Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26 Jawaban dari pertimbangan A Yan
Sesampainya A Yan di rumah Xiarui masih menonton televisi di ruang tamu bersama Ibu mertuanya yang datang tadi siang untuk melihat Acara reality pertama A Yan.
" Ibu disini? " Tanya A Yan sembari memeluk istrinya dari belakang.
" Tentu saja, Ibu melihat acara mu tadi bersama istrimu. " tutur Sang ibu membuat A Yan terkejut .
A Yan beranjak duduk di samping Xiarui.
" Sayang kamu lihat acara ku? Jangan salah paham aku tahu rekan bintang ku Qingli setelah tanda tangan kontrak. " A Yan menjelaskan pada Xiarui agar tidak salah paham.
" Sepertinya Wanita kalangan artis itu banyak yang mengejarmu walaupun kau sudah beristri! " Xiarui cemberut.
Sang ibu yang ada di sampingnya pun tertawa kecil, sembari beranjak ke dapur untuk menyiapkan makanan.
" Tidak sayang, kan mereka bukan aku. Aku hanya mencintai mu saja percayalah. " A Yan dengan raut wajah cemas Xiarui akan marah pun tak berhenti menjelaskan.
" Dasar gombal! Lihatlah nak, ayahmu buaya darat jangan sepertinya nanti ya. " sarkas Xiarui padanya.
A Yan sontak langsung mengelus perut Istrinya.
" Anak ayah, jangan dengarkan ibumu. Dia hanya sedang cemburu saja. " A Yan berbicara pada bayi dalam perut Xiarui.
Plakkkk! Xiarui memukul lengan A Yan dengan keras.
" Sssshhhh! Sakit sayang. " A Yan merintih seperti anak kecil .
" Makanya jangan asal bicara, aku tidak cemburu! " Xiarui makin kesal padanya.
A Yan menghela nafas pelan dan memeluk Xiarui.
" Maaf ya sayang, aku minta maaf jangan marah lagi ya. " ungkap A Yan dengan mencurahkan segala cinta nya dalam sebuah pelukan hangat.
Xiarui melepas pelukan dan menutup hidungnya.
" Bau rokok! Sana mandi, dasar " Xiarui mendorong A Yan untuk pergi mandi.
A Yan seperti memiliki sisi lain yaitu Takut Dengan Istri. Bagaimana tidak jika istrinya sedang tidak tersenyum pikirannya sudah buruk sekali dan Xiarui pasti akan memaki-maki dirinya lagi.
A Yan mencari aman untuk pergi menyegarkan tubuhnya dan Xiarui melihat sang ibu mertua yang sedang memasak bersama pembantu nya yang di dapur.
Mereka bertiga makan malam bersama dengan tenang sampai suara klakson keras mengganggu aktivitas mereka.
" Buka pintu, Suruh masuk saja sepertinya Chenghao! " Tutur A Yan pada kepala pelayannya.
Dan benar, Chenghao datang untuk menjemput sang ibu pulang.
" Qingli tadi semangat sekali membahas mu hahaha! " Chenghao meledek A Yan.
" Dia itu gadis gila! " Sarkas A Yan mendapat lirikan tajam dari istrinya.
" Gila seperti itu pun kau pernah tergila -gila padanya, benar kan kak chenghao? " Xiarui mulai berani bekerja sama untuk meledek A Yan.
" Sayang, tidak. Aku hanya tergila-gila padamu saja. " A Yan tak Terima membuat semua orang tertawa kecuali A Yan.
" Xiarui, lihat wajah merahnya itu seperti akan menangis. " Chenghao memandangi wajah A Yan yang merah.
" Sudah kau pulang saja sana istrimu menunggu, " A Yan kesal
Sang ibu beranjak mengambil Tas nya.
" Nak, ibu pulang dulu ya. Besok ibu kesini lagi menemani kamu. " Ucap Sang ibu.
" Tidak usah ibu, itu akan merepotkan mu nanti. " Xiarui menolak halus karena tidak enak dan takut mengganggu Sang ibu.
" Besok aku cuti sehari, ibu tidak usah datang. Aku akan keluar ajak Xiarui jalan-jalan. " Ungkap A Yan. Senyum merekah terpancar dari wajah Xiarui ketika mendengar akan di ajak jalan-jalan.
