Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita impikan,tapi percaya lah di setiap air mata yang menetes akan berujung kebahagiaan walau tidak terjadi saat itu juga.
Aini bertahan hidup demi anak yang dikandung nya,berbagi rintangan dia lalui hanya untuk membuat anak nya tidak jadi bahan omongan orang lain.
IG.lelyanai07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
Sepanjang perjalanan Aini selalu melamun karena takut bagaimana nanti laki-laki itu memperlakukan nya saat bertemu dengan Nya. sesekali Aini Menghapus air mata nya yang menetes membayangkan hinaan apa yang akan dia dapatkan nanti.
"Ay udah dong jangan nangis mulu".kata Cici sambil menggenggam tangan sahabat nya dengan erat
"Aku takut ci ketemu sama dia lagi."jawab Aini
"Kamu tidak perlu takut ay kan ada aku".ucap Cici mencoba meyakinkan sahabat nya kalau semua nya akan baik-baik saja
Aini begitu terharu disaat diri nya di timpa Masalah masih ada orang yang memberikan nya semangat.
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di alamat yang diberikan oleh Varel,yang tak lain adalah apartemen milik Varel. Aini selalu menutup mata nya tar kala melihat banyak orang yang lalu-lalang di dekat nya.
"Ay kamu tenang ada aku".kata Cici yang melihat sahabatnya panik
"Aku takut, Lebih baik kita pulang saja"ucap Aini sambil meremas ujung jaket yang di kenakan nya
"Kamu harus yakin kalau kita akan baik-baik saja dan percaya laki-laki kurang aja*itu akan mendapatkan balasan nya".jawab Cici
Saat Cici sedang menenangkan Aini tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di samping mobil mereka. Iyah Varel Langsung pulang dari kantor saat menerima pesan singkat yang di kirimkan oleh Aini.
Varel keluar dari mobil nya dengan gagah nya dan memandang sinis ke Aini yang sedang bersembunyi di balik tubuh sahabat nya cici
Varel berjalan masuk kedalam apartemen nya tanpa Menyuruh kedua gadis yang menunggu nya dari tadi masuk. Rudi yang sedari tadi mengekori nya pun langsung menghentikan langkah nya saat bos nya meminta nya untuk menyuruh gadis yang berada di bawah untuk masuk.
"Astaga ini apa-apa an kenapa tidak dari tadi mengatakan nya merepotkan aku saja".batin Rudi
"Apa kau sekarang lagi mengumpat."ucap Varel
"Mana mungkin aku berani bos."kilah Rudi
"Baiklah kau suruh mereka untuk masuk".kata Varel sambil melonggarkan sedikit dasi yang dikenakan nya
Rudi turun lagi kebawah untuk memanggil kedua gadis yang di temui nya di bawah.
"Bos Menyuruh kalian untuk masuk."ucap Rudi saat sudah tiba di bawah
Aini dan Cici mengikuti langkah Rudi sembari mendengarkan petuah yang dikatakan oleh orang yang di depan mereka ini.
"Aku harap kalian tidak membuat bos marah karena kalau dia sampai marah saya tidak tau apa yang akan terjadi pada nona-nona nanti nya".ucap Rudi memberi nasihat Karena memang dia belum tau apa yang sudah di lakukan oleh bos nya itu
"Kami kesini bukan untuk membuat bos Anda marah tapi kami kesini untuk meminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah dia lakukan pada teman saya ini".jawab Cici tidak takut sama sekali atas apa yang dikatakan oleh Rudi
Rudi menghentikan langkah nya karena merasa penasaran atas apa yang dikatakan oleh Cici tadi.
"Maksud anda apa bicara seperti itu?"tanya Rudi
"Iyah bos Anda yang sangat terhormat itu sudah menghancurkan masa depan sahabat saya ini."jawab Cici sambil melotot pada rudi
"Ha ha kalian tidak perlu terlalu berharap kalau bos saya akan menuruti apa yang kalian minta,ini bukan pertama kali nya para wanita nya bersikap seperti itu".ucap Rudi yang baru paham kedatangan tamu sang bos
Cici yang merasa geram atas apa yang dikatakan Rudi pun langsung menginjak kaki Rudi kencang.
"Aww apa yang kau lakukan dasar wanita gila."ucap Rudi kesal
"Itu belum seberapa yah dari ucapan anda yang busuk itu ".kata Cici
Di tengah-tengah perdebatan mereka Aini menarik tangan sahabat nya untuk berhenti untuk berdebat.
"Ci cukup kita kesini bukan untuk berdebat,".ucap Aini
"Maafin aku ay ini semua karena laki-laki kaku ini".jawab Cici
"Dasar wanita sundel bisa nya marah-marah gak jelas",ucap Rudi
"Apa tadi katamu aku wanita sundel ".kata Cici ingin memberikan tamparan pada laki-laki comel ini
Varel yang merasa kesal karena sudah menunggu 30 menit berlalu pun akhirnya turun untuk melihat apa yang terjadi.
"Apa yang kalian lakukan disni."kata Varel dengan suara yang marah
Aini yang mendengar suara Varel pun langsung gemetar karena takut.suara ini pernah dia dengar malam itu,malam yang tidak pernah bisa dia lupakan dalam hidupnya.
nb:
banyak yang komentar kok Aini ny bego amat sih,masih mau mendatangi laki-laki yang sudah memper**sa nya.
"Begini ya teman-teman aku hanya ingin Aini nya menuntut keadilan untuk nya, walaupun nanti perjuangan nya tidak berhasil.tapi setidaknya dia sudah berusaha,jadi kita lihat aja y lanjutan nya bagaimana"
terimakasih.
nyimpen di buku rak....😊
lha si varel untung tak terhitung dptin yg segelan