NovelToon NovelToon
Closer To Me

Closer To Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu 0325

Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.

Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.

Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.

Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15.

Begitu setelah hukuman Victoria ditentukan, semua orang kini berhamburan pergi meninggalkan aula. Hanya menyisahkan Victoria, ibunya, ibu suri dan Alesio yang diminta untuk tidak pergi lebih dulu.

Saat Alesio masih terdiam ditempat, dia memandangi ibu keduanya menjadi lega ketika Victoria tidak jadi dijatuhkan hukuman cambuk oleh ayahnya, membuatnya tersenyum kecil ikut senang.

"Syukurlah, akhirnya kamu tidak harus dihukum cambuk. Ibu menjadi lega mendengarnya!."ujar ibu menatap wajah putrinya lega mengusap bahu putrinya lembut

Sementara Victoria hanya tersenyum tipis menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban.

Setelah sekian berlalu, nyonya Viona memanggil Reyna mendekatinya. Lalu nyonya Viona mengambil dua hadiah yang telah dia siapkan untuk Alesio dan Bianca sebagai rasa terimakasihnya selama ini terhadap Alesio karena selalu menjaga dan melindungi Victoria.

"Nak, tolong terima hadiah ini. Meskipun tidak begitu mewah tetapi ibu memberinya sebagai rasa terimakasih ibu karena kamu selalu menganggap Victoria sebagai adik meski kalian berdua dari ibu yang berbeda."ucap nyonya Viona lalu menyerahkan dua hadiah ketangan Alesio

"Dan hadiah yang berwarna merah muda berikan pada adikmu dari ibu."tambah nyonya Viona lagi tersenyum lebar tidak ingin membeda-bedakan diantara mereka berdua

Melihat hadiah dari ibu keduanya, Alesio terkejut saat menerimanya. Dengan rasa tidak enak hati, dia berniat ingin menolak hadiah-hadiah dari ibu keduanya, apakah ini terlalu berlebihan.

"Ibu, Alesio melakukan ini sebagai seorang kakak yang baik dan menyayangi adik-adiknya. Alesio tidak bisa menerima hadiah ini, ini terlalu berlebihan ibu."tolak Alesio dengan sopan dirinya menyayangi Victoria adalah tugasnya sebagai kakak

"Tidak, kamu berhak menerimanya. Jangan menolak pemberian ibu, kamu pasti akan sangat membutuhkannya bukankah sebentar lagi kamu harus pergi untuk ikut bersama paman kedua menemui orang penting dikerajaan tetangga."ucap nyonya Viona mendorong kembali hadiah yang sempat ditolak Alesio

Mendengar perkataan ibu keduanya, Alesio menjadi terkejut ketika ibu kedua mengetahui bahwa dia akan pergi keluar dalam beberapa hari bersama paman kedua menuju kerajaan tetangga yang telah terjalin lama dengan kerajaan Langit selama ini.

"Darimana ibu bisa tahu semuanya?."tanya Alesio bingung menatap ibu keduanya yang mengetahui tujuan kepergiannya beberapa hari kedepan

"Ibu tahu karena ayahmu yang memberitahunya. Awalnya dia ragu mengikut sertakan dirimu, tetapi ibu yakin kamu pasti bisa juga akan sangat dibutuhkan paman kedua jika kamu diikut sertakan."ujar nyonya Viona dengan tatapan tenang mengatakan dari siapa dirinya tahu

Saat mendengar ibu kedua selesai bicara, Alesio sejenak tidak menyangka bahwa berkat ibu keduanya, Alesio diikut sertakan dalam urusan pribadi kerajaan mereka dan semua atas kebaikan ibu kedua karena berhasil meyakinkan ayahnya.

Begitu mendengar suatu kabar yang membuatnya bahagia, Alesio langsung menundukkan kepalanya dengan rendah berterimakasih pada ibu keduanya atas kebaikannya.

