NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:585
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 – MISTERI GUNUNG BERKABUT DAN KEKUATAN YANG TERKUNCI

Beberapa bulan telah berlalu sejak pembentukan Aliansi Cahaya Sejati. Markas Sekte Liya kini tidak lagi hanya menjadi tempat tinggal, melainkan pusat pertemuan dan pembelajaran bagi para ahli bela diri dari berbagai penjuru. Suasana selalu ramai namun tertib, penuh dengan tawa dan semangat latihan yang membara. Namun, di tengah kedamaian itu, Nam Ling merasa ada sesuatu yang memanggil-manggil hatinya. Seolah ada panggilan samar yang datang dari arah timur, dari wilayah yang selama ini dianggap sebagai tanah terlarang.

Suatu pagi yang cerah, ketika Nam Ling sedang berlatih teknik mengalirkan energi di halaman utama, tiba-tiba Pedang Abadi yang tersarung di pinggangnya bergetar hebat. Cahaya merah kebiruan memancar keluar, bahkan tanpa disentuhnya. Semua orang yang melihat menjadi terkejut.

Master Liya yang sedang duduk menikmati teh segera berdiri, matanya membelalak. “Ini… getaran energi kuno yang sangat kuat. Seperti ada segel yang mulai melemah atau sesuatu yang terbangun dari tidur panjangnya.”

Nam Ling mencengkeram gagang pedangnya. “Aku merasakannya juga, Liya. Seperti ada yang meminta tolong, atau mungkin ada bahaya besar yang sedang bangkit. Sumbernya berasal dari arah Gunung Berkabut.”

Sebutan Gunung Berkabut langsung membuat suasana menjadi hening. Gunung itu adalah wilayah misterius yang bahkan para tetua sekte pun enggan mendekatinya. Konon, di sana terdapat reruntuhan kerajaan kuno yang hancur ribuan tahun lalu karena perang melawan kekuatan primordial yang sangat dahsyat. Energi di sana tidak stabil, dan kabut tebal bisa memanipulasi pikiran orang yang masuk.

“Kita tidak bisa mengabaikan ini,” ucap Tetua Orion yang tiba-tiba muncul dari balik pintu aula, diikuti oleh Elara dan Arjuna. “Jika Pedang Abadi bereaksi, berarti ada sesuatu yang sangat penting di sana. Mungkin itu adalah salah satu Sumber Energi Utama yang tercatat di peta, atau bahkan lebih dari itu.”

“Biarkan aku yang pergi,” kata Nam Ling tegas. “Ini adalah panggilan pedang ini, jadi aku harus yang menghadapinya.”

“Tidak,” potong Liya dengan lembut namun tegas. Ia melangkah mendekat dan menatap mata Nam Ling dalam-dalam. “Kita berjanji akan selalu bersama, kan? Aku ikut denganmu. Kekuatan Es Suci dan energi Alam yang aku miliki mungkin bisa menetralkan gangguan di sana. Selain itu…” Wajahnya sedikit memerah, “…aku tidak mau jauh-jauh dari kamu.”

Nam Ling tersenyum lebar, jantungnya berdegup kencang melihat ekspresi ‘salting’ Liya yang jarang terlihat di depan umum. “Baiklah. Kita pergi bersama. Tapi kita harus hati-hati.”

Perjalanan menuju Gunung Berkabut memakan waktu tiga hari. Semakin dekat, udara semakin dingin dan langit yang tadinya biru kini perlahan tertutup kabut kelabu yang tebal. Pandangan terbatas hanya beberapa meter di depan. Namun, berkat Inti Bumi yang dimiliki Nam Ling dan kepekaan Liya, mereka bisa menavigasi jalan dengan aman, menghindari jurang tersembunyi dan hewan buas yang terpengaruh energi aneh di sana.

“Lihat!” seru Liya sambil menunjuk ke depan.

Di tengah lembah yang dikelilingi tebing batu tinggi, terdapat sebuah bangunan candi kuno yang megah namun sudah tertutup lumut dan akar pohon besar. Di atas gerbang utama, terdapat ukiran besar yang berkilauan: Candi Keseimbangan Dua Alam.

Saat mereka melangkah masuk ke area candi, kabut di sekitar mereka tiba-tiba berputar membentuk pola aneh. Bayangan-bayangan masa lalu muncul di udara—gambaran pertempuran dahsyat antara prajurit bercahaya dan makhluk kegelapan.

“Ini adalah sisa energi yang tertinggal,” jelas Liya. “Tempat ini menyimpan memori yang sangat kuat.”

