NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-09

Dua hari telah berlalu sejak kejadian di parkiran kantor..

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, namun ada perubahan kecil yang terasa. Arkan terlihat lebih tenang, tidak se-galak dan semenyebalkan biasanya. Ia bahkan jarang sekali memarahi Nara, meski sesekali masih tetap memerintah dengan nada ketus.

Nara sendiri berusaha tegar dan melupakan kejadian memalukan itu. Ia berasumsi tidak ada yang tahu, sehingga ia bisa kembali bersikap profesional seperti biasa.

Dan hari ini...

"Sudah siap semua, Pak? Koper dan dokumen sudah saya masukkan ke bagasi," lapor Nara tegas sambil menutup pintu mobil hitam mewah itu.

Di belakang kemudi, Arkan hanya mengangguk singkat. "Masuk. Kita berangkat."

Nara masuk ke sisi penumpang dengan napas lega. Perjalanan bisnis ke Bandung ini akan memakan waktu cukup lama, sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan darat. Biasanya mereka menyewa sopir, tapi entah kenapa hari ini Arkan bersikeras ingin menyetir sendiri.

"Makasih ya Pak, saya pikir Bapak suruh saya yang nyetir," canda Nara sedikit untuk mencairkan suasana sambil memasang sabuk pengaman.

Arkan melirik sekilas, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum tipis yang sangat jarang terlihat. "Kamu istirahat saja. Atau kalau ngantuk bisa tidur. Jalanan macet nanti."

Nara terbelalak sedikit. Ih? Kok baik banget hari ini? Aneh banget,kan jadi takut... batinnya curiga tapi tetap senang.

Perjalanan pun dimulai. Mobil melaju meninggalkan hiruk pikuk kota menuju jalan tol.

Suasana di dalam mobil cukup hening, namun tidak canggung. Musik instrumental mengalir pelan dari speaker. Nara yang sejak pagi sibuk menyiapkan segala keperluan akhirnya merasa kantuk menyerang. Perlahan matanya terasa berat, dan tanpa sadar kepalanya tertunduk, lalu terlelap dengan nyenyak.

Arkan yang menyadari hal itu, perlahan mengecilkan volume musik. Ia melirik ke samping, melihat wajah Nara yang sedang tertidur pulas.

Tanpa kerutan marah, tanpa omelan, wajah itu terlihat sangat damai dan cantik. Arkan bisa melihat jelas garis wajah wanita itu yang ternyata sangat halus.

Kamu tuh sebenarnya wanita hebat, Nar... batin Arkan.

Ingatannya kembali ke kejadian dua hari lalu di parkiran. Ia masih sangat ingat bagaimana Nara berteriak membela harga dirinya, dan bagaimana air mata itu jatuh. Rasa kesal dan ingin melindungi itu kembali muncul.

Tenang saja... orang yang berani nyakitin kamu, sudah aku urus semuanya, batin Arkan dengan tatapan tajam.

Ternyata benar kabar yang ia terima pagi ini, perusahaan milik Raka mengalami masalah besar secara tiba-tiba. Izin usaha bermasalah, rekan bisnis mundur serentak, dan kabarnya pria itu sekarang sedang kewalahan menghadapi masalah hukum hingga kemungkinan besar akan bangkrut. Arkan yang melakukannya? Tentu saja. Tapi Nara tidak perlu tahu itu.

"Pak... jangan marah-marah terus..." gumam Nara pelan dalam tidurnya, mulutnya sedikit manyun.

Arkan terkekeh pelan mendengarnya. "Dasar wanita tua... tidur aja masih ngomelin," gumamnya pelan, tapi suaranya terdengar sangat lembut.

Perjalanan jauh ini sepertinya akan menjadi awal dari sesuatu yang berbeda di antara mereka berdua.

__________

Tiba di bandung, Nara dan Arkan segera masuk kedalam kamar hotel masing masing, lelah menyerang keduanya..

"Ah... akhirnya sampai juga," desah Nara panjang lebar begitu pintu kamar hotel tertutup rapat di belakangnya.

Tanpa menunggu lama, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk itu dengan posisi telentang. Kakinya terasa pegal, matanya berat, dan seluruh badannya rasanya lemas sekali setelah menempuh perjalanan berjam-jam.

"Enaknya..." gumamnya pelan. Nara memejamkan mata sejenak, menikmati kesunyian dan kenyamanan kamarnya.

Di kamar sebelah...

Arkan meletakkan tas kerjanya di atas meja kerja. Ia membuka kancing jasnya dan melepas dasi dengan gerakan santai. Wajahnya tampak sedikit lelah, namun tatapannya masih tetap tajam.

Ia berjalan mendekati jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota Bandung yang mulai terlihat gemerlap lampu-lampu. Pikirannya melayang entah ke mana, namun ujung-ujungnya selalu tertuju pada satu orang.

Nara...

Ia masih teringat wajah wanita itu saat tertidur di dalam mobil tadi. Terlihat begitu damai, tidak seperti biasanya yang selalu siap siaga atau mengomel.

"Dasar wanita keras kepala..." gumam Arkan pelan, tapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

Tiba-tiba ponsel di tangannya bergetar. Sebuah pesan masuk dari asistennya.

✉️ "Rencana sudah jalan, Pak. Perusahaan Raka lumpuh total. Bank sudah menyita aset dan dia sedang diperiksa pihak berwajib soal kasus pajak. saya jamin dia tidak akan bisa ganggu Bu Nara lagi."

Membaca laporan itu, wajah Arkan tak berubah banyak. Hanya anggukan kecil yang ia berikan.

"Bagus," bisiknya singkat.

Ia tidak ingin Nara tahu apa yang telah ia lakukan. Ia tidak butuh pujian atau ucapan terima kasih. Baginya, melihat Nara bisa bekerja dengan tenang dan tersenyum tanpa ketakutan, itu sudah cukup.

"Sekarang waktunya istirahat. Karena Besok hari yang panjang menanti," ucap Arkan pada dirinya sendiri, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sementara itu di kamar Nara...

Wanita itu sudah berganti dengan baju tidur yang nyaman. Ia duduk di tepi kasur sambil memijat kakinya yang sedikit bengkak.

"Huft... untung si Bos gak rewel sepanjang jalan. Aneh juga sih, dia jadi baik banget akhir-akhir ini," gumam Nara bingung. "Apa karena dia lagi hemat tenaga buat meeting besok ya?"

Nara menggelengkan kepala, berusaha tak memikirkan hal aneh itu. "Ah sudahlah, yang penting aman. Sekarang saatnya beauty sleep biar besok tetap glowing walau umur udah kepala empat!"

Tanpa sadar, Nara tersenyum sendiri mengingat kejadian di mobil tadi saat ia tidak sengaja menyandar ke bahu Arkan. Entah kenapa, jantungnya berdebar aneh saat mengingatnya.

"Ah Nara! Jangan baper! Itu bos lo! Bos! Yang galak! Yang suka marah-marah!" tegurnya pada cermin di dinding.

Namun, rasa hangat itu tetap saja ada di dadanya.

Malam itu, keduanya tidur dengan perasaan yang berbeda dari biasanya. Dua kamar yang bersebelahan, menyimpan dua hati yang perlahan mulai berubah...

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!