NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Calon Suami

Penyesalan Seorang Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

Ayana pikir cinta berarti selalu berada di sisi orang yang dicintainya. Ketika Angga kehilangan kekasih dan ibunya dalam waktu berdekatan, Ayana hadir untuk membantunya bangkit. Bahkan tanpa sepengetahuan Angga, Ayana diam-diam menggunakan segala yang dimilikinya untuk membantu pria itu meraih kesuksesan. Hingga mereka bertunangan dan pernikahan tinggal menghitung hari. Namun masa lalu Angga kembali. Rara, mantan kekasihnya, datang membawa luka, air mata, dan seorang bayi dalam kandungan. Perlahan, Angga mulai memilih Rara. Meninggalkan Ayana di hari fitting gaun pengantin Membiarkan Rara duduk di sampingnya sementara Ayana harus duduk di belakang Bahkan meminta Ayana mengalah dalam pencatatan pernikahan demi masa depan anak Rara. Sampai akhirnya Ayana sadar, Ia bukan lagi calon istri yang diprioritaskan. Ia hanya pilihan yang diminta untuk mengerti. Ayana pun pergi. Tanpa dendam. Tanpa membalas. Ia hanya berhenti menyelamatkan pria yang tidak pernah menyadari bahwa selama ini, dialah yang membuat hidupnya begitu mudah. Ketika Ayana kembali ke kota besar dan bertemu Kenan, seorang pewaris yang setara dengannya, hidupnya perlahan berubah. Sementara itu, kehidupan Angga mulai runtuh. Dan saat Angga akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Ayana, semuanya sudah terlambat. Karena perempuan yang dulu rela berdiri di belakangnya kini telah menemukan seseorang yang bersedia berdiri di sisinya. Akankah Angga mendapatkan Ayana kembali, atau harus hidup dengan penyesalan karena telah kehilangan perempuan yang seharusnya menjadi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa yang Masih Sama

Sejak pertemuan mereka beberapa hari lalu, Ayana beberapa kali kembali mengingat percakapannya dengan Keenan. Bukan karena ada sesuatu yang istimewa. Setidaknya, begitulah yang ia katakan kepada dirinya sendiri.

Mereka hanya makan malam dan berbicara tentang banyak hal. Tentang pekerjaan, keluarga, kehidupan masing-masing setelah bertahun-tahun tidak benar-benar dekat.

Namun ada satu hal yang terus teringat oleh Ayana. Kita bisa bertemu lagi kalau kamu mau. Keenan mengatakannya tanpa meminta jawaban.

Laki-laki itu tidak menanyakan apakah Ayana masih mempertimbangkan perjodohan mereka. Tidak menyinggung pernikahan yang batal. Bahkan tidak berusaha membuat Ayana merasa bahwa kesempatan untuk bersamanya adalah sesuatu yang harus segera diambil.

Keenan bersikap seperti seorang teman yang tahu dan mengerti keadaannya. Mungkin karena itulah ketika Keenan mengajaknya bertemu lagi beberapa hari kemudian, Ayana tidak merasa keberatan.

Mereka memilih sebuah kafe yang cukup tenang di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Tidak terlalu ramai karena sudah mendekati malam. Setelah memesan makanan, keduanya duduk berhadapan di meja kecil dekat jendela.

Ayana sejak tadi memperhatikan Keenan yang sibuk melihat daftar menu. Pria itu terlihat jauh lebih santai dibandingkan pertemuan pertama mereka.

Kacamata yang dikenakannya beberapa kali turun sedikit ketika ia menundukkan wajah, lalu dengan gerakan kecil ia kembali mendorongnya ke atas.

“Kamu masih suka makanan pedas?” tanyanya tanpa mengangkat kepala.

Ayana mengerutkan kening. “Kok kamu ingat?”

Keenan akhirnya menatapnya. “Dulu setiap makan bersama keluarga, kamu selalu mengambil sambal paling banyak.”

