NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAS IPAR

MENIKAH DENGAN MAS IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.

untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.

mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??

"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIA ANAKKU

Vega terlihat bermain di halaman saat yamka baru pulang kerja. Yamka mendekati vega dengan membawa boneka teddy, tadi di jalan dia membeli mainan untuk putranya, sekalian untuk vega. Vega... Gadis kecil putri dari adiknya. Yamka menyayangi vega, melihat vega seperti melihat bisma hidup dalam diri keponakannya itu. Tetapi dia kecewa kenapa harus menikahi nadia, adik iparnya sendiri. Bagaimana bisa dia menyentuh nadia, sedangkan dia sudah di sentuh adik kandungnya sendiri. Bagaimana dia bisa tidur dengan nadia, sedangkan sebelumnya nadia telah berbagi ranjang dengan adiknya sendiri.

Vega menunduk dan gemetar saat om nya mendekati, masih terbayang bagaimana om nya itu memarahi bundanya.

"Maaf om.... Ve... Vega tidak nakal... Vega... Ve..vega juga tidak manja sama bund eh mama...." belum sempat yamka mendekati keponakannya, vega dengan menunduk bicara dengan terbata bata.

Nyessss!! Dada yamka seperti tersengat bara panas melihat reaksi vega saat dia mendekat.

"om tidak marah ke vega. Maafkan om ya nak" ucap yamka dengan memberikan boneka teddy yang tadi di belinya.

Tapi vega tidak langsung menerima, anak kecil itu tetap berdiri tanpa menyambut uluran tangan om nya.

"vega tidak suka boneka?" tanya yamka.

"atau vega mau mainan yang lain, ayo om belikan??" lanjut yamka.

Vega menggelengkan kepala.

"bunda eh mama, melarang vega menerima barang atau uang selain dari mama... " jawab vega masih dalam mood ketakutan.

"NADIA!!!!! Benar benar ya ini orang!!! aku ini om nya bukan orang lain!!! " yamka menahan kesal setengah mati pada nadia.

Padahal kalau di pikir pikir, nadia sudah benar cara mendidiknya, anak anak memang tidak seharusnya menerima barang, makanan atau uang dari orang lain, selain untuk mengajarkan adab, juga mengantisipasi terjadinya kejahatan. Anak anak yang mudah menerima sesuatu dari orang lain, memudahkan seseorang yang berniat jahat memuluskan rencananya, khususnya anak anak perempuan.

Yamka memasuki rumah dengan nada kesal.

" apa yang sudah kamu tanamkan di otak anakmu nadia!!! " bentak yamka.

Nadia dengan tenang menjawab

"Assalamualaikum mas, jangan sampai kecewa mas dan sakit hati yang mas rasakan, merubah tatanan adab yang keluarga mas ajarkan"

" JAWAB!!!" Yamka tidak menghiraukan ucapan istrinya.

" aku tidak mengerti maksud mas apa" jawab nadia dengan tenang.

" kamu melarang anakmu menerima pemberianku nadia?" yamka semakin geram melihat ketenangan nadia.

"iya mas, karena aku hanya memilikinya, dan dia hanya memiliki aku. Kami berdua tidak memiliki siapapun untuk bersandar selain diri kami sendiri. Aku ibunya dan dia anakku. Anakku" jawab nadia dengan tegas.

" tapi dia keponakanku nadia, tidak mungkin aku mencelakai keponakanku sendiri" yamka sedikit melunak.

"keponakan mas... Hanya keponakan" jawab nadia. Lalu pergi meninggalkan yamka setelah mendengar baby arka menangis.

" halo putra mama... bangun langsung menangis?? Ini susunya sayang..." nadia langsung memberikan susu formula pada bayi itu, hingga tangisannya perlahan reda.

Menggendong arka membuat nadia tersenyum disertai air mata

" kedua anakmu ku anggap anak kandungku, tapi kenapa kau ciptakan jarak untuk putriku??" ucap nadia dalam hati.

"ku asuh , ku rawat bahkan ku biarkan anak anakmu memanggilku mama, agar mereka merasa memiliki mama yang setiap hari menemani tumbuh kembang mereka, tetapi kamu bahkan menekankan pada anakku bahwa kamu sebatas om untuknya. " lanjut nadia dalam hati.

Rasa dalam hati ingin mengakhiri pernikahan ini, namun berbagai pertimbangan seringkali membuatnya ragu.

" hanya sampai batas kesabaran yang ku miliki"

POV AUTHOR

"Assalamualaikum teman teman, selamat datang di karya ke dua saya, semoga kalian semua sehat selalu. Mohon maaf update terlambat dan hanya sedikit, setelah anak saya sakit, sekarang saya yang sakit,, " jangan lupa follow , like dan komen. Terimakasih

1
Lisa
Lala udh hampir ketemu dgn Nadia tmpt kostnya pasti miliknya Nadia dan depot itu juga..moga aj ntar lg mereka bisa bertemu
NN
lanjut
Lisa
Moga usaha Lala membuahkan hasil..Nadia & Vega dapat ditemukan.
NN
lanjut
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉





Saling support sabi kali ya😉
Test Baru
kok belum up lagi kak author 🙏🙏🙏🙏
Lisa
Puji Tuhan adek putra udh umur 3 bln sehat selalu y Dek..Nadia &.Vega juga ya..semangat utk usaha warung & kostnya 👍
Lisa
Itu pasti Nadia & Lala..syukurlah kehidupan mereka skrg lebih baik sehat terus y Nadia sampe HPL nya nanti
NN
lanjut
Lisa
Nadia ke mana y..
Lisa
Walah sekrg Yamka baru mencari Nadia
NN
lanjut
Lisa
Kamu udh bebas sekarang Nadia..moga kehidupanmu dan Vega di tempat yg baru lebih baik ya..
Lisa
Benar Nadia minta cerai aj utk apa slm 5 thn nikah Yamka tidak menganggap kmu istrinya..
NN
lanjut
Lisa
Yamka sih cari gara² makanya langsung mau dinikahkan
Lisa
Aku mampir Kak
NN
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!