NovelToon NovelToon
Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Percintaan Konglomerat / Dark Romance / Mantan / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Di bawah nama besar Marga Vareksa—keluarga yang dikenal memiliki kekuasaan tak terbatas, koneksi ke segala penjuru, dan hati yang sekeras batu—Areksa Vareksa kini berdiri di puncak kekuasaan sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan. Dingin, tajam, tak segan menyingkirkan siapa saja yang berani mengganggu jalannya. Bagi dunia luar, ia adalah sosok yang menakutkan; kejamnya mewarisi setiap tetes darah keluarganya, tak ada ruang untuk belas kasih—apalagi cinta.

Namun takdir punya cara paling kejam untuk membalas masa lalu.

Ia dijodohkan dengan putri dari keluarga konglomerat sekelas Vareksa. Dan saat wajah gadis itu terlihat jelas, dunia Areksa seakan berhenti berputar: Zevanna. Mantan kekasihnya—yang pernah ia sakiti, yang pernah ia tinggalkan tanpa kata, yang masih menyimpan luka mendalam akibat sifatnya yang liar dan tak terkendali.

Zevanna juga sama terkejutnya atas perjodohan itu dengan Areksa, si mantan mesum. Salah satu yang Zevanna benci. Akankah mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Balas dengan elegan

Atmosfer hangat di tepi danau buatan itu seketika sirna. Dekapan Areksa pada pinggang Zevanna mengencang, bukan lagi karena godaan manja, melainkan dorongan protektif. Zevanna sendiri membuka matanya lebar-lebar. Rasa kantuk dan sisa desiran halus di lehernya hilang tak berbekas.

"Valerie?" bisik Zevanna pelan.

Belum sempat sang asisten menjawab, suara hentakan high heels yang agresif terdengar mendekat dari arah koridor samping rumah.

"Zevanna!"

Valerie muncul dengan penampilan yang sangat berantakan, rambutnya acak-acakan, matanya merah padam, dan gaun mewahnya tampak kusut. Tidak ada lagi sisa-sisa keanggunan putri bangsawan bisnis yang biasanya ia pamerkan.

Areksa berdiri perlahan, memasang tubuhnya di depan Zevanna. "Berani sekali kamu menginjakkan kaki di sini, Valerie," ucapnya dingin.

Namun, perhatian Valerie terkunci sepenuhnya pada Zevanna. "Puas kamu, Zev?! PUAS KAMU SEKARANG?!" jerit Valerie histeris. "Papa... Papa mati! Papa bunuh diri di sel! Ini semua gara-gara kamu!"

Mendengar jeritan itu, Zevanna tidak kaget. Ia sudah tahu kabar kematian pamannya.

Bukannya sedih atau bersalah, bibir Zevanna justru tertarik membentuk ukiran senyum tipis. Tawa renyah, ringan, namun penuh nada mengejek perlahan keluar dari mulutnya.

"Pfft... Hahaha..."

Tawa Zevanna bergema halus di area danau buatan, terdengar sangat santai seolah baru saja mendengar lelucon lucu.

"Zevanna! Kamu malah ketawa?!" amuk Valerie, dadanya naik turun, matanya makin menyala oleh kebencian. "Dasar iblis nggak punya hati!"

Zevanna berdiri dari kursinya dengan sangat tenang. Ia membetulkan posisi selimut tebal di bahunya, lalu melangkah ke depan Areksa. Sikap tubuhnya mendadak berubah tegak, anggun, dan penuh wibawa, persis seperti pelajaran tata krama dari ibu mertuanya yang seharian ini menyiksanya.

Ia melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Valerie dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan.

"Kenapa harus menangis, Valerie?" tanya Zevanna dengan nada suara yang begitu tenang dan elegan, hampir seperti bisikan halus. "Bukankah papamu cuma memilih jalan pintas? Dia tahu dia bakal membusuk di penjara, jadi dia memilih kabur lebih cepat."

"Kurang ajar kamu, Zevanna!" Valerie menerjang maju dengan jemari berkuku panjangnya, tapi Areksa langsung menahan pergelangan tangan Valerie dan membuangnya kasar ke samping.

Zevanna tidak bergeming sedikit pun. Ia bahkan tidak berkedip. Dengan senyum porselen yang sempurna namun mendinginkan, Zevanna melangkah satu garis lebih dekat ke arah Valerie.

"Ingat dulu, Valerie?" cibir Zevanna santai. "Dulu kamu selalu berdiri tegak di atasku. Kamu injak-injak aku, kamu siksa aku waktu aku masih jadi gadis polos yang nggak tahu apa-apa. Kamu sama papamu tertawa di atas penderitaan aku."

Zevanna memiringkan kepalanya sedikit, menatap wajah hancur sepupunya itu.

"Tapi lihat sekarang..." suara Zevanna terdengar begitu mantap. "Dulu aku di bawahmu, sekarang aku di atasmu. Roda kehidupan itu berputar, Sayang. Sekarang giliran kamu yang merasakan gimana rasanya kehilangan segalanya dan merayap di tanah."

"Zevanna! Aku benci kamu! Aku benci kamu!" jerit Valerie yang makin mengamuk histeris. Ia mencoba memukul Zevanna lagi, tapi petugas keamanan yang dipanggil Areksa keburu memegang kedua tangannya dari belakang.

"Bawa dia keluar. Mengganggu pemandangan saja," perintah Areksa tegas dan dingin.

"Lepasin! Zevanna, kamu bakal dapet pembalasan! Lepas!" Valerie terus berteriak dan berontak selagi diseret keluar dari halaman belakang rumah mewah itu.

Suara teriakan Valerie perlahan menghilang, menggantikan keheningan sore yang damai.

Zevanna menghela napas pendek, mengibas-ngibaskan tangannya seolah baru saja membuang debu kotor. Areksa yang memperhatikan perubahan sikap istrinya hanya bisa menggelengkan kepala antara heran dan kagum.

Tanpa buang waktu, Areksa meraih pinggang Zevanna lagi dari belakang, menarik tubuh istrinya masuk ke dalam pelukan hangat dan posesifnya.

"Gaya bicara kamu tadi... persis banget sama Mama," bisik Areksa terkekeh geli di telinga Zevanna. "Dua kali tepukan di lenganku tadi langsung terbayar tuntas lihat kamu melabrak balik Valerie kayak gitu."

Zevanna menyandarkan hatinya dan kepalanya dengan santai di dada bidang Areksa. Ia menikmati kehangatan dekapan suaminya.

Saat Areksa memeluknya makin erat dan tidak bisa melihat wajahnya, Zevanna melirik ke arah pintu keluar tempat Valerie diseret tadi. Sebuah senyum sinis nan puas terukir lebar di bibirnya, dan dengan kekanak-kanakan tapi penuh kemenangan, Zevanna menjulurkan lidahnya tipis ke arah sana.

Hari ini, Zevanna tahu ia menang telak. Gadis polos yang dulu selalu ditindas dan dimanfaatkan, akhirnya berhasil menumbangkan sepupu dan keluarga yang pernah menghancurkan hidupnya. Dan rasanya... benar-benar memuaskan.

"Kalian semua akan membayar kematian Mama dan Papa" batinnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!