TAMAT
Rara bersembunyi sebisa mungkin agar tak terlihat oleh pria yang sudah dilihatnya sedang menghajar seorang wanita yang sudah terkapar berlumuran darah, membuatnya terpaksa harus bersembunyi agar tak menjadi korban berikutnya. Namun sayang persembunyian Rara pun diketahui oleh lelaki itu dan Rara pun menjerit ketakutan saat sebuah tangan mengcengkram bahunya dengan sangat kuat.
" Aaaa sakit, Aku minta maaf, aku tak sengaja melihatmu, aku hanya sedang lewat dan mendengar sebuah teriakan dari gadis itu. aku benar-benar tak bermaksud untuk ikut campur, aku hanya sedang lewat saja. Aku mohon ampuni aku, jangan sakiti aku, aku berjanji akan tutup mulut, aku tak akan menceritakan pada siapapun. Aku mohon lepaskan aku" Ucap Rara dengan tangis lirih. Rasa takut yang amat sangat, membuatnya pingsan dihadapan lelaki itu. Namun bukan meninggalkan Rara, lelaki tersebut malah menggendongnya ala bridal, membawanya menuju kediaman seorang Pria Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan yang sama
Dan setelah kematian Nisa, tak ada seorangpun yang datang ke rumah orang tuanya, walau sekedar untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Nisa. Samuel yang dikenal sebagai orang paling dekat dengan Nisa pun, tidak pernah muncul menemui orang tua nya.
Keluarga Nisa pun hanya beranggapan bahwa anaknya meninggal karena kecelakaan, jadi mereka tak melaporkan kejadian itu kepada polisi untuk mengusut kematian Nisa. Hanya saja yang membuat mereka bingung, kenapa samuel tak pernah menemui mereka.
Orang tua Nisa pun berasumsi, bahwa hubungan Nisa dan Samuel telah kandas, karena sebelum Nisa meninggal, Ia selalu murung dan berdiam diri didalam kamar. dan setelah meninggal nya Nisa, Orang tua nya kini sudah menetap di luar negri dan tak pernah kembali.
******************
" Kak Daffa, Mau sampai kapan mencari Rara ". Tanya Fadil yang masih setia menemani nya di apartemen, karena ia begitu khawatir jika Daffa akan melakukan hal-hal yang membahayakan.
" Sebelum aku mati, aku akan tetep mencari Rara. Dia Wanita yang begitu lembut, yang mampu menerima ku apa adanya. Walau dia tau kondisi ku, ia masih tetap menerima cinta ku ". Ujar Daffa.
Fadil mengerti perasaan Daffa, sama hal nya saat ia melihat Nisa bersama Samuel kakaknya. kenapa samuel selalu terlibat dengan gadis yang disukai adik-adiknya.
" Maaf kak, aku tidak dapat membantumu. Aku harus kembali ke Jogja, karena cuti Kuliah ku sudah habis ". Fadil menyesal, karena perbuatan nya Daffa harus kehilangan Rara.
Fadil pun pergi meninggalkan Daffa, Ia sangat berharap Rara dapat segera ditemukan. Agar kakaknya bisa kembali bahagia dengan kehidupan nya. Daffa sudah terlalu lama bersabar dan berdiam diri diperlakukan bak orang asing didalam keluarga Anderlecht oleh Samuel.
*****************
Rara dan Samuel sudah berada di sebuah kota yang indah terbilang cukup terkenal, karena mereka berada di kota Yogyakarta. Namun Samuel tetap membeli sebuah rumah, dengan penjagaan khusus untuk melindungi Rara, Wanita yang sudah membuatnya Jatuh cinta dan hampir gila bisa sejam saja tidak bertemu dengan nya.
Mereka tinggal jauh dari pusat kota Jogya dan disini mereka akan hidup menjadi sepasang suami dan istri. Karena Samuel sudah merencanakan untuk segera menikahi Rara. dan ini satu-satunya cara agar Daffa maupun Ferdy berhenti mencari mereka.
Mereka tiba di sebuah rumah yang cukup mewah, berdiri megah bak Istana, Rara begitu terkejut melihat rumah tersebut. dia hanya berpikir hanya dia saja dan Samuel yang tinggal kenapa harus sebesar ini.
Samuel pun menghentikan mobilnya, dan mengajak Rara untuk masuk kedalam rumahnya.
" Ayo sayang kita masuk, kamu pasti sangat lelah ". ajak Samuel
" Ini rumah siapa Kak ". Tanya Rara yang hanya berdiri saja tak berani masuk.
Samuel yang melihat Rara, kemudian memeluknya dari belakang dan berkata.
" Ini rumah Kita sayang, kita akan memulai kehidupan baru disini, bersama keluarga kecil kita nanti. " Jawab Samuel gembira.
