NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Dia Masih Istriku

Setibanya di rumah Nina langsung masuk ke dalam kamarnya untuk melakukan pengecekan terhadap siklus haidnya yang tiba-tiba terlambat bahkan belum datang sama sekali. Seperti yang dikatakan oleh Rendra, dia menggunakan  sebanyak tiga buah tespek guna mengetahui kejelasannya.

Dengan perasaan campur aduk dia mondar mandir di dalam toilet. Ia penuh harap, apa yang ditakutkannya tidaklah terjadi.

"Semoga garis satu, semoga garis satu," gumamnya dengan raut wajah gelisah. Belum sampai tiga detik dia melihat hasilnya dan hanya bergaris satu. Ia lega, tapi melakukan pengecekan kembali sampai ketiga kalinya. Senyumnya yang sempat meredup kini kembali merekah saat tiga tespek yang digunakannya menunjukkan garis satu yang artinya ia negatif, tidak sedang berbadan dua.

Dia buang semua hasilnya ke tempat sampah dengan hati yang berbunga-bunga. Sesampainya di dalam kamar dia langsung melapor pada Rendra yang memang sedang menunggunya.

"Bagaimana hasilnya?" tanya pria itu dengan wajah dinginnya.

"Negatif. Aku melakukannya tiga kali dan semua menunjukkan garis satu." Meskipun sudah tidak lagi suci setidaknya ia masih bisa berbangga hati karena kecerobohannya malam itu terselamatkan. Ia cukup lega, setidaknya masih terselamatkan.

"Oh..., syukurlah kalau begitu." Pria itu terlihat kurang bersemangat. Dia memang begitu berharap ada kesempatan untuk bisa menjadikan Nina sebagai pasangan hidupnya.

"Aku lega sekali. Tadi pas di kampus aku kepikiran terus. Sania yang selalu beriringan saat datang bulan dia malah udah duluan tiga Minggu yang lalu, gimana aku nggak panik?"

Rendra menangapinya dengan senyuman tipis, padahal dalam hatinya ada rasa takut akan kehilangan.

"Yaudah deh, kalau gitu kamu istirahat dulu. Aku mau kembali ke kamarku."

Saat Rendra berbalik badan tiba-tiba dikejutkan oleh seseorang yang tengah membuka pintu kamar. Mereka terkejut, begitupun juga dengan Widya yang hendak mengantarkan undangan buat Nina.

"Loh, kalian pada ngapain?"

"Ah..., eng—nggak ma, ini barusan aku mau pinjem charger."

Untuk menghilangkan kecurigaan, Rendra meraih charger di atas meja.

"Oh..., kirain lagi ngapain." Tak terbuka adanya kecurigaan, Widya masuk dan mengulurkan sebuah undangan pada putrinya.

"Ini kamu dapat undangan dari teman SMP mu dulu. Nala, dia besok lusa mau nikah. Tadi Mama ketemu sama kakaknya dan kasih undangan ini buat kamu."

Nina menerima undangan itu sembari mengingat ingat tentang sosok Nala, gadis tomboy yang pernah sekolah bersamanya.

"Ini si Nala yang tomboy itu ma?"

"Ya emangnya Nala yang mana lagi? Nala kan cuma satu, temanmu yang tomboy itu," jawab Widya.

Nina terkekeh membaca isi dari undangannya. "Anak tomboy nikah juga ya? Kirain dia bakalan menjomblo seumur hidup."

"Hus! Omonganmu!" Tegurnya. "Semua makhluk yang ada di dunia ini memiliki pasangannya masing-masing. Semua orang juga bakalan menikah, nggak ada istilahnya manusia nggak memiliki pasangan kecuali pasangannya sudah mati sejak kecil."

"Hehehe..., tapi kan ada orang menjomblo seumur hidupnya ma. Apa mungkin jodohnya sudah mati ya?"

Widya mengedikkan bahunya. "Entahlah Nin, mama juga kurang tahu," jawab Widya."Ya udah, kalau gitu Mama mau siapin makanan untuk nanti malam."

Wanita paruh baya itu langsung melenggang pergi meninggalkan sepasang muda-mudi di dalam kamar.

"Kamu ngapain masih berdiri di situ? Cepat pergi! Jangan sampai Mama masuk lagi dan curiga!"

"Hm..., oke. Tapi nanti kalau menghadiri pesta, Aku yang antar ya? Jangan berpikir yang aneh-aneh, Aku hanya ingin benci kamu saja."

