Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nomor Ruang Khusus
"Nona, berdasarkan ketentuan rumah lelang kami untuk barang yang akan ikut dilelangkan disini, maka pemilik barang lelang harus memberikan lima belas persen dari hasil kenaikan harga penjualan barang tersebut, namun karena nona merupakan tamu kehormatan kami hari ini maka khusus untuk nona saya hanya akan meminta tujuh persen dari hasil kenaikan harga penjualannya saja, anggap saja ini sebagai bentuk ke tulusan kami yang ingin menjalin kerjasama kedepannya dengan nona, bagaimana nona apakah nona setuju dengan apa yang baru saja saya katakan" ucap menejer tersebut dengan sangat sopan dan nada suara yang lembut hingga membuat pelayan yang berdiri tak jauh darinya pun terkejut saat melihat dan mendengarnya secara langsung. "Pasti nona ini memiliki latar belakang yang luar biasa, aku tidak boleh menyinggungnya, selain itu aku juga yakin dia tidak hanya memiliki benda yang sangat luar biasa ini saja" ucap kembali menejer tersebut di dalam hatinya, sembari menatap sedikit ke arah Elisa Su.
"Baiklah, aku setuju, mana kontrak barang lelangnya, ayo segera kita tanda tangani segera, karena aku juga ingin melihat-lihat barang apa saja yang akan dilelang hari ini" ucap Elisa Su dengan begitu terus terang hingga membuat menejer itu pun terdiam beberapa saat karena selama tiga puluh tahun dia menjadi menejer di tempat ini baru kali ini dia merasakan adanya transaksi yang sangat cepat seperti saat ini biasanya akan ada tawar menawar atau pun basa basi lebih dulu "Maaf nona, baik, baik saya akan segera menyiapkan kontraknya" ucap menejer tersebut setelah sadar jika dia sempat terdiam sebentar saat berbicara dengan tamu pentingnya itu, dengan segera menejer itu pun mengeluarkan surat kontraknya dan mereka berdua pun segera menandatanganinya. "Terimakasih nona, sebagai bentuk ketulusan dari rumah lelang kami, saya akan memberikan kartu ruangan khusus ini untuk nona yang bisa nona gunakan kapan saja, sehingga nona dapat dengan nyaman mengikuti pelelangan nanti tanpa harus berdesa-desakan dengan yang lainnya" ucap menejer tersebut sembari menyerahkan kartu akses ruangan khusus yang bernomor tiga itu kepada Elisa Su, melihat itu Elisa Su pun menganggukkan kepalanya "Terimakasih atas kebaikan anda, saya tidak akan melupakannya" ucap Elisa Su yang kemudian mengambil kartu tersebut dan mengikuti pelayan yang akan mengantarkan dirinya menuju ke ruangan miliknya.
"Selamat datang nona" ucap pelayan tersebut setelah sampai di ruang khusus tiga, lalu dia pun membuka pintu itu dan mempersilahkan Elisa Su masuk bersama pengawalanya, setelah itu datang beberapa pelayan yang membawa teh juga beberapa cemilan untuk disajikan kepada mereka, semua yang telah disediakan itu dapat mereka nikmati selama pelelangan berlangsung nantinya, bahkan jika mereka memerlukan sesuatu nantinya mereka juga dapat mengatakannya kepada pelayan tersebut dengan cara menarik tali yang ada di dekat pintu ruang khusus tersebut.
Ruang khusus yang disediakan untuk para tamu undangan yang memenuhi kriteria dari menejer ataupun pemilik dari rumah lelang tersebut berada di lantai dua, dimana disana ada lima belas ruang khusus yang masing-masing diberikan nomor ruang yang dimulai dari nomor satu hingga nomor lima belas, ruang nomor satu khusus disediakan untuk keluarga kekaisaran, ruang nomor dua sampai nomor lima, khusus diberikan kepada orang-orang pilihan dari pemilik tempat lelang maupun menejer toko tersebut, sedangkan nomor enam sampai sepuluh, di sediakan untuk lima keluarga besar yang ada di kekaisaran tersebut misalnya saja seperti kediaman jenderal Su yang merupakan salah satu dari lima keluarga besar yang juga mendapatkan ruang khusus bernomor enam, sedangkan ruang khusus yang bernomor sebelas sampai lima belas dapat di pesan lebih dahulu bagi orang-orang yang ingin menunjukkan status keluarganya ataupun kekayaan keluarganya.
