NovelToon NovelToon
Memilih Terbawa Arus

Memilih Terbawa Arus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Mengubah Takdir
Popularitas:412
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Selama tujuh malam, dia memimpikan hal buruk tentang pria yang selama ini dicintainya. Ketika hari lamaran tiba, dia memilih membatalkan perjodohan dan menjadikan Arus, pria berandal yang dibenci warga desa, sebagai alasannya.

Namun, semakin dekat dengan Arus, semakin dia menyadari bahwa pria itu tidak seperti yang orang-orang katakan. Di balik luka dan reputasinya, tersimpan kehidupan yang tak pernah dia bayangkan.

Awalnya hanya pelarian. Tapi bagaimana jika arus yang dia ikuti justru membawanya menemukan cinta yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

arus bergeser, membiarkan polisi itu duduk.

"kenapa di sini..." tanya arus.

"tugas lah, apa lagi. seharusnya aku yang tanya, udah hampir 4 bulan kamu gak ke sini. Sekarang tiba tiba nyari ketenangan ke sini... emang lagi ada apa...? Ada masalah..?"

"Hem....."jawab arus.

"kenapa... Tentang istrimu...?" tebak yoga.

"Hem...."lagi lagi arus berdehem untuk menjawab.

mendengar ini yoga sontak terbelalak...

"seriusan...? Bukannya kalian menikah belum sampai seminggu masa udah mau cerai aja."

sontak sebuah buku mendarat langsung di kepala yoga.

"gak usah ngacok... Memang tentang istriku, tapi bukan masalah denganku"

"lalu...? Sama siapa...? Dia kan nikahnya sama kamu, masah punya masalah sama kucing tetangga...?"

tangan arus yang masih sibuk mengetik berhenti, ia menoleh ke temannya itu.

Lalu ia mulai menceritakan semuanya, yoga juga hanya diam mendengarkan.

Walau arus mengatakan dengan kalimat pendek, tapi sebagai teman sejak SMA tentu yoga bisa memahami bahasa temannya itu.

"seriusan....? Terus mau gimana...?"

"kata orang tuaku tadi, pihak mereka mau melaporkan aku ke polisi"

"Gilak, masak cuma masalah kayak gini aja mau lapor. Padahal jelas jelas dia yang salah."

arus hanya menaikan kedua bahu, lalu kembali mengetik di leptopnya.

"terus kamu gimana, apa kamu mau lapor balik. Atau mau aku yang ngelaporin atas pencemaran nama baik...?"

arus menepuk pundak temannya itu....

"biarkan aja, kalau dia memang bertindak. baru kamu bertindak." ungkap arus.

Setelah itu, mereka hanya berbincang bincang kecil sebelum yoga kembali pergi. Lagi pula dia datang ke sini untuk bertugas bukan menemani arus.

Sampai sore baru arus pulang, sampai di kamarnya ia melihat Alya yang sudah bangun dan hanya terduduk di kamarnya.

"ada apa....?" Tanya arus.

Alya menggeleng...

"masih lemes gara gara bangun tidur aja..."

arus hanya diam, namun matanya masih melihat ke wajah Alya yang sedikit sembab.

"mau lihat anak anak...?" tanya arus.

Ia tau istrinya sangat suka dengan anak anak.

Alya menggeleng....

"anak anak masih libur, habis jalan jalan."

"bukan di sekolah, tapi di panti..."

Alya menatap arus.

"panti...?"

arus mengangguk...

"tempat yang ada di leptop kak arus.".

arus kembali mengangguk...

"gimana...? mau apa kau nggak."

Alya turun dari tempat tidurnya....

"mau lah.... Kita naik motor kan.."

"enggak... Naik mobil aja, bahaya naik motor apa lagi banyak polusi."

Alya cemberut, lalu ia mendekat ke arus sambil menampilkan wajah manja.

"motor ya kak, ples.... Aku udah lama pengen di bonceng naik motor, kakak kan tau papa gak punya motor, aku juga jarang ke mana mana."

melihat wajah memohon istrinya, arus tak dapat menolak lagi. Akhirnya ia mengangguk.

Melihat anggukan ini, Alya sedikit berjingkrak senang.

Bahkan saat akan ke kamar mandi, ia melangkah sedikit melompat sambil miring ke kanan dan ke kiri.

Setelah siap, arus tak langsung pergi.

Dia sengaja menunggu sesudah waktu solat isya agar tak berbenturan dengan waktu solat di perjalanan.

