NovelToon NovelToon
LERINA

LERINA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Henny

"Kau bagaikan tuts piano yang selalu ingin kusentuh. Suaramu semerdu denting pianoku. Aku tak bisa hidup tanpa bisa menyentuhmu......"

Lerina yang telah kehilangan segalanya, ayah, ibu dan harta kekayaannya merasa kuat saat Calvin tunangannya terus bersamanya.

Namun ternyata Calvin pun meninggalkannya dan menikah dengan seorang fotomodel.
Dalam keadaan sakit hati, Lerina bermaksud untuk mengahiri hidupnya sampai seorang pemain piano terkenal menyelamatkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menemani ( part 2 )

Yura tersenyum melihat pasangan yang sedang tertidur itu. Edward yang terbaring dipangkuan Lerina dan tangan Lerina yang ada di kepala Edward. Sementara Lerina menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.

Mereka sungguh saling menyayangi. Aku jadi iri melihatnya. Andai saja Taeyung seperti....

Ah, sudahlah. Aku tak boleh mengingat dia. Aku sudah memutuskan untuk melupakan Taeyung.

Yura memilih keluar. Keyri yang sedang mengetik menatap Lerina.

"Ada apa?"

"Mereka sedang tidur. Aku tak mau menganggu mereka." kata Yura lalu kembali duduk di kursinya.

Keyri penasaran. Ia segera membuka pintu ruangan itu. Dan apa yang dilihatnya membuat Ia sungguh terkejut.

Bos tidur dipangkuan Lerina? Aduh bos....katanya nggak mungkin jatuh cinta. Tapi kalau begini terus bisa jatuh cinta. Apa aku perlu membangunkan bos?

Keyri memutuskan untuk keluar. Hari ini tidak ada jadwal apapun yang harus Edward lakukan selain menemani Lerina. Itu yang Edward katakan tadi pada Keyri.

"Mereka maniskan?" ungkap Yura saat melihat Keyri keluar dari ruangan.

"Ya. Seperti pasangan yang saling mencintai"

"Mereka memang saling mencintai kan?" Yura menatap Keyri bingung. Keyri tersenyum sambil mengangguk. Hampir saja ia keceplosan.

Pintu ruangan Taeyung terbuka "Yura, bolehkah aku minta bantuanmu sebentar?"

Yura sebenarnya enggan berdekatan dengan Taeyung namun ia akhirnya mengangguk karena memang Nula tak masuk hari ini.

"Apa yang bisa ku bantu?" tanya Yura saat masuk ke ruangan Taeyung.

"Tolong buatkan aku salinan berkas ini. Nula ternyata belum membuatnya sementara akan dilaporkan sore ini dirapat pemegang saham."

Yura menerima mapfile yang disodorkan Taeyung lalu bermaksud akan mengerjakannya di luar ruangan namun Taeyung mencegatnya.

"Buatlah disini sehingga jika ada sesuatu yang akan kau tanyakan, aku dengan cepat dapat menjawabnya. Gunakan saja laptopku" Kata Taeyung lalu berdiri dan mempersilahkan Yura duduk di kursinya sementara ia sudah berpindah dan duduk di sofa.

Yura mengangguk. Ia pun duduk di depan meja kerja Taeyung. Ada perasaan aneh yang ia rasakan karena merasa bahwa Taeyung sengaja mengurungnya di sini.

***********

Lerina membuka matanya perlahan. Ia kaget menemukan dirinya sudah tertidur di atas sofa sedangkan Edward sudah tak ada.

Lerina bangun, merentangkan tangannya sebentar lalu berdiri dan merapihkan bajunya.

Kemana Edward ya....

Lerina menatap jam dinding. Ia terkejut melihat jam sudah menunjukan angka 3. Berarti dia tertidur hampir 2 jam.

Ia pun segera duduk di depan meja kerjanya dan mulai melaksanakan tugasnya kembali.

Pintu terbuka, nampak Edward masuk sambil membawakan 2 gelas kopi.

"Ed, kenapa kau tidak membangunkan aku?" tanya Lerina saat Edward masuk dan meletakan gelas itu di atas meja.

"Kau tidurnya sangat nyenyak" ucap Edward

"Aduh....jadi malu nih..!" kata Lerina dengan wajah yang bersemu merah.

"Nikmatilah kopimu. Aku akan duduk di sana sambil memeriksa email" Edward melangkah ke arah sofa dan mengambil hp nya dari dalam saku celananya.

Lerina pun melanjutkan pekerjaannya. Sesekali ia melirik ke arah Edward yang juga sering menegok ke arahnya.

Ketika mata mereka bertemu, keduanya saling melemparkan senyum. Lama kelamaan Lerina mulai tak konsentrasi sebab tiap kali Edward menatapnya, ia selalu membuat mimik wajah yang lucu.

"Berhentilah, Ed!" seru Lerina sambil menahan tawanya.

Edward kembali menatapnya dengan wajah lucunya.

"Ed....!" Larina pura-pura marah.

Edward semakin menjadi.

"Ed.....!" Lerina sudah tak tahan lagi. Ia mendekat ke arah Edward lalu mengelitik pinggang Edward dengan gemasnya.

"Le....enough...!"Edward tertawa geli.

"Rasakan, siapa suruh mengganggu konsentrasi orang yang sedang bekerja....!" Lerina tak mau berhenti.