"Terimakasih ibu, berkat anda saya dipercayai oleh ayah untuk ikut dalam kunjungan penting demi kedamaian kerajaan Langit. Saya sangat berterimakasih banyak!."ucap Alesio berterimakasih dan tidak henti-hentinya tersenyum bahagia

"Sama-sama, kamu memang pantas nak. Kamu sangat bertanggung jawab dan teliti dalam mengambil keputusan. Bukankah nantinya kamu adalah penerus kerajaan Langit selanjutnya. Jadi tunjukkan pada ayahmu bahwa kamu memang layak menggantikan beliau suatu hari nanti."ucap nyonya Viona tersenyum lebar sambil mengusap pucuk kepala putranya dengan lembut

Mendengar semua dukungan ibu keduanya, makin membuat Alesio akan berusaha semampunya untuk menjadi penerus yang bertanggung jawab dan bijaksana.

"Terimakasih atas dukungan ibu, Alesio akan berusaha semaksimal mungkin dan akan membanggakan ibu suatu saat nanti."ujar Alesio mengangguk tersenyum lebar begitu senang didalam hatinya

"Baik, ibu akan menunggumu ketika kamu duduk disingasana dengan gagah!."jawab nyonya Viona mengangguk mengerti

Pada saat melihat interaksi antara menantu dan cucu laki-lakinya, Ibu suri yang sedari tadi menyimak dan mendengarkan tidak henti-hentinya memuji kebaikan menantu kesayangannya.

"Jika saja sifat ibu kandungmu seperti ibu keduamu, mungkin ibumu sudah mengucapkan selamat kepadamu dan bahagia seperti ibu keduamu sekarang."ucap ibu suri sambil menghela napasnya terdengar berat menggeleng pelan

"Melihat ibu kandungmu selalu mementingkan putrinya membuat nenek kesal, dia sama sekali tidak pernah menyayangimu lebih daripada adikmu sampai kamu tidak pernah diperhatikan olehnya."lanjut ibu suri lagi sambil menatap cucu laki-lakinya sedih

"Saya tidak masalah jika ibu lebih menyayangi Bianca, meski sejak kecil saya selalu diabaikan oleh ibu selama ini. Tapi selama ini saya memiliki nenek dan ibu kedua yang selalu menyayangi saya, berkat kalian berdua saya mendapatkan kasih sayang."ujar Alesio menatap nenek dan ibu keduanya dengan sopan dan bahagia

Nenek maju dua langkah kedepan, lalu mengusap pucuk kepala cucunya dengan lembut. Merasa bahwa cucu laki-lakinya telah banyak menderita selama ini atas perlakuan menantu keduanya yang tidak pernah mempedulikan putranya.

Saat ketiga orang sibuk bicara dan satu sama lain saling mendukung. Victoria hanya diam menyaksikan tanpa ada maksud menyela atau menambah pembicaraan ketiga orang didepannya.

Karena dirinya tidak ingin salah bicara kemungkinan merasa pasti akan membuat mereka curiga. Lebih baik diam dan menyimak daripada ikut bicara, daripada nantinya dia melakukan kesalahan yang tidak terduga.

"Baiklah, kalian kembalilah kekediaman kalian masing-masing. Dan untuk Victoria kamu dilarang keluar kamar dan jalani hukumanmu tanpa kesalahan apapun, jika tidak ayahmu akan menambah hukuman untukmu lagi."ucap ibu suri setelah selesai bicara dan meminta mereka untuk istirahat dan tidak lupa mengingatkan Victoria pada hukumannya

Mendengarnya Victoria menganggukkan kepalanya pelan, lagipula dia juga mendengarkan hukumannya.

Dan tidak akan membuat masalah lagi selama menjalankan hukuman jikalau tidak ada yang mengganggunya.

"Baik nenek, Victoria mengerti!."jawab Victoria

"Sekarang kalian semua pergilah!."ucap ibu suri

"Kalau begitu saya mohon pamit, kembali kekediaman ibu."ucap nyonya Viona sambil menundukkan kepalanya dengan rendah berpamitan

"Baiklah!."jawab ibu suri

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!