Demi sebuah kekayaan dan ketenaran, wanita yang sudah berusia 28 tahun itu dengan tega menjual jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa.
Bukan tak berdosa, hanya saja Kinan ingin membalas dendam atas sakit hati nya kepada penduduk kampung yang selalu menghina keluarga nya. Bahkan, ayah Kinan meninggal secara tragis di tangan kepala desa hingga membuat Kinan semakin yakin untuk membalas dendam.
Sangat mulus, ketika Kinan menumbalkan satu nyawa, maka harta kekayaan nya akan semakin bertambah. Namun, seiring berjalan nya waktu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama.
Tanpa sengaja, seorang anak pemuka agama dari kota sebelah jatuh cinta pandangan pertama pada Kinan. Di mulai dari perkenalan itu lah yang membuat hidup Kinan perlahan menjadi hancur.
Jangan lupa baca karya aku ya😊😊
Jangan lupa juga Like Vote Rate and Coment terimakasih😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Terimakasih
Hana histeris ketika Rahmat mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-qu'an. Bahkan beberapa orang tetangga membantu memegang Hana yang tenang nya sangat kuat. Hana terus menjerit, mata nya melotot nyaris keluar.
Ingin rasa nya Arman menangisi keadaan anak nya, namun mau bagaimana lagi semua sudah takdir. Di bantu Pandu dan Rizal, mereka terus melantukan ayat-ayat pengusir jin yang sekarang sedang bersarang dalam tubuh Hana.
Tiba-tiba tubuh Hana menegang, empat orang tetangga yang memegang Hana mulai merasa ada keanehan. Dari mulut Hana, mulai keluar muntahan Darah beserta gumpalan rambut yang membuat semua orang terkejut.
"Jangan di beri minum dulu!" seru Rahmat ketika melihat istri Darto yang menyodorkan segelas air.
Pak Rahmat kembali melantunkan ayat-ayat suci, Hana pun kembali kesakitan. Tubuh kurus nya tidak membuat wanita itu kehilangan tenaga.
"Hana harus menderita....!" ucap Hana tiba-tiba menghentikan pak Rahmat.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya pak Rahmat.
"Siapa pun aku sebaiknya jangan ikut campur urusan ku!" ucap sosok jin yang ada dalam tubuh Hana.
"Pergi dari tubuh Hana, kembali pada tuan mu." perintah Rahmat lalu melanjutkan bacaan nya.
Hana kembali kesakitan, wanita itu berusaha menutup telinga nya namun para tetangga berhasil menjauhkan tangan nya dari kepala.
"Aku tidak akan keluar dari tubuh ini, jika aku keluar tuan ku tidak akan memberi ku makan!" teriak Hana histeris.
Di satu sisi, Kinan tidak tahu jika hari ini Hana sedang di lakukan pengobatan. Wanita ini mulai merasa kepala nya sangat berat dan juga mual. Kinan pulang dari restoran, wanita ini rebahan di kamar untuk membuang sakit yang dia pikir dari rasa lelah.
Sementara itu, selesai melakukan penyembuhan pada Hana. Para warga langsung melakukan pengajian di rumah Arman. Arman merasa bersyukur karena sekarang ada orang yang mau membantu nya. Baru pertama kali nya Arman melihat Hana tidur dengan keadaan tenang.
"Terimakasih pak Rahmat, ini pertama kali nya Hana tidur dengan tenang."ujar pak Arman.
"Jin yang ada dalam tubuh Hana belum sepenuhnya keluar pak Arman. Jiwa Hana masih terikat namun sudah longgar ikatan tersebut." tutur pak Rahmat.
"Kira-kira, siapa orang yang sudah membuat anak saya seperti ini ya pak?" tanya Arman penasaran.
Rahmat dan Pandu saling lirik, namun tidak mau menjawab pertanyaan pak Arman. "Kami tidak mau menebak pak, nanti jatuh nya fitnah." ujar Pandu.
"Coba pak Arman ingat-ingat lagi, apa Hana pernah membuat orang lain sakit hati atau keluarga pak Arman pernah membuat orang lain tersinggung gitu." timpal Rizal langsung mendapatkan senggolan dari Pandu.
Sejenak pak Arman termenung, mengingat apa yang sudah di lakukan keluarga nya hingga membuat orang lain tersinggung. Pak Arman bergeleng kepala, mulut nya bungkam tak ingin menyampaikan karena masih ada beberapa tetangga yang masih berada di rumah nya.
"Kalau begitu kami pamit dulu, setengah jam lagi masuk asar." ujar pak Rahmat sambil melihat jam tangan nya.
"Terimakasih sudah membantu saya pak." ucap pak Arman.
Pandu dan bapak nya juga Rizal kemudian pulang. Mereka langsung membersihkan diri lalu pergi ke masjid. Akhir-akhir ini Kinan merasa terganggu dengan Adzan yang berkumandang di kampung nya. Biasa nya perempuan ini tidak berpengaruh sama sekali ketika ada adzan.
..aku sukaaa 🥰