NovelToon NovelToon
Friendzone Tapi Menikah

Friendzone Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: B-Blue

Menikahi sahabat sendiri seharusnya sederhana. Tetapi, tidak untuk Avellyne.
Pernikahan dengan Ryos hanyalah jalan keluar dari tekanan keadaan, bukan karena pilihan hati.

Dihantui trauma masa lalu, Avellyne membangun dinding setinggi langit, membuat rumah tangga mereka membeku tanpa sentuhan, tanpa kehangatan, tanpa arah. Setiap langkah Ryos mendekat, dia mundur. Setiap tatapannya melembut, Avellyne justru semakin takut.

Ryos mencintainya dalam diam, menanggung luka yang tidak pernah dia tunjukkan. Dia rela menjadi sahabat, suami, atau bahkan bayangan… asal Avellyne tidak pergi. Tetapi, seberapa lama sebuah hati mampu bertahan di tengah dinginnya seseorang yang terus menolak untuk disembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B-Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

Tiga hari sudah berlalu, Ryos dan Avellyne akhirnya melaporkan Fani, namun wanita itu belum ditemukan karena kabur lebih dulu setelah pertemuan mereka terakhir kali di cafe.

Berkas terakhir untuk memenuhi syarat pernikahan pun sudah diserahkan Ryos secara langsung ke KUA. Dia memang sengaja mengerjakannya sendiri untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dan tidak ada masalah yang mungkin terjadi untuk ke depannya.

Sebulan lagi maka dirinya secara resmi akan menjadi suami Avellyne.

Pria itu begitu antusias, terlihat dari kebiasaannya melingkari kalender hari demi hari.

"Tinggal sebentar lagi." Ryos bergumam sendiri di kamarnya dengan posisi tidur miring melihat sisi kirinya dan mengelus bantal yang ada di sebelahnya.

Dia sudah membayangkan sisi tersebut akan di tempati oleh Avellyne sebentar lagi.

"Apa dia sudah tidur?" Ryos mengambil ponselnya dan menghubungi sang calon istri untuk memastikan apakah wanitanya sudah terlelap di tengah malam seperti ini.

["Kamu sudah tidur, Sayang? Apa aku ganggu?"] Dari balik telepon Ryos berbicara.

Setelah berhari-hari mendengar panggilan sayang dari Ryos, akhirnya Avellyne mulai terbiasa. Ditambah lagi dia sudah ratusan kali mendengar panggilan tersebut dari calon suaminya.

["Hmm, loe ganggu banget. Kenapa tengah malam gini nelepon orang, sih?"]

Ryos tersenyum tipis setelah mendengar jawaban ketus dari Avellyne. Memang seperti itulah ciri khas dari wanitanya.

Percayalah, Avellyne hanya terlihat judes di depan Ryos. Tetapi, jika di depan orang lain, dia terlihat sangat ramah dan anggun.

["Kalau di dengar dari suaranya, kamu belum tidur, kan? Berarti aku enggak ganggu kamu."]

["Aku menelepon cuma memastikan apakah kamu masih kesulitan tidur malam. Kalau memang iya, aku bakal temani kamu. Kita begadang sama-sama malam ini."]

["Loe enggak membantu sama sekali, Yos. Ini gue sambil membuat sketsa."] Meski sedang berbicara melalui panggilan telepon, tangan Avellyne tetap fokus menggambar.

Dari panggilan telepon, Ryos mengubahnya menjadi panggilan video. Wanita itu pun menyandarkan ponselnya pada gelas dan mengarahkan kamera ke depan agar Ryos dapat melihat wajahnya.

Begitu berubah menjadi panggilan video dan melihat wajah Avellyne, Ryos tertegun. Tiba-tiba saja pria itu tidak bersuara sedikit pun sehingga Avellyne berpaling sebentar dari kesibukannya.

["Yos...."] Avellyne bingung sebab panggilan kembali menjadi panggilan biasa, dia pun menekan icon pengeras suara.

["Loe kenapa, Yos? Bukannya tadi mau video call, ya?"] tanya Avellyne.

