NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

EPISODE 18: KEBOHONGAN YANG TERBONGKAR

Langit melangkah perlahan ke arah bilik kamar Nenek Wati, tubuhnya menekuk sedikit agar bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan neneknya. Suara neneknya terdengar lembut tapi jelas, seakan sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

"Sudah lama ya Mas... Sudah 19 tahun lebih kita menyembunyikannya. Aku khawatir Langit sudah mulai menyadari semua yang terjadi. Dia bukan anak yang bodoh, dia pasti sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya..."

Dada Langit terasa sesak bak ditimpa batu besar.

'Nenek bicara dengan siapa? Dan apa yang mereka sembunyikan dariku selama ini?' gumamnya dalam hati, menyelinap lebih dekat.

"...Aku tahu kamu khawatir juga, tapi ini untuk kebaikan Langit. Kalau dia tahu kebenarannya, dia akan terkejut dan mungkin tidak bisa menerima semua itu. Sudah cukup dia hidup dengan rasa tidak tahu asal-usulnya daripada harus menghadapi kenyataan yang pahit..." lanjut Nenek Wati, suaranya sedikit bergetar menahan tangis.

Langit ingin sekali menerobos masuk dan menuntut penjelasan, tapi kakinya seakan terpaku kuat di lantai. Saat itu juga, suara pintu utama terbuka dengan keras.

"Nek Wati! Nek ada surat untukmu dari kantor notaris di kota!" teriak Intan dengan wajah pucat dan cemas, membawa sebuah amplop putih dengan cap merah di bagian atasnya.

Percakapan di dalam kamar terhenti total. Nenek Wati segera keluar. Langit dengan sigap menyelinap cepat ke belakang lemari kayu tua di sudut ruangan agar tidak terlihat.

"Apa ada masalah ya Nak Intan?" tanya Nenek berusaha tenang.

"Suratnya bilang tanah kita sebenarnya milik keluarga lain Nek," ucap Intan gemetar. "Kata mereka, tanah ini dulu milik keluarga Surya yang pernah tinggal di desa ini, dan sekarang mereka ingin mengambilnya kembali!"

Tangan Nenek Wati bergetar hebat saat membuka amplop itu. Wajahnya langsung berubah pucat pasi seolah melihat hantu.

 

Sementara itu, di balik pagar rumah...

Jaji sedang bersembunyi bersama seorang pria berjas hitam.

"Sudah benar kan Pak Jaji? Suratnya sudah aku siapkan dan diberikan ke tangan Intan langsung," ucap pria itu senyum licik.

"Bagus sekali," jawab Jaji penuh kegembiraan jahat. "Sekarang Intan pasti akan berpikir semua masalah datang dari Langit. Dia akan terpaksa memilih antara aku atau tempat tinggal mereka!"

Di kejauhan, Sri dan Dewi juga menyaksikan semuanya.

"Kita sudah tahu kan Kak? Jaji yang merencanakan semua ini supaya Intan benci Langit," ucap Dewi tajam.

"Untuk uang dan kekuasaan, orang bisa jadi buta hati," sahutnya lagi.

 

Di dalam rumah, Langit yang mendengar semua itu mengepal tangannya kuat-kuat. Matanya memancarkan api kemarahan yang membara. Ia sadar betul, surat palsu ini hanyalah jebakan untuk merusak hubungannya dengan Intan.

Setelah Intan pergi dengan perasaan campur aduk, Nenek Wati duduk lemas di kursi. Langit pun keluar dari persembunyiannya, melangkah perlahan mendekat.

"Nek... aku sudah dengar semua. Dan aku juga tahu siapa yang sebenarnya membuat surat itu."

Nenek Wati terkejut setengah mati.

"Nak Langit... kamu tidak boleh melakukan hal nekat ya. Kita tidak bisa melawan mereka sendirian..."

Langit mengangguk, wajahnya datar namun matanya tajam menusuk.

"Aku tidak akan melakukan kesalahan Nek. Tapi mereka tidak bisa dibiarkan merusak apa yang menjadi milik kita. Apalagi setelah aku tahu, semua ini berkaitan erat dengan rahasia besar yang nenek sembunyikan dariku selama hampir 20 tahun ini."

"Terungkap malam itu belum sepenuhnya nenek utarakan pada Langit. Aku juga tahu nenek berbuat seperti itu untuk kebaikan Langit, tapi yang namanya bangkai ditutupi serapat apa pun... pada akhirnya baunya akan tetap tercium juga kan Nek?"

Tekanan kata-kata Langit itu membuat Nenek Wati menghela napas panjang, pasrah.

"Baiklah... kalau begitu nenek akan memberitahu. Orang yang barusan menelepon nenek itu..."

"Dia adalah seseorang yang sangat spesial di hati nenek dulu, dan lelaki itu tak lain adalah KAKEK JUI. Lelaki tua yang dulu membuangmu ke kampung ini, menyerahkanmu pada nenek untuk dirawat hingga jadi pemuda gagah berani sekarang. Tapi sebenarnya... tujuan utamanya dia melakukan itu adalah untuk menjerat dirimu demi kepentingan diri pribadinya Nak! Nenek... nenek tidak punya kuasa sama sekali untuk melawannya."

 

DUNIA LANGIT RUNTUH

Langit terpaku diam. Tubuhnya terasa kaku, darahnya seakan berhenti mengalir sejenak.

Wajahnya yang biasanya ceria dan polos, kini berubah menjadi pucat dan hampa. Matanya terbelalak tak percaya, menatap nanar ke wajah Neneknya. Ia mencoba mencerna setiap kata yang baru saja didengarnya.

'Jadi selama ini... aku hanya sebuah alat? Sebuah tawanan yang dipersiapkan untuk masa depan?'

Ingatannya melayang kembali ke masa lalu, saat Nenek memberinya kotak kayu usang berisi liontin giok dan sepucuk surat dari ibu kandungnya. Ternyata itu baru potongan pertama dari kisah panjang yang menyakitkan ini. Dan kini, kelanjutannya baru terungkap di hadapannya.

"TERJERAT........."

"TERJERAT.......

"TERJERAT.!**

Ucap itu meluncur pelan dari bibirnya, penuh dengan keputusasaan dan kemarahan.

"Kenapa... kenapa aku harus terjerat dalam takdir yang sekejam ini Nek?!"

Suaranya bergetar hebat, matanya yang biasanya teduh kini berkaca-kaca menahan air mata. Langit benar-benar merasa dunianya hancur berkeping-keping saat itu juga.

 

🔗 JARINGAN TAKDIR

( Semua saling menjerat satu sama lain dalam lingkaran takdir yang rumit: )

- Intan terjerat oleh kasih sayang dan perlindungan Langit.

- Langit terjerat oleh kasih dan rahasia yang disimpan Nenek Wati.

- Nenek Wati terjerat oleh ancaman dan janji pada lelaki misterius, Aki Jui.

- Di luar lingkaran itu, Jaji menjerat Intan dengan segala tipu daya.

- Namun Jaji sendiri justru terjerat oleh kepentingan Pardi.

- Sementara Dewi datang dengan rencana licik untuk menjerat Pardi.

Lalu pertanyaannya... Apakah Dewi juga terjerat oleh Aki Jui? Atau justru ada kekuatan lain yang jauh lebih besar dan gelap di atas Aki Jui?

Semua ini masih menjadi misteri besar yang menyelimuti novel TERJERAT.

 

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!