Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wajah Yang Tidak Diinginkan
Wajah Yang Tidak Diinginkan
Setelah beberapa saat menyendiri di lembah tersembunyi, Ze Kai akhirnya kembali mengikuti rombongan akademi yang sedang berkumpul di tengah padang terbuka di dalam Hutan Mistik Biru. Wajahnya tenang, namun mata nya tampak lebih jernih. Seolah ia telah menemukan sesuatu yang mendalam yang tidak bisa ia sampaikan dengan kata-kata.
"Ze Kai! Kamu akhirnya datang!" Bisik lirih An Qi dengan senyum lebar Ze Kai tiba-tiba sudah berada di dekatnya. "Kita baru saja mendapatkan arahan dari guru untuk mulai mencari binatang spiritual yang sesuai dengan elemen masing-masing."
Master Li mendekat dengan langkah yang santai, menatap Ze Kai dengan pandangan yang penuh perhatian.
"Kamu tampak berbeda dari biasanya, Ze Kai. Sudah menemukan sesuatu yang menarik?"
Ze Kai hanya tersenyum rendah hati.
"Hanya beberapa hal kecil tentang alam yang mungkin bisa saya pelajari lebih dalam nantinya, Master."
Setelah itu, rombongan mulai bergerak ke arah berbagai wilayah hutan yang berbeda. Setiap murid diminta untuk mencari binatang spiritual yang sesuai dengan elemen yang mereka kuasai. Mereka yang mengendalikan Elemen Api mencari makhluk dengan energi api. Mereka yang menguasai Elemen Udara mencari binatang yang hidup di wilayah tinggi, sementara mereka yang mengendalikan Elemen Tanah seperti Ze Kai diminta untuk mencari makhluk yang hidup di dalam tanah atau dekat dengan batu.
Ze Kai berjalan sendiri ke arah kawasan dengan banyak batu besar dan celah dalam, menggunakan kepekaannya yang semakin tajam untuk merasakan keberadaan binatang spiritual di sekitarnya. Tidak lama kemudian, ia menemukan seekor Kura-Kura Bumi Emas dengan cangkang berwarna keemasan yang bersinar lembut. Makhluk itu berukuran tidak lebih besar dari telapak tangannya, namun mengeluarkan aura energi tanah yang sangat stabil dan kuat.
Dengan hati-hati, Ze Kai mendekat dan mulai berkomunikasi dengan makhluk itu melalui energi yang ada di dalam dirinya. Ia tidak menyerang atau memaksanya, melainkan hanya menghadirkan diri dengan rasa hormat yang penuh.
Setelah beberapa saat, Kura-Kura Bumi Emas perlahan mendekat dan menyentuh telapak tangannya dengan kepalanya yang kecil. Energi hangat mulai mengalir dari tubuh makhluk itu ke dalam dirinya, memperkuat kemampuannya dalam mengendalikan Elemen Tanah serta memberikan pemahaman baru tentang bagaimana mengendalikan energi dengan lebih halus.
Di tempat yang berbeda, An Qi menemukan seekor Ular Air Biru yang anggun, sementara Mei Ling berhasil menghubungi Burung Api Kecil yang lucu namun penuh energi. Setiap murid mendapatkan energi tambahan dari binatang spiritual yang mereka temui, membuat mereka merasa lebih kuat dan lebih terhubung dengan elemen yang mereka kuasai.
-
-
-
Setelah beberapa jam berkeliaran dan mendapatkan energi dari binatang spiritual masing-masing, rombongan mulai berkumpul kembali di tempat pertemuan yang telah ditentukan. Namun ketika mereka akan melanjutkan perjalanan pulang, suara langkah kaki yang teratur dan kuat terdengar dari kejauhan. Dari balik pepohonan besar muncul sekelompok kultivator berpakaian seragam hitam dengan lambang bintang tiga di dada. Mereka adalah para kultivator tinggi dari berbagai klan besar yang sedang melakukan ekspedisi ke Hutan Mistik Biru.
"Apa yang kalian lakukan di tempat ini!" suara seorang pria dengan suara dalam terdengar dengan jelas. "Pergilah! Bukan saatnya kalian berada disini."
Master Li segera mengumpulkan para murid di belakangnya, wajahnya penuh waspada namun tetap tenang.
"Kami adalah murid dan guru dari Akademi Kultivasi Kota Biru Laut. Kami sedang melakukan kunjungan belajar yang telah diizinkan oleh pihak berwenang."
