Kirana nama panggilan gadis itu, gadis yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan mahluk lain ini sering dianggap gila oleh orang orang disekelilingnya. Kehidupan Kirana berubah saat bersahabat dengan gadis hantu bernama Rani. Tanpa Rana sadari Rani memiliki tujuan mendekatkan Rana pada masalalunya. Tujuan Rani terungkap saat bertemu dengan gadis cilik bernama Sena.
Seiring dengan berjalanya waktu, Cinta Kirana berlabuh pada Kevin ayah Sena. Pernikahan pun terjadi. Sayangnya fakta mengejutkan terungkap ternyata Kevin adalah mantan iparnya.
Akankah Kirana dan Kevin menyerah dengan cinta mereka, atau tetap bertahan dengan kenyataan yang ada.
Mari Kita ikuti Kisah Kirana dan Kevin dalam SUAMIKU MANTAN IPARKU.
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Antusias
Kevin sangat penasaran dengan kehidupan putrinya saat berpisah dengannya.
"Bun,apakah kalian baik baik saja selama ini?" tanya Kevin.
"Kami baik, tapi kalau boleh jujur saya sangat benci anda pak dokter," ucap Rana apa adanya.
"Maafkan aku ya bun, karena emosi bodohku aku jadi merepotkamu dan menyusahkanmu," jawab Kevin lagi.
"Saya tidak merasa repot apa lagi susah, saya hanya merasa sakit hati saja pada anda, bahkan jika seadainya anda marah, rasanya saya siap memaki anda juga," jawab Rana lagi masih dengan mode kesalnya.
"Ternyata anda bisa galak juga," ucap Kevin.
"Makanya berhenti panggil saya bunda, saya bundanya Sena dan ga ada hubungan apa apa dengan anda, lagian anda udah kasih dia kesaya kan, ngapain anda mau deket deket dia lagi," Rana merasakan kebebasan berbicara sekarang, rasanya Rana puas bisa menjunjung demokrasi disini.
"Maaf bun, aku hanya ingin memperbaiki kesalahan ku bundanya Sena, ga salah kan?" tanya Kevin dengan muka menyebalkannya, Rana sebenernya sangat malas meladeninya.
"Bun, usia dia udah mau lima tahun kan, apa dia sekolah?" tanya Kevin penasaran tentang putrinya.
"Sekolah pak anda jangan khawtir, dia juga udah saya leskan bahasa asing, dan belajar ngajinya langsung dari saya, puas!" ucap Rana lagi, Ya Allah galak bener ni perempuan, tadi pas sama Sena lembut lembut aja, apa karena Sena tidur ya batin Kevin.
"Galak amat bun jawabnya!" gerutu Kevin.
"Biarin,"
"Bund, kok Sena bisa jadi model kamu suruh kerja ya?" sebenernya saat bertanya ini Kevin sudah mengunakan nada yang sangat lembut dan pelan agar wanita pemarah didepanya ini ga nyolot, dugaan Kevin salah Rana malah menatapnya dengan tatapan permusuhan.
"Anda jangan asal ngomong ya, saya ga pernah nyuruh anak saya kerja, apa lagi diusia emasnya ini," jawab Sena.
"Maaf bun jika aku salah, kan aku hanya nanya!" jawab Kevin tak mau kalah.
"Harusnya nanya nya ga gitu pak dokter, harusnya pak dokter bilangnya gini, mbak kok Sena bisa jadi model gimana ceritanya, kan enak didengar," balas Rana, duh tumben sekali dia banyak bicara apakah karena sakit dihatinya tak terbendung lagi.
"Iya bundanya Sena, sekali lagi maaf ya, boleh dong tau cerita perjalanan kalian sehingga Sena bisa jadi model," Kevin benar benar berusaha meluluhkan emosi Kirana, hingga apa yang Kirana mau dia pun menurutinya.
"Anda tau kan saya desainer baju pengantin, awalnya bosku sangat tertarik melihat wajah Sena, dia yang manis lugu cantik bahkan senyumnya sangat menggemaskan." ucap Rana antusias menceritakan tentang Sena, Kevin malah menikmati setiap kata yang Rana ucapkan tentang putrinya.
"Terus," pancing Kevin.
"Pas klien kita nikah, dia meminta kami menyediakan flowers girl, jadilah bos ku minta Sena, dan Sena senang sekali dia dengan itu, itulah pertama kali aku melihat putriku tertawa lepas," ucap Rana bersemangat.
"Apakah biasanya dia murung atau menangis histeris seperti biasa?" tanya Kevin khawatir.
"Dia tidak pernah seperti itu lagi, dia sudah bisa tersenyum sejak iblis jelek itu tak mengganggunya, mau lihat videonya ga," Rana sepertinya sudah lupa dengan emosinya yang meluap tadi, kini dia lebih antusias membahas Sena dengan orang tua kandung putrinya, Rana pun mengambil ponsel di tasnya dan mulai menunjukan vifeo video Sena.
