NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 25_ Pertemuan Pertama

Patriark Bao Li duduk di tempat para peneliti biasanya membungkus obat atau sekadar berbincang seputar ketersediaan obat. Ia menampakkan wajahnya yang sebenarnya. Tidak ada senyum di sana, juga raut yang menunjukkan ketenangan.

Kedua alis Patriark Bao Li hampir menyatu. Gigi-giginya juga berderit karena terlalu rapat berpautan. Jari-jarinya juga terus bergerak di atas meja memicu munculnya bunyi-bunyi berirama sama. Kadang-kadang lelaki itu juga berdiri dan berjalan mondar-mandir jika kecemasan yang dirasakan meluap-luap di batinnya.

Tidak bisa dipungkiri, apa yang baru saja menimpa Jin Quo betul-betul membuat Patriark Bao Li berpikir keras. Ada banyak tanda tanya di kepalanya, tapi tidak ada satu pun yang ia sampaikan kepada para bawahannya, sebab ia yakin tidak ada yang bisa menjawabnya.

Meskipun Patriark Bao Li tidak ada di Jin Quo ketika kekacauan terjadi, dalam pikiran lelaki itu sudah ada satu orang yang ia jadikan sebagai tersangka utama yang bertanggung jawab atas semuanya.

Melihat apa yang dilakukan penyusup saat itu tidak diketahui oleh siapapun, juga tidak ada yang bersaksi telah melihatnya, jelas sekali bahwa pelakunya bukan orang biasa. Dan satu orang yang diyakini Patriark Bao Li memiliki kesaktian di atas kemampuan seluruh penghuni Jin Quo saat itu ialah orang asing yang dipenjara satu ruangan dengan Zhillin.

Patriark Bao Li telah meminta para anggota Fengbao untuk mencari asal usul lelaki yang dipanggil Zhillin sebagai Paman Li Jie itu sejak kali pertama pemuda itu ditangkap. Tapi tidak ada satu pun informasi yang didapat sampai dengan lelaki itu melarikan diri membawa semua tahanan, juga peneliti kesayangannya, Kim Ju.

Satu-satunya hal yang diperoleh dari pencarian informasi itu adalah fakta bahwa tidak pernah ada orang yang melihat Zhang Xiuhan sebelumnya. Kali pertama para penduduk Haidong melihatnya yakni ketika ia sedang berusaha menyelamatkan Zhillin dari paksaan anggota Fengbao untuk meminum ramuan setan. Saat itu ada banyak warga yang mengintipnya dari dalam rumah.

Patriark Bao Li juga telah mengirimkan sketsa wajah Zhang Xiuhan kepada para kepala desa lainnya untuk diumumkan kepada warga yang mungkin mengenal wajah itu. Tapi nihil. Tidak ada seorang pun yang merasa memiliki anggota keluarga berwajah demikian. Mereka bahkan balik bertanya tentang siapa pemuda itu, sebab belum pernah melihat seorang laki-laki yang demikian rupawan.

Dalam kegelisahannya itu Patriark Bao Li sangat yakin jika hal buruk lainnya akan terus terjadi pada organisasi Fengbao, juga padanya, jika Zhang Xiuhan belum tertangkap.

"Aku pastikan kau akan mati di tanganku, Paman Li Jie kepar*t!"

Bruuuk!

Sejumlah obat terjatuh dari raknya usai tersenggol punggung Zhang Xiuhan. Ia sangat kaget karena setelah lama hanya ada hening di gudang itu, suara Patriark Bao Li yang berteriak memanggil namanya sembari memukul meja tiba-tiba terdengar.

"Siapa di sana?"

Zhang Xiuhan menjadi gugup. Sebelumnya ia sengaja melakukan semua dengan sangat berhati-hati supaya kedatangannya tidak diketahui Patriark Bao Li. Dan keberadaan Patriark Bao Li di ujung belakang ruangan, tertutup oleh rak-rak penyimpanan obat dan racun, membuat penyusupannya menjadi lebih mudah.

Zhang Xiuhan sempat bimbang untuk memilih, antara membiarkan pertemuan pertama dengan Patriark Bao Li terjadi atau kembali ke Nanjing dengan jurus Pintasan Dewa.

Jika tetap tinggal, Zhang Xiuhan khawatir akan membuat Patriark Bao Li mati. Namun ia sungguh ingin melihat kenampakan orang paling kejam dan licik di Haidong itu. Juga membuktikan ucapan Kim Ju soal kemampuan Patriark Bao Li dan beberapa peneliti senior Jin Quo yang memiliki mata sakti.

Sebelum memberikan seragam penelitiannya, Kim Ju menolak ide Zhang Xiuhan untuk mengambil obat di gudang Jin Quo karena terlalu berbahaya. Ketatnya penjagaan tidak akan membuat Zhang Xiuhan lolos dari mereka.