["Aku syok liat kamu, Sayang."]

["Emang aku kenapa?"] Avellyne kembali bertanya sebab dia tidak paham.

["Karena pakaian kamu."]

Avellyne melihat dirinya sendiri ketika mendengar jawaban Ryos lalu dia tersenyum.

["Gue pikir karena apaan. Kayak loe enggak pernah liat aja. Toh, sebentar lagi loe juga bakal setiap hari liat gue pakai lingerie."]

Ya, saat ini Avellyne sedang mengenakan pakaian tidur super mini dan tipis dengan belahan dada rendah, itulah sebabnya Ryos langsung mengalihkan panggilan video menjadi panggilan biasa.

["Loe harus membiasakan diri,"] ucap Avellyne.

["Enggak gitu konsepnya, Vel."]

Avellyne tiba-tiba mempunyai ide untuk mengerjai calon suaminya itu. Hitung-hitung sebagai hiburan di tengah malam seperti ini.

Wanita itu ingin mengubah panggilan telepon mereka menjadi video, namun Ryos menolaknya.

["Yos, loe enggak mau lihat wajah gue?"] ucap Avellyne sudah tersenyum lebar, dia penasaran sekali seperti apa ekspresi wajah Ryos saat ini.

Dia bisa menebak jika pria itu pasti sedang kesal.

["Jangan macam-macam, Yang,"] ucap Ryos menahan debaran jantungnya yang tidak stabil.

Padahal hanya seperkian detik dia melihat Avellyne tadi, akan tetapi pengelihatan itu terus mengusik isi kepalanya.

["Ya, sudah kalau tidak mau. Padahal sebagai calon istri aku cuma mau kasih lihat pemandangan indah."]

Avellyne tidak kehabisan akal, dia akan terus mengganggu Ryos malam ini dan akan membuat pria itu tidak bisa tidur.

Dia mengambil foto selfie, lagipula Ryos akan menjadi suaminya sebentar lagi, jadi Avellyne tidak keberatan tubuh seksinya dilihat oleh calon suaminya itu.

Tidak hanya satu, Avellyne mengirim tiga foto menggoda untuk Ryos.

["Avellyne!"] Ryos berteriak dari telepon ketika membuka chat dari wanitanya dan dia mendengar suara tawa Avellyne.

["Bagaimana, Yos! Kamu suka?"]

["Kamu jahat banget, Yang."] Pikiran Ryos sudah terganggu saat ini. Dia dilema mau diapakan foto tersebut.

Mau dihapus sayang, tidak dilihat bikin kepikiran.

["Aku cantik, kan?"] ucap Avellyne.

["Aku mau tidur aja."] Seketika Ryos memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

"Gue jamin loe enggak bakal bisa tidur malam ini, Yos." Avellyne tersenyum lebar seraya melihat layar ponselnya.

Dia benar-benar bisa mengerjai Ryos malam ini.

Suasana hatinya tiba-tiba terasa membaik, dia pun menutup buku gambarnya dan berjalan menuju tempat tidur lalu merebahkan diri di sana.

Senyum itu masih terlihat, dia sedang membayangkan keadaan Ryos saat ini.

"Loe cukup menghibur gue malam ini."] Avellyne bergumam.

"Kayaknya malam ini gue bisa tidur nyenyak."

Meski waktu bertelepon mereka tidak berlangsung lama, namun cukup membuat Avellyne sangat terhibur.

***

Keesokan paginya Avellyne terbangun dengan perasaan nyaman. Tidak ada mimpi buruk yang mengganggu seperti biasanya. Dia merasa tubuhnya begitu nyaman saat terbangun.

"Pagi, Ma!" Avellyne menyapa Cintya yang sudah berada di ruang makan terlebih dahulu.

Raut wajah Avellyne terlihat bersemangat dan sorot matanya terlihat memancar.

Saat berada di samping sang mama dia mengecup pipi mamanya dan memperlihatkan senyum ramah.

