Cari ide itu susah ya, jadi please jangan plagiat!
Next season di Anta's Diary.
Kecelakaan itu merenggut nyawa ibu dan adik dari gadis bernama Anandita Mikhaela. Gadis itu mengalami koma selama satu minggu.
Setelah Dita sadar entah kenapa ia jadi bisa melihat penampakan di sekitarnya dan membuatnya jadi terbiasa dengan keberadaan makhluk astral.
Hingga perjumpaannya dengan sosok pocong bernama Ananta Prayoga, sosok pria tampan di balik bungkusan kain putih itu, membuatnya jatuh cinta.
Dapatkah Dita dan Anan memecahkan misteri kematian para hantu itu?
Dan dapatkah kisah cinta Anan dan Dita berakhir bahagia?
So stay tune.
Follow my IG @vie_junaeni
Happy Reading 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Om Beno part 4
Pukul dua siang akhirnya mereka sampai di desa Tanjung xx.
"Aku mau solat zuhur dulu ya Tante di mushola sana." ucap Dita.
Tante Maya mengangguk, laku menggandeng Mar menanyakan rumah seseorang bernama Sidik.
"Ketemu Nan, rumahnya si sidik, anak ini mau antar."
ucap Tante Fani menghampiri Dita yang sudah selesai menunaikan solatnya.
"Tante gak solat?"
"Tante lagi halangan."
"Saya jemput ibu jam berapa?" tanya si akang Jodi.
"Emmm abis magrib aja ya kang." jawab Tante Fani.
"Mending saya ikut ibu aja tanggung kalo pulang soalnya capek dijalan."
"Yaudah boleh sekalian nemenin kita cewek semua soalnya jadi tenang kalo ada cowok yang nemenin." sahut Tante Fani.
Mereka beranjak pergi ke rumah pak Didik Purnomo.
"Maaf Bu apa betul ini rumah pak Sidik?"
Seorang nenek tua itu mengangguk lalu dia menangis.
"Loh Ibu kenapa?"
Ibu itu membawa Dita dan rombongan ke ruang belakang. Disana seorang pria yang bernama Sidik sedang terbaring.
"Ada apa dengan pak Sidik Bu?" tanya Dita
"Sudah setahun ini dia seperti orang gila kadang berteriak sendiri, marah-marah, kasang ketakutan, dan kadang juga menangis ." ucap ibu itu.
Tante Fani membuka pintu kamar itu lebih lebar.
"Sidik apa kamu masih inget saya?"
Sidik melihat ke arah Tante Fani lalu menghampirinya dan bersujud.
"Maafin saya teh, maafin saya, saya cuma disuruh."
"Maksud kamu?" tanya Tante Fani.
***
Flashback setahun lalu di pantai XX desa Tanjung xx.
Setahun lalu terjadi kebakaran ke dua di pantai itu. Kebakaran yang di rencanakan hanya karena pemiliknya Tuan Jalaludin menutupi barang bukti berupa kokain yang di simpan dalam perut ikan. Lagi pula dari kebakaran itu dia mendapat asuransi dari kapalnya yang terbakar.
Beno mengetahui hal tersebut dan berencana melaporkan hal tersebut namun keburu ketahuan oleh Sidik.
"Kita cuma bawahan Ben, kita nurut aja apa kata tuan." ucap Sidik.
"Gilak kamu bertahun tahun aku jadi abk baru ini ngurusin kapal yang muatannya barang haram macam gini."
"Sudah nikmati saja uangnya daripada nanti kita kenapa-kenapa sama tuan Jalal."
Hati Beno tak tergeming dia tetap akan melaporkan tindakan tersebut ke pihak berwajib.
Sidik kaget dan panik karena tak bisa mencegah tindakan Beno dia memberitahukan pada Tuan Jalal. Akhirnya Tuan Jalal memutuskan untuk menyuruh Sidik meracuni Beno. Mayat Beno dibuang ke tepian pantai yang terjal dengan wajah membentur karang dan rusak namun karena takut jasadnya ketauan akhirnya mayat Beno di angkat kembali di beri tutupan kain kafan dan dikuburkan di tempat peletakan bangkai kapal TNI yang sudah tua.
Karena kebetulan kapal tua tempat mereka berfoto dulu hendak dipindah kan ke tempat yang baru makanya momen itu dimanfaatkan tuan Jalal untuk menutupi kejahatannya menyembunyikan mayat Beno di tempat yang baru itu.
