NovelToon NovelToon
Sesal Yang Terlambat

Sesal Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.

Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.

Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.

Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.

Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

"Semua barang- barang termasuk perhiasan ini di beli dengan uang putra ku, jadi kau tidak bisa membawa nya pergi dari sini!" Bu Arum ikut berkata.

"Ambil lah jika memang putra mu yang membeli nya, tapi sebelum nya tunjuk kan bukti jika memang mas Rayan yang membeli nya!" Ucap Melati lagi.

"Sudah lah bu, Ndin, biarkan Melati pergi dari rumah ini. Aku tidak mau melihat muka nya lagi!" Rayan berkata seperti itu agar kedua orang itu membiarkan Melati pergi.

"Dia tidak boleh keluar dengan membawa barang - barang dari mu!" Andin kembali berkata.

Melati melangkah maju, dia merebut kotak perhiasan itu dari tangan Andin.

"Jika kau mengingin kan perhiasan ini, minta pada laki - laki ini. Tapi aku tidak yakin dia bisa membeli nya!" Sindir Melati lagi.

"Tidak akan ku serahkan perhiasan ini!" Andin mempertahankan kotak itu di tambah nya.

Tapi Melati tidak mau menyerah begitu saja, dia tidak akan membiarkan Andin menguasai barang yang di beli oleh orang tua nya.

"Andin, berikan saja perhiasan itu. Aku akan membeli yang lebih bagus dan lebih mahal untuk mu!" Kembali Rayan berkata.

Akhir nya Andin dengan sangat terpaksa menyerahkan kotak perhiasan itu, Rayan sengaja berkata seperti itu agar Melati tidak mengatakan bahwa perhiasan itu di beli oleh orang tua nya. Karena jika sampai Melati mengatakan hal itu, harga diri Rayan bisa jatuh di hadapan Melati.

"Melati, kau tidak bisa pergi begitu saja dari rumah ini. Kau harus membayar semua uang yang telah di keluarkan oleh Rayan untuk mu selala 5 tahun ini!" Bu Arum kembali berkata.

"Baik lah bu, hitung saja semua nya. Aku akan membayar nya, tapi aku juga akan menghitung semua hal yang sudah aku lakukan untuk keluarga ini!" Jawab Melati dengan berani nya.

"Oh ya mas, kalau kalian sudah menghitung nya. Segera kabari aku berapa jumlah nya, dan aku juga akan memberikan rincian yang harus kaluan bayar pada ku!" Ucap Melati lagi sebelum pergi dari sana.

Melati kembali memasuk kan baju - baju nya yang telah di hamburkan oleh Andin dan bu Arum, tidak lupa dengan kotak perhiasan itu juga. Dia menyeret koper nya dari hadapan mereka.

Melati pergi dari rumah yang sudah 5 tahun dia tempati, di dalam nya ada banyak hal yang telah di lalui nya. Kehidupan manis nya pernikahan nya selama 5 tahun ini, kini telah di hancurkan oleh Rayan dengan membawa wanita lain masuk ke dalam nya.

"Mas Rayan, silahkan kau tertawa bahagia. Akan ku pastikan kau dan keluarga mu akan menyesal seumur hidup mu!" Guman Melati sambil melajukan mobil nya menuju ke rumah orang tua nya.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan macet, mobil Melati tiba di depan gerbang rumah orang tua nya. Pak satpam membuka pintu gerbang agar mobil Melati bisa masuk ke halaman rumah, Melati menghentikan mobil nya di halaman rumah orang tua nya.

Melati turun dari dalam mobil nya, dia segera masuk ke dalam rumah. Pada saat itu, Bunda Ambar sedang duduk di ruang tamu.

"Melati, kok kamu datang tidak mengabari bunda?" Tanya Bunda Ambar.

"Bunda,,,,!" Melati tidak bisa lagi menahan diri nya.

