Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa Judul
"Eitt, mau apa?" tanya Alisha seraya tersenyum miring.
Giovan ikut tersenyum, lalu tangannya mengelus bibir Alisha yang tampak pink.
"Mau cium," jawabnya yang langsung menarik tengkuk Alisha dan melumatnya hingga habis.
"Ungh."
Giovan membaringkan ke samping tubuh istrinya dan mulai merayap mengelus pundak Alisha yang kebetulan terekspos karena Alisha yang memakai lingerie.
"Sshh!"
Ciuman Giovan turun ke leher jenjang istrinya, wangi dari tubuh Alisha membuat Giovan kecanduan.
Pria itu menatap wajah istrinya yang sedang menahan geli, lalu dengan sengaja ia menggigit kecil leher Alisha.
"Sshhh, aww!" ringis Alisha namun, Alisha mengabaikan rasa sakit itu.
Giovan tersenyum miring karena berhasil membuat tanda kiss mark di leher jenjang Alisha.
Dan dia segera bangkit menjauhi Alisha yang sedang keenakan. Melihat Giovan yang menjauhinya, kesadaran Alisha seketika kembali.
"Kok berhenti?" tanya Alisha.
Ada rasa kecewa di dalam dirinya sendiri karena Giovan hanya sekadar bermain-main saja.
"Aku harus pergi ke kantor," jawab Giovan lalu pergi.
Alisha melongo tak percaya saat ditinggal begitu saja, gadis itu segera duduk di atas kasurnya dan berdecak kesal.
"Hais, Giovan sialan! Lihat aja ya," gumamnya dengan kesal.
---
Di kamar mandi, Giovan mati-matian menahan dirinya agar tidak ketahuan oleh Alisha.
"Huft, dasar lemah! Baru ciuman aja udah langsung bangun!" gerutu Giovan.
Giovan bermain sebentar menggunakan tangannya, hanya untuk membuat adik manisnya itu tertidur.
"Ahh, ahh. Alisha!"
"Ummh."
Crot.
Akhirnya milik Giovan keluar juga, pria itu segera membereskan kegaduhan yang ia buat dan langsung mandi karena harus berangkat ke kantor.
"Gara-gara Alisha, akhir-akhir ini aku harus main dengan tangan!"
Selesai mandi, Giovan keluar dari kamar mandinya dan melihat Alisha yang sudah menunggunya dengan wajah yang suram.
"Lama!!" seru Alisha.
Bug.
Sebelum masuk, Alisha sempat menyenggol bahu Giovan dan membuat pria itu sedikit oleng.
"Astaga, ada apa dengan gadis itu?" bingung Giovan yang tidak merasa bersalah sedikit pun.
Alisha masuk ke dalam kamar mandinya dan menyalakan shower, saat dia sedang menggosok tubuhnya, Alisha tak sengaja melihat sesuatu di dinding.
"Iss, apaan nih?" gumamnya yang melihat lendir berwarna putih.
"Anjing! Giovan!!" teriak Alisha membuat Giovan yang sedang memakai baju terkejut.
Brakk.
Giovan langsung mendobrak pintu kamar mandi dan melihat Alisha yang sedang berdiri dengan memakai handuk.
"Ada apa, Lis?" tanyanya yang berpikir jika ada penyusup masuk ke dalam kamar mandinya.
Namun,
"Ini apa hah?! Kenapa banyak mozarella di kamar mandi? Kamu baru aja buah benih ya?!"
Mendapatkan pertanyaan frontal dari Alisha, Giovan seketika tersadar jika dia memang membuang-buang benihnya sendiri.
"I-itu.."
Bugh.
"Ini tuh calon anak-anak kita! Bisa-bisanya dibuang sembarangan?! Gimana kalau salah satu dari mereka itu ada yang calon dokter atau calon sarjana hah?!"
Bungkam, Giovan tak mampu menyahut apa pun yang Alisha katakan.
"Seharusnya memang ku buang langsung saja ke closet!" batin Giovan.
Setelah puas mengomel, akhirnya Alisha capek sendiri. "Ya sudah, sana pergi! Aku mau mandi."
Giovan segera menutup pintu kamar mandinya kembali dan membiarkan Alisha mandi.
"Hah, begini amat punya suami!"
"Kan, lumayan bibit anak malah dibuang-buang!" gerutu Alisha dan melanjutkan mandinya.
---
Giovan menuruni tangga sambil memasangkan jam tangan Rolex-nya.
"Selamat pagi," sapa Giovan yang langsung menarik kursinya lalu duduk.
"Hm, pagi."
"Ke mana Alisha, Gov?" tanya Edward.
Giovan mengalihkan tatapannya pada kakeknya itu. "Dia sedang mandi," jawab Giovan.