"Para hadirin semua, selamat datang di rumah lelang kami hari ini dan pada kesempatan kali ini seperti sebelum-sebelumnya rumah lelang kami akan melelang sepuluh barang berharga dan jika ada yang disukai maka semua yang hadir disini dapat ikut serta dalam pelelangan barang tersebut, selain itu mohon kepada para hadirin untuk mengikuti pelelangan ini dengan tertib jika melanggar maka kami akan mengeluarkan siapapun yang membuat keributan secara paksa selain itu juga akan kami masukan ke daftar hitam rumah lelang kami" ucap menejer rumah lelang tersebut dengan wajah serius, biasanya menejer tersebut tidak pernah menjadi pembawa acara namun karena pelelangan kali ini ada sebuah barang yang berharga dan sangat langka maka dia pun tak berani mengambil resiko apapun, sehingga dia pun memutuskan untuk menjadi pembawa acara yang mengatur jalannya acara.
"Coco, apakah aku salah lihat? bagaimana mungkin seorang menejer merangkap dua sebagai seorang pembawa acara? apakah rumah lelang ini kekurangan orang? atau apakah rumah lelang ini telah bangkrut hingga tak mampu lagi membayar orang" ucap Elisa Su sembari menatap ke arah pembawa acara sembari mengernyitkan dahinya bingung, mendengar itu orang-orang yang dapat mendengar suara hatinya pun tersedak dengan teh yang sedang mereka minum "Nona ini sepertinya masih muda, tapi kata-katanya begitu berani" ucap seseorang yang berada di ruang khusus nomor satu tersebut di dalam hatinya karena terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya, sembari mencari-cari asal suara tersebut namun tak menemukan siapapun, selain itu dia pun juga menyadari jika pengawal pribadinya tak dapat mendengarkan suara itu, sehingga dia pun mengira jika hanya kelelahan sehingga berhalusinasi, namun belum sempat menghilangkan rasa terkejutnya dia pun kembali dikejutkan lagi dengan suara lain yang menjawab pertanyaan dari suara yang pertama didengarnya, hingga membuat dia pun kembali tersedak oleh teh yang baru saja diganti oleh pengawalnya, melihat kejadian itu pengawal tersebut pun dengan segera membantu membersihkan pakaian tuannya sembari menatap heran ke arah tuannya "Apakah hari ini tuan sedang di tempa kesialan, bisa-bisanya tersedak teh sampai dua kali" ucap pengawal tersebut di dalam hatinya, setelah selesai dia pun segera kembali berdiri di belakang tuannya itu.
"Host, sama sekali tidak seperti yang host duga, kejadian ini terjadi karena barang milik host yang ikut lelang hari ini, itulah alasannya mengapa menejer tersebut menjadi pembawa acara, karena dia hanya memastikan agar lelang hari ini dapat berjalan dengan baik" ucap Coco yang kini tengah berubah kedalam wujud kucingnya menjelaskan sembari duduk di pangkuan Elisa Su.
"Apakah itu benar? lalu barang seperti apakah yang dapat membuat menejer ini langsung turun tangan" ucap kembali beberapa orang yang mendengar suara hati Elisa Su sembari menantikan barang yang dimaksud tersebut, mereka juga menebak jika barang itu pasti akan di tampilkan di akhir nantinya. "Host host, coba perhatikan ruang khusus yang berada di samping kanan host yang bernomor tiga dari kiri host" ucap Coco dengan suara yang penuh dengan semangat hingga membuat Elisa Su pun melirik sekilas dari tirai tipis di ruangannya ke arah yang dimaksud oleh Coco "Baiklah, aku sudah melihatnya, lalu apa yang terjadi cepat katakan" ucap Elisa Su sembari memakan cemilan yang telah disediakan dengan sedikit rasa penasaran.