Lalu kebakaran ke tiga di buat untuk menciptakan kesan kecelakaan pada Beno makanya mayatnya tak pernah di temukan.
***
"Kita harus ke kapal itu Tante, bawa pihak berwajib." saran Dita pada Tante Fani.
"Apa anak saya akan di penjara?" tanya ibu itu.
"Menurut ibu? pantaskah hanya penjara saja baginya? bagaimana kalo anak ibu yang dibunuh sekejam itu?" Tante Fani terisak dan ingin rasanya mengambil sebilah pisau di dapur itu dan menusukkannya pada Sidik yang sekarang masih berlutut di hadapannya memohon maafnya.
Namun saat dia melihat Mar yang berada di dekapan Dita dia sadar tak pantas rasanya tangannya mengotori dengan darah bedebah dihadapannya ini.
***
Akhirnya warga setempat memutuskan untuk memindahkan kapal tua itu dengan bantuan alat berat pada malam itu juga. Dan jasad om beni diketemukan di peluknya jasad itu oleh Tante Maya dan Mar yang menangis sangat menyayat hati.
Anan sudah berada disamping Dita sejak Dita memanggilnya tadi. Di ujung sana Dita juga melihat sosok pocong om Beno yang sedang memandangi jasadnya yang diketemukan sudah tak utuh lagi.
Pocong om Beno sudah berada di samping Tante Fani dan Mar berubah wujud menjadi manusia seperti sedia kala. Dia membelai rambut Mar dan Tante Fani. Meski tak terlihat oleh mereka tapi Dita tahu kalau om Beno pamit dan mengucapkan terima kasih pada Dita.
Malam itu akhirnya Dita memutuskan untuk menerima tawaran warga setempat yang baik hati untuk menginap.
***
"Neng awas tuh ada non Kunti duduk di ujung situ." ucap akang Jodi di teras rumah tempat mereka numpang menginap.
Dita menoleh ke arah yang ditunjuk akang Jodi tapi Dita tak menemukan apapun.
"Takut ya?" Akang Jodi meledek Dita.
"Akang itu di sampingnya apa?"
akang Jodi kaget dan langsung buru-buru pindah dari kursinya.
"Orang aku cuma mau tanya itu apa, eh taunya cicak hahahhaa." ucap Dita.
"Ah kamu mah ngeledek aja."
Apa iya dia bisa lihat hantu tuh buktinya si Anan disamping dia aja dia gak lihat.
batin Dita, lalu ia melihat kearah Anan yang sedang tersenyum nakal memulai kejahilannya.
Anan meniup bagian leher akang Jodi.
"Ko merinding yak? ah gara-gara si Kunti kali yak masih disini, baek-baek neng digodain."
Dita menahan tawa nya melihat tingkah akang Jodi yang masih berpura-pura melihat sosok kuntilanak itu.
Anan menjatuhkan pot kembang depan akang Jodi.
"Tuh kan dia marah hiyy ayuk neng ke dalam." ajak akang Jodi.
"Katanya udah biasa kang?" kali ini Dita yang meledek akang Jodi.
"Iya sih tapi akang ngantuk ah gak siap."
BUG...
Anan membuat akang Jodi terjatuh.
"Duh saya teh kesandung apa yak?" gumam akang Jodi.
"Kesandung Tante Kunti hiyyyyy." Dita berlari kearah kamar yang disiapkan untuknya.
Disusul akang Jodi yang juga berlari ke ruang tamu lalu tidur disamping bapak tuan rumah menutup wajahnya dengan kain sarung.
Anan dan Dita tertawa saking girangnya menjahili akang Jodi.
"Aku yakin dia cuma pura-pura bisa lihat hantu buktinya dia gak liat aku." ucap Anan yang memegangi perut nya sakit karena tertawa.
"Iya bener sok iye sok berani katanya punya konten yutub tapi isinya taunya fiktif hahahhaha." sahut Dita.
Sekelebat wanita berdaster putih lewat di depan pintu kamar Dita.
"Duh apalagi ini, mana Tante Fani sama Mar belum balik lagi ke sini." Dita melirik Anan untuk melihat sosok diluar.
"Kamu tau film Suzanna yang waktu itu kita pernah tonton?" tanya Anan.
Dita mengangguk dan terbata-bata mengucapkan
"Ma maksud kamu Suzana yang sun sundel bolong?"
Bola mata Anan bergerak mengarahkan Dita untuk melihat sosok disamping Dita.
Dita menoleh dan
Hihihihihihihihi.......
***
To be continued...
Happy Reading....