"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."
Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.
Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.
Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.
Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.
"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."
Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.
Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Busuk
“Aku akan memberikan beberapa yang lebih baik untukmu.” Kaisar bangkit dari tempat tidur, para dayang segera bergerak melayaninya.
Perlahan selir Wen bangkit dari tempat tidurnya. Raut wajahnya terlihat tidak senang sama sekali.
Sedangkan Kaisar dibimbing menuju tempat untuk membersihkan tubuhnya. Selir Wen berada di istana naga saat ini. Dirinya tengah mengandung anak Kaisar.
Menghela nafas kasar, meraih air untuk mencuci muka.
“Apa benar yang kamu katakan tentang dupa yang diberikan Kaisar?” Pertanyaan selir Wen pada dayang kepercayaannya.
“Orang-orang yang ada di istana permaisuri mengatakannya sendiri. Nyonya juga pasti dapat melihat bagaimana kecantikan permaisuri bukan? Belakangan ini bahkan jauh lebih bersinar lagi. Sudah pasti ini karena dupa pemberian Kaisar.” Bisik sang dayang kepada selir Wen.
“Kaisar tidak bersedia memberikan dupa yang sama. Bisa kamu usahakan dupa itu untukku? Aku sedang mengandung saat ini, bentuk tubuhku tidak begitu bagus. Kaisar jarang menyentuhku, hari ini Kaisar menyentuhku karena hukumanku untuk menggantikan melayani permaisuri setiap tanggal 15. Dengan dupa itu, aku yakin bahkan dapat menyaingi kecantikan permaisuri.” Selir Wen perlahan tersenyum, dirinya akan menang. Suatu hari nanti dirinya yang akan menggunakan mahkota Phoenix, dan menjadikan putranya sebagai putra mahkota.
Wanita yang mengelus perutnya pelan, kasih sayang Kaisar harus didapatkan olehnya. Benar-benar harus didapatkannya secara penuh.
“Sebenarnya, hamba memiliki seorang teman dayang tingkat rendah di istana permaisuri. Jika hamba membeli darinya, Dia mungkin bersedia untuk mencurinya. Hanya tinggal menukarnya dengan dupa beraroma sama.” Sang dayang membisikkan rencananya.
Selir Wen hanya dapat tersenyum. Kecantikan permaisuri tidak dapat terbantahkan. Permaisuri adalah yang tercantik di istana harem. Tapi sekarang tidak lagi, Kaisar benar-benar pilih kasih kali ini. Jangan salahkan jika dirinya mencuri dupa tersebut. Atau lebih tepatnya membelinya…
Selir Wen menatap pantulan wajahnya di depan cermin Kuningan. Meraba bagian pipinya sendiri, dirinya harus lebih cantik lagi dari permaisuri. Harus…
“Siapkan uang dalam jumlah besar. Lalu beli satu kotak penuh, suruh dayang itu mencuri sebanyak-banyaknya dari istana permaisuri. Aku ingin semua dupa pemberian Kaisar menjadi milikku.” Perintah dari selir Wen, kepada dayang kepercayaannya.
“Baik nyonya…” jawaban dari sang dayang.
***
Sementara Kaisar tengah membersihkan tubuhnya. Memejamkan matanya sejenak, menghirup harum aroma bunga mawar yang tengah mengapung mengikuti air.
Ketika dirinya membuka mata, fatamorgana seseorang terlihat. Lagi lagi fatamorgana permaisuri, wanita yang memasuki air. Kemudian memeluk tubuhnya, memanggilnya dengan nada pelan dan manja.”Yang mulia…”
Kaisar menghela nafas memejamkan matanya sejenak. Ketika membuka mata kembali, semuanya benar-benar hanya fatamorgana. Dirinya sudah gila, kapan dupa itu akan bekerja? Kapan dupa itu akan membuat permaisuri keracunan? Dirinya ingin permaisuri segera dinyatakan mandul.
Pria yang pada akhirnya keluar dari kolam pemandian. Para dayang bergerak mendekatinya, mulai membantunya mengeringkan diri dan berpakaian. Jubah naga dikenakan olehnya, berikut dengan hiasan rambutnya.
Wajah yang benar-benar rupawan. Itulah Kaisar negeri ini…
Pria yang melangkah menuju tempat perayaan akan dilaksanakan. Hari ini adalah perayaan ulang tahunnya. Setiap tahun, ulang tahun Kaisar selalu dilaksanakan dengan begitu meriah.
Benar saja, dekorasi sudah mulai terpasang. Banyak dayang yang terburu-buru bersiap-siap.
Semuanya akan berjalan dengan sempurna hari ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun tanpa subsidi dari keluarga Lin. Tapi setidaknya perlahan dirinya dapat melucuti kekuasaan permaisuri di istana belakang.
“Yang mulia, semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh selir Agung.” Kasim kepercayaan yang menunduk memberi hormat kepadanya.
“Bagus, tidak boleh ada yang salah dalam perjamuan kali ini.” Sang Kaisar melanjutkan langkahnya.