Mereka masuk ke ruangan utama. Di sana, tidak ada harta karun, melainkan sebuah pilar batu raksasa yang berdiri tegak di tengah. Di permukaan pilar itu, terdapat dua lekukan kosong yang bentuknya sangat familiar.

“Satu untuk Pedang Abadi,” gumam Nam Ling. “Dan yang satu lagi…” Ia menoleh ke arah Liya.

Liya mengerti maksudnya. Ia mengeluarkan sebuah liontin kristal biru yang selalu ia simpan—benda pusaka Sekte Liya yang merupakan sumber kekuatan utamanya.

“Kita coba letakkan bersama-sama?” tanya Liya ragu.

“Ayo. Percayalah padaku,” jawab Nam Ling.

Mereka menyatukan benda-benda itu ke dalam lekukan pilar. BZZZTT!

Ledakan cahaya yang luar biasa terjadi! Bukan ledakan yang menghancurkan, melainkan ledakan energi yang menyelimuti seluruh ruangan. Pilar batu itu retak dan hancur, memperlihatkan sebuah bola cahaya berwarna ungu keemasan yang melayang di udara. Di dalam bola itu, terlihat sebuah sosok bayangan wanita yang sangat anggun.

“Akhirnya… ada yang datang membuka segel ini,” suara itu terdengar lembut namun berwibawa, langsung masuk ke dalam pikiran mereka.

“Siapa Anda?” tanya Nam Ling sigap, siap siaga namun tetap hormat.

“Aku adalah penjaga pengetahuan kuno, Roh Candi ini. Ribuan tahun lalu, kami mengunci kekuatan terbesar di dunia ini agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Kekuatan itu bernama ‘Energi Nol’—kekuatan yang bisa menciptakan dan juga menghancurkan, kekuatan di mana cahaya dan kegelapan bersatu menjadi satu.”

Roh itu menatap mereka berdua bergantian. “Kalian berdua adalah pasangan yang sempurna. Cahaya dari Pedang Suci dan Dinginnya Es Abadi bertemu dalam satu ikatan hati. Hanya hati yang benar-benar menyatu yang bisa mengendalikan kekuatan ini tanpa hancur.”

“Jadi, apa yang harus kami lakukan?” tanya Liya, tangannya secara tidak sadar menggenggam erat tangan Nam Ling, membuat jari-jari mereka saling mengunci.

Roh itu tersenyum. “Buktikan bahwa cinta dan kepercayaan kalian lebih kuat dari segel ini. Hadapi ujian bayangan diri kalian sendiri di dalam dimensi cermin. Jika kalian bisa saling menyelamatkan, kekuatan ini akan menjadi milik kalian untuk melindungi dunia.”

Seketika, lantai di bawah kaki mereka berubah menjadi air yang tenang. Mereka tersedot masuk ke dalam dimensi lain.

 

DI DALAM DIMENSI CAHAYA

Nam Ling tersadar dan mendapati dirinya berada di tempat yang gelap gulita. Tiba-tiba, muncul sosok dirinya sendiri, namun berpakaian hitam pekat dengan mata merah menyala. Itu adalah sisi gelap dirinya—keinginan untuk menjadi terkuat dan menakuti semua orang.

“Kau terlalu lemah, Nam Ling,” ejek sosok gelap itu. “Denganku, kau bisa memiliki segalanya. Tinggalkan wanita itu. Dia hanya akan membebanimu.”

“Kau bukan aku!” teriak Nam Ling. “Kekuatan tanpa tujuan hanyalah kehancuran! Aku memiliki Liya, dia adalah kekuatanku, bukan beban!”

Pertarungan pun terjadi. Nam Ling melawan bayangan dirinya sendiri dengan sekuat tenaga. Pedang berbenturan dengan pedang, suaranya memekakkan telinga. Sementara itu, di sisi lain dimensi, Liya juga menghadapi ujiannya.

Liya berhadapan dengan sosok yang dingin dan tanpa emosi, mewakili masa lalunya yang pernah takut untuk mencintai dan hanya fokus pada kekuatan.

“Kembalilah menjadi es yang membeku, Liya. Cinta itu hanya kelemahan,” ucap sosok itu dingin.

Liya menggeleng, air mata sedikit menetes. “Dulu aku memang seperti itu. Tapi Nam Ling mengajariku arti hangatnya hati. Aku mencintainya dan aku bangga akan hal itu! Itu bukan kelemahan, itu adalah kekuatanku!”

Liya mengeluarkan energi es yang bukan lagi dingin dan menyakitkan, melainkan es yang berkilau indah dan memancarkan kehangatan perlindungan. Ia menghancurkan bayangan itu dengan satu serangan tegas.