“Dulu aku masih muda.” Ayana tertawa kecil.

“Sekarang juga belum tua.” Sela Keenan.

“Aku tidak bilang aku tua.” Ayana tertawa sedikit lebih keras.

“Wajahmu tadi terlihat seperti orang yang sedang mempertimbangkan umur.” Ujar Keenan membuat Ayana semakin tertawa.

“Kamu sekarang lebih banyak bercanda.” Ayana mengusap sudut matanya yang berair karena terlalu banyak tertawa.

“Kamu juga.” Keenan menatap Ayana. Ada sedikit kelegaan di hatinya saat melihat Ayana bisa tertawa selepas itu.

“Memangnya dulu aku tidak pernah bercanda denganmu?” Ayana ikut menatap Keenan.

“Tidak sebanyak hari ini.” Keenan meletakkan menu di atas meja. “Mungkin karena dulu kamu selalu sibuk memperhatikanku dari jauh.”

“Aku?” Ayana melotot. “Dih kepedan.” Sambungnya.

“Bukan kamu, tapi aku yang sering memperhatikanmu dari jauh.” Suara Keenan terdengar serius.

Membuat Ayana terdiam. Ia mengambil gelas air di depannya, lalu meneguk sedikit agar tidak perlu menjawab kalimat itu.

Keenan tidak mengejarnya dengan pertanyaan. Ia hanya tersenyum tipis dan kembali melihat menu.

Beberapa menit kemudian makanan datang. Mereka kembali berbicara tentang hal-hal sederhana. Ayana bercerita tentang rumah sakit tempatnya bekerja sekarang. Ia menjelaskan bahwa tanggung jawabnya lebih besar dibandingkan pekerjaan sebelumnya, tetapi ia justru merasa lebih nyaman.

Keenan mendengarkan tanpa memotong. Sesekali ia mengangguk, dan ketika Ayana menceritakan salah satu dokter senior yang sangat keras kepala, Keenan bahkan tertawa.

“Kamu masih suka mengeluh soal orang yang keras kepala,” ucap Keenan.

“Aku bukan mengeluh. Aku hanya sedang bercerita.” Ujar Ayana.

“Bedanya di mana?” Keenan tertawa kecil.

Ayana menggeleng sambil tersenyum. “Tentu saja beda.” Ucapnya masih tidak mau mengalah.

Setelah beberapa saat bercanda, suasana terlihat serius. Keenan meletakka sendoknya di atas piring yang sudah kosong.

“Aku masih menyukaimu. Tidak, aku tidak pernah berhenti menyukaimu, Ana.” Ucap Keenan tiba-tiba.

Tangan Ayana berhenti bergerak. Meskipun makanan di piringnya belum habis, ia ikut meletakkan sendoknya di atas piring itu.

Di sisi lain meja, Keenan tetap terlihat tenang, tanpa berusaha membuat suasana menjadi romantis.l dan justru membuat Ayana canggung.

“Aku tidak akan berbohong soal ini lagi,” lanjutnya. “Perasaanku memang belum berubah meski sudah beberapa tahun berlalu.”

Kali ini Ayana sudah menunduk dalam. Ia tidak tahu harus mengatakan apa dengan kalimat panjang yang begitu tiba-tiba ini.

“Aku tahu dulu kamu memilih Angga,” kata Keenan. “Dan aku tidak pernah menyalahkanmu karena itu.” Lanjutnya. Kalimat itu terdengar tulus.

“Aku mungkin membuatmu menunggu terlalu lama.” Ucap Ayana masih tetap menunduk dalam. Sungguh, ia tidak bisa menatap wajah Keenan saat ini.

“Dulu aku juga tidak pernah meminta kamu menunggu.” Keenan tersenyum kecil.

Ayana mengangkat wajah.

“Sekarang juga sama.” Keenan mengambil gelasnya, tetapi belum langsung meminumnya. “Aku tidak ingin kamu merasa punya kewajiban kepadaku hanya karena aku masih terus menyukaimu dan keluarga kita sudah lama dekat.”

