Cerita ini menceritakan Tentang Perjalanan hidup Aqila Putri Mahesa.
Seorang gadis Remaja Yang ingin mencari kedua orang tua,akibat tragedi di malam itu,dia harus terpisah dari kedua orang tua,bahkan sebelum dia sempat melihat wajah Papa dan Mama nya,Aqila di rawat dan di besarkan oleh Omnya dia saat dirinya masih bayi,Tetapi semenjak kepergian Omnya,Aqila merasa putus asa kini hidupnya tak tau lagi arah tujuan,orang yang jadi panutan untuk mencari orangtua dan yang selalu melindungi dirinya kini telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya.
Bagaimana kisah selanjutnya? jangan lupa ikuti terus cerita ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meri Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KE INGINAN AQILA
Lima belas menit kemudian Aqila dan Vino sudah selesai menikmati makan.
Sesuai janji Vino dia akan menemani Aqila kemana pun dia pergi, sebelum mereka berangkat, terlebih dahulu mereka berpamitan kepada Lala.
Mereka berdua berjalan menuju parkiran, tak lama kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil,
Selama di dalam mobil, terjadi keheningan sesaat, Aqila Engan untuk berbicara terlebih dahulu begitu juga dengan Vino.
Aku melirik Vino, Aku ragu akan tujuan aku ingin pergi ke mana, karena aku takut kalau Vino marah dan tidak mau ke sana.
Rasa bingung dan ragu mulai menghantui pikiran ku, Ingin berbicara tapi tidak tau harus mulai dari mana.
Ya Allah, aku harus mulai pembicaraan dari mana, aku takut Vino marah, tapi aku ingin sekali menemui ibu itu. Rasanya aku sangat merindukan nya.
Vino juga sedang memperhatikan Aqila, dia melihat Aqila begitu tampak resah dan gelisah.
Apa yang di pikiran Aqila, kenapa dia begitu tampak gelisah ya?
Apa dia takut dan ragu berbicara ke mana tujuan yang ingin dia kunjungi ya?
Melihat Aqila yang semakin gelisah di dalam mobil, Vino memecahkan keheningan. Dia mulai bertanya kenapa dan mengapa.
"Aqila kamu kenapa?" Mendengar Vino berbicara Aqila menoleh ke arah Vino.
Aku tersenyum, "Tidak apa-apa Vin," mendengar Aqila menjawab tidak apa-apa Vino mengangkat Alisnya sebelah.
Ada apa dengan nya, Aqila, Aqila kamu bikin aku penasaran dengan apa mau mu saat ini.
"Kamu mau apa dan mau kemana, hmmm?" Tanya Vino.
Aqila cuma diam, dia tidak menanggapi pertanyaan Vino. Aqila diam bukan karna tidak mendengar tapi dia ragu mu jawab apa.
"Aqila?" sapa Vino, mengelus rambut Aqila.
"Iyaa." Sahut Aqila. Melihat wajah Vino.
"Kamu kenapa?"
"Dan kamu mau kemna sebenarnya ini?" Tanya Vino lagi.
Vino sudah bisa membaca jalan pikiran Aqila kali ini, dia tau kalau Aqila takut dia tidak mau menuruti keinginannya.
"Ayo sebutin, kamu mau kemana?"
"Bukankah tadi aku sudah berjanji, akan menuruti ke inginan mu dan kemampuan kamu pergi." Ucap Vino sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Vino lagi rasanya hatiku sangat senang. Enatah kenapa rasa takut dan gugup hilang seketika.
"Kamu yakin?" tanya ku kepada Vino, Vino menganggu pelakan pertanda kalau dia yakin.
Seulas tersenyum, "Kamu kepada tersenyum?" Tanya Vino. Dia sedikit binggung.
Aku tertawa, "Tidak apa-apa Vin,"
"Aku mau ke Rumah Sakit X," jawab Aqila.
"Rumah Sakit X?" Tanya Vino sedikit kaget. Aqila mengangguk.
Mau Apa Aqila kerumah sakit X, bukankah itu rumah sakit kejiwaan, oh iya aku lupa kalau kakak Nara bekerja di sana.
Apa Aqila ingin bertemu dengan kak Nara yaa? Baiklah Aqila aku akan menemanimu, aku takut kalau di sana nanti ada Natan.
Aku tidak ingin Natan menumui dan mendekatimu lagi, karna aku tidak suka dengan dia semenjak kejadian tempo lalu.
Melihat Vino yang sedikit kanget di tambah lagi melamun saat menyetir, Aku berusaha untuk menyadarkannya.
Eh.. Apa yang di pikirkan Vino? Apa dia mencari alasan dan tidak mau menemani ku ya. Aqila mulai berpikir aneh.
Aqila kembali bersuara, "Iya rumah sakit,"
"Kenapa kamu tidak ingin menemaniku ya?" Tanya Aqila.
"Kalau kamu tidak mau tidak apa-apa Vin,..." Belum sampai pembicaraan Aqila, Vino malah memotongnya terlebih dahulu.
"Kata siapa?" Tanya Vino dengan cepat.
"Bukankah tadi aku sudah berjanji, akan menemani kemanapun kamu pergi,"
"Jadi kamu tinggal sebutkan kemana kamu ingin pergi." Jawab Vino sambil tersenyum, dia berusaha menyingkirkan pikiran aneh Aqila.
Aqila merasa sangat senang mendengar ucapan Vino. Terlihat jelas dari senyuman yang dia berikan.
Sebegitu bahagia nya kamu Aqila, sebenarnya siapa yang ingin kamu temui disana? Sudah lah Vino nanti kamu akan tau sendiri dia bertemu dengan siapa.
"Terimakasih Vin," ucap Aqila sambil memeluk lengan Vino sebelah.
"Iya sama-sama." Jawab Vino.
Karna tujuan mereka sudah tau kemana. Vino mengarah kan mobil menuju jalan yang tertuju ke arah Rumah Sakit X.
Selama di perjalanan mereka saling berbicara satu sama lain, menceritakan dan mengingat ingat masa kecil mereka selama ini.
Canda dan tawa mereka terdengar jelas, senyuman demi senyum kebahagian kembali terpancar di wajah mereka masing-masing.
Setelah sekian lama mereka berdua tidak merasakannya. Kalau mereka pernah sedekat ini.
.
.
.
.
.
.
PERMINTAAN MAAF AUTHOR.
SEBELUMNYA MEYI MENGGUCAPKAN RIBUAN TERIMAKASIH KASIH LAGI UNTUK SEMUA PEMBACA YANG MASIH SETIA MENUNGGU UP CERITA MEYI, MAAF MEMBUAT LAMA MENUNGGU🤧KEMAREN" LAMA UP KARNA BEGITU BANYAK KENDALA TERMASUK KESEHATANKU SAMPAI SAAT INI🙏🙏
MEYI TIDAK ADA APA NYA TANPA DUKUNGAN DAN SEMANGAT YANG SELALU KALIAN BERIKAN😍❤️🤗
TERIMAKASIH ATAS SEMUANNYA MEYI SAYANG KALIAN SEMUA❤️🤗😘😘😘
bukan ke pergian 🙏🙏
semangat 👍👍👍
Raka, mau PDKT??
Thor, ingat setelah koma, spasi yaaaa
Thor, nulisnya:degdegan......begitu
Ah ya....ceritanya cukup menarik, tapi biasa....maklum, layar sentuh bikin terpeleset. Bagus 👍👍👍
Ayo thor, direvisi 🤗🤗