Disaat Devita sedang asyik asyik nya menjalani sekolah yang masih duduk di bangku SMA ia malah harus menerima perjodohan yang di tetapkan Ayah nya dengan alasan bahwa perjanjian perjodohan itu memang sudah di buat semenjak Devita berumur 11 tahun yang berarti duduk di bangku sd.
Mau tidak mau Devita pun mengiyakan permintaan sang Ayah karena kebaikan dan ketulusan Ayah nya pada nya. Padahal ia tidak tau siapa pria yang akan menikah dengan nya, samar samar ia mengingat bahwa ia pernah bertemu dengan seorang anak lelaki sewaktu masa kecil nya dulu. Apakah anak lelaki kecil yang dulu itu kah yang akan menikah dengannya atau tidak?
Dan yang pasti nya Devita akan menikah muda di umur yang masih mau menginjak 17.
Dan parah nya pria itu juga masih duduk di bangku SMA, yang berarti mereka berdua sama sama menikah muda.
Bagaimana kah kisah selanjutnya?apakah Devita akan melanjutkan hidup nya bersama pria yang telah di jodohkan Ayah nya? dan apakah pria itu mau menerima Devita sebagai pendamping hidupnya kelak?
Penasarankan? langsung baca saja ok:) jangan lupa like,komen dan beri vote setiap minggu nya:)
SALAM:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lambean, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FINSEN YANG MENJADI PUSAT PERHATIAN
"Ting......ting....ting...." Bel sekolah berbunyi, pertanda bahwa siswa siswi waktu nya untuk istirahat.
" Baiklah anak anak, sekian materi pembelajaran kita hari ini, sampai bertemu di lain hari! selamat pagi!" Seru guru mereka dan beranjak pergi.
" Baik bu....." Sahut semua siswa bersamaan.
" Eh, loh bawa bekal nngak Dev?" Tanya Tia sembari membereskan buku buku nya.
" Emmm... nnngak!!!! Sahut Devita dengan nada layak nya anak kecil.
" Ckkk!! dasar loh yah!!" Cletuk Tia dan kemudian bangkit berdiri.
" Nngak usah marahin yayank Dedev gua juga kali!" Si Finsen konyol tidak terima.
Tia memutar bola mata nya dengan malas. " Ckk!! serah! intinya kan gua nngak marahin, Dev! jadi situ aja yang sok sewot!"
" Hello... situ aja tuh yang nngak terima,karena ada yang belain yayank Dedev gua! yah loh, siapa yang mau belain?" Ejek Finsen.
" Gua yang belain Tia!" Sang pahlawan pagi pagi pun bersuara yang tak lain adalah Fery.
Tia melirik ke arah Fery sesaat. " Modus loh!" Umpat Tia kesal.
" Hahahahahah!" Devita dan Finsen tertawa barengan.
" Pakai ketawa segala lagi! malas tau nngak ladenin ocehan kalian!" Tia jadi kerap sekarang, pasal nya ia yang menjadi bahan perhatian saat ini.
" Udah udah! kita bukan nya mau buat loh kesal! tapi loh aja yang kebaperan wkwkwk!" Devita menimpali.
" Sudah!!!!" Pekik Tia yang semakin kesal.
" Hahaha.... lucu banget deh lihat muka loh yang kesal gitu!" Ejek Finsen lagi.
" Finsennn!!!" Devita menekankan kata kata nya, dengan menatap tajam Finsen.
Finsen pun takluk seketika dengan tatapan Devita. " Hehehhe, sorry sorry yayank Dedev!! yah udah, kita ke kantin aja yok!" Finsen meringis dan mengahlikan perhatian.
Devita kini tersenyum miring. " Gitu donk!! awas yah kalau loh ejekin sahabat tercantik gua ini!" Devita merangkul Tia.
Tia pun kini tersenyum penuh kemenangan yang seakan pamer pada Finsen.
"Ckkk!! iya iya, apa sih yang enggak buat yayank Dedev gua!" Finsen pun terima saja akan kekalahan nya.
" Hahaha...." Mereka bertiga tetawa tanpa terkecuali Finsen yang menjadi bahan tertawaan kali ini.
" Malang amat nasib gua!" Gumam Finsen lirih.
**
" Nih pesanan kalian!" Finsen meletakkan makanan di meja kantin.
" Thank you bebeb Finsen ku!" Devita bersikap sok manis, padahal ahli ahli seakan mengejek Finsen.
Benar saja, karena permintaan Devita yang menyuruh Finsen untuk memesan semua makanan mereka, sehingga Finsen pun pasrah dan kini ia benar benar habis habisan di kerjai oleh Devita.
Finsen menyebikkan bibir nya ke depan dengan penuh kekesalan pada mereka bertiga.
" Tumbenan loh jadi pelayan baru, Sen!" Ejek Fery.
" Udah! diam aja loh! kesal gua!" Umpat Fery dan segera melahap makanan nya dengan kasar.
" Hati hati makan nya bebeb Finsen!" Goda Devita, dan itu berhasil membuat Finsen tersegak makanan akibat rayuan si ratu sempong yaitu Devita.
"Uhukkkk....uhuk....." Finsen benar benar penuh dengan kekesalan yang semakin menambah akibat kerjaan sahabat nya.
" Hahaahahahhhh....." Terdegar gelak tawa yang begitu keras diantara mereka bertiga yang memojokkan Finsen.
" Puas kalian ngerjain gua?" Cletuk Finsen, pasal nya ia telah menjadi pusat perhatian para siswa yang lain di kantin.
" Kurang puas deh kayak nya, bebeb Finsen!" Goda Devita lagi yang sambil tersenyum manis.
Finsen pun tau apa maksud ucapan Devita, jika ia meladeni ucapan Devita, bisa jadi ia benar benar akan pusat perhatian sampai seminggu kedepan.
" Nggak!!!"Finsen kembali melahap makanan nya.
" Bebeb Finsen....." Devita mencoba merayu Finsen lagi, namun Finsen berusaha untuk diam saja, agar tidak masuk dalam ruang perangkap Devita.
" Kayak nya Finsen memang dah kalah deh, Dev!" Seru Tia dengan penuh kemenangan.
" Benar tuh!" Fery menimpali.
" Hu um!" Devita juga mengangguk setuju, dan kini mereka kembali menikmati makanan mereka.
****
LIKE,KOMEN,DAN VOTE OK ♡
SALAM ^^