NovelToon NovelToon
In Between Us

In Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Hhj cute

Menceritakan tentang Nathan, Fabian, dan Natalie, tiga orang sahabat yang saling menyayangi.

Nathan terlahir dari keluarga yang harmonis dari lahir. Keluarganya yang menyayanginya penuh dengan. kehangatan, tanpa tidak pernah memberikan kasih sayang kurang. Meskipun terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, keluarga mereka terkenal dengan keharmonisan dan kehangatan yang selalu hadir.

Fabian, seorang anak yang terlahir kaya sedari kecil. Ia berasal dari keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya yang punya selingkuhan masing-masing, kerap. membuatnya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Hidup berkelimang harta tak membuatnya benar-benar merasakan apa itu hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Sedangkan Natalie, kehidupannya hampir sama dengan fabian. Bedanya ia di tinggal sendiri.

Persahabatan yang mereka jalin cukup erat. Hingga sering berjalannya waktu, dua jiwa yang saling buta arah bersatu menjadi sebuah takdir yang tak pernah tertulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hhj cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Suara deru napas terdengar begitu jelas di malam yang semakin sunyi.Di saat orang lain sudah terlelap, mereka bertiga justru masih duduk di taman itu.

"Pulang yuk, capek gue," ajak Natalie yang tubuhnya sudah merasa lelah.

"Nata, Lo mau pulang bareng gue atau Ian?"

"Gue jalan aja," tolaknya dengan halus.

"Ya jangan dong. Masa iya, cewek-cewek tengah malem jalan sendirian. Nanti kalau di culik dedemit gimana? Lo mau pangeran yang tampan dan berani ini di tinggal princess nya?" kata Nathan dramatis.

"Nggak bisa gitu dong, Nata. Kan gue yang udah bawa Lo ke sini, masa iya gue biarin Lo pulang sendirian. Jalan kaki pula," ucap Nathan tak terima.

"Hey, tenang. Gue nggak apa-apa kok pulang sendirian. Lagian gue juga nggak langsung pulang. Gue masih ada urusan di sekitar sini, nggak jauh kok dari taman. Jadi tenang aja oke," ucap Natalie dengan santai.

"Tapi—"

"Sstt, gue nggak terima bantahan." Natalie berdiri dari duduknya, menepuk-nepuk celananya yang kotor. "Oke semua, kita berpisah di sini. Sampai jumpa."

Natalie berlalu mendahului keduanya. Nathan dan Fabian hanya saling pandang, pasrah dengan keputusan yang Natalie buat. Karena mereka tahu, kalau Natalie bilang tidak jawabannya akan tetap sama. Jadi percuma mau bantah kayak apa pun.

"Gue duluan ya," ucap Fabian yang ikut meninggalkan Nathan sendirian.

Nathan terdiam. Menoleh kanan kiri. "Tega-teganya kalian meninggalkan pangeran yang tampan dan rupawan ini. Heuh, sungguh terlalu."

......................

"Jadi …, apa maksud kedatangan kamu tengah malam seperti ini Natalie?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan muda.

"Nggak ada sih, Tan. Cuma bosen aja di rumah sendirian, jadi ya … gitu deh." Natalie menggaruk telinganya yang tak gatal, bingung mau bicara apa.

"Okey, jadi …?"

"Aku boleh nggak Tan nginep di sini, sehari aja. Plis," ucap Natalie memohon pada Dewi.

"Baiklah. Berhubung udah malam juga, kamu bisa nginep di rumah Tante. Oh iya, kamu bisa tidur di kamar biasa ya," ucap Dewi lalu beranjak dari duduknya.

"Yess. Thank you Tante Dewi yang cantik!" pekiknya.

"Ya, ya. Apa pun itu Natalie."

"Hah, masih sama ternyata."

Natalie merebahkan badannya di atas kasur, menatap langit-langit kamar yang di hiasi dengn bintang-bintang. Memorinya kembali ke masa kecil, di mana dulu ia sering nginap di rumah tantenya itu saat kedua orang tuanya sedang menjaga kembarannya di rumah sakit.

Ia ingat, dulu pernah merengek ke tantenya untuk beli bintang-bintang itu di toko. Terus ia pasang bintang-bintang kecil itu di plafon kamar ini di bantu oleh tantenya itu. Natalie senyum-senyum sendiri kala mengingat itu.

Lambat laun matanya terpejam. Mengistirahatkan tubuhnya yang mulai lelah. Napasnya berangsur-angsur memelan.

......................

Mentari datang dengan malu-malu. Kicauan burung-burung terdengar memasuki indra pendengar. Sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah jendela. Sedangkan sang pemilik kamar masih memejamkan matanya, mengabaikan alarm yang berbunyi dengan keras.

"Nata, bangun udah siang!"

Tok … Tok … Tok …

"Eugh, iya tante … ini udah bangun kok."

