Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.
Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.
Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Ah benar kah? Kalau begitu saya berterima kasih sekali dengan sungguh-sungguh," ujar Pak Joko sambil mengangkat pandangan ke arah Abram dengan senyum yang tulus.
"Ah iya, sama-sama, Pak," jawab Abram sambil mengangguk lembut, senyum hangat masih terpampang di wajahnya meskipun napasnya belum sepenuhnya rata.
Tak berapa lama, tim perawat yang sudah siap segera membawa pasien menuju ruang rawat inap lantai dua. Langkah mereka terkoordinasi dengan baik, menyusuri lorong rumah sakit yang terawat bersih.
"Abram, tunggu sebentar. Terima kasih sekali lagi atas bantuanmu tadi. Nanti saya akan menyampaikan hal ini kepada Direktur dr. Surya. Siapa tahu rumah sakit kita justru membutuhkan tenaga non medis seperti kamu. Kalau tidak salah, kamu belum memiliki pekerjaan tetap, bukan?" tanya Dokter Rahmat dengan tatapan yang penuh penghargaan.
"Iya dokter, betul. Tapi saya hanya bisa membantu sebisa mungkin saja, belum sempat belajar lebih dalam lagi," jelas Abram dengan nada rendah, meskipun wajahnya menunjukkan keyakinan yang kuat.
"Itu tidak masalah sama sekali. Yang terpenting, kamu memiliki hati yang peduli dan kemampuan yang luar biasa. Tadi kamu berhasil menstabilkan kondisi pasien tepat pada waktunya," pujian Dokter Rahmat membuat pipi Abram sedikit memerah.
"Terima kasih Dokter atas pujiannya. Baiklah dokter Rahmat. Saya akan kembali ke kamar untuk istirahat sebentar. Dokter juga sebaiknya beristirahat saja, sudah seharian menangani pasien," ujar Abram sambil menepuk bahu Dokter Rahmat dengan lembut.
"Baik, sekali lagi terima kasih banyak ya, Abram. Semoga kita bisa bekerja sama di masa depan," tutur Dokter Rahmat sebelum berbalik arah menuju ruang praktiknya.
Abram melangkah keluar dari ruanga tersebut dan menuju kamar kecil yang terletak sekitar 5 ruangan dari situ.
Setelah membuka pintu dan memastikan semua aman, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas brangkar. Ototnya yang sedikit pegal akibat aktivitas tadi segera merespon rasa kantuk yang datang mendadak.
Hanya dalam hitungan beberapa detik, napasnya menjadi pelan dan teratur, Abram tertidur pulas tanpa sadar.
Tak lama kemudian, sosok lelaki tua dengan janggut putih panjang dan baju tradisional berwarna coklat tua muncul di dalam mimpinya. Wajahnya keriput namun penuh kehangatan saat melihat Abram yang baru saja terbangun dalam alam bawah sadar itu.
"Hey anak muda, kau benar-benar nakal sekali ya? Padahal sudah kuberi peringatan untuk tidak terlalu sering menunjukkan kemampuanmu di saat kemampuan mu belum stabil," ujar Kakek Zeno dengan nada sedikit menyalahkan namun penuh keakraban
"Maafkan saya, Kakek. Aku tidak bisa tinggal diam melihat orang kesusahan, apalagi ketika ada nyawa yang sedang terancam," jawab Abram dengan tatapan tegas, tubuhnya secara otomatis berdiri dan menghadap lelaki tua yang telah beberakali muncul dalam mimpinya.
Kakek Zeno menghela nafas perlahan lalu tersenyum lebar. "Itulah sebabnya aku memilihmu dari sekian banyak orang. Kamu memiliki hati yang benar-benar baik dan tulus ingin membantu sesama." kata kake Zeno penuh kekaguman.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
di tunggu kelanjutannya