Sikap Avellyne yang demikian membuat Cintya bertanya-tanya, hal apa yang sudah menghampiri sang putri sehingga membuat putri semata wayangnya terlihat begitu bahagia pagi ini. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, Avellyne terlihat tidak bersemangat.

"Kamu kenapa, Sayang? Pagi ini kelihatan happy banget," tanya Cintya.

"Enggak ada yang spesial kok, Ma." Avellyne sudah duduk di tempatnya dan dia menuang sereal serta susu ke dalam mangkok.

"Yang benar? Atau karena hari pernikahan sebentar lagi makanya kamu terlihat bersemangat hari ini."

"Bukan, Ma. Itu karena tadi malam Avel tidur nyenyak banget. Sudah lama banget Avel enggak ngerasain kualitas tidur seperti tadi malam."

Apa pun alasannya, satu hal yang pasti, Cintya merasa senang melihat perubahan sikap putrinya pagi ini. Dia harap bisa melihat wajah cerah Avellyne seperti ini setiap hari. Dia harap Avellyne bisa kembali seperti dulu lagi. Seorang Avellyne yang selalu percaya diri, ceria dan penuh dengan semangat.

...

Karena penasaran ingin melihat respon Ryos, tadi pagi begitu bangun dari tidur, Avellyne menelepon Ryos dan meminta pria itu untuk mengantarnya ke butik dan sekarang calon suaminya itu sudah menunggu di luar pagar kediaman Avellyne.

"Pagi Ryos, Sayang!" Avellyne menyapa begitu dia membuka pintu mobil, tidak lupa pula dia memperlihatkan senyum semringahnya.

Sesuai harapan Avellyne, wajah Ryos terlihat kusam. Bahkan kantung mata terlihat jelas pada wajah pria itu.

"Tadi malam gimana tidurnya, nyenyak?" tanya Avellyne sudah duduk di sebelah kursi kemudi.

"Tega banget kamu, Vel." Suara Ryos terdengar lemah.

Dia tidak bisa tidur semalaman karena foto Avellyne yang terlanjur dilihatnya terus membayangi setiap kali mata terpejam.

"Tega apanya, sih? Di mana-mana cowok itu senang kalau dapat foto pap dari calon istrinya. Apalagi foto bening begitu."

"Kamu sengaja ngerjain aku, kan?" Ryos menatap tidak senang sang calon istri.

"Enggak ada maksud ngerjain. Kamu bilang mau menemani aku begadang, tapi malah menutup telepon gitu aja."

Ryos menahan perasaan kesal sehingga dia mengegas mobil dengan tiba-tiba.

"Awas aja kamu, Vel. Kalau kita sudah menikah nanti aku enggak bakal melepaskan kamu. Aku bakal balas dendam. Lihat aja." Ryos melirik Avellyne dengan tajam dan tidak ada perasaan takut sama sekali pada diri Avellyne, sebaliknya wanita itu malah tertawa bebas. Dia benar-benar merasa sangat puas karena sukses mengerjai Ryos.

...

Saat tengah melakukan pekerjaannya di butik, tiba-tiba saja terlintas di kepalanya untuk mengerjai Ryos kembali.

Baru saja memikirkan pria itu ponsel Avellyne berdering, satu panggilan masuk dari calon suaminya. Dia tersenyum seraya menekan icon warna hijau pada layar ponsel.

["Halo! Ryos, Sayang."] Panggilan tersebut bukan karena ingin membiasakan diri. Dia sedang dalam mode usil saat ini. Dia sengaja ingin membuat jantung Ryos berdebar-debar.

["Sekarang bukan waktunya bercanda, Vel. Kamu siap-siap sekarang. Aku lagi di jalan mau jemput kamu. Aku mendapatkan telepon dari kantor KUA, kata mereka ada seseorang dari pihak kamu menarik semua berkas pernikahan kita. Pernikahan kita bisa saja batal."]

1
edu2820
Kepincut sama tokohnya. 😉
B-Blue: terimakasih sudah mampir 😊
total 1 replies
✿ O T A K U ✿ᴳᴵᴿᴸ࿐
Ceritanya bikin saya ketagihan, gak sabar mau baca kelanjutannya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!