Melati langsung menghambur ke dalam pelukan sang Bunda, dia menangis tersedu. Sekalipun di hadapan semua orang dia tampak kuat dan tegar, tapi tetap saja Melati adalah wanita biasa. Saat di sakiti dia tidak bisa menahan air mata nya.

Bunda Ambar sudah bisa menebak apa yang terjadi dengan putri nya, dia membiarkan Melati menangis di dalam pelukan nya. Bunda Ambar mengelus - elus puncak kepala putri nya.

"Menangis lah lah, setidaknya itu akan membuat mu lebih tenang!" Bisik Bunda Ambar.

Setelah cukup lama menangis, Melati sedikit lebih lega. Dada nya terasa lebih luas, seolah- olah beban yang tadi menghimpit nya sudah hilang bersama air mata nya.

"Bunda, mas Rayan,,,!" Melati mengurai pelukan sang Bunda.

"Tidak papa nak, itu arti nya dia tidak tulus dengan mu. Lebih baik kau tahu sekarang, dari pada nanti. Kau akan semakin sakit hati jadi nya!" Bunda Ambar kembali berkata.

"Bunda, Mas Rayan membawa wanita hamil ke rumah. Dia akan menikahi nya, bagai mana bisa wanita itu hamil anak nya mas Rayan? Sedangkan mas Rayan sendiri tidak bisa menghamili wanita?" Melati bertanya pada Bunda nya.

"Itu berarti anak itu bukan lah darah daging nya Rayan, Rayan dan keluarga nya sudah di tipu. Biarkan saja, mungkin itu balasan yang pantas untuk nya!" Jawab Bunda Ambar sambil tersenyum.

"Bunda benar sekali, saat mereka tahu nanti bahwa anak itu bukan lah anak nya mas Rayan, aku pastikan mereka semua akan menyesali semua nya!" Ucap Melati lagi.

"Kau harus bisa membuktikan pada mereka, bahwa kau tidak mandul. Biarkan semua orang tahu bahwa Rayan lah yang mandul!" Ucap Bunda Ambar lagi.

"Iya bun, oh ya bun aku mau keluar dulu. Aku ada janji degan Silvi!" Melati berkata pada Bunda nya.

"Iya nak!" Jawab Bunda Ambar sambil tersenyum.

"Oh ya Bun, minta bi Sari membawa koper ku ke kamar!" Pinta Melati lagi.

Bunda Ambar memanggil bi Sari, asisten rumah tangga di rumah ini. Bi Sari datang dan langsung menuju ke mobil nya Melati, tadi Melati memang belum sempat menurunkan koper nya dari dalam mobil.

"Bi, tolong bawa koper ini ke kamar. Letak kan saja di sana, nanti biarkan aku sendiri yang menyusun nya nanti!" Ucap Melati lagi.

"Baik non!" Jawab Bi Sari.

Bi Sari lalu membawa koper milik majikan nya itu naik ke lantai 2, di mana kamar nya berada.

Melati meninggal kan halaman rumah orang tua nya, dia menuju ke sebuah kafe tempat diri nya dan Silvi janjian. Melati tidak sabar lagi untuk menemui Silvi, sekali lagi dia ingin memastikan kebenaran hasil tes kesehatan itu.

Melati tiba lebih dulu di sana, sambil menunggu Silvi datang dia memesan minuman dingin untuk dri nya sendiri. atidak menunggu lama, Silvi pun datang ke tempat ini.

"Hai Mel, maaf ya membuat mu menunggu lama!" Silvi merasa tidak enak dengan sahabat nya tersebut.

"Tidak papa Sil, aku juga baru tiba di sini!" Jawab Melati sambil tersenyum.

Silvi pun mengangguk kan kepala nya, dia duduk di kursi yang ada di seberang Melati.

"Bagai mana Mel? Apakah kau sudah melihat wajah asli mereka semua?" Tanya Silvi sambil tersenyum.

"Terima kasih banyak Sil, berkat saran nya aku bisa tahu seperti orang - orang yang hidup bersama ku selama 5 tahun ini!" Ucap Melati sambil menyedot minuman nya.