Namun, saat Nam Ling hampir mengalahkan lawannya, sosok gelap itu melakukan trik kotor. Ia berubah wujud menjadi Liya dan berpura-pura terluka parah.

“Nam Ling… tolong aku…”

Hati Nam Ling goyah. Ia menurunkan kewaspadaannya. “Liya!?”

Saat itulah, sosok itu menusukkan pedang ke arah jantung Nam Ling!

SIUUUUUSH!

Tiba-tiba, sebuah perisai es muncul entah dari mana, memblokir serangan mematikan itu. Itu adalah Liya! Ia berhasil menembus batas dimensi dan datang tepat waktu!

“Jangan tertipu, Nam Ling! Ingat, aku selalu bersamamu!” teriak Liya.

Melihat Liya yang benar-benar ada di sana, berani mengambil risiko demi dirinya, api semangat Nam Ling membakar lebih terang dari sebelumnya. “TERIMA KASIH, LIYA!”

Mereka berdiri berdampingan. Kaki kanan Nam Ling maju, kaki kiri Liya sejajar dengan bahunya. Posisi bertarung yang sempurna, seolah mereka telah berlatih bersama selama ribuan tahun.

“Serangan Gabungan: Pelangi Langit Malam!” teriak mereka serempak.

Cahaya Merah dari Pedang Abadi dan Cahaya Biru dari Es Suci Liya menyatu, membentuk sebuah pedang energi raksasa berwarna-warni yang sangat indah namun mematikan. Dengan satu ayunan kuat, mereka menghancurkan sosok gelap itu hingga berkeping-keping dan lenyap menjadi kabut.

 

KEMBALI KE REALITAS

Keduanya terhuyung jatuh berlutut di lantai candi, napas mereka terengah-engah namun senyum lebar terukir di wajah mereka. Bola cahaya ungu keemasan tadi turun perlahan dan menyatu ke dalam tubuh mereka berdua. Energi yang luar biasa mengalir di pembuluh darah mereka, membuat luka-luka kecil sembuh seketika dan kekuatan mereka meningkat berkali-kali lipat.

“Kalian telah lulus,” ucap Roh Candi dengan senyum puas. “Ingat, Energi Nol ada di dalam darah dan jiwa kalian sekarang. Gunakan hanya saat dunia benar-benar membutuhkannya.”

Setelah berkata demikian, roh itu menghilang dan candi pun kembali tenang. Kabut di luar mulai menipis, memperlihatkan pemandangan matahari terbit yang sangat indah dari puncak gunung.

Suasana menjadi hening dan romantis. Nam Ling menatap Liya yang wajahnya bersinar diterpa sinar matahari pagi. Keringat membasahi dahinya, tapi ia terlihat lebih cantik dari sebelumnya.

“Kau tadi sangat berani, Liya,” bisik Nam Ling sambil mengusap pipi gadis itu dengan ibu jarinya. “Terima kasih sudah menyelamatkanku lagi.”

Liya menatap mata Nam Ling dalam, ia tidak menepis sentuhan itu. Justru ia mendekatkan wajahnya, jarak mereka tinggal beberapa sentimeter saja. Jantung keduanya berpacu cepat.

“Bukan hanya kau yang melindungiku, Nam Ling…” suara Liya bergetar lembut, “…mulai sekarang, hidup dan matiku ada di tanganmu. Aku mencintaimu, lebih dari apapun di dunia ini.”

“Aku juga mencintaimu, Liya,” jawab Nam Ling lirih.

Tanpa ragu lagi, di bawah sinar matahari pertama yang menembus celah-celah candi kuno itu, Nam Ling menarik pinggang Liya dan menciumnya lembut. Ciuman yang penuh makna, perpaduan antara api dan es, kekuatan dan kelembutan. Dunia seakan berhenti berputar untuk mereka berdua. Hanya ada mereka, dan cinta yang abadi.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, mereka berpisah dengan wajah yang sama-sama memerah padam (salting parah).

“Ayo kita pulang,” kata Nam Ling sambil menggandeng tangan Liya erat-erat, tidak mau melepaskannya lagi. “Pasti mereka sudah menunggu.”

“Hmm,” jawab Liya manja, menyandarkan kepala di bahu Nam Ling saat mereka berjalan keluar.

Perjalanan pulang terasa sangat berbeda. Mereka bukan lagi sekadar murid dan guru, atau sekutu bertarung. Mereka adalah sepasang kekasih yang memiliki kekuatan yang mampu mengguncang langit dan bumi. Dan mereka siap menghadapi apa pun yang akan datang, asalkan bersama-sama.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!