Rara pun hanya dapat tersenyum paksa. Ia sudah benar-benar merasa putus asa. Berharap akan bisa bahagia selamanya bersama Daffa, tapi malah berakhir seperti ini.
Samuel pun menuntun Rara untuk memasuki rumah baru mereka, sangat luas dengan 2 lantai yang berdiri kokoh, dan ada sebuah Taman yang tertata sangat indah di samping rumah. Benar-benar rumah Idaman.
" Aku mau istirahat dulu ". ucap Samuel.
" Apa aku boleh meminta kamar untuk ku sendiri, maksud ku. Jika aku sudah mulai kuliah, pasti akan banyak tugas dan buku-buku yang berserakan di mana-mana". Pinta Rara gugup.
Samuel sebenarnya tak ingin membiarkan Rara memiliki kamar, karena itu akan membuatnya sulit mengawasi Rara. Tapi keinginan Rara ada benarnya juga. karena Ia pasti akan merasa terganggu.
" Baiklah, akan ku tunjukkan kamar mu ". Jawab Samuel. Rara merasa sedikit lega, akhirnya ia mempunyai kamar dan tak perlu membagi kamar lagi bersama Samuel.
Ia mengikuti Samuel, untuk menuju kamar yang akan diberikan padanya. Rara merasa was-was, sebelum ia melihat dengan benar kamar yang akan di berikan padanya, Ia berharap semoga tak mengecewakan.
Saat memasuki Ruangan yang tidak terlalu besar, Rara mengernyit kan Dahinya, karena merasa tak salah bicara, kenapa ia diberikan ruangan seperti beruang kerja, tidak ada sebuah Kasur atau lemari pakaian yang seperti kamar-kamar biasanya.
" Kenapa berhenti disitu, Katanya tadi minta Kamar, Ayo ". Ajak Samuel meminta Rara untuk tetap mengikuti nya. Rara pun mengangguk Ragu lalu mengikuti Samuel.
Saat Samuel membuka pintu, nampak lah sebuah kasur berukuran besar, lemari pakaian, meja Rias dan beberapa rak buku serta meja belajar.
Samuel pun mendekati Rara, dan memeluk nya lagi dari belakang.
" Kamu suka Kamar ini ". Tanya Samuel. Rara pun mengangguk.
" Aku sudah siapkan semua ini, karena kamu pasti akan meminta nya ". ucap Samuel.
" Lalu didepan itu ruangan apa ". tanya Rara penasaran.
" Itu ruang kerja khusus untuk ku, Jadi aku bisa selalu mengawasi mu, setiap kamu akan keluar dari kamar " . ucap Samuel lalu menciumi pipi, leher kemudian mendarat di bahunya.
Samuel tak akan membiarkan Rara pergi begitu saja, ia akan terus mengawasi wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta. Bahkan Ia tak bisa menahan hasratnya saat berada di dekat Rara, rasanya ingin selalu mencumbu nya.
Rara benar-benar sudah tidak tahan dengan perlakuan Samuel, Ia sangat risih, tapi ia sudah tidak Mempunyai harapan lagi. Samuel sudah menodai mahkota yang ia jaga Baik-baik, sekarang ia hanya bisa pasrah bagaimana kehidupan selanjutnya akan ia hadapi.
" Besok kamu sudah mulai kuliah, akan ada supir yang mengantar dan menjemput mu. Jangan pernah macam-macam untuk lari dari ku, kemana pun kamu pergi aku pasti bisa menemukan mu ". Ancam Samuel.
Rara sudah terbiasa dengan ancaman Samuel, jika ia memilih pergi, kemana juga ia harus pergi dan meminta pertolongan. Di kota ini tak ada satu orang pun yang ia kenal, ia pun sudah tak mempunyai harapan untuk bisa kembali bersama Daffa. Karena ia merasa sudah tidak pantas untuk Daffa.
Walau harapannya masih sangat besar untuk bertemu Daffa, tapi Ia memilih untuk tak memperdulikan hal itu. Samuel sangat posesif, Ia tak akan membiarkan Rara pergi jauh dari jangkauan nya.
Apa jadinya jika ia benar-benar pergi dari Samuel, jika memiliki kesempatan untuk pergi dari Samuel, ia pasti akan lakukan itu. hanya tinggal menunggu waktu saja, kapan dan dimana hari itu tiba. Ia benar-benar ingin bebas dari Samuel, Ia ingin dapat pergi jauh, agar Samuel tidak dapat menemukan nya.
Tetap saja Harapan hanyalah sebuah harapan, kapan harapan itu akan terwujud, kita hanya bisa menunggu nya saja. dan menjalani kehidupan sewajarnya, tak terlalu banyak memikirkan hal yang belum tentu akan terwujud.