NovelToon NovelToon
Love Scandal

Love Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Tentara
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Trauma sang Letnan akan masa lalunya bersama seorang wanita untuk kesekian kalinya, membuatnya tidak ingin lagi berurusan dengan makhluk berjenis wanita.

Rasa sakit di hatinya membuatnya betah 'melajang', bahkan sampai rekan letting dan juniornya banyak yang memiliki momongan.

Namun, cara Tuhan mempertemukan manusia dengan jodohnya memang sangatlah adil. Ia sangat tidak menyukai gadis ini tapi.............

KONFLIK TINGKAT TINGGI. SKIP bagi yang tidak bisa membaca alur cerita berkonflik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Tak bisa menebak takdir.

Kaki yang semakin kuat terus melangkah. Bang Rinto tak pernah berhenti meskipun sekujur tubuhnya luar biasa lelah.

Hutan belantara seolah menjadi musuh yang tak ingin melepaskannya meskipun ia sudah bersahabat dengan medan yang ada. Dahan yang tajam telah banyak menggores tubuhnya.

Alas kakinya mulai rusak, telapaknya pun bengkak dan melepuh, namun rasa sakit di tubuhnya itu tak seberapa di bandingkan dengan rasa cemas yang menyiksa batinnya. Ia berjalan, terkadang tertatih, demi sang istri yang jauh disana.

Wajah Anye dan samar suara tangisan bayi yang ia dengar dalam ilusinya menjadi kekuatan yang membuatnya tetap bertahan. Ia tidak tau sudah berapa hari telah terlewati, yang ia tau hanya satu, dirinya harus ada di sana secepat mungkin.

'Tunggu Abang ya, dek. Anye tau kan, Abang sayang sama Anye.'

\=\=\=

Di rumah dinas Letnan Aliogo yang kini menjadi tempat berlindung, pria itu membuktikan bahwa cintanya bukan sekadar untaian kata semata

Sejak hari pertama kelahiran Baby 'Al', Bang Ali mengubah seluruh dunianya. Ia bangun lebih awal sebelum ayam berkokok, menyiapkan air hangat untuk mandi Anye sebelum subuh tiba, menyiapkan makanan bergizi, dan bahkan rela begadang setiap malam saat baby Al beradaptasi dengan hidup barunya.

Malam itu, Bang Ali menidurkan bayinya pada tempat tidurnya, setelah itu ia berjalan dan menyelimuti Anye. Tidak seperti malam biasanya, denyut jantung Bang Ali berdesir hebat, lebih dari biasanya. Ia pun mengecup kening Anye.

Merasa ada yang menyentuh keningnya, Anye terbangun dan melihat bibirnya sudah bertaut dengan pria sudah menjadi suaminya itu.

"Abaang.. Mau apa??" Tanya Anye gelisah.

"Hanya kangen saja, pengen dekat sama kamu. Masa nggak boleh?? Usia Al sudah satu bulan, tapi sampai saat ini kita tidak ada pendekatan yang berarti." Jawab Bang Ali.

"Bukankah Abang sendiri yang bilang akan sabar menunggu sampai kapanpun."

"Itu benar, tapi Abang juga hanya manusia biasa. Setiap hari kita selalu bersama, bohong kalau sama sekali tidak ada rasa di hati Abang." Ujar Bang Ali.

"Tapi Anye belum bisa membalas apapun untuk Abang.

Seakan ada sesuatu yang menghantam dada Bang Ali. Semua terasa begitu menyakitkan. Namun, Bang Ali sama sekali tidak menarik diri, ia hanya memilih duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan istrinya dengan lembut, tak berniat memaksa namun tak juga melepaskan genggaman tangannya.

"Abang tau, Dek. Abang tidak pernah menuntut balasan, Abang juga tau, di hatimu masih ada nama yang mungkin tidak akan pernah terhapuskan untuk pria lain. Sedikitpun Abang tidak ada niat memintanya pergi apalagi menghapusnya. Abang hanya... ingin memiliki sedikit tempat saja. Cukup sedikit ruang. itu sudah membuat Abang bahagia." Ujar Bang Ali mengutarakan isi hatinya pada Anye.

Anye menarik selimutnya, menutupi air mata yang menetes membasahi pipi. Sungguh ia merasa bersalah. Bang Ali telah melakukan segalanya, merawatnya layak seorang permaisuri kerajaan, mengangkat anak pria lain sebagai darah dagingnya sendiri, menanggung pembicaraan panas orang di luar sana dan risiko persahabatan yang bisa saja hancur seketika.

Namun.. hati Anye seolah terkunci rapat, tertutup dan tanpa celah karena masih menjaga pintu untuk sosok yang entah hidup atau mati di luar sana.

"Bisakah Abang tidak terlalu baik???" Tangis Anye semakin berderai. "Terkadang Anye merasa tidak pantas mendapatkan semua perlakuan indah dari Abang. Anye takut... suatu saat nanti Abang akan menyesal telah memilih jalan yang berat ini juga mempertahankan Anye yang sama sekali tidak pantas untuk di perjuangkan."

Bang Ali menarik senyum tipis, tangannya mengusap lembut rambut panjang ibu dari pria kecil yang kini mengisi rapat ruang di dalam hatinya. "Selama Abang melihat kamu dan Baby Al tersenyum, kalian sehat, tidak ada satu hari pun yang akan membuat Abang menyesal memilih kalian. Kalau saja ada waktu yang habis untuk menunggu adalah harga yang harus dibayar untuk bisa tetap berada di sampingmu, maka Abang akan menunggu... Sampai kapan pun akan menunggu, sampai hatimu siap. Abang tidak akan memaksa. Apa sekarang kamu paham bagaimana perasaan Abang??"

