NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 26

"Aku sebenarnya sudah pernah menikah..." Mila akhirnya berani mengatakan sebenarnya mengenai status dirinya.

Deg..

Hasbi menautkan alisnya, ia belum percaya dengan ucapan Mila.

"Pernikahan kami hanya bertahan enam bulan," Mila melanjutkan bicaranya.

"Apa alasan kalian berpisah?" tanya Hasbi.

"Aku mengalami KDRT, dia berselingkuh dan uang pemberiannya setiap bulan tak pernah cukup buat makan sehari-hari, dia juga menghina fisik ku," jawab Mila.

"Kenapa sampai tunggu enam bulan baru berpisah?" tanya Hasbi lagi.

"Apa yang bisa aku lakukan? Wanita dari kampung dan tak punya penghasilan?"

"Apa orang tuamu diam saja?" Hasbi kembali bertanya.

"Ya," jawab Mila.

"Lalu bagaimana kamu bisa berpisah darinya?" Hasbi sangat penasaran dengan kehidupan wanita yang disukainya itu.

"Ada orang baik membantuku. Awalnya aku sengaja diam-diam bekerja di luar saat mantan suamiku sedang bekerja walaupun akhirnya dia mengetahuinya. Tapi, dia tak marah. Aku berikan alasan untuk membantu perekonomiannya padahal aku sedang mengumpulkan uang buat menggugatnya."

"Dan kamu berhasil mengumpulkan uangnya?"

Mila menggelengkan kepalanya.

"Lalu kenapa kalian akhirnya berpisah?" Hasbi terus mencecar.

"Majikan tempat ku bekerja dialah yang membantuku. Dia dan temannya mengurus semua hingga aku bisa lepas darinya dengan cepat dan mudah."

"Jadi, alasan kamu tidak pulang kampung di hari raya karena orang tuamu tak menerima perceraian kalian?" Hasbi coba menebak.

"Ya, benar. Orang tuaku marah dan membenciku, inilah alasan aku juga memilih kota ini buat menenangkan diri." Mila bercerita dengan mata berkaca-kaca.

Hasbi ingin memeluknya namun tak mungkin sebab mereka belum memiliki ikatan sah.

"Tapi, hari ini aku sangat bahagia!" Mila menghapus air matanya dengan jemarinya.

"Ibuku menghubungiku dan meminta maaf. Orang tuaku menginginkan aku pulang!" Mila mengukir senyum kebahagiaan dan kelegaan.

"Jadi kamu benar-benar ingin balik ke kampung?" Hasbi tak rela berpisah dengan Mila. Ia belum mengungkapkan perasaannya.

Mila menggelengkan kepalanya dan berkata pelan, "Tidak."

"Kenapa?"

"Aku masih ingin di sini mengumpulkan uang, tahun depan aku berencana pulang namun akan kembali lagi ke sini."

Hasbi yang mendengarnya tampak lega, sungguh ia tak ingin jauh dari wanita incarannya itu.

"Mas Hasbi masih mau berteman denganku, 'kan?" tanya Mila, ia takut Hasbi menjauhi.

"Oh, tentunya. Aku berteman enggak pilih-pilih, kok!" jawab Hasbi.

Mila tersenyum mendengarnya dan berucap lirih, "Terima kasih, Mas."

Mereka kembali ke kos-kosan setelah salat Isya. Mila begitu lega akhirnya dapat mengungkapkan status dirinya kepada Hasbi dan pria itu menerimanya.

***

Saat baru keluar dari kamar dan hendak melakukan olahraga jalan kaki pagi, dari kejauhan Mila melihat Hasbi memasuki sebuah mobil dengan terburu-buru sambil memakai tas ransel.

"Mau ke mana dia?" gumamnya.

Mila masuk ke kamar, mengambil ponselnya lalu menghubungi Hasbi namun tak aktif.

"Tumben sekali dia tak ngomong. Apa jangan-jangan dia sengaja menghindar setelah aku mengatakan sebenarnya?" pikir Mila.

Menarik napas lalu dihembuskannya, mencoba berpikir tenang dan tak asal menerka. Mila yakin jika Hasbi bukan menghindar melainkan ada urusan mendesak.

Mila melanjutkan olahraganya. Ditengah kegiatannya itu ia berpapasan dengan Aldo yang juga sedang berolahraga lari.

"Hai.." Aldo menghentikan kegiatan larinya dan berjalan beriringan dengan wanita disampingnya.

"Eh, Mas Aldo, apa kabar?" Mila tersenyum membalas sapaannya.

"Alhamdulillah, baik. Mbak Mila sendiri?" Aldo balik bertanya.

"Alhamdulillah juga, Mas. Hmm.. bagaimana kabar Nek Sulastri?" tanya Mila.

"Alhamdulillah nenek sehat. Nenek sering nanyain Mbak Mila, kenapa sekarang jarang ke masjid?" kata Aldo.

