NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mu Wan

Tetua Mo memimpin mereka ke area lain. Sebuah panggung batu yang lebih kecil, dikelilingi pagar kayu. Di sana sudah menunggu beberapa orang. Salah satunya menarik perhatian Lin Han.

Seorang wanita.

Kecantikannya begitu menenangkan. Wajahnya lembut dengan mata yang teduh. Rambutnya yang hitam panjang tergerai di bahu, hanya diikat sebagian kecil di belakang. Ia mengenakan jubah biru dengan sulaman perak di ujung lengan. Senyum tipis tersungging di bibirnya.

Mu Wan. Core Formation tahap Menengah.

Lin Han tidak tahu siapa wanita ini. Ingatan Dhu Feng tidak menyimpan informasi tentangnya. Tapi dari cara para calon lain memandangnya dengan kagum, ia bisa menebak bahwa wanita ini memiliki status yang cukup tinggi di Paviliun Pedang.

Tetua Mo berbicara. "Untuk tahap kedua, kalian akan bertarung melawan murid senior kami. Mereka akan menahan kekuatan mereka di tingkat Foundation Establishment. Tugas kalian adalah bertahan selama mungkin dan menunjukkan kemampuan terbaik kalian."

Ia menoleh ke arah Mu Wan dan beberapa murid senior lain yang berdiri di sampingnya.

"Kalian bisa memilih lawan."

Mu Wan melangkah maju. Matanya menyapu para calon yang berdiri, lalu berhenti pada Lin Han.

"Aku ingin menguji yang itu. Murid luar yang tadi mengalahkan lima boneka dalam waktu singkat."

Lin Han merasakan tatapan semua orang tertuju padanya. Beberapa calon lain menatapnya dengan iri. Beberapa dengan kasihan. Sepertinya bertarung melawan Mu Wan adalah sesuatu yang berat.

Tetua Mo mengangguk. "Dhu Feng, kau akan bertarung melawan Murid Senior Mu Wan."

Lin Han naik ke panggung. Mu Wan sudah berdiri di seberangnya. Mereka berhadapan. Dari dekat, kecantikan wanita ini semakin terasa. Tapi Lin Han tidak tertarik dengan hal itu. Pikirannya hanya fokus pada pertarungan yang akan terjadi.

Mu Wan tersenyum lembut. "Aku sudah mendengar tentangmu dari Tetua Shen. Katanya kau cukup berbakat."

Lin Han menangkupkan tangannya. "Tetua Shen terlalu memuji."

Mu Wan mengeluarkan pedangnya. Pedang itu ramping dengan bilah berwarna perak kebiruan.

"Kita lihat saja. Jangan menahan diri."

Lin Han mengeluarkan pedang peraknya.

"Tidak akan pernah."

Tetua Mo memberi isyarat.

"Mulai."

Mu Wan bergerak lebih dulu. Pedangnya meluncur lembut ke arah Lin Han.

Shing!

Gerakannya indah, seperti tarian. Tapi di balik keindahan itu, tersembunyi bahaya yang nyata.

Lin Han menangkis dengan pedangnya. Benturan pertama terasa ringan, tapi ia langsung merasakan sesuatu yang aneh. Qi dari pedang Mu Wan merambat ke pedangnya, mencoba mengganggu aliran Qi di tangannya.

Ia segera menarik pedangnya dan mundur selangkah. "Teknik yang menarik."

Mu Wan tersenyum. "Kau merasakannya? Cepat sekali. Kebanyakan lawanku baru menyadarinya setelah beberapa jurus."

Lin Han tidak menjawab, ia segera menyerang balik. Tebasan horizontal ke arah pinggang Mu Wan. Wanita itu menangkis dengan mudah. Lin Han melanjutkan dengan tusukan ke bahu, ditangkis lagi, tebasan ke kaki, dihindari.

Mereka bertukar jurus dengan cepat. Mu Wan terus tersenyum, gerakannya tetap anggun. Tapi Lin Han bisa melihat matanya mulai serius. Setiap serangan Lin Han selalu tepat mengarah ke titik titik yang menyulitkannya. Tidak ada yang sia sia.

"Teknik pedangmu sederhana," kata Mu Wan sambil menangkis serangan Lin Han. "Tapi presisinya luar biasa. Kau pasti sudah berlatih ribuan kali."

