NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:803.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ZiOzil

Cerita ini diangkat dari sudut pandang yang bebeda, dengan alur kehidupan sehari-hari.
Dan menyebabkan kebaperan. Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini.

Amanda, gadis cantik dan lembut. Harus terikat hubungan terlarang dengan pria beristri yang bernama Satria. Berawal dari pertemuan tak sengaja dan hutang budi, akhirnya mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan yang tak semestinya.

Akankah mereka bersatu? Atau malah berpisah.

IG : nona_vie90
FB : Nevi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan

"Kau tunggu disini, aku ingin ke toilet sebentar!" Satria berlari masuk ke dalam toilet pria dan aku hanya menunggu di luar.

"Amanda ...!" Suara seseorang yang tak asing menusuk telingaku. Aku spontan menoleh ke arahnya. Sosok yang baru saja keluar dari toilet ini membuat aku terkejut bukan kepalang.

"Kau ...?" Mataku membulat sempurna saat melihat sosok itu. Dia Evan, lelaki yang pernah aku cintai sekaligus lelaki yang menghancurkan hatiku.

"Kau cantik sekali, Amanda!" Evan memandangiku dari kepala hingga kaki.

Mendadak hatiku sakit, memori otakku memutar kembali kejadian dua tahun yang lalu saat aku menyaksikan sendiri perselingkuhanya waktu itu. Setelah dua tahun aku berusaha memulihkan rasa sakit ini, kenapa Tuhan harus pertemukan lagi aku dengan si berengsek ini?

"Kau bersama siapa? Pacar barumu?" Evan celingak celinguk memandang disekitarku.

"Bukan urusanmu!" Aku berbicara dengan nada yang ketus.

"Manda, kau masih marah kepadaku? Aku minta maaf, aku kan sudah menjelaskan alasanku waktu itu. Aku tidak mencintainya, sampai saat ini aku hanya mencintaimu seorang." Evan berbicara dengan tidak tahu malu sambil menggenggam tanganku. Dia fikir aku percaya apa?

"Lepaskan aku! Aku tak butuh omong kosongmu!" Aku berusaha melepaskan genggaman tangan Evan. Aku benar-benar benci kepada lelaki ini.

"Hey ... lepaskan dia!" Tiba-tiba suara bentakan Satria mengagetkanku dan mungkin juga mengagetkan semua orang.

"Satria!" Aku masih berusaha melepaskan tanganku.

"Siapa kau? Jangan ikut campur!" Evan berbalik membentak Satria. Dasar bedebah tak tahu diri.

"Dia calon istriku! Lepaskan dia!" Satria menatap tajam ke arah Evan. Ya Tuhan, apa yang dia katakan tadi? Aku calon istrinya? Hatiku seperti meledak mendengarnya.

Mendengar kata-kata Satria, Evan pun akhirnya melepaskan tanganku dan memandang Satria dengan tidak suka.

"Kita pasti akan bertemu lagi!" Ucap Evan sambil berlalu pergi meninggalkanku. Ciihh ... percaya diri sekali dia!

"Siapa dia?" Satria bertanya tanpa memandangku, matanya masih menatap punggung Evan yang semakin menjauh.

"Dia mantan pacarku." Ucapku jujur. Memamg begitu adanya kok.

Satria menghirup nafas dalam lalu membuangnya dengan kasar. Wajah lelaki itu seketika terlihat murung.

" Ya sudah, yuk!" Satria berjalan sambil menarik lenganku. Aku hanya mengikuti langkah Satria tanpa berkata apapun, begitupun lelaki ini, dia hanya diam membisu.

Aku masih kepikiran kata-kata Evan tadi, bukan karena aku masih mencintainya tapi karena aku merasa sedih dengan diriku sendiri. Aku dicampakkan dan disakiti disaat lagi sayang-sayangnya, bertahun-tahun aku mencoba bangkit dari keterpurukan itu dan sekarang dia datang dengan kata-kata cinta lagi. Apa dia fikir aku tak punya perasaan?

Untung saja hatiku buatan sang maha pencipta, kalau buatan akang cilok, mungkin sudah membusuk.