Saat salah satu kultivator tinggi mendekat untuk memeriksa mereka, Ze Kai tiba-tiba merasa tubuhnya menjadi kaku. Di antara sekelompok kultivator itu, ia melihat wajah-wajah yang tidak pernah ia lupakan. Tiga orang kultivator yang pernah mencelakainya di jurang beberapa waktu yang lalu, termasuk wanita dengan rambut putih yang telah menyerangnya dengan energi api berwarna ungu gelap.
Namun yang lebih mengejutkannya adalah sosok yang berada di tengah mereka. Seorang pria tua dengan rambut putih yang disanggul rapi, berpakaian baju merah tua yang anggun. Wajahnya sangat akrab bagi Ze Kai. Pria itu adalah Guru Senior Wei, salah satu guru paling dihormati di akademinya yang selalu dianggap sebagai figur bijak dan adil.
Ze Kai merasa darahnya membeku. Bagaimana mungkin seorang guru senior dari akademinya bisa bekerja sama dengan orang-orang yang pernah mencelakainya? Rasa kemarahan mulai membara di dalam dadanya, membuat tangannya menggenggam erat. Energi baru yang ia dapatkan dari tanaman kuno itu bahkan mulai terasa panas di dalam dirinya, seolah ingin keluar untuk membalas segala yang telah mereka lakukan.
"Ze Kai, tenanglah!" suara Genesis terdengar dengan jelas di benaknya. Meski panik, Genesis berusaha untuk terdengar tenang di hadapan Ze Kai. "Jangan biarkan amarahmu menguasaimu. Lihatlah kultivasinya. Mereka semua memiliki level yang jauh lebih tinggi darimu. Bahkan Guru Senior Wei sendiri sudah mencapai tingkat kultivasi yang hampir tidak bisa kamu kalahkan saat ini."
Ze Kai mencoba mengendurkan tangannya yang menggenggam, namun rasa kemarahan masih sulit untuk dikendalikan. Ia bisa merasakan bagaimana tubuhnya mulai memanas, energi tanah dan air yang ia kuasai mulai menggelora di dalam dirinya.
"Kau harus menyembunyikan dirimu sekarang juga!" ujar Genesis dengan suara tegas. "Jika mereka mengenalmu, kau akan berada dalam bahaya besar! Belum saatnya kau membalas mereka. Kau perlu waktu lebih banyak untuk meningkatkan kultivasimu hingga bisa menghadapi mereka dengan setara."
Dengan hati yang penuh kemarahan namun juga kesadaran bahwa Genesis benar, Ze Kai cepat-cepat menyembunyikan diri di balik sekelompok murid lain yang sedang berkumpul. Ia menurunkan kepalanya, menggunakan energi tanah untuk sedikit mengotori wajahnya agar tidak terlalu mencolok, dan berusaha membuat dirinya tidak terlihat oleh para kultivator itu.
Saat Guru Senior Wei melewati kelompok mereka, matanya sedikit bergerak ke arah tempat Ze Kai bersembunyi. Ze Kai merasa napasnya tercekik sejenak, khawatir jika telah dikenali. Namun pria tua itu hanya mengangguk perlahan kepada Master Li sebelum melanjutkan perjalanannya bersama kelompok kultivator lainnya.
Setelah mereka benar-benar pergi, Ze Kai merasa tubuhnya menjadi lemas. Ia duduk di tanah dengan perlahan, menutup wajahnya dengan kedua tangan sementara rasa kemarahan dan kekecewaan menggila di dalam dirinya. Ia tidak bisa mempercayai bahwa seseorang yang dianggap sebagai figur yang terhormat di akademinya ternyata bekerja sama dengan orang-orang yang telah mencoba membunuhnya.
"Ze Kai, apa yang terjadi?" tanya An Qi dengan suara penuh kekhawatiran saat melihatnya seperti itu. "Kamu tidak baik-baik saja?"
Ze Kai mengangkat kepalanya dengan wajah yang sudah kembali tenang.
"Aku baik-baik saja, An Qi. Hanya merasa sedikit lelah setelah berjalan jauh."
Namun di dalam hatinya, ia tahu bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Ia kini menyadari bahwa dunia kultivasi tidak sesederhana yang diajarkan di akademi. Ada banyak rahasia dan kejanggalan yang tersembunyi di balik wajah-wajah yang tampak baik dan terhormat. Dan ia juga tahu bahwa suatu hari nanti, ia harus menghadapi mereka semua untuk membalas segala yang telah mereka lakukan. Tetapi itu hanya bisa di lakukan ketika ia benar-benar siap dan memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukannya.
-
-
-
Bersambung...