Lin Han menusuk ke arah dadanya. "Latihan adalah satu satunya jalan."

Mu Wan menghindar dengan anggun. "Benar. Tapi tidak semua orang memiliki ketekunan seperti itu."

Pertarungan berlanjut. Lin Han semakin meningkatkan intensitas serangannya. Pedangnya bergerak semakin cepat. Mu Wan mulai kesulitan mempertahankan senyumnya. Ia harus benar benar fokus untuk menangkis setiap serangan.

Di luar panggung, para calon lain menonton dengan mulut ternganga. Mereka tidak percaya seorang murid luar bisa bertarung seimbang melawan Mu Wan. Bahkan dengan kekuatan yang ditahan, Mu Wan tetaplah murid senior Paviliun Pedang yang terkenal.

Tetua Mo memperhatikan dengan mata berbinar. Tangannya mengelus janggut tipisnya.

Setelah sekitar seratus jurus, Mu Wan melompat mundur. Ia mengangkat tangannya.

"Cukup. Aku sudah melihat cukup banyak."

Lin Han menghentikan serangannya. Napasnya sedikit memburu, tapi tatapannya tetap tenang.

Mu Wan menatapnya dengan tatapan berbeda. Bukan lagi sekadar ramah, tapi ada ketertarikan di sana.

"Kau bertarung seperti seseorang yang sudah mengalami pertarungan hidup mati. Bukan seperti murid luar yang hanya berlatih di halaman sekte."

Lin Han tidak menjawab.

Mu Wan melanjutkan. "Apa kau pernah membunuh?"

Pertanyaan itu menusuk. Lin Han teringat pada pertarungan melawan iblis. Pada wajah Sima Yanzhen yang meledak di tangannya. Pada tubuh Leluhur Yanguo yang hancur diremas Avatar Nascent Soul.

"Pernah," jawabnya pendek.

Mu Wan mengangguk pelan. "Itu menjelaskan semuanya. Naluri bertarungmu terasah oleh pengalaman nyata, bukan hanya latihan."

Ia menoleh ke arah Tetua Mo. "Tetua, aku merekomendasikan dia diterima di Paviliun Pedang. Bahkan mungkin langsung masuk ke kelas elit."

Tetua Mo mengangguk. "Aku setuju."

Lin Han menangkupkan tangannya ke arah mereka berdua. "Terima kasih."

Mu Wan tersenyum lagi. Senyum lembut yang sama seperti sebelumnya.

"Kita akan sering bertemu nanti, Junior Dhu Feng. Aku tunggu perkembanganmu."

Ia turun dari panggung. Ujian dilanjutkan dengan calon lain. Tapi tidak ada yang menarik perhatian sebanyak Lin Han.

Sore harinya, hasil ujian diumumkan. Dari dua puluh calon, hanya enam yang diterima. Lin Han adalah salah satunya. Ia diterima sebagai murid dalam Paviliun Pedang, langsung masuk ke kelas elit seperti rekomendasi Mu Wan.

Malam harinya, Lin Han pindah ke asrama baru. Sebuah kamar pribadi yang lebih besar dan lebih nyaman. Tidak ada lagi tempat tidur berjejer. Ia bisa bermeditasi dengan tenang tanpa gangguan.

Ia duduk di ranjang barunya. Token perak yang beberapa lalu ia terima dari Tetua Shen kini sudah tidak berlaku. Ia mendapat token baru. Token emas dengan ukiran pedang di atasnya. Tanda pengenal murid elit Paviliun Pedang.

Lin Han menatap token itu sejenak, lalu menyimpannya.

Pikirannya melayang pada Mu Wan. Wanita itu mengingatkannya pada seseorang. Bukan pada wajah atau sifatnya. Tapi pada sesuatu yang lain. Sesuatu yang sulit ia jelaskan.

Ia menggelengkan kepalanya. Tidak penting. Yang penting sekarang adalah menjadi lebih kuat. Mencapai Core Formation tahap Akhir, lalu kembali ke Kota Baishi.

Ia menutup matanya dan mulai bermeditasi. Qi dari batu roh mengalir ke dalam tubuhnya. Kultivasinya perlahan tapi pasti terus bergerak maju.

1
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!