati bersama Raditya. Ia mengarahkan mobilnya menuju rumah sahabat baiknya, Zaskia.

“Anin?!” Zaskia yang sedang duduk di sebuah sofa panjang terkejut melihat wajah sahabatnya yang pucat dan kacau. “Kamu kenapa?! Ada apa?!” tanya Zaskia sambil menarik tubuh sahabatnya ke dalam pelukan.

Air mata kembali jatuh membasahi pipi Anindya saat ia menyerahkan tumpukan foto yang sudah sedikit kusut karena genggamannya.

Zaskia mengambilnya, dan seketika itu juga, wajahnya berubah merah padam menahan amarah.

“Raditya!” geramnya tertahan. “Dasar brengsek!”

Anindya hanya diam, bahunya semakin terguncang oleh isak tangis.

“Kurang ajar!” desis Zaskia, matanya memancarkan api kemarahan. Ia menatap Anindya, lalu menarik napas panjang seolah baru mengingat sesuatu yang besar. “Ada sesuatu yang harus kamu tahu, Anin. Sesuatu yang selama ini aku sembunyikan karena takut kamu sakit hati.”

Anindya mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata. “Apa…?”

“Lima tahun lalu... ” Zaskia mulai bicara pelan. “Aku pernah melihat Radit bersama seorang cewek. Dia yang ada di foto itu.”

Anindya syok. Tubuhnya terasa membeku. Ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar.

“Aku sempat mengancam Radit akan memberitahukan ini padamu. Tapi kemudian dia bersumpah akan putus hubungan dengan cewek itu. Dan aku pikir Radit benar-benar berubah, karena aku lihat hubungan kalian juga baik-baik saja.”

Anindya semakin tergugu. Air matanya mengalir semakin deras.

“Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau ternyata mereka masih bersama bahkan punya dua anak.” Zaskia meraih tubuh sahabatnya dan memeluknya erat. Wanita itu bahkan ikut menangis karena merasa ikut bersalah telah menyembunyikan hal buruk itu.

“Pantas saja,” bisik Anin pelan, seolah tersadar akan sesuatu. "Sudah lama Ayah dan Ibu mertua tidak pernah lagi menuntut cucu. Ternyata, mereka sudah punya cucu.”

Zaskia menggenggam tangan sahabatnya erat-erat. “Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Kalau kalian bercerai sekarang, bukankah itu justru menguntungkan mereka? Wanita selingkuhan itu yang nanti akan menikmati semua hasil keringatmu, semua harta yang kamu bangun dari nol!”

Ruangan itu menjadi hening. Hanya terdengar suara napas Anindya yang mulai teratur. Perlahan namun pasti, ekspresi wajah wanita itu berubah total. Air matanya berhenti mengalir. Digantikan oleh sebuah senyum tipis sedingin es.

Ia menggenggam balik tangan Zaskia, kali ini dengan genggaman yang kuat dan mantap. “Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” ucapnya. Suaranya terdengar tenang. Terlalu tenang hingga membuat bulu kuduk Zaskia merinding.

“Apa yang akan kamu lakukan? Jangan bertindak nekad!”

Anindya melepas pelukan Zaskia lalu berdiri tegak. Aura seorang CEO yang tangguh dan kejam mulai terpancar kembali dari dirinya, jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Zaskia menelan ludah melihat perubahan drastis pada sahabatnya.

“Mereka lupa satu hal. Jika aku bisa membuat Radit sukses, aku juga bisa membuatnya hancur!”

Terpopuler

Comments

Mamah Dini11

Mamah Dini11

permisi thor ikut gabung nii , kayakny bagus ceritanya. aku suka. kalau pemeran anin nya gk lemah gk. mudah di tindas , ago bangkit nin semangat jgn nangis gk bakal selesai masalah dgn tangisan hadapi penghianat itu buktikan kmu pasti bisa bikin suamimu merangkak minta. ampunanmu.💪💪💪💪💪👍👍👍👍

2026-08-01

3

〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨

〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨

selamat untuk buku barunya, miu/Drool/ barusan diomong udah tayang aja. semoga yg ini lebih sukses ye, aamiin, congrat.

untung vote belum tak lempar buatmu aja deh

2026-04-29

1

gee

gee

founder dong, kan pendiri perusabaan..ceo mah cm pelaksana tugas dr founder aja..yg kebagian repot dan riwehnya

2026-08-03

1

lihat semua
Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 1000 Hari Perjalanan Mama Mia Bersama NOVELTOON
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 87
89 88
90 89
91 90
92 91
93 92
94 93
95 94
96 95
97 96
98 97
99 98
100 promo karya teman
101 99
102 100
103 101
104 102
105 103
106 104
107 105
108 106
109 107
110 108
111 109
112 110
113 111
114 112
115 113
116 114
117 115
118 116
119 117
120 118
121 119
122 120
123 121
124 122
125 123
126 124
127 125
128 126
129 127
130 128
131 129
132 130
133 131
134 132
135 133
136 134
137 135
138 136
139 Draft
140 138
141 139
142 140. END
Episodes

Updated 142 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
1000 Hari Perjalanan Mama Mia Bersama NOVELTOON
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
87
89
88
90
89
91
90
92
91
93
92
94
93
95
94
96
95
97
96
98
97
99
98
100
promo karya teman
101
99
102
100
103
101
104
102
105
103
106
104
107
105
108
106
109
107
110
108
111
109
112
110
113
111
114
112
115
113
116
114
117
115
118
116
119
117
120
118
121
119
122
120
123
121
124
122
125
123
126
124
127
125
128
126
129
127
130
128
131
129
132
130
133
131
134
132
135
133
136
134
137
135
138
136
139
Draft
140
138
141
139
142
140. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!