***

Aku masih sibuk memilih-milih bahan makanan dan Satria hanya mengikutiku sambil mendorong troli, sedari tadi lelaki ini lebih banyak diam, dia hanya bicara seperlunya saja. Membingungkan memang, aku yang bertemu mantan, tapi dia yang galau.

"Sat, makan malam mau dimasakin apa?" Aku basa basi bertanya untuk memecah keheningan diantara kami. Aku sedikit tak enak hati jika melihat Satria diam begini.

"Apa saja!" Satria menjawab dengan datar. Itu kan, dia mendadak jadi irit berbicara. Kenapa sih ini orang?

Setelah percakapan singkat itu, kami pun terdiam kembali. Aku melanjutkan memilih bahan makanan dan Satria hanya mengikutiku. Setelah ku rasa cukup, aku pun mengajaknya ke kasir, sebenarnya aku berniat ingin membayar belanjaanku itu, aku rasa sisa uang sakuku masih cukup untuk membayar semuanya, tapi Satria dengan cepat memberikan sebuah kartu kepada si mbak penjaga kasir, dalam sekali gesek, semua belanjaan terbayar. Aku bahkan masih memegang dompetku tapi semuanya sudah dibayar ... tunai. Enak sekali menjadi orang kaya, dengan kartu ajaib, semua beres. Sementara aku hanya punya kartu tanda penduduk yang sudah lecek, seumur hidup pula.

Setelah membayar semuanya, aku dan Satria berjalan keluar mall, Satria membawa beberapa belanjaan yang berat, sayang dong badan tegapnya tak dimanfaatkan, sedangkan aku tentu saja membawa yang ringan-ringan saja.

Namun tiba-tiba seorang wanita yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa sambil menelepon menabrakku, aku hampir saja terjatuh, untung Satria reflek menangkap tubuh kurusku ini walaupun harus mengorbankan bungkusan belanjaan yang dia bawa jatuh ke lantai.

"Eh, maaf ... maaf ...!" Ucap wanita itu. Dari gayanya sih dia pasti orang kaya.

"Kau tidak apa-apa?" Satria memandangku khawatir. Dan aku hanya menggelengkan kepala.

"Satria ...?" Wanita yang menabrakku itu mengenali Satria, dia memandangi aku dan Satria bergantian.

"Kau ...?" Mata Satria membulat sempurna, lelaki ini seperti tertangkap basah sedang selingkuh saja. Atau jangan-jangan wanita itu memang kekasih Satria?

"Kau sedang apa disini? Kau datang bersama Renita? Lalu siapa dia?" Wanita itu banyak sekali pertanyaannya, seperti wartawan saja. Tapi tunggu! Siapa lagi Renita? Apa pacarnya Satria? Atau malah istrinya? Berarti wanita ini bukan siapa-siapanyanya. Masih banyak yang belum ku ketahui tentang lelaki aneh ini.

"Maaf ... aku buru-buru!" Satria tak menjawab pertanyaan wanita itu. Dia memungut plastik belanjaan yang terjatuh tadi lalu mengajakku pergi meninggalkan wanita itu.

Aku terus melangkah mengikuti Satria sampai ke parkiran mall, Satria membukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk, kemudian dia meletakkan barang-barang belanjaan kami di bagasi dan kemudian masuk ke dalam mobil.

Satria melajukan mobilnya meninggalkan parkiran mall dengan kecepatan tinggi. Tak ada pembicaraan diantara kami, Satria hanya fokus mengemudi, tapi dari wajahnya aku bisa melihat dia sedang tidak baik-baik saja.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan lelaki ini?

"Satria ...?" Aku memanggil namanya, mencoba membuka percakapan agar suasana hening ini tak terus berlanjut, jujur aku tak suka melihat Satria yang dingin seperti ini.

"Hemmm ..." Dia hanya berdehem.

"Siapa Renita?" Aku memberanikan diri untuk bertanya, aku benar-benar penasaran dengan nama itu. Kenapa tiba-tiba hatiku menjadi tak enak mendengar wanita tadi menyebutnya.

Satria terdiam, tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya, dia masih fokus mengemudi. Hatiku semakin tak enak jadinya, aku yakin pasti ada sesuatu yang tidak baik.

"Sat, kenapa diam? Renita itu siapa sih?" Aku tidak putus asa, rasa penasaranku masih memaksaku untuk bertanya.