Ayana terdiam. Ia tidak bisa berkata-kata lagi dengan sikap laki-laki di hadapannya ini.

“Kamu baru saja keluar dari hubungan yang membuatmu kecewa. Pernikahanmu batal. Kamu meninggalkan kota tempat kamu tinggal dan memulai semuanya lagi di sini.” Keenan berhenti sebentar. “Kalau sekarang aku datang lalu bilang, ‘Nikahlah denganku karena aku sudah menunggumu selama ini,’ menurutmu itu adil?”

“Tidak.” Ayana menggeleng perlahan.

“Nah, kan? ” Keenan akhirnya meminum airnya. “Aku tidak mau seperti itu, Na.”

Ayana menatap pria di depannya cukup lama.

“Meskipun saat ini jawaban kamu masih sama seperti dulu, dan aku masih belum bisa masuk ke dalam hidupmu, kku tetap akan baik-baik saja.” Keenan meletakkan gelasnya.

Ayana mengernyit. Ia terus menatap Keenan tanpa mengucapkan satu kata pun. Tidak, ia tidak tahu harus menjawab apa dengan kalimat panjang yang terdengar begitu tulus dari bibir Keenan.

Melihat reaksi Ayana, Keenan tersenyum kecil. “Aku memang menyukaimu, tapi menyukai seseorang tidak berarti aku berhak menentukan pilihannya, kan?”Keenan mengambil kacamatanya dan membersihkan salah satu lensanya dengan kain kecil yang ia keluarkan dari saku. “Aku tidak membutuhkan istri yang terpaksa. Aku juga tidak ingin kamu menikah denganku hanya karena ingin melupakan Angga.”

Kalimat itu membuat dada Ayana terasa sedikit sesak. Bukan karena sakit. Justru karena selama ini ia tidak pernah benar-benar mendengar seseorang berbicara seperti itu kepadanya. “Bagaimana kalau aku belum bisa melupakan semuanya?” tanyanya pelan.

“Tidak apa-apa.” Keenan memasang kembali kacamatanya.

“Kalau aku masih sering teringat semua yang terjadi?” Tanya Ayana lagi.

“Itu hal yang wajar. Kita sebagai manusia tidak akan bisa benar-benar seperti kertas kosong yang bersih. Setiap kejadian, pasti tidak akan semudah itu kita hapus semuanya. Aku hanya sedang mengajakmu mengenalku lagi, Na. Kita mulai perlahan-lahan, tanpa harus memaksamu melupakan semuanya.” Jelas Keenan.

Ayana menundukkan wajah. Ada senyum kecil yang tidak berhasil ia sembunyikan. Ia berpikir, semua ini akan terasa lebih sulit dihadapai.

Keenan menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Aku sudah lama memikirkan tentang pernikahan. Dan semakin dewasa, aku justru semakin sadar kalau pernikahan bukan sesuatu yang bisa dilakukan hanya karena dua keluarga merasa cocok.” Ia berhenti sebentar. “Aku ingin menikah dengan perempuan yang benar-benar ingin menjalani hidup bersamaku. Aku tidak bisa menjanjikan semua hal akan selalu berjalan sempurna. Tapi kalau ada masalah, aku lebih memilih membicarakannya daripada menghilang.”

Ayana tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya menatap Keenan dengan hati yang sukit dijelaskan. Apakah seperti ini rasanya jika menemukan orang yang tepat? Bukan tepat, tapi menemukan laki-laki yang cintanya lebih besar untuk kita dari pada apa pun.