1
Rahma Inaya
bawk aja ke rs ibu rayan krn gka trm hiduo ssh akhrnya depresi
Rahma Inaya
mimpi km kesiangan rayan jgn harap melati mau blkan sm kamu yg ada kmu di usir jg di tolak utk sekian kalinya
Rahma Inaya
percuma km panggil km pasti akan di campakkan bery krn dia bosen hidup ssh dan milih tante kaya demi menuhi hidupnya yg mewah
Rahma Inaya
gmn bu arum ,arini ,rayan sakit kn di di hianti apalgi dl km mendukung ank mu selingkh sekrg ank perempuan mu selingkh hukum karma dibayar tunai tinggl arini nnt yg jerit histeris krn di hianati oleh bery
Ma Em
Mimpi saja kamu Rayan ingin kembali pada Melati jgn harap , sekarang Rayan juga Arini kena karmanya dan baru menyesal setelah usahanya bangkrut anak yg dikandung Andin bkn anaknya Rayan , Andin setelah istri sugar dady mu tau kesenanganmu akan hilang .
Cicih Sophiana
ihh kluarga yg lucu... 🤣🤣🤣 aq sampe sakit perut baca nya🤣🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
cocok dgn pemikiran aq Mel 👍 keperawanan tdk akan bisa dia balikin
Cicih Sophiana
emang ada yah orang menikah klo cerai di hitung berapa kerugian nya... baru denger nih ada manusia yg begini 🤣🤣🤣 klo begitu Mel minta si Rayan mengembalikan keperawanan kamu bisa nggak dia...
Cicih Sophiana
si Andin anak orang kere menyewa rumah besar jg berharap yg bayar si Rayyan 🫢🤣🤣... setelah di lamar balik lagi ke tempat kontrakan kumuh di pinggir kali tuh pasti... 🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
si Andin anak orang kere rumah orang tua nya aja ngontrak... mau di banding kan dgn melati? gak level kali 🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
laki laki bodoh... tes DNA woy jgn main percaya aja
Cicih Sophiana
selama lima tahun suami dan mertua nya memakai topeng ya... mungkin sekarang mereka udah cape Mel memakai topeng makanya topeng nya di buka 🤣🤣🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
si Andin kere aja ngaku orang tua ke luar negri.... liat aja dia liat barang mahal dia mau ... orang yg gak mampu ya gitu😆
Cicih Sophiana
emang si Rayan udah kenal orang tua si Pelakor... masa anak nya udah di hamilin orang tua belum kenal kan aneh...
Cicih Sophiana
suami bekas Melati kamar bekas Melati tempat tidur bekas Melati... nama nya jg sampah ya harus di buang ketempat nya seperti kamu nanti jg di buang ketempat klo ketauan busuk nya 🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
ayo Melati tunjukan pada mereka klo kamu wanita berharga...
Cicih Sophiana
Melati kamu harus kuat agar kamu bisa melawan mereka yg gak punya hati...
Rahma Inaya
pastinya bery mau nikahi tante2 ksepian krn kaya dan mkn nnt usha or harta nya berry yg kelolah mknya dia mau.kasian arini nntnya akan mengalami spt melati di cerai klu arini mkn dicerai tp klu melati dia yg ceraikn rayan.rayan hrs nya km intropeksj dr klu km di posisi melti gmn sdh di hianti trs dicerai sakit hati gk .di otak km cuma harta bukan cnt km hk mau hidup miskin mknya km kekeh mau rujuk sm melati tp km slh melati gk bodoh mau blk an lagi sm kamu
Cicih Sophiana
ada yah orang yg seperti mereka... udahlah Melati pergi aja mereka kan bukan manusia... tunggu lah karma akan datang untuk kalian..
Cicih Sophiana
Mel lebih baik kamu pergi aja dari rumah itu... dari pada jadi babu gratisan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!