NovelToon NovelToon
OVERRATED

OVERRATED

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Romansa Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi Parrie Rose, dunia adalah medan pertempuran tanpa henti. Setelah kematian ibunya, gadis berusia 20 tahun itu terpaksa tinggal di kediaman keluarga Ford, menghadapi kebencian sang ibu tiri, serta perlakuan dingin keluarga barunya. Label ‘anak haram’ melekat erat di dadanya, menjadikannya sasaran hinaan yang seolah tak pernah usai.

Setitik harapan muncul saat Parrie berhasil masuk ke universitas paling bergengsi di New York melalui jalur beasiswa. Namun, takdir kembali mempermainkannya.
Hari pertamanya di universitas langsung berubah menjadi mimpi buruk saat sosok dari masa lalunya hadir kembali: Dimitriou Kaetos Ashford, putra konglomerat dengan kekuasaan besar, kembali hadir di kehidupannya.

Di antara tekanan keluarga tiri, hierarki kampus elit, dan jeratan obsesi Kaetos,
Akankah Parrie mampu melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya, atau justru tenggelam dalam jerat permainan Kaetos?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

"Lihat! Lihat putri harammu itu, Gerald!" teriak Maeve histeris dengan telunjuk gemetar menunjuk lurus ke arah Parrie. Wajah anggun ibu tiri itu mendadak terdistorsi oleh amarah yang membakar. "Dia baru saja mengajarimu! Dia benar-benar wanita tak tahu diri! Dia menginjak-injak harga dirimu di rumahmu sendiri!"

Gerald Ford mematung di tempatnya. Pandangan matanya perlahan turun, menatap telapak tangan kanannya yang masih gemetar kaku—telapak tangan yang baru saja melayangkan hantaman keras ke wajah putri kandungnya sendiri.

Baru sepuluh hari Parrie tinggal di bawah atap kediaman Ford, dan ia sudah gagal menjadi seorang pelindung. Rasa bersalah yang teramat sangat tiba-tiba menusuk relung dada Gerald saat melihat lelehan darah yang membasahi bibir Parrie.

"DIAM, MAEVE!" bentak Gerald tiba-tiba dengan suara menggelegar, memutar tubuhnya dan menatap sang istri dengan matanya yang merah menyala.

Maeve tersentak hebat. Napasnya memburu, matanya membelalak tak percaya. Ini adalah pertama kalinya Gerald berani membentaknya secara terbuka hanya demi membela anak haram dari wanita masa lalunya. "Kau... kau membentakku, Gerald?! Demi wanita murahan ini kau berani membentak istrimu?!"

Di tengah sahut-menyahut adu mulut yang kian memanas di ruang tamu, Glenmore tidak membuang waktu.

Dengan tatapan dingin, ia membalikkan badan, melangkah naik menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua tanpa mempedulikan teriakan histeris Maeve di belakangnya.

BRAKKK!!

Pintu kamar Parrie di lantai dua terhempas sangat keras hingga engsel besinya bergetar hebat.

Parrie yang baru saja memutar tubuh hendak mengunci pintu seketika tersentak kaget.

Di ambang pintu, berdiri Glenmore Ford dengan mata merah membara oleh amarah yang sudah memuncak.

Sejak kedatangan Parrie sepuluh hari lalu, rumah megah yang tadinya tenang kini berubah menjadi arena pertengkaran tiada henti antara kedua orang tuanya. Dan hari ini, kemarahan Glenmore benar-benar meledak.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Glenmore melangkah maju dengan cepat, menerjang Parrie dan mencengkeram erat leher halus gadis itu!

"Kau... dasar benalu sialan!" desis Glenmore dengan wajah liar, mendorong tubuh Parrie hingga punggung gadis itu terhempas keras ke dinding kamar.

Parrie meringis menahan sakit, namun jemarinya refleks naik mencengkeram pergelangan tangan Glenmore yang mencekik lehernya. Di tengah sesak napas yang melilitnya, Parrie justru mengukir sebuah senyuman sinis. Ia tidak akan membiarkan dirinya terlihat lemah di hadapan pria ini.

"Kenapa, Glen...?" bisik Parrie serak di antara pasokan udara yang makin menipis. "Kau... mau menjadi pahlawan untuk ibumu?"