Alya pun tak menolak, karena perjalanan panjang. dia pun enggan jika sholat di jalan.

setelah sholat, arus langsung hendak pergi.

Namun ia di tahan oleh Alya.

"izin dulu...."

"gak usah... Pasti ngerti."

"kak..." tatap Alya.

Kalau sudah begini arus tak dapat mengelak lagi, entah mengapa dia tak dapat berbuat apa-apa di depan sang istri.

arus menghampiri sang ibu yang tengah menonton televisi di ikuti Alya.

Sampai di depan sang ibu, arus hanya berdiri diam. Sampai membuat ibunya bingung dengan tingkah sang anak.

"ada apa rus .." tanya sang ibu.

Namun arus masih diam, ia tengah bingung mau mengatakan apa. Seumur umur dia tak pernah meminta izin kalau akan pergi.

"kak ayo ngomong, malah diem aja" sikut Alya.

Melihat tingkah anak dan menantunya ini Juita malah tersenyum.

"aku mau minta izin, mau pergi."

"pergi...." bingung Juita.

"bukannya rumah yang mau kalian tempati lagi di bangun."

"ngajak Alya main" lanjut arus.

"ini sudah malem, mau pergi ke mana. Jangan ajak Alya macem macem dia anak baik" kali ini dewangga yang berkata.

"enggak kok pa, kak arus katenya mau ngajak Alya ke panti. sengaja berangkat habis isya biar sekalian nginep" ungkap Alya yang tau jika hanya mengandalkan arus maka ini tak akan pernah selesai.

"beneran rus...?" tanya sang ibu..

Arus mengangguk ..

"ya sudah, pergilah. Jangan lupa baik baik sama ly ly.".

Setelah mendapatkan izin mereka akhirnya pergi, sedangkan sang ayah hanya menatap kepergian sang anak.

"ma, apa gak papa biarin arus pergi bawa Alya."

"udah pa, gak papa. Mama malah lega dia bawa Alya, papa lihat arus yang gak pernah minta izin sekarang udah berani minta izin kalau mau pergi"

dewangga sedikit mengangguk.

"memang dia udah ada perubahan, tapi sayangnya tempramennya masih sama."

"udah pa, lagian arus mukul Bagas juga ada alasan".

"papa tau ma, tapi walau ada alasannya tetep makek kekerasan itu salah. Apa lagi mama tau kan kalau keluarga Bagas mau menempuh jalur hukum, papa kasihan sama Alya yang baru menikah sudah di tinggal arus yang harus menginap di lembaga pemasyarakatan."

"udah pa, percaya aja sama anak kita. Toh selama ini dia selalu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri"

di perjalanan, Alya tampak sangat menikmati angin yang menerpa tubuhnya.

Rok panjangnya berkibar kibar tertiup angin membuatnya seakan sedang syuting di drama.

Namun saat tengah menikmati hembusan angin ini, tiba tiba angin yang meniupnya berhenti.

Bahkan helem Alya sedikit menabrak punggung arus.

"ada apa kak." bingung Alya.

"kucing...." jawab arus.

"kucing....? Mana...?"

"turun dulu, biar kelihatan"

arus menurunkan standar motornya, ia sedikit menggendong Alya untuk turun karena kaki istrinya yang pendek.

Setelah turun baru Alya melihat kucing yang tampak kurus dan dekil.

Padahal kucing itu terlihat memiliki bulu yang cantik, namun sayang sebagian bulu kucing terlihat rontok.

"kasihan banget.." ungkap Alya mendekat.

Arus ikut mendekat, namun ia membawa sangkar kecil yang selalu ia taruh di motor.

dengan hati hati arus menaruh makanan kucing ke dalam sangkar, ia tak langsung mengambil karena terlihat kalau kucing itu takut saat tangan Alya menjulur.

setelah kucing terpancing, baru arus menutup sangkar perlahan. Ia pun tak langsung mengangkat, arus menunggu kucing itu memakan makanannya hingga habis terlebih dahulu.

Setelah tandas, baru mereka kembali ke motor.

arus terlebih dahulu membantu sang istri untuk naik, karena dengan tinggi 140 cm apalagi mengenakan rok. Ini membuat Alya sangat sulit naik ke motor arus yang tinggi besar.

"pegangin kandangnya, tapi kamu jangan lupa pegangan juga"

"siap kak..." ungkap Alya yang langsung mengambil kandang itu..

Setelah arus naik, baru motor kembali melaju.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!