Natalie menggeliat pelan, duduk dari posisi tidurnya. Matanya masih terpejam erat serasa ada lem yang nempel di matanya.

"NATA, BURUAN BANGUN!"

"Ish, tante Dewi apa-apaan sih. masih pagi juga udah teriak-teriak," sebalnya.

"NATALIE!"

"IYA-IYA TAN. INI UDAH BANGUN KOK!"

Dengan ogah-ogahan Natalie beranjak dari tempat ternyamannya, sebelum tantenya itu ngereog tak karuan.

Di bawah, Dewi sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya dan keponakan tersayangnya itu. Ia membuat capcay dan ayam goreng. Tak lupa ia juga menyiapkan bekal untuk keponakannya itu. Untuk bekal ia hanya membuat tiga porsi roti sandwich agar kenyang, dan di selipin satu kotak susu.

Suara langkah kaki Natalie menggema di dapur. Ia sudah rapi dengan seragamnya yang memang sengaja ia taruh di sini, serta peralatan sekolah lainnya. Natalie memang selalu menyiapkan itu semua sebelum nginap di sini, kecuali seragamnya yang memang punya dua untuk cadangan.

"Good morning, tante Dewi yang cantik!" seru Natalie dengan ceria.

"Morning too, ponakan tante yang cerewet."

"Masak apa nih, tan?" tanya Natalie seraya duduk di meja makan.

Dewi meletakkan lauk pauk tepat di depan mereka, tak lupa buah-buahan yang selalu siap sedia di meja makan.

"Wah …, enak nih keliatannya."

"Tentu dong … siapa juga yang buat. Tante Dewi gitu lohh," bangganya.

Mereka berdua makan dengan tenang, diiringi dentingan sendok yang menggema di meja makan. Selesai makan, Natalie beramitan pada Dewi untuk. berangkat sekolah. Apalagi jarak antara rumah tantenya dan sekolah cukup jauh, memakan waktu 30 menit. Untung saja tantenya itu punya motor yang nggak kepakai, jadi ia bisa gunakan motor itu sekarang.

Drrtt … drrtt …

"Halo, ada apa Ian?"

"Lo ada di mana? Gue sama Nathan ke rumah lo, tapi rumah lo kekunci."

"Kalian duluan aja, jangan nungguin gue. Entar gue nyusul."

Sebelum Fabian bertanya lebih lanjut, ia terlebih dahulu mematikan handphonenya.

Di perjalanan, Natalie terus memperhatikan jalanan yang ia lewati sambil bernostalgia saat ia masih kecil dulu. Ia sering melewati tempat ini bersama kedua sepupunya yang lain. Ngomong-ngomong tentang sepupu, Ia jadi rindu dengan mereka. Udah lama ia tak bertemu. Kalau nggak salah terakhir mereka bertemu waktu dirinya masih kelas 5 SD, dan itu udah lama banget.

Setelah menerjang jalanan yang macet dan penuh polusi, akhirnya Natalie sampai juga di sekolahnya. Ia memarkirkan motornya dekat motor kedua sahabatnya.

"Lah, udah bel aja. Baru juga nyampe, mana laper lagi. Padahal tadi udah makan," gumamnya pelan.

"Natalie!"

Natalie menghentikan langkahnya yang akan memasuki kelas. Ia melihat Caca, temannya yang berlari ke arahnya. Dengan napas ngos-ngosan Caca berhenti tepat di depan Natalie.

"Minum?" tawar Natalie.

"Nggak, makasih."

"Yuk ke kelas," lanjut Caca sambil menggandeng tangan Natalie.

Di dalam kelas, teman-temannya bahkan sahabatnya udah duduk di bangku masing-masing.

"Tumben terlambat?" heran Nathan yang duduk di belakangnya.

"Macet," jawabnya singkat.

Nathan dan Fabian saling pandang mendengar jawaban Natalie. Setahu mereka jalanan tadi pagi nggak macet sama sekali, bahkan cukup lenggang. Di mana letak kemacetan itu berada?

Belum sempat keduanya bertanya seorang guru lebih dulu masuk ke dalam kelas.

"Ca, masih lama kah?" bisiki Natalie.

Caca mengecek jam tangannya, masih menunjukkan pukul 08:00. "Masih lama. Kenapa?*

"Gue pengen ke kamar mandi."

"Izin aja udah nggak apa-apa. Dari pada lo kebelet."

Natalie mengangkat tangannya, membuat guru di depan menoleh ke arahnya.

"Ada apa Natalie?"

"Saya mau izin ke toilet, bu."

"Silahkan."

"Terima kasih, bu."

Natalie berjalan menuju toilet yang letaknya lumayan jauh. Ia harus turun ke lantai 1, sedangkan kelasnya berada di lantai 3—paling pojok pula.

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!