"Tutup mulutmu, Bitch!" gertak Glenmore gelap mata.

Rasa benci, dendam atas permaluannya di kampus tadi siang, serta frustrasi melihat keluarganya hancur membuat akal sehat Glenmore runtuh total. Pria itu menyeringai iblis, menatap tubuh Parrie dengan pandangan yang mendadak berubah menjadi liar dan berniat melecehkan.

"Kau bilang kau jalang di luar sana, kan?" bisik Glenmore tepat di depan wajah Parrie, napasnya yang berbau alkohol tipis berhembus menakutkan. "Kalau begitu, mari beri pelajaran pada tubuh murahanmu ini agar kau tahu diri di rumah ini!"

Glenmore mencengkeram kasar kedua pergelangan tangan Parrie, menahannya di atas kepala, lalu menghempaskan tubuh Parrie ke atas tempat tidur!

DEG!

Rasa takut yang luar biasa hebat seketika menghantam seluruh saraf di tubuh Parrie. Perbedaan kekuatan fisik antara pria dan wanita terasa sangat nyata. Parrie memberontak membabi buta, menendangkan kakinya ke segala arah saat Glenmore menindih tubuhnya dan berusaha mencium lehernya secara paksa.

"LEPAS! LEPASKAN AKU, BRENGSEK!" teriak Parrie histeris, suaranya melengking memenuhi ruangan.

"Diam, sialan! Tidak akan ada yang menolongmu di rumah ini!" gertak Glenmore liar, cengkeramannya pada tangan Parrie makin memperketat hingga kulit Parrie memar.

Suara teriakan Parrie tenggelam di balik tebalnya dinding kamar berkedap suara. Di bawah, pertengkaran hebat antara Gerald dan Maeve masih pecah, membuat tidak ada seorang pun yang mendengar jeritan minta tolong dari lantai dua.

Parrie memalingkan wajahnya kasar saat bibir Glenmore mencoba menyentuh lehernya. Dalam keputusasaan yang memuncak, Parrie mengumpulkan seluruh tenaga sisa di tangan kanannya. Ia berhasil menarik satu tangannya dari cengkeraman Glenmore, lalu—

PLAKKKKK!

Sebuah tamparan yang luar biasa keras mendarat telak di pipi kanan Glenmore!

Hantaman itu membuat kepala Glenmore terlempar ke samping. Pria itu membeku di atas tubuh Parrie, napasnya memburu liar bagaikan banteng terluka.

"BERHENTI!" teriak Parrie dengan mata membelalak lebar, napasnya terengah-engah dan suaranya bergetar hebat. "Berhenti... atau kau akan hancur berantakan di tangan Kaetos Ashford!"

Nama itu terucap bagaikan mantra pemutus mantra gila di dalam kepala Glenmore.

Glenmore mematung seketika. Sorot mata liarnya perlahan memudar, tergantikan oleh keterkejutan yang amat sangat. Pria itu menegakkan tubuhnya sedikit, menatap Parrie yang berada di bawahnya dengan raut wajah bergetar panik.

Bayangan Kaetos Ashford—pria berbahaya yang meremas kaleng soda hingga hancur saat menatapnya tadi siang—seketika berputar di otaknya.

"K-kau..." suara Glenmore bergetar, berusaha memastikan. "Kau benar-benar punya hubungan dengannya?!"

Parrie tidak menjawab secara lisan. Ia menatap Glenmore dengan pandangan mata yang paling dingin, tajam, dan penuh ancaman terselubung—sebuah tatapan yang menegaskan bahwa ucapan itu bukanlah gertakan kosong.

Glenmore menarik jalurnya perlahan dari atas tubuh Parrie. Napasnya masih membara, namun rasa takut pada nama besar Ashford jauh lebih mendominasi otaknya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Glenmore membalikkan badan, melangkah terburu-buru keluar dari kamar dan menghempaskan pintu kamar Parrie rapat-rapat.

Suasana kamar seketika hening.

Begitu mendengar langkah kaki Glenmore menjauh, Parrie yang tadinya berakting berani dan tangguh seketika runtuh total.

Tubuh Parrie gemetar hebat. Kedua kakinya terasa lemas tak bertulang hingga ia tidak sanggup lagi menopang tubuhnya di atas tempat tidur. Ia merosot turun ke lantai dingin, memeluk kedua lututnya rapat-rapat di sudut ruangan.