"Ini waktu pertama kali dia belajar jadi flower girl," ucap Rana, Kevin memperhatikan dengan seksama tawa lepas Sena, dia memang sangat menggemaskan kala itu.
"Berapa umurnya waktu itu bun?" tanya Kevin.
"Sekitar empat tahunan lebih lah pak, belum masuk sekolah, la ini ada lagi waktu dia jalan dicatwalk, menggemaskan kan?" ucap Rana lagi sambil mengotak atik ponselnya lagi, mereka berdua terlihat sangat nyaman sekarang, bahkan posisi mereka terlihat intim.
"Ya Allah putriku, dia cantik banget ya bun, dia ikutan beginian dibayar ga bun?" tanya Kevin sesuai dengan apa yang ada dipikiranya.
"Dibayar pak, tapi bapak tenang aja saya sudah simpan uang pribadi Sena dibank, demi Tuhan saya belum pernah memakainya jadi bapak ga usah khawatir, saya ga memanfaatkam anak bapak kok," ucap Rana, ternyata Rana sangat hati hati juga dalam urusan finansial.
"Aku ga kepikiran sampai sana bun, aku tau Sena pasti punya bakat seperti itu karena maminya juga model dulunya waktu kuliah," jawab Kevin, tanpa sengaja dia malah membuka kisah tentangnya dan maminya Sena.
"Benarkah, eemmm pak apakah anda keberatan jika memberi tahu saya dimana maminya Sena dikebumikan?" tanya Rana, dia juga terlihat sangat hati hati soal ini.
"Di Malang bun makamnya, dia meninggalnya disana!" jawab Kevin.
"Ooo, boleh ga pa nanti kalau bapak ga repot ajak Sena kesana soalnya dia nanyain terus," ucap Rana berusaha memberitahu apa yang selama ini putrinya inginkan.
"Heemmm, nanti aku bawa kalian kesana, oia bun boleh ga share foto foto dan Video Sena ke aku," pinta Kevin.
"Royalti pak royalti hahahaha, foto and video putri saya berharga," ucap Rana sambil bercanda, dua anak manusia ini ternyata sekarang sudah mulai bisa mencairkan suasana.
"Baiklah ibu bos, astaga perhitungan sekali," jawab Kevin sambil mengeluarkan dompetnya dan memberikan salah satu kartu ATM nya pada Rana.
"Nah," ucap Kevin sambil menyodorkan platinum card pada Rana.
"Apa ini, saya bercanda bapak, nanti saya share astaga," ucap Rana.
"Saya tau itu bun, saya titip ini buat keperluan Sena, selama ini saya belum pernah menafkahinya bun, belum pernah membelikanya mainan, belum pernah mengajaknya jalan, ayah macam apa aku bun," ucap Kevin penuh penyesalan.
"Mulai sekarang bapak buktikan saja, bahwa bapak layak dipanggil papi," jawab Rana berusaha mengerti Kevin.
"Terima ya bun, aku mohon, bunda kalau mau pekek juga boleh," ucap Kevin lagi, sambil memegang telapak tangan Rana dan memaksanya untuk menerima card itu.
"Begini bapak, untuk masalah ini gini aja, Sena kan putri saya, jadi dia juga tanggung jawab saya, jika bapak ingin bertanggung jawab juga nanti saya kasih tau kebutuhan Sena yang mungkin saya agak sedikit sulit untuk membayarnya, misalnya bayar les, atau uang sekolah kalau untuk kebutuhan sehari hari saya masih bisa," ucap Rana sambil mengembalikan card milik Kevin.
"Iya bun aku paham, pokoknya bunda pegang aja aku percaya bunda bisa kok, nanti kalau masalah itu gampang, toh selama ini aku tak ikut menjaganya, walaupun aku kasih semua hartaku buat kamu rasanya itu tak cukup untuk membalas semua budi baikmu pada putriku bun, karena hakekat kasih sayang tak bisa dibayar dengan uang," jawab Kevin, dia pandai sekali bicara awas saja berubah batin Rana.
"Baiklah bapak saya terima ini untuk mencukupi kebutuhan Sena, nanti kalau saya pakai saya pasti akan mencatatnya," jawab Rana siap mengemban tugas yang diberikan Kevin.
"Makasih ya bun," ucap Kevin lagi, kali ini mereka sepakat berdamai demi Sena, semoga Sena akan bahagia setelah ini.
Bersambung...
..👍👍👍🙏🏻🙏🏻🙏🏻
bahkan kita dianggap orang ga waras yg suka ngelantur alias menghalu....
semangat
sukses