"Oh, beberapa hari ini sangat sibuk. Kadang salat di perjalanan," jelas Mila.

"Kenapa hari ini sendirian? Biasanya bareng Mas Hasbi?" Aldo tak melihat keberadaan pria itu.

"Mas Hasbi sepertinya ada urusan mendadak tadi buru-buru perginya," ujar Mila.

"Oh, begitu," Aldo manggut-manggut paham.

Hening 5 detik..

"Mbak Mila, saya duluan, ya!" kata Aldo.

"Ya, silahkan, Mas!"

Aldo pun melanjutkan larinya.

Sepulang dari olahraga, Mila kembali menghubungi Hasbi. Lagi-lagi ponsel Hasbi tak aktif membuat Mila khawatir.

"Dua jam lagi aku akan menghubunginya!" kata Mila dalam hati.

-

Begitu sampai di kedai nasi, Mila mencoba menghubungi Hasbi. Kekecewaan kembali diterima Mila, pria itu sulit sekali dihubungi.

Saat bekerja, ponsel Mila berdering. Ia pun begitu semangat, bergegas mengambil ponselnya dari saku celananya. Senyum di bibirnya mendadak berubah, ia berharap Hasbi tapi yang menghubunginya malah Alan.

"Assalamualaikum, Mas. Iya, ada apa?" tanya Mila dengan malas.

"Ibuku ingin bertemu denganmu, lusa aku akan menjemputmu!" jawab Alan.

"Mau apa ibumu ingin bertemu dengan aku, Mas?" tanya Mila penasaran.

"Dia ingin mengajakmu mengobrol," jawab Alan lagi.

"Baiklah, aku mau menemuinya!" Mila terpaksa menerima ajakan Alan.

"Jam makan siang, aku jemput kamu!"

"Aku kerja, Mas. Tidak mungkin aku siang ke sana, aku tak mau libur lagi!" Mila menolak bertemu jika dirinya harus libur kerja. Sebab dia membutuhkan banyak uang buat kembali ke kampungnya.

"Hanya satu hari aja, Mil. Aku janji mengganti waktu libur kamu!"

Mila menghela napas panjang dan terpaksa bertemu dengan ibunya Alan walaupun harus libur kerja.

-

Malam hari pun tiba, Mila telah selesai melaksanakan salat Isya di masjid. Ia pulang berharap Hasbi mengirimkan pesan atau menghubunginya. Begitu dibuka layar ponselnya tak ada kabar dari Hasbi.

Mata Mila tampak berkaca-kaca, hatinya benar-benar tak karuan. Sedih, marah, kesal dan rasa penasaran menjadi satu.

"Mas Hasbi, ayo dong aktifkan hapenya!! Aku takut kamu kenapa-kenapa!!" Mila duduk di sisi ranjang, air matanya kembali menetes.

Hingga jam 10 malam, Mila terus mencoba menghubungi Hasbi. Berharap Hasbi memberitahu kabarnya meskipun sesaat jika memang lagi sibuk.

"Apa kamu sengaja menghindar karena aku janda?" pikir Mila menuding.

1
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
Murni Zain
Gass,,, otw halal🤭
Dew666
👑👑👑
Dew666
🍎🍎🍎
Murni Zain
akhirnya bs mengungkapkan kata suka'🥰
Mami AL: walaupun baru cuma dalam hati 🤭
total 1 replies
Murni Zain
Hasbi,, pernah sama² tersakiti. 🤭🤭
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
Murni Zain
🤗🤗🤗Alhamdulillah msh d ketemu kn sama orang baik ya mbak Mila.
Murni Zain
ehh kenapa Mas Hasbi 🤔🤔🤔 cemburu apa ada trauma???
Dew666
Aldo
Murni Zain
2 laki-laki memcoba dekat sm Mila🤭
Mami AL: kita buat Mila bingung memilih 😅🤭
total 1 replies
Mami AL
kebetulan yang tepat sekali, ya, Kak😄🤭
Murni Zain
ohhh so sweet banget🥰🥰🥰

jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
Murni Zain
Hasbi kan🤔🤔🤔

atw sang mantan. 🤔🤔🤔
Murni Zain
semoga jodoh Mila.... Hasbi🤗
Murni Zain
mungkin kn jodoh mila..🤔
Mami AL: kita lihat nanti, ya, Kak🤭
total 1 replies
Murni Zain
Semoga ada kebahagiaan d t4 baru ya mbak.. 🥰😍🤗💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Semangat mbak Mila.. 🥰🤗
Murni Zain
baik bgt nih ibu mertua... klo aku dl sebaliknya😄 tp tu masa lalu q.. yg sekarang sdh terbayar dgn suami yg setia, baik bertanggung jawab sm keluarga. 🤗🥰
Mami AL: Alhamdulillah, Kak.. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Murni Zain
Ternyata mertuanya baik ya.. klo aku dl... seperti enggak d Terima krn aku ank kampung. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!