Demi Tuhan... Parrie ketakutan luar biasa. Jantungnya berdetak liar seolah hendak melompat keluar dari dadanya. Meskipun Glenmore tidak sampai melakukan tindakan intim yang melangkah lebih jauh, namun sentuhan paksa, dekapan kasar, dan pitingan kuat pada tubuhnya tadi telah meninggalkan bekas trauma yang teramat dalam.

Namun... di tengah gemetar tubuhnya dan air mata ketakutan yang mulai menetes basah, pikiran Parrie justru tidak tertuju pada dirinya sendiri.

Bayangan perlakuan kasar Glenmore tadi mendadak memicu ingatan Parrie pada cerita tragis tentang masa kecil Kaetos.

Dada Parrie serasa dihantam oleh ribuan jarum beracun.

Apakah... apakah seperti ini yang dirasakan Kaetos dulu? batin Parrie meraung, air matanya pecah mengalir deras membasahi pipi dan gaunnya.

Parrie mengingat bagaimana Kaetos pernah dilecehkan. Parrie menyadari betapa mengerikannya rasa takut saat tubuh kita dikuasai secara paksa oleh orang lain tanpa bisa melawan.

Apakah saat itu Kaetos juga gemetar ketakutan seperti ini? Apakah dia juga berteriak histeris meminta tolong, namun tidak ada satu orang pun yang datang menolongnya?! Apakah rasa putus asa itu begitu pekat hingga merusak jiwanya dan menjebaknya dalam trauma seumur hidup?!

"Akkkhhh!" Parrie meremas rambutnya sendiri kuat-kuat, dadanya terasa sesak luar biasa bagaikan dihimpit batu raksasa.

Rasa sakit atas penderitaan Kaetos terasa puluhan kali lipat lebih menyiksa dibanding rasa sakit akibat tamparan ayahnya atau cengkeraman Glenmore!

"KAETOS! Huhuhu... KAETOS!"

Jeritan histeris akhirnya pecah dari tenggorokan Parrie. Gadis itu menenggelamkan wajahnya di antara kedua lutut, membiarkan tangis histerisnya menggema di dalam kamar yang sepi. Ia meratapi betapa kejamnya dunia pada pria yang paling dicintainya.

"Maafkan aku... Maafkan aku, Kae..." tangis Parrie serak di antara isak tangisnya yang membendung. "Aku baru merasakan sedikit saja rasa takut ini... tapi kau harus menanggungnya bertahun-tahun sendirian..."

1
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪🤗
Yusry Ajay
makin seru cerita nya Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: uhuy 🥳
total 1 replies
Vtree Bona
nahloh ada lagi cwo ga psikopat kak Thor
Rosdianah 🌷: loh 🤭
total 1 replies
Vtree Bona
nah lho di bawa kemana penny
Rosdianah 🌷: kwkwk🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak, Sehat selalu kak reader 🫶
total 1 replies
Debu Nakal
seru nih..
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Yusry Ajay
kepo aq Thor 🤔🤔
Yusry Ajay
siapa Thor yg nyulik penasaran bgt🤔🤔
Yusry Ajay
siapa yg nyulik Thor 🤔🤔
Vtree Bona
masa seorang ashford di tolak kak Thor,ga seru banget
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Yusry Ajay
Aduhhh Penny kasian ditolak cintanya 🤗🤗
Yusry Ajay
kurang Thor 😁😁up lg🤗🤗
Rosdianah 🌷: author up satu bab saja kak🫶
total 1 replies
Vtree Bona
ko serem yah kak Thor 🥴
Vtree Bona
cocok banget pasangan iseng🤭
Rosdianah 🌷: hehhe🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
makasih uda up bnyk Thor 😁😁😁
Nita Nita
kira2 kendrick msh tengil ga ya 🤭
Rosdianah 🌷: kwkwk🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
makasih Thor uda up bnyk 🤗🤗
Rosdianah 🌷: oke kak🫶
total 1 replies
safaana
kan kan kanemang Rey itu jodohnya Ken,bagaimana ke depannya ya
Vtree Bona
akhirnya kak Thor
Rosdianah 🌷: hehhe🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!