Bang Ali kembali mengecup kening Anye, kali ini lebih lama namun penuh penghormatan, tidak lagi sebuah nafsu yang mendadak datang seperti tadi. "Kembali tidur lagi. Abang ke belakang dulu."

Bang Ali lalu beranjak pergi, keluar menuju beranda di belakang rumahnya. Ia pun kemudian duduk pada dipan tua tersebut. Teringat olehnya wajah bayi kini mulai bisa tersenyum saat ia menyapanya.

Di bawah cahaya lampu tembok yang remang tak seberapa terang itu, bayang wajah kecil itu begitu mirip dengan saniornya, Bang Rinto. Namun, tak ada sedikit pun rasa iri atau benci di hatinya. Yang ada hanya rasa sayang yang bisa di ungkapkan apalagi ia menunggu sapa 'Papa' dari bibir mungil jagoan kecilnya.

'Al.. Tenang saja ya, Nak. Mungkin saya hanya sekedar 'om', tapi saya akan berusaha menjadi ayah yang baik untukmu. Siapapun ayah biologismu, kamu adalah anak saya, tumbuhlah dari keringat, cinta dan kasih sayang saya.'

Perlahan kelopak mata Bang Ali mulai terpejam dalam rasa lelah tak terkira namun berselimut ribuan rasa tak terlukiskan untuk Anye dan Al.

\=\=\=

Di sudut lain, malam itu.. Langkah kaki itu akhirnya terhenti. Bang Rinto keluar dari hutan belantara. Bobot tubuhnya sedikit berkurang, pakaiannya lusuh, telapak kakinya penuh luka namun matanya menyala tajam, tak menghilangkan aura garang sosok Black Mamba.

Pandang matanya melihat bangunan rumah dinas yang begitu dikenalnya kini berdiri di hadapannya. Ia pun mendatangi seorang anggota yang sedang berpatroli malam. Pastinya anggota baru yang belum pernah melihat sosoknya.

"Boleh saya pinjam ponsel sebentar?? Saya mau menghubungi teman di dalam asrama." Pinta Bang Rinto.

:

"Allahu Akbar, Lailaha illallah, Rintoooo..!!!" Bang Ronald memeluk sahabatnya itu dengan tangis dan perasaan campur aduk.

"Nanti dulu lebay mu. Badanku gerah, uangku habis, aku kelaparan........."

"Okee.. Okee.. Kau mau makan apa??? Kita ke cafe, atau restoran???" Tanya Bang Ronald.

"Aku mau mandi dulu."

:

Prada Tegar menangis melihat Letnannya kembali dalam penampilan yang nyaris tidak bisa di kenali. Rambut gondrong, jambang dan kumis menutupi sebagian wajahnya meskipun tidak mengubah sedikitpun sixpack dari bagian tubuhnya.

Setelah perawatan selesai, keduanya baru melihat jelas wajah Letnan Rinto yang kini tertidur pulas di sebuah bangku panjang.

"Ini bagaimana, Danton?? Bu Anye sudah menikah dengan Letnan Ali." Bisik Prada Tegar.

Kepala Bang Ronald pun mendadak pening memikirkannya. Ia tak sanggup membayangkan setelah melihat perjuangan sahabatnya lantas kemudian mendapati kenyataan bahwa kekasih hatinya telah memilih bersama pria lain.

"Kunci rapat suaramu, biar saya yang pertimbangkan bagaimana baiknya menyampaikan... kabar buruk ini. Kalau Dantonmu ini tau sekarang, dia bisa langsung mati jantungan." Jawab Bang Ronald.

.

.

.

.

1
Bunda Idza
sungguh menyesakkan dada....
Septi Astuti
ikutan sedih bacanya😭
Maysuri
y allah sedihnya😭😭😭
Bunda Idza
maaf othor, sedikit meragukan asal usul Al Huda karena kehadirannya yang sesingkat-singkatnya itu...
Bojone_Batman: Hehehe.. Iya kak. Masih ada bab selanjutnya 🥰
total 1 replies
Maysuri
🤦🤦🤦
Maysuri
loh "".....bang ali ternyata pencuri jg....🤔🤔
Alika Subono
seru bgt
Maysuri
aduh thor .....aq yg deg" kan....
Bunda Idza
seperti flashback "untuk kamu"


memang rumit, percayakan kisah sesuai alur yang diinginkan othornya


semangat Thor.....sukses selalu
Maysuri
thor aq yg pusing ini,emang boleh y sebelum melahirkan menikah ....
Bojone_Batman: Situasinya.

Pernikahan Rinto dan Anye masih abu-abu. Saksi kunci adalah Pak Herliz ( dan Pak Harra ). Menikahi wanita hamil boleh saja. Asal tidak 'bersama' sampai anak itu lahir.

Ada beberapa keterangan mengenai hal ini. Silakan di baca hukumnya dan Nara juga mempelajarinya sebelum mengunggahnya menjadi cerita. Sebelum dan sesudahnya, Terima kasih banyak kakak🥰🙏
total 1 replies
Maysuri
pa adek dah lahir....
Maysuri
kok jd penasaran am mauriya dan bang ali y,🤔🤔🤔 mungkin ad apa" nya y mereka ber 2....
natali.suryani.julian
curiga nih bang Ali ada apa apa nya. penasaran bgt.
Ika Sunarti
cepat kasih titik terang nya kak
Maysuri
semangkin membingungkan....🤦🤦
dyah EkaPratiwi
semoga bang Ali nggak menyembunyikan bang rinto
Maysuri
loh.,..loohhhhh apa" an ini...🤔🤔
Maysuri
🤔🤔
dyah EkaPratiwi
mending minum racun ya bang
Bunda Idza
😂😂😂....kan black mamba to Nye...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!