"Dia ..." Ada jeda sejenak. " Dia mantanku!" Satria melanjutkan ucapannya dengan wajah yang gugup, aku bisa melihat itu.

"Oh ... ternyata mantannya, tapi kenapa dia jadi galau begini?" Gumamku dalam hati.

"Apa kalian masih berhubungan, misalnya bertemu atau menelepon?" Tanyaku lagi. Aku semakin penasaran, apa jangan-jangan Satria masih mencintainya?

"Sudahlah, lupakan! Tak usah dibahas!"

Yaaaa ... kok gitu? Padahalkan aku ingin tahu. Akhirnya aku diam, tak melanjutkan lagi kekepoanku walaupun rasa penasaran masih menghantuiku saat ini. Mendadak hatiku seperti digigit semut, agak sakit rasanya membayangkan Satria memiliki mantan yang pasti jauh lebih segala-galanya dari aku si rakyat jelata ini dan mungkin saja dia masih menyimpan rasa untuk mantannya itu.

"Ah ... kau ini kenapa sih Amanda? Kau kan juga punya mantan. Oh my Good, atau jangan-jangan Satria juga merasakan apa yang aku rasakan sekarang saat melihat Evan tadi? Patas saja dia menjadi galau." Aku ngebathin sambil memandangi Satria yang fokus mengemudi, sekarang aku tahu kenapa sejak dari kamar mandi tadi Satria menjadi dingin dan diam. Ya ampun ... aku benar-benar tidak peka.

***

1
Eda
mungkin cincin
Christy Ling
bagus 👍👍👍
PUJIWIDODO 18
bagus critanya
milkk_uuuu
hmm
Mita Karolina
Lha biyen di pilih,,,inilah kalau nikah modal cuma cinta,,,tp iman lemah
Kelly Lim
bagus ceritanya
Sulistyawati
wah sama kok saya juga curiga sich sama si Dimas
Kar Genjreng
mampir nanti ku teruskan bacanya ya Thor
Momy Ida 🌹
Hallo kakak autor, salam kenal saya Momy Ida 🙏. Saya akan mendubbing novel kakak ini ☺ semoga kakak suka dengan pembawaan saya ya, mohon dukungannya juga nanti di Audiobooknya 🌹 terima kasih.
Author Gabut.: hai kak, wah senang sekali. tapi apa tidak perlu saya rapikan dulu tulisannya?
total 1 replies
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Sulati Cus
klu sudut pandang ku sih tetep salah kewajiban suami membimbing istri jk istri salah jgn membenarkan diri sendiri dg nyari kenyamanan pd wanita lain wajar disebut pelakor lah wong dia msh sah suami orang ng jika emang udah g sanggup bertahan y lepaskan ceraikan baru kau cari wanita lain jika udah status duda sah2 aja mau deket sama sp aja warning selingkuh biasanya akibat dr keenakan curhat sm lwn jenis jd selesai kan urusan RT mu dulu jika g mau wanita mu di sebut pelakor.
Sulati Cus
😂😂😂😂😂gitu y?
Mawar berduri
sngkat padat jelas & hapy ending. terima kasih
Riska Wulandari
apapun alasannya berhianat adalah salah,,jika sudah tidak nyaman dgn pasangan bukankah lebih baik d akhiri daripada saling menyakiti??
Sulati Cus: bener nih g mau di sebut pelakor pdhl jelas status si pria msh suami orang apapun alasannya hrsnya tunggu sp dia cerai keliatan jika si cewek g laku sm yg msh bujang😂
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya jadi cewek itu harus tahu arti Terima kasih
NUR(V)
aku sedih aku terhanyut dengan ceritamu kak tak terasa aku juga menyumbangkan air mata ku.... 😭😭😭😭
NUR(V)
satria kamu kayak orang yang baru jatuh cinta aja 🤣🤣🤣
NUR(V)
satris knpa gak ceraikan aja sih si renita kelakuanya dah kayak gitu kenapa kamu masih bertahan.... 😣😣😣
NUR(V)
renita jangan kau sampai menyesal kemudian 😔😔😔
NUR(V)
cuma ada di novel orang kaya mau bayar hutang orang yang baru dikenal,, kalau didunia nyata mana ada mas satria kamu baik banget sihhh.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!