***
Beberapa jam lalu_
Hari masih benar-benar pagi-pagi buta. Selir Agung menghela nafas, wanita itu bahkan belum sempat bersiap-siap. Tapi ini adalah hari ulang tahun Kaisar.
Saatnya dirinya menunjukkan kehebatan dan bakatnya. Perlahan stempel Phoenix akan menjadi miliknya.
Wanita itu melangkah melirik ke arah sekitarnya. Semua dekorasi sudah disiapkan, seharusnya tidak akan terjadi apa-apa.
“Lin Krisan, sebentar lagi mahkota permaisuri akan menjadi milikku.” Gumam selir Agung penuh senyuman.
Namun, seorang dayang melangkah dengan cepat. Lebih tepatnya setengah berlari, mendekat ke arah selir Agung, kemudian menunduk memberi hormat.
“Hamba memberi hormat kepada selir Agung.” Ucapnya dengan nafas tidak teratur.
“Ada apa? Seharusnya kamu lebih menjaga etika. Saat perjamuan nanti bahkan tidak boleh ada dayang yang berlari.” Selir Agung membulatkan matanya, dirinya harus mengutamakan otoritasnya.
Setiap tahun, ulang tahun Kaisar selalu dipersiapkan oleh permaisuri. Untuk pertama kalinya dirinya mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar.
Karena membeli bahan lebih murah, sisa uang anggarannya sudah digunakan untuk membeli pakaian sutra dan perhiasan, khusus untuk hari ini. Dirinya benar-benar akan merebut perhatian Kaisar.
“Yang mulia…selir Agung. Buah-buahan yang datang…itu…” sang dayang terlihat menunduk, lebih tepatnya berlutut di hadapan wanita ini.
“Ada apa dengan buah-buahan yang datang!?” Selir Agung mengerutkan keningnya tidak mengerti.
“Daging dan buah-buahannya tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan daging ikan sudah berbau!” Sang dayang berlutut, ketakutan tangannya gemetaran.
Selir Agung membulatkan matanya. Wanita itu segera melangkah, benar-benar melangkah dengan cepat diikuti oleh dayang-dayang lainnya.
Tujuannya hanya satu, gudang…
Tempat semua barang dan persediaan untuk pesta ini diturunkan oleh Serikat dagang yang ditunjuk olehnya.
Peralatan sudah datang dari hari sebelumnya. Sedangkan barang mentah berupa bahan-bahan makanan dan buah, datang pagi ini. Tentu saja itu karena bahan akan dipersiapkan untuk hidangan pagi-pagi sekali.
Saat itu matahari belum terbit. Jantungnya berdegup cepat ketakutan. Hingga pada akhirnya langkahnya terhenti, wanita yang menelan ludah. Menatap ke arah satu peti buah yang dibuka. Sebagian besar diantaranya sudah membusuk. Buah leci sudah sedikit menghitam mengeluarkan cairan.
Wanita yang kemudian memegang buah leci tersebut.
“Cepat! Buka kotak-kotak lainnya!” Perintah yang diucapkan oleh wanita itu.
Semua dugaan yang benar, aroma yang tidak sedap keluar dari ikan yang mungkin sudah didiamkan lebih dari dua hari.
Daging ayam sama sekali terlihat tidak segar, bahkan sedikit membiru. Sayur-sayuran terlihat layu.
Jika dibandingkan, buah-buahan dan sayur-sayuran yang ada di pasar. Bahkan dagingnya sekalipun, lebih berkualitas yang ada di pasaran.
Selir Agung terduduk, menelan ludahnya ketakutan. Bagaimana jika Kaisar mengetahuinya?
“I…ini pasti perbuatan permaisuri! Ini pasti perbuatan permaisuri!” Suara teriakan menyalahkan orang lain yang tidak terlibat.
“Ampuni hamba yang mulia, tapi ini memang barang-barang yang diturunkan oleh Serikat dagang. Kami sudah memastikannya, tidak ada yang menukar barang-barangnya sama sekali.” ucap penjaga yang bertugas di gudang dekat dapur.
“Ti…tidak…pasti ada solusinya. Pasti ada solusinya…” selir Agung menggigit kukunya sendiri.
Jika menyuruh orang membeli bahan makanan baru, uang yang dimilikinya sama sekali tidak cukup. Mengingat perjamuan ini mengundang ribuan orang.
Tangannya gemetar kemudian berucap.”Tidak peduli bahan makanan tidak segar. Kalian semua harus tutup mulut. Sayuran dan daging serta ikan dimasak seperti biasa. Sedangkan untuk buah-buahannya, beli buah-buahan yang murah di pasar.”
lian Anak lintar sekali pandai mencari bantuan untuk menggagalkan kaisar bermalam di tempat lermaisuri😂😂😂👍
Anak yg seiring jalan dengan sang ibu
hayu pangeran kecil,segera beraksi
biar kapok kaisarnya
enak bener dah sekian purnama di anggurin tiba2 minta jatah dengan alasan tidak tega melihatmu dihina
lanjut KK author,semangat💪
kasian amet Krisan dapat barang bekas🫣🤣🤣
jgn lah