NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Jatuh Miskin

Sarah begitu terkejut melihat orang tuanya tiba-tiba datang menjenguknya. Dia teringat dengan ucapan Kara yang akan meminta seseorang untuk datang membayar biaya Rumah Sakit.

Badan Sarah sudah bergetar hebat, Ibunya pasti marah besar karena membuat mobil nya penyok, apalagi mobil itu baru lunas dua bulan yang lalu.

"Bagaimana bisa terjadi?"

Sarah menatap Ibunya dengan bingung, seharusnya dia marah bukan? Kenapa malah terlihat santai.

Sarah akhirnya menceritakan kronologinya, saat balik dari Restoran, dia terlebih dulu mengantar Devi. Saat ingin putar balik, Devi menyarankan untuk lewat jalan pintas.

Ternyata jalan itu sangat sepi, tapi karena sudah terlanjur, Sarah tetap lewat jalan itu. Di perempatan jalan ada mobil truk dari arah kanan yang mendahuluinya, dan truk dari arah kiri berada di belakangnya.

Saat itu Sarah sangat marah, karena truk yang ada di depannya tidak memberinya jalan, padahal tidak ada kendaraan dari arah depan.

Sarah yang tadinya marah seketika jadi panik, karena dia sudah klakson tapi mobil truk itu seakan pura-pura tidak mendengarnya.

Baru saja ingin mengambil ponsel di tasnya untuk meminta bantuan, tapi mobil truk dari belakang menabrak mobilnya, dan terseret sampai ke mobil truk yang berada di depan.

Dia terhimpit ditengah, untung benturannya tidak terlalu keras sehingga dia masih selamat, dan hanya ada luka di wajahnya.

"Kayaknya itu sudah direncanakan!" sahut Ayah Sarah.

"Apa? Maksudnya ada yang ingin membuatku celaka?" tanya Sarah dengan syok.

"Ya. coba ingat baik-baik. Apa ada orang sudah kau singgung?" tanya Ayah Sarah dengan nada kesal, jangan sampai orang itu mengusik usahanya.

Sarah terdiam, dia mengingat ke mana dan apa yang dia lakukan belakangan ini. Tapi Sarah merasa tidak pernah menyinggung seseorang, atau membuat orang lain marah.

Kecuali Kara, dia bahkan kena tamparan karena menghina suaminya yang buta. Apa jangan-jangan Kara pelakunya? Tidak mungkin.

"Ayah! Aku tidak melakukannya!" ucap Sarah dengan prustasi.

"Sudahlah! Yang penting kamu baik-baik saja!" sahut sang Ibu yang tidak terlalu peduli dengan kejadian itu.

"Bagaimana dengan mobilnya?"

"Lah, kok malah nanya! Mending kamu telpon Kara sekarang, dan minta dia buat urus mobil yang ada di bengkel!" ujar sang Ibu.

Sarah terperangah, pantas saja Ibunya tidak marah-marah, ternyata dia mengharapkan bantuan Kara seperti sebelum-sebelumnya.

Dia tidak yakin Kara ingin membantunya, biaya makan dan Rumah Sakit saja Kara tidak peduli, apalagi mobil yang ratusan juta.

"Bu. Kara tadi sudah jengukin aku. Tapi dia sudah berubah, dia tidak bisa dimanfaatin lagi.!"

Ibu Sarah terperanjat, dia baru merasa panik, jika tidak ada bantuan Kara selama ini, mungkin dia tidak pernah merasakan yang namanya wanita sosialita.

"Kamu tidak membujuk atau mengancamnya seperti biasa? Bukan kah dia sangat mencintai tunanganmu itu?"

"Buuu, kecilkan suaramu!" sentak Sarah dengan kesal. Dia takut ada orang lain yang mendengarnya.

"Hmm,, jadi apa yang harus kita lakukan? Belum lama kita pakai mobil itu, sekarang sudah masuk bengkel lagi.

Ayah Sarah juga jadi bingung, bukannya tidak ada uang. Tapi uang itu modal usaha yang harus diputar lagi, kalau dipakai buat bayar ongkos mobil tabungannya langsung ludes.

"Nanti Ayah pikirkan, kalau tidak ada jalan lain, kita jual mobil lama!" ujarnya.

Sarah dan Ibunya hanya diam, karena mereka juga tidak bisa membantu apa-apa.

...----------------...