"Le....aku tak tahan geli...." Edward menahan tangan Lerina, berusaha berdiri dengan mendorong tubuh Lerina dengan lembut, Lerina yang masih memegang tangan edward dengan kuat membuatnya justru terlentang di atas sofa dengan tubuh Edward yang berada di atasnya.

Tatapan mata mereka bertemu. Jantung mereka pun sama kuatnya berdebar. Sampai akhirnya, entah siapa yang memulai, bibir keduanya bertemu, saling memberi rasa dengan lembut dan menghentar mereka pada suasana hati yang tenang, damai sampai akhirnya.....

"Astaga...Ed....maafkan aku...!" teriak Jien sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Edward dan Lerina sama-sama melepaskan pertautan bibir mereka lalu menoleh secara spontan ke arah pintu masuk.

Jien, Calvin, dan Keyri berdiri di sana.

"Perbiasakan mengetuk pintu sebelum masuk" Ketus Edward sambil berdiri.

Wajah Lerina menjadi merah. Ia tak tahu harus bersikap bagaimana. Ia bangun dan membetulkan letak roknya, menyisir rambutnya dengan tangan kanannya.

"Aku mengetuk pintu, bos. Tapi bos mungkin tak mendengar karena sedang asyik...ehm.." Keyri membuat gerakan tangan seperti orang berciuman.

Lerina sekilas beradu pandang dengan Calvin. Jelas sekali ada api cemburu dibalik tatapan mata itu.

"Sayang...nanti kita lanjutkan di rumah ya..." Edward langsung melingkarkan tangannya di pinggang Lerina dan menariknya lembut agar gadis itu itu duduk di sampingnya.

"Ada perlu apa?" tanya Edward saat semua sudah duduk di sofa.

"Begini, Ed, brand baju kami akan mengadakan fashion show untuk koleksi musim dingin sekaligus ada lelang baju untuk mendanai korban Tzunami di Jepang. Jadi kami mau mengajak untuk kerja sama. Kau mainkan beberapa lagu di sana, termasuk mengiringi para model saat berjalan di catwalk. Boleh tidak?" tanya Jien penuh harap.

"Kapan?" tanya Edward

"Minggu depan"

Edward menatap Keyri "Bagaimana jadwalku, Key?"

Keyri membuka tabletnya dan memeriksa jadwal Edward. "Kebetulan kosong"

"Baiklah. Jam berapa dimulai?"

"Mulai jam 5 sore, setelah itu dilanjutkan dengan jamuan makan malam" jawab Jien.

"Ok. Untuk selanjutnya aturlah dengan Keyri."

"Ed, kita makan malam ya...kebetulan hari ini Calvin ulang tahun. Aku ingin merayakannya namun Calvin tak mau jadi kita makan malam saja, bersama dengan Yura dan Taeyung" kata Jien.

Lerina terkejut.

Ulang tahunnya Calvin? Bagaimana aku bisa lupa dengan hari ulang tahunnya?

"Bagaimana sayang, kamu ada waktu malam ini?" Edward bertanya pada Lerina sambil membelai pipi Lerina dengan lembut.

"Aku terserah kamu, Ed." kata Lerina dengan senyum manisnya.

"Baiklah. Kami tungguh jam 8 malam di restaurant Perancis tempat kita biasa makan malam. Sekarang kami ke ruangan Taeyung dulu" Jien berdiri, berpamitan dengan Lerina dan Edward.

Lerina memandang kepergian mereka dengan hati yang galau.

"Le.....!" panggil Edward saat mereka tinggal berdua.

"Ya, Ed..."

"Kamu siap untuk pergi?"

Lerina mengangguk "Asal kau menemaniku, Ed"

Edward mendekat "Kamu tahu kalau aku akan selalu menemanimu" bisik Edward sambil memeluk Lerina dari belakang.

Deg...

Deg....

Deg......

MAKASI SUDAH BACA PART INI

JANGAN LUPA LIKE, KOMENTARNYA JUGA VOTE NYA YA....

1
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
baby Kim 🌹
pipi gemoy
jien luar biasa baiknya 🌹👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
hedeh pemegang saham yg keluar apa nga ada yang lapor polisi, satpam nya juga pada kemana ini😑😑😑😑😏
pipi gemoy
akhirnya Edward jatuh duluan 🌹👻
pipi gemoy
eit dah mereka pasangan suami isteri wajar mesra, lah loe cuma selingkuhan
pipi gemoy
hadiah ultah buat Edward 🌹
pipi gemoy
lerina wow 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir lagi Thor☝🏼🙏🏼
Nana Niez
siip
Nana Niez
knp g blg kl bien hamil
Nana Niez
sok sok an,, q kira bs bela diri
Nana Niez
kenapa g disamperin
Nayy
cinta paling menyakitkan ternyata mengikhlaskan 🥺
Nayy
vote ,like and subscribe lgsg dari bab ini bener2 uuhhh...rasanya thooor 😭😭😭😭😭
Nayy
thoooorrrrr 😭😭😭😭😭
Nayy
syukakkkkkkk
Enny Olivia: makasi ya sudah membaca ceritaku ini
total 1 replies
Wasista Mustika S.
Cerita yang indah.. Seindah alunan piano yang dimainkan Edward Kim..
Wasista Mustika S.
Walaaahh.. Jesica si ulat bulu.. Gatal ya?🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!