Walaupun Kim Ju yakin pada kemampuan Zhang Xiuhan, ia juga sangat tahu bahwa Patriark Bao Li bukan orang yang mudah dibunuh. Kepala desa Haidong itu menjadi demikian sakti karena selama ini telah meminum banyak sekali pil istimewa yang dihasilkan para peneliti Jin Quo.

Lantas Zhang Xiuhan pun menceritakan kemampuannya dalam membuat dirinya menjadi tidak terlihat secara kasat mata supaya Kim Ju yakin dirinya akan baik-baik saja jika pergi ke Jin Quo meski dengan penjagaan seketat apapun. Namun Kim Ju tetap menolak karena yakin jika jurus itu tidak akan bisa membuat Zhang Xiuhan lolos.

Kim Ju kemudian meminta Zhang Xiuhan untuk menggunakan jurus itu di hadapannya. Sesudah itu Zhang Xiuhan diminta untuk bergerak kemanapun. Akhirnya Zhang Xiuhan dibuat terkejut karena Kim Ju mampu menemukan dirinya yang berdiri di samping Zhillin dengan sangat tepat, dalam sekali jalan.

Rupa-rupanya Kim Ju telah meminum pil langka yang dibuat dari ekstrak seorang tahanan dari sel penjara istimewa. Kim Ju yang juga dilibatkan dalam proyek yang dimulai berbarengan dengan proyek Zhillin itu, mendapat sebuah pil mata dewa, sebutan untuk pil istimewa yang bisa membuat seseorang memiliki penglihatan yang luar biasa, mampu melihat yang tak kasat mata.

Kala itu proyek tersebut dibuat demi kepentingan pengintaian dan mempermudah pekerjaan seorang mata-mata pemerintah dalam membongkar kasus penggelapan dan penyelewengan yang dilakukan oknum pejabat daerah.

Kim Ju masih sangat ingat kalau enam dari sebelas pil tersebut diminum oleh orang-orang Patriark Bao Li sendiri. Sementara itu dua lainnya diberikan kepada pemerintah dan sisanya dijual kepada orang-orang yang bersedia membelinya dengan harga selangit. Enam orang Fengbao yang dimaksud Kim Ju ialah, Patriark Bao Li, seorang tetua Fengbao, tiga orang peneliti senior, dan dirinya sendiri.

Patriark Bao Li-lah yang memutuskan sendiri orang-orang yang mendapat pil istimewa tersebut dengan tujuan tertentu.

"Apa yang kau lakukan di sini?" suara seorang lelaki kurus yang wajahnya sangat tenang, dan ucapannya begitu santun, berhasil mengagetkan Zhang Xiuhan.

Itu adalah lelaki yang memiliki kenampakan yang sama persis dengan yang diceritakan Zhillin.

"Benar ucapan Kim Ju, lelaki ini memang tetap bisa melihatku," ujar Zhang Xiuhan dalam batin setelah menatap tajam ke arah Patriark Bao Li dari ujung kapala ke ujung kaki.

Di saat yang sama Zhang Xiuhan benar-benar terkesan pada kemajuan penelitian di Jin Quo, tidak kalah dengan penelitian di zamannya, bahkan sepertinya lebih maju.

Sementara itu keterkejutan yang tidak kalah hebat juga dialami Patriark Bao Li. Selama ini tidak pernah ada yang berani menatapnya dengan cara seperti itu. Terlebih jika itu merupakan para anggota Fengbao, penghuni Jin Quo, ataupun warga Haidong secara keseluruhan.

"Siapa kau? Kau bukan peneliti Jin Quo."

 

Wajah ramah dan senyum lebar khas Patriark Bao Li dengan cepat menyingkir berganti dengan tatapan sangat tajam mengintimidasi bersamaan dengan bunyi tarikan pedang dari selongsongnya.

Tapi tentu saja tidak memberi efek apapun pada batin Zhang Xiuhan, sebab satu-satunya ketakutan yang dirasakan pemuda itu jika sampai bertemu Patriark Bao Li adalah ketidakmampuannya dalam mengendalikan nafsu untuk memberikan penyiksaan kepada lelaki di hadapannya itu. Memberikan perlakuan yang tidak kalah bejat dengan yang selama ini dilakukan orang-orang Fengbao sampai orang itu mati.

"Apa boleh buat, aku sudah tertangkap basah. Aku menyerah."

Zhang Xiuhan membuka penutup mulutnya dan mengangkat kedua tangannya. Ia memasang senyum entah yang berhasil membuat Patriark Bao Li merasa sangat terhina.

"Kau!" kata Patriark Bao Li mengacungkan pedangnya dengan kedua bola mata yang seolah hendak keluar karena saking lebarnya terbuka.

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!