Di malam hari Kara berada di ruang kerja Tama, dia sedang membaca laporan kejahatan yang dilakukan Arka dan sepupunya.

Kara sangat puas, bukti-bukti kejahatan ini sudah cukup untuk menjebloskan mereka ke penjara.

"Bagaimana dengan organisasi yang ada dibelakangnya? Apa mereka akan ikut campur?"

"Mereka pasti sudah ada kontrak, jika ketahuan, pihak lain tidak tidak boleh menyebut Organisasi mereka!" jelas Tama.

Kara mengangguk, tapi dia penasaran dengan organisasi itu. Di kehidupan pertamanya Sarah pernah memberi tahunya sekilas, jika Arka punya kenalan di dunia bawah.

"Apa kamu bersenang-senang hari ini?" tanya Tama. Dia mengetahui semua apa yang Kara lakukan.

Kara menatap Tama dengan pandangan menyelidik. Tama seolah-olah tahu setiap apa yang dia lakukan, jangan-jangan dia memata-matainya, apa Tama masih belum mempercayai nya?

Namun Kara tidak membongkarnya, biarkan saja Tama menyewa seseorang untuk mengikutinya, itu lebih bagus, agar Tama tau jika dirinya hanya ingin balas dendam.

"Tentu, aku sudah mmberinya sedikit pelajaran! Rasanya menyenangkan, jika kita membalasnya langsung dengan tangan sendiri!" Rasa puas di hatinya lebih berasa.

"Jadi kamu tidak ingin meminta bantuanku?"

"Eh bukan begitu! Kalau aku bisa sendiri aku akan melakukannya. Tapi jika aku sudah tidak mampu, pasti aku meminta bantuanmu!" jelas Kara dengan cepat.

"Hmm baiklah.. Tapi kamu harus berhati-hati." Tama tidak ingin, Kara malah keasikan balas dendam dan tidak menyadari bahaya disekitarnya.

"Baik!"

obrolan keduanya berlanjut sampai pukul 11 malam. Setelah merasa matanya berat, Kara mengajak Tama untuk tidur, dan pada akhirnya mereka kembali tidur di ruang kerja.

...----------------...

Beberapa hari berlalu, Arka mengirim sebuah pesan untuk memberinya waktu untuk melunasi utang-utangnya.

Arka begitu terkejut saat melihat dua orang pria berbadan besar datang ke rumahnya menagih utang atas nama Kara.

Dia masih sempat berpikir, Kara sedang bercanda atau mengancamnya, tapi ternyata Kara benar-benar menagihnya, dan itu jumlahnya sangat banyak, hampir 5 M.

Tapi Kara tidak peduli, dia meminta orang-orang itu mengambil semua barang yang ada di dalam rumah itu, bahkan mengambil surat tanah dan surat rumah, yang jika di satukan, sudah cukup untuk melunasi utangnya.

"Kau pernah membuatku jatuh miskin, sekarang giliranmu! Mari kita lihat, apa ada orang lain yang ingin membantumu?" Kara menyeringai dengan puas melihat hasil kerja dua pria besar itu.

Dia melihat foto Arka yang babak belur, dan para tetangganya tidak ada yang mau membantunya, mereka juga tidak suka dengan Arka.

Hampir setiap malam, di rumah itu Arka dan para sahabatnya mabuk-mabukan sambil menyetel musik dengan kencang. Sudah ditegur, tapi Arka malah meminta para tetangganya untuk pindah.

"Ada apa? Kamu terlihat sangat bahagia?" Tama baru turun dari atas, dan mendengar Kara tertawa pelan.

Kara meletakkan ponselnya di atas meja dan beranjak memeluk Tama. Dia sangat suka dipeluk, ada rasa nyaman dan tenang yang dia rasakan.

Kara menuntun Tama untuk duduk, lalu dia menceritakan apa yang membuatnya tertawa di pagi hari.

"Dia pasti kebingungan mau tinggal di mana! Di rumah Sarah tidak mungkin, Apalagi di hotel atau menyewa rumah!" Kara sangat tau jika Arka Orangnya pelit, biaya Rumah Sakit Sarah saja dia beralasan dengan tidak bawa dompet.

"Dia masih punya Paman!"

"Hmm, aku tidak peduli dia mau tinggal di mana.!" kata Kara sambil memulai sarapannya.

Tama tersenyum dan tidak berkata apa-apa lagi, "Suapin aku!"

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!