1
sunaryati jarum
Alhamdulillah perpisahan baik' - baik tanpa beban dan dendam.Kau beruntung Angga Ayana tidak membalas sakit hati dan kekecewaan pada sikapmu selama ini.
sunaryati jarum
Ayana ,kau sejak memutuskan pergi dari Angga , tidak menaruh dendam sedikitpun padahal berkali kali disakiti,semoga hanya kebahagiaan yang kau terima di hari berikutnya, karena Angga juga menyadari sepenuhnya itu kesalahannya.
sunaryati jarum
Setelah kau bangkrut belum bisa bangkit karena tidak ada mendukung kebangkitan kamu ,baru minta maaf.Tapi itu lebih daripada tidak sama sekali
sunaryati jarum
Bersama kamu Ayana selalu memendam kekecewaan maka selesaikan.Dan kamu akan menyesal setelah tahu siapa Ayana.
sunaryati jarum
Lakukan , sekarang Ayana sudah berbahagia bersama suami yang menghargai dan memahami perasaannya.Tidak sepertimu yang selalu ingin dimengerti,tetapi tidak mau tahu apa yang dirasakan Ayana saat itu.
sunaryati jarum
Suka
Anita Giu: Terimakasih, Akak 🥰🫶🏻🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Good bye sama perusahaan Angga. Bangkit dan berusaha
sunaryati jarum
Sekarang tidak ada orang yg membantu mencarikan investor,maka kebangkrutan yang menunggumu
sunaryati jarum
Kamu lelaki paling egois,orang harus memahami dan mengalah padamu,jika terjadi terus menerus ya lelah.
sunaryati jarum
Terima dan nikmatilah karma atas tindakan kamu pada Ayana.Orang membantumu dari balik layar hingga kau sukses kau tukar dengan mantanmu hamil.Bertanggung jawai tidak harus menampungnya dan kembali padanya,tapi bentuk finansial dan keamanan itu cukup,tapi kebaikan kau balas dengan keburukan ,semua hidupmu jadi buruk.Kau tidak mendapatkan Ayana juga Rara.Rara hanya bisa menuntut sedangkan Ayana yang membantumu membangun perusahaan, ditinggalkan Ayana jadi hancur kan.
Emak akan memberi 5 bintang jika Angga benar-benar hancur
sutiasih kasih: angga bodohnya sdh tak trtolong kak....
mau"nya memungut mantan yg dlu jelas" meninggalknnya demi laki" lain....
total 2 replies
sunaryati jarum
😂😂😂 😭 bukan kerja keras kamu dulu berhasil , emak menarik kesimpulan itu karena bantuan Ayana
sunaryati jarum
Berusahalah seberapa keberhasilan kamu tanpa bantuan Ayana, Angga
sutiasih kasih
selamat mnikmati karmmu angga....
slah sndiri lbh memilih memungut smpah masa lalu....
mna g sadar diri... egois.... maunya sll di mngerti... tpi tak mau mngrti org lain....
harusnya km sadar angga.... perempuan yg dlu mninggalknmu... tk akn mngkin brubah.... dan mau mnemanimu di saat susahmu....

lihatlah skrg.... disaat km butuh suport & butuh ktenangan.... masa lalumu tak prnah mau mngrti keadaanmu... tak peduli dgn smua msalahmu... krna dia maunya sll km yg harus mngerti dia....
sunaryati jarum
Sekarang saja buktinya ngga. setelah Ayana pergi hampir semua mitra kerja pergi
sunaryati jarum
Setelah Ayana tidak turun tangan perusahaan kamu gonjang ganjing
sunaryati jarum
Keenakan terus lupa orang berjasa membuka jalan kesuksesan kamu bahkan menyakitinya
sunaryati jarum
Setelah tidak ada penopang baru ingat.Kebaiksn kau balas dengan pengkhianatan, nikmati hidupmu seperti sebelum Ayana datang.Apa yang dapat diperbuat Rara untukmu,Angga?
sunaryati jarum
Sebentar lagi perusahaan kamu akan hancur,Angga
sunaryati jarum
Syokoooor
sunaryati jarum
Saat kamu memilih Rara dan membatalkan pernikahan dengan Ayana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!