Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Kambing di bedakin
Pak budi tidak lagi menyupiri kendaraan yang akan mengantarkan Ginta dan Flora kekantor mereka masing masing ,karena sebelum Flora dan Ginta berangkat tadi , Kakek dan Nenek sudah kembali ke perkebunan yang diantarkan oleh pak Budi.
Ginta mengantarkan istrinya sampai didepan pintu kantornya.
saat Flora meraih tangan Ginta untuk menyalaminya seperti biasa , Ginta menolaknya , Flora tertegun
" ada apa kak ? aku berbuat salah ? "
Ginta hanya tersenyum .
" tidak , karena pak Budi sedang tidak ada ,aku mau setiap pagi sebelum mengantarmu berkerja , kamu menciumku sebagai ganti salam pada tanganku " Ginta mencondongkan badannya agar wajahnya lebih mendekat pada Flora.
" kak "
" cepatlah , Flo ! dibelakang sudah ada kendaraan tuh ? " Ginta melihat melalui spion jika dibelakang mobil yang dikendarai Ginta sudah ada mobil karyawan bank yang lain yang sudah berhenti .
Flora mengecup bibir suaminya sekilas , lalu bergegas keluar dari dalam mobil.
Ginta tersenyum lalu melajukan mobilnya kembali menuju kantornya .
" ckckck...yang ciuman pagi pagi , mesra bener ? diluaran dan didepan kantor saja seperti itu , apa lagi di dalam kamar , oh Flo ? cepat carikan aku suami Flo, aku sudah tidak kuat " sambut Dewi dengan wajah mupeng nya ketika Flora sudah duduk di kursinya .
" kau melihatnya ? " tanya Flora tidak percaya .
" tentu saja , kau kira aku sudah tua dan rabun sehingga tidak bisa melihat apa yang kalian lakukan tadi ? " sungut Dewi
Flora segera berjalan di mana posisi Dewi tadi berdiri ,dan menyipitkan kedua matanya mengira ngira , apa benar dari posisinya berdiri dapat melihat dengan jelas apa yang Flora lakukan tadi di dalam mobil bersama suaminya.
seketika kedua mata Flora melotot .
" bagaimana ? sudah percaya ? " tanya Dewi menaikkan dagunya sebentar keatas.
" kau benar benar melihatnya ya , Wi ? "
tanyanya masih tidak percaya ,
" tidak , aku cuma ikut merasakannya " sarkas Dewi.
Flora terkekeh .
" tenang saja , Wi , ntar pulang aku akan memberitahukan pada suamiku agar merubah kaca film mobil yang lebih gelap ,agar kau tidak bisa mengintip kemesraan kami " ujar Flora usil .
"Floraaaaa.....itu bukan solusi , kau bilang dengan suamimu agar ia memperkenalkan temannya, kau tidak kasihan melihatku yang sudah lama menjomblo ? sia sia dong bungaku hanya di pergunakan untuk buang air kecil dan untuk tamu bulanan saja , keburu mengkerut dia " Dewi mencebik .
Flora tertawa ngakak .
" tidak ada yang lebih keren lagi namanya selain bunga ? " ejek Flora
" aku sudah terlanjur menamakannya begitu " ucap Dewi acuh .
*
*
Lukas sedang of dari tugasnya , setelah kesembuhan Ginta, ia sangat jarang bertemu dengan Ginta, karena Ginta yang tidak lagi memerlukan konsultasi pada dirinya .
saat tengah hari dijam istirahat ,Lukas datang kekantor Ginta.
" kau sombong sekali , mentang mentang kau sudah sembuh , kau melupakan aku " Lukas cemberut saat keduanya makan siang di resto yang tidak jauh dari kantor Ginta.
" aku sedang menikmati indahnya berumah tangga , harusnya kau maklum " Ginta menyunggingkan senyum ejekannya .
" sialan kau , Gin, kau memanas manasi aku ? " dilembarkannya potongan tipis lemon yang menghiasi bibir gelas dari minuman Lukas kearah Ginta ,tetapi dengan tangkas Ginta menghindarinya
" bukan memanasimu Luk, aku hanya ingin agar kau segera menikah "
" dengan siapa ? dengan kambing " Lukas mencebikkan bibir bawahnya.
" hei ...perempuan masih banyak , kenapa kau tertarik dengan hewan ? jadi jika kambing dibedakin, dipakaikan lipstik dan rok mini , apakah kau berminat ? " tanya Ginta konyol
" jangan sampai ,aku mengguyurkan juice ini ke wajahmu , Gin ? " Lukas berdecak kesal .
Ginta terkekeh .
" kau pemarah karena tidak tersalurkan ya ? kasihan ? "Ginta menggelengkan kepalanya.
" oke , sekarang aku serius , istriku punya teman, rekannya di kantor ,kau mau kami kenalkan ? " tanya Ginta menatap lekat pada wajah Lukas.
" kau yakin dia belum memiliki kekasih ? " tanya Lukas mulai tertarik
" sepertinya begitu , karena istriku pernah menanyakan perihal dirimu , agar dikenalkan pada temannya " ujar Ginta.
" oke , kalian atur saja kapan waktunya , tetapi harus disesuaikan dengan jam bebas tugasku."
Ginta mengangguk .
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