" Kau tidak ingin ke kediaman besar A Yan? " Tanya Sang ibu dengan cemas dan harap agar Sang putra mau kembali ke sana.
" Untuk apa? Untuk me dengar ayah memaki istriku lagi? Selagi ayah tidak meminta maaf pada istriku aku tidak akan menginjakkan kaki kesana! " A Yan yang sepertinya agak tersebut emosi pun beranjak dan segera menyeret Chenghao untuk segera pulang bersama ibunya.
" Dah, Ibu hati- hati di jalan jangan ngebut ya kak. " Xiarui melambai tangan pada Ibu mertuanya dan kakak ipar nya itu. Sedangkan, A Yan hanya memasang wajah datar dan dingin.
Begitu mobil mereka melesat sampai tak terlihat A Yan langsung mengangkat tubuh Xiarui masuk dan menaiki tangga menuju kamar tidur nya.
A Yan meletakan tubuh Xiarui dengan pelan di ranjang empuk.
A Yan yang sudah rindu dengan bibir mungil dan menggoda di depannya pun segera meraup nya penuh dengan cinta.
" Sangat enak, Kau selalu membuat ku tergila-gila sayang. " Ucap A Yan yang masih memandangi wanita cantik di depannya.
" Jangan gombal, malam-malam kau sudah mau jadi ayah jangan seperti abg saja! " Xiarui mendorong tubuh A Yan agar berbaring di sampingnya.
" Sayang, "
" Hmm. ? " Xiarui menoleh menatap wajah A Yan yang terlihat sendu.
" Ada apa? " Xiarui mengernyit keningnya.
" Jika aku tidak jadi bintang besar apakah kau masih mencintaiku? " A Yan mencoba memikirkan baik-baik saran sang kakak untuk berhenti menjadi sorotan media.
" Apa maksudmu? " Xiarui menatap nya dengan heran.
" Seandainya, aku sudah tidak menjadi bintang yang di sorot media apa kau masih akan menerimaku dan mencintaiku? " A Yan mengulangi pertanyaan nya dengan kata-kata yang lebih detail.
Xiarui tak bisa menahan tawa nya lagi.
" Hahaha.. A Yan, kamu pikir aku mau sama kmu hanya karena ingin menjadi istri bintang? Mau kamu jadi apapun selagi kamu bertanggungjawab padaku dan anak kita aku akan selalu bersamamu. " Xiarui menegaskan jawaban nya.
Membuat wajah A yan yang tadi sendu sekarang lebih terlihat menawan kembali.
" Benarkah? Aku berniat tidak memperpanjang kontrak aku akan mencoba menjalankan perusahaan bersama kakak. Bagaimana menurutmu apa aku bisa? " Ucap A Yan dengan cemas pada dirinya sendiri.
" Kau pasti bisa, Kapan kontrak mu berakhir? " Tanya Xiarui.
" Eumm.. tahun depan sepertinya habis kontrak . Kamu setuju sayang? " Tanya kembali A Yan membuat Xiarui gemas kepada nya.
" Apapun pekerjaan mu aku akan mendukung. Aku malah senang karena dengan begitu kau jadi lebih banyak ada waktu untuk ku dan anak kita. " Ungkap Xiarui dengan senang membuat A Yan semakin membulatkan tekad untuk berhenti menjadi seorang Idol.
" Tapi A Yan, apa aku boleh bekerja lagi setelah melahirkan nya? " Tanya Xiarui sembari menatap perut besarnya.
" Lakukan apa yang kau suka, tapi setelah anak kita sedikit besar ya. " Jawab A Yan sambil membelai lembut kepala Xiarui.
Xiarui dengan senyum mengembang pun memeluk A Yan dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
A Yan benar-benar menjadi tipe suami yang Xiarui inginkan yaitu selalu mendukung apa yang ingin dia lakukan tidak menuntut dan tidak mengekang kehendak dirinya. Xiarui selalu mengucap puji Tuhan ketika A Yan berani mengambil resiko untuk bertanggungjawab untuknya dan calon anaknya.
Mereka terlelap dalam pelukan yang hangat, tersalurkan sebuah kasih dan sayang yang besar diantara mereka.
BERSAMBUNG
JIN DASIM TOLONG JANGAN GANGGU MEREKA Ya!