Kepala Edward mengangguk. "Ya sudah, kita tunggu saja dia."
Fiona dan Christian sama-sama memutarkan kedua mata mereka, karena harus menunggu kedatangan Alisha dulu, barulah mereka semua bisa sarapan.
Tak lama Alisha datang, namun kali ini gadis itu tampil berbeda dari biasanya.
"Selamat pagi, Kakek," sapa Alisha yang memang hanya menyapa Edward saja.
"Pagi, cucuku," ujar Edward.
Alisha segera duduk di kursinya dan langsung mengambil makanannya sendiri.
"Alisha."
"Ya."
"Kenapa rambutmu tidak dikeringkan, nak?" tanya Edward.
"Ahh, ini aku tidak sempat mengeringkan rambut karena takut kalian semua kelaparan," jawab Alisha sambil menatap seluruh keluarga Vizcaya.
"Tidak, kami semua tidak mungkin kelaparan, nak. Sekarang lebih baik kamu keringkan dulu rambutmu itu, kalau tidak nanti kamu masuk angin," titah Edward.
Alis Alisha mengerut, ia menatap semua orang yang berada di meja makan. Alisha tak bodoh, ia dapat melihat jika para keluarga Vizcaya tampaknya memang lapar.
"Ahh, nanti saja, Kakek. Aku bisa.."
"Sekarang, Alisha. Nanti kamu sakit," kekeh Edward.
"Huft, baiklah aku keringkan dulu rambutku ya," ujar Alisha menghela napasnya.
---
Cerys berdecak, gadis itu segera bangkit dari kursinya dan menggebrak meja makan.
Brak.
"Aku sarapan di sekolahan saja, bisa pingsan kalau sarapan di rumah mah!" ujar Cerys.
Edward langsung menatap tajam ke arah cucunya itu. "Jika kau melangkah, maka aku bersumpah akan menembak kakimu!" ujar Edward.
Christian segera menarik tangan anaknya dan menyuruhnya untuk kembali duduk, sebelum daddy-nya tersebut murka.
"Mom!!"
"Cerys, diamlah! Bisa tidak, jadi anak yang baik-baik saja. Lihat kakakmu, Kayla. Dia diam saja!" omel Christian.
Cerys berdecak kesal, ia menatap tajam Alisha yang masih berdiri.
"Kalau begitu kita sarapan saja dulu, sepertinya Cerys sudah.."
"Abaikan saja dia, Alisha. Sekarang cepat keringkan rambutmu," titah Edward.
Alisha hanya bisa mengangguk patuh. "Baiklah, aku janji tidak akan lama," ucapnya.
"Ya, lama juga enggak papa," ujar Edward.
Alisha tersenyum tipis dan segera pergi dari meja makan untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.
"Hah, perhatian sekali pria tua itu pada Alisha. Sepertinya dia tulus menyayangi Alisha."
---
Tiga puluh menit berlalu namun, belum ada tanda-tanda Alisha sudah selesai mengeringkan rambutnya.
"Lama amat sih dia? Kenapa lama sekali?" tanya Fiona yang sudah kesal.
Cerys mengetuk-ngetuk jarinya di meja. "Kalau begini aku bisa telat, Mom. Sudahlah, aku sarapan saja di kantin!"
"Cerys!!" sentak Edward membuat yang lain kaget.
"Kalau kau tidak bisa mentaati peraturan yang berada di rumah ini, silakan keluar dari sini!"
"Tapi, Kakek.."
"Aku tak peduli siapa kamu, mau kau cucuku ataupun anakku. Jika kau tidak bisa patuh padaku maka aku akan menghukummu!"
Cerys kembali duduk ke tempatnya dengan air mata yang berkaca-kaca.
"Mommy.." panggil Cerys pada ibunya, Christian.
Christian mencubit paha sang anak. "Diamlah, Mommy tidak akan bisa membantumu jika Kakek sudah marah!" bisik Christian.
"Ahh, maafkan aku yang lama," ucap Alisha yang akhirnya datang.
Giovan menghela napas lega, karena akhirnya istrinya itu datang. "Kau, untung saja kau segera datang. Jika tidak..."
"Kenapa?" bingung Alisha.
"Kakek akan mengamuk!" bisik Giovan.
Mata Alisha melebar. "Iya kah?"
"Hm."
Alisha mengalihkan perhatiannya pada Edward. "Kakek."
"Ya."
"Maafkan aku yang lama."
"It's okay," Lis," ucap Edward sambil tersenyum.
Di atas kendali keluarga Vizcaya ada Edward dan di atas Edwardnya lagi ada Alisha, si tahta paling atas dari apa pun itu.
---
Bersambung
ini Novel baru aku👈✍️