Rendra menaruh kembali charger yang ada di tangannya dan langsung keluar dengan menutup pintu.

Nina mengusap dadanya perlahan. Hampir saja mamanya menaruh kecurigaan, tapi untungnya Rendra memiliki alasan yang cukup meyakinkannya.

***

Di tempat lain, tempatnya dekat dikediaman Wiryo, pria paruh baya itu nampak begitu tak tenang. Semenjak pertemuannya dengan keluarga Hermawan dan juga Widya, banyak pertanyaan yang bersarang di otak kecilnya, dia masih tidak menyangka Widya, wanita yang dulu singgah di hatinya kini mendaratkan cintanya pada seorang konglomerat, tentu statusnya sangatlah tak sepadan.

"Bagaimana bisa Widya menikah dengan Hermawan Adijaya," gumamnya dengan mondar mandir di ruang kerjanya. Sejak pertemuan itu ia nyaris tak pernah tidur dengan nyenyak, hatinya selalu ingin bergerak untuk kembali menemuinya.

"Dulu Widya hidup di bantaran sungai bersama anaknya, kenapa bisa sekarang berada di kediaman Hermawan? Bahkan Hermawan mengenalkannya sebagai istri. Jika benar dia dinikahi oleh Hermawan berarti aku masih memiliki kesempatan untuk menemui anak yang dilahirkannya."

Ya, Wiryo memang pernah menikah dengan Widya dan dikaruniai satu anak, tapi sejak Widya mengandung pria itu sudah mentelantarkannya, tepatnya jatuh hati pada perempuan lain yang kini berstatus menjadi istrinya. Sampai detik ini Wiryo tidak pernah menceraikannya, tentu ia masih berstatus sebagai suami sahnya, dan itu artinya ia bisa menggugatnya.

"Widya, meskipun kau sekarang berada di lindungan orang yang berkuasa tapi kau tidak bisa menghindar bahwa aku masih berstatus sebagai suamimu yang sah. Kau bahkan tidak bisa menikah sah dengan pria itu. Jangan harap kau bisa menghindar dariku."

Wiryo langsung menyambar jaket yang ada di kursi kerjanya. "Aku harus temui dia sekarang!"

Kecemasannya itu semakin membuatnya tak tenang, akhirnya dia putuskan untuk menemuinya dan meminta penjelasan darinya.

"Mau ke mana kamu Pa?"  tanya Zoya dengan memicingkan matanya ke arah sang suami yang tengah berjalan terburu-buru.

"Ada urusan mendadak,"  jawabnya dengan suara berat dan dingin.

Zoya yang tengah beristirahat dengan menonton televisi langsung beranjak dan menghalanginya. "Urusan apa lagi? Bukankah urusan kita dengan keluarga Hermawan sudah kelar? Nggak usah banyak tingkah, lebih baik masuk kembali."

Dengan sorot mata tajamnya Wiryo menjawab. "Jangan halangi aku Zoya! Aku tetap akan keluar."

"Kalau begitu aku akan tetap bersamamu!"

Dengan cepat pria itu menjawab. "Tidak bisa! Aku tidak ingin melibatkanmu ke dalam masalahku."

"Terserah! Pokoknya aku akan tetap ikut bersamamu! Jangan main-main denganku!"

Wanita yang terkesan keras itu selalu mengancamnya. Dulu dia juga diancam, jika tidak mau menikahinya maka foto-foto perselingkuhannya bakalan disebar, dan itu membuatnya mengalah dan memilih untuk meningkatkan istrinya yang dalam kondisi mengandung.

"Zoya! Mau sampai kapan kamu berhenti mengancamku? Perlu kau ketahui saja ancamanmu itu sudah tak mempan!" Pria itu tersenyum devil dengan menatapnya horor. "Gara-gara kamu hubunganku dengan istriku berantakan. Gara-gara kamu hidupku semakin tak karuan. Jujur aku menyesal sudah mengenalimu!"

Bagai tersambar petir yang menggelegar di atas awan. Dia berpikir suaminya tulus mencintainya. Dia bahkan memberinya kepercayaan untuk mengelola perusahaan yang ditinggalkan oleh orang tuanya, tapi kini dengan telinganya sendiri ia mendengar dengan jelas bahwa pria itu menyesal sudah mengenalinya. Lalu perhatiannya selama ini itu apa? Mungkinkah Wiryo hanya pura-pura peduli untuk bisa menguasai harta yang dimilikinya?

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!