Dalam pernikahan yang terlihat indah dan romantis, Aisha Khalisa, seorang dokter muda yang cerdas dan cantik, merasa hidupnya hancur ketika mengetahui suaminya, Fajri Nadhir, seorang dosen tampan dan sukses, memiliki istri rahasia.
Di tengah kebohongan dan perselingkuhan, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit dan memecahkan teka-teki yang menyelimuti kehidupan pernikahannya. Dengan kekuatan dan keberanian, Aisha berjuang untuk mengungkapkan kebenaran dan mempertahankan cintanya.
Namun, apakah Aisha dapat memaafkan Fajri dan menyelamatkan pernikahannya, ataukah dia harus memilih jalan yang berbeda? "Istri Kedua Suamiku" adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan kekuatan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Nuraenii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Aisha tak menerima Pasien setelah makan siang selesai ,karena pimpinan Rumah Sakit datang hari ini untuk melakukan sidak dan juga memperkenalkan Dokter baru yang akan bekerja di Rumah Sakit.
"Baiklah semuanya ,perkenalkan ,ini Dokter Johan, beliau akan bekerja bersama Dokter Aisha, beliau adalah Dokter spesialis anak " Pimpinan Rumah Sakit memperkenalkan Dokter baru yang di pindahkan dari Rumah Sakit lain.
Semuanya bertepuk tangan menyambut Dokter Johan yang terlihat begitu ramah itu, mulai sekarang Aisha tak akan kerepotan lagi karena ada Dua Dokter spesialis di tempat nya.
"mohon bantuan dan bimbingan nya Dokter Aisha ,saya sudah sering mendengar tentang Anda " Johan menyalami Aisha.
Ya , Johan adalah mantan suami Resa , ia di pindahkan dari Rumah Sakit di luar kota karena Rumah Sakit Ibu dan Anak sedang kekurangan Dokter spesialis anak.
"Dokter Aisha sudah menikah?" tanya Johan, ia memang dikenal mudah akrab dengan wanita , apalagi Aisha juga orang nya cantik dan mempunyai tubuh yang bagus, membuat Johan tertarik dengan Aisha walau mereka baru saja bertemu.
"Alhamdulillah sudah " jawab Aisha ,ia kurang nyaman diberi pertanyaan seperti itu saat pertama kali mereka mengobrol.
"oh baiklah ,apa sudah memiliki anak?" tanya Johan lagi, Aisha menggelengkan kepalanya ,lalu mulai meninggalkan meja kerja nya untuk memeriksa pasien lain , sebelum Johan bertanya hal - hal yang lain nya.
.....
Disisi lain, Resa masih mengikuti mobil Fajri,namun saat di persimpangan jalan menuju Kampus Fajri tetap berkendara lurus ,padahal untuk menuju gedung Theater harus memakai jalur kiri.
"pak maaf ,bisa ikuti saja mobil itu ? , itu mobil suami saya ,maaf pak sebenar nya saya sedang mengikuti dia" ucap Resa , Driver taksi itu paham ia sudah sering menerima penumpang seperti Resa.
Titik map di aplikasi tentu saja bisa di ubah, mereka mengikuti mobil Fajri yang mengarah ke salah satu perumahaan elit.
Resa benar - benar di buat yakin bahwa Fajri sedang menyembunyikan sesuatu, mereka telah sampai dikediaman Fajri dan Aisha.
Fajri yang turun dari mobil untuk membuka gerbang melihat taksi yang berhenti di seberang Rumah nya.
Melihat Fajri yang mulai curiga, Resa segera meminta Driver taksi untuk bekerja sama dengan nya, ia meminta Driver itu turun dan bertanya kepada Fajri.
Driver taksi setuju, lagi pula Resa akan memberi imbalan lebih dan akhir - akhir ini ia tak mendapat banyak pelanggan, ini menjadi pekerjaan sampingan untuk nya.
"permisi pak , maaf mengganggu, apa benar ini komplek perumahan Cempaka Indah? Saya akan menjemput penumpang" tanya Driver taksi itu sesuai arahan dari Resa.
Fajri tak bisa melihat ke dalam mobil taksi ,selain kaca nya gelap ,Resa juga menunduk dan untung nya Adinda tertidur, jika bangun Adinda pasti akan memanggil Fajri.
"iya betul pak , ini komplek perumahan Cempaka Indah, bapak mau jemput di rumah nomor berapa?" Fajri merespon dengan ramah.
"saya di minta menunggu di depan Rumah nomor 22 pak, ini Rumah bapak yah? ,boleh saya menunggu di seberang sana?" ucap Driver itu.
"Tentu saja pak silahkan" jawab Fajri mengizinkan nya.
Tujuan Resa meminta Driver taksi itu berbicara kepada Fajri ,agar ia bisa meminta izin menunggu di depan Rumah Fajri, dengan begitu Fajri tak akan curiga sedang di ikuti.
Driver itu kembali masuk ke dalam taksi, Resa memberinya jempol dan berterima kasih atas apa yang sudah Driver itu lakukan untuk Resa.
Resa melihat Fajri mulai membuka gerbang Rumah mewah itu, Resa yang berada tepat di seberang Rumah Aisha bisa melihat dengan jelas ke dalam halaman Rumah itu.
"ah ini Rumah Aisha ternyata" gumam Resa, saat Resa melihat mobil lain yang biasa di pinjam oleh Fajri.
"ternyata mas Fajri hanya mengembalikan mobil Aisha, aku penasaran yang mana suami Aisha itu ?" Resa memutuskan untuk tetap menunggu ,siapa tahu suami Aisha akan keluar.
"tunggu saja yah pak , nanti saya bayar sesuai kok , jangan khawatir" ujar Resa , jika benar Fajri hanya mengembalikan mobil ,ia akan mengajak Fajri untuk menaiki taksi online ini, biarlah Fajri mengomel karena Resa mengikuti nya.
"Baik mbak, lagian orderan sedang sepi" ucap Driver taksi itu ,ia merasa beruntung karena mendapatkan pekerjaan sampingan.
20 menit telah berlalu, namun Fajri tak kunjung keluar, Resa masih sabar menunggu ,mungkin Fajri sedang mengobrol pikir nya.
Fajri selesai memasak untuk Aisha, lalu berganti baju dan mulai membuka gerbang nya lagi.
"loh ? taksi online itu belum pergi juga tah" Merasa curiga , Fajri berjalan mendekati mobil itu, Resa buru - buru merunduk.
Resa awalnya ingin mengajak Fajri untuk menaiki taksi ,namun niat nya ia urungkan saat melihat Fajri telah berganti baju.
Ponsel di saku Fajri berdering, Aisha menelepon nya ,meminta Fajri untuk membawa sejumlah uang, karena Aisha ingin mampir ke Supermarket untuk belanja bulanan, ia takut uang nya kurang.
"Siap sayang ku, tunggu sebentar yah ,mas baru akan berangkat" ucap Fajri kepada Aisha di telepon, ia berjalan kembali mengurungkan niat nya untuk mendekati taksi itu.
Fajri mengeluarkan mobil ,lalu mengunci pintu gerbang, Resa memperhatikan nya .
"Ayo pak kita berangkat " ucap Resa memerintahkan Driver untuk segera melaju.
"loh gak kita ikutin suami nya buk?" tanya Driver itu bingung karena Fajri masih mengunci pintu gerbang.
"Aduh nanti ketahuan , bapak jalan duluan tapi pelan - pelan dan jangan di tengah ,biarkan dia menyalip kita jadi dia tak akan curiga kita mengikuti karena kita jalan duluan,jangan lupa pamit sama dia " Resa memberitahu rencana nya kepada Driver taksi itu.
Taksi mulai melaju, Resa merunduk kembali,Adinda masih tertidur pulas ,ia menutupi wajah Adinda sebentar dengan jaket nya.
"mari mas, terimakasih saya ketiduran tadi " Driver taksi pamit kepada Fajri.
"oalah ,mari mas , hati - hati di perjalanan" balas Fajri ,ia menggelengkan kepalanya karena ternyata Driver taksi itu tertidur sedari tadi.
Fajri menaiki mobil nya untuk menjemput Aisha di Rumah sakit, sesuai perintah Resa taksi berjalan cukup pelan ,agar Fajri menyalip nya.
Tentu saja jiwa balap Fajri membuat nya menyalip taksi itu ,tak lupa memberi klakson ,Fajri kini berada di depan taksi.
"nah sesuai rencana ,sekarang kita ikuti dia " Ujar Resa tersenyum penuh kemenangan karena rencana cerdas nya berhasil.
Kini Fajri sama sekali tak merasa sedang di buntuti ,ia hanya berpikir bahwa taksi itu memang satu arah dengan nya.
Fajri mulai memberi sinyal akan berbelok menuju Rumah Sakit tempat Aisha bekerja.
"jangan ikut berhenti pak , lurus saja tapi pelan jalan nya ,itu ada pom bensin , kita pura - pura isi bensin saja yah pak" Resa tetap dalam rencananya ia tak mau